News

Berita membahagiakan dan membanggakan bagi seluruh civitas akademika IPB khususnya, dan seluruh peneliti peternakan Indonesia karena Media Peternakan (MedPet), Journal of Animal Science and Technology, telah berhasil diterima sebagai jurnal yang terindeks SCOPUS pada tanggal 24 Februari 2016. Sudah diketahui bersama bahwa SCOPUS adalah salah satu lembaga pengindeks jurnal internasional terbesar dan bereputasi saat ini.

Sebagai informasi, MedPet merupakan jurnal ilmiah di bidang ilmu dan teknologi peternakan yang diterbitkan pada bulan April, Agustus, dan Desember dalam edisi cetak dan online oleh Fakultas Peternakan IPB bekerjasama dengan Himpunan Ilmuwan Peternakan. MedPet telah diakreditasi DIKTI sejak tahun 2005 dan telah terdaftar pada beberapa lembaga indeksing jurnal, antara lain Crossref, DOAJ, CABI, EBSCO, Google Scholar, AGRICOLA, Indonesian Publication Index (IPI), dan lembaga pengindeks lainnya.

Semoga capaian prestasi MedPet ini dapat lebih mendorong publikasi hasil-hasil penelitian bidang peternakan Indonesia dan meningkatkan keterbacaannya di dunia internasional.

Tiga orang mahasiswa IPTP berhasil mengharumkan nama peternakan IPB dikancah Nasional. Sherly Wijayanti (D14130018), Irfan Maulona (D14130054) dan Vallen Sakti Maulana (D14130089) berhasil memenangkan Lomba Karya Tulis Ilmiah IV Nasional di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas, Padang. Lomba yang digelar pada tanggal 13-14 Februari 2016 tersebut bertema “Optimalisi Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat” ini memperebutkan hadiah berupa Piala Gubernur Sumatera Barat 2016. Judul Karya yang diusung oleh tiga mahasiswa bimbingan dosen muda Ibu Windi Al Zahra, S.Pt, M.Si ini ialah “BISKIS (Biskuit Kulit Pisang) Inovasi Produk Pangan berbasis Limbah Kulit Pisang sebagai Upaya Ketahanan Pangan dan Alternatif pemenuhan Gizi Balita Indonesia”. Sherly beserta Tim melihat bahwa pemanfatan limbah masih memberikan manfaat jika dikelola dengan baik. Kondisi ini melatarbelakangi mereka menciptakan ide inovatif dibidang ketahanan pangan dan gizi. Selamat untuk Sherly dan Tim, semoga bisa terus meningkatkan prestasi dan memajukan Fakultas Peternakan IPB (waz)

Fakultas Peternakan IPB, mengadakan rabuan bersama pertama kali dalam masa kepemimpinan dekan baru, Dr. Moh Yamin (24/02/2016). Rabuan adalah istilah yang biasa digunakan di fakultas Peternakan dan unit lain di IPB, dalam kegiatan rapat atau pertemuan yang diadakan pada hari Rabu. Kegiatan rapat tersebut dapat bersifat santai, serius, atau kekeluargaan.

Rabuan kali ini diikuti oleh seluruh civitas akademika fakultas peternakan IPB, diantaranya staf pengajar, staf kependidikan, dan perwakilan organisasi kemahasiswaan Fapet IPB. Dekan Fakultas peternakan pada kesempatan ini juga memaparkan Program Kerja Dekan tahun 2015-2020, dan memperkenalkan Wakil Dekan baru yang menjabat di Fapet IPB.

Acara ini juga dilangsungkan sekaligus untuk pisah sambut dekan lama dan baru, foto bersama staf pengajar dan staf kependidikan, dan diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang.

 

Pada tanggal 25 - 26 Februari 2016, SUCOFINDO melakukan audit (Surveillance Audit Sertifikasi ISO 9001: 2008)  terhadap pelaksanaan pelayanan akademik di Fakultas Peternakan IPB. Bertindak selaku auditor adalah Bapak Firman Suryalaga, yang didampingi oleh tim dari Fakultas Peternakan IPB. Audit oleh SUCOFINDO ini secara rutin dilakukan setiap tahunnya. Adapun tujuan audit eksternal kali  ini adalah untuk Memastikan kesesuaian Sistem Manajemen Mutu Organisasi serta Memastikan Sistem Manajemen Mutu Organisasi sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008 dengan pelaksanaan kegiatan pada ruang lingkup yang ditetapkan, yaitu pelayanan akademik.

Audit eksternal yang berlangsung selama dua hari tersebut, diawali dengan Rapat Pembukaan pada Hari Kamis, 25 Februari, pukul 9.30 pagi, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesesuaian pelaksanaan kegiatan pelayanan dengan POB yang telah dituliskan dalam dokumen ISO di Bidang Management Representative, dan kemudian dilakukan audit di bidang layanan akademik. Pada hari Kedua, Jumat, 26 Februari 2016, kegiatan audit dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen bidang Tata Usaha dan infrastruktur/maintenance.

Dari  bidang-bidang  yang diperiksa kesesuaiannya, masih ditemukan adanya kekurangan-kekurangan, pencapaian target yang tidak tercapai, dan beberapa kekurangan lain. Semua menjadi masukan dan koreksi yang sangat berharga bagi Fakultas Peternakan, untuk dapat diperbaiki di masa mendatang, demi terlaksananya pelayanan akademik yang berkualitas. Setelah seluruh rangkaian kegiatan audit eksternal ini selesai, maka pada sore harinya sekitar pukul 15.00 dilakukan penutupan oleh Dekan Fakultas Peternakan. Atas pelaksanaan kegiatan audit ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Firman Suryalaga selaku auditor, serta kepada SUCOFINDO.

Semoga kita dapat terus bersinergi demi kemajuan Fakultas Peternakan IPB, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Guru Besar IPB Prof Yuli Retnani, MSc mengembangkan inovasi pakan yang bersumber dari limbah sayuran di pasar untuk meningkatkan produktivitas ternak, khususnya di perkotaan, daerah rawan pakan dan bencana.

"Produk pakan yang dihasilkan dari pengolahan pakan bisa berbentuk mash, pellet, crumble, biskuit dan wafer," kata Yuli di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Dikatakannya, inovasi ini telah dikembangkannya sejak 2009. Dengan adanya teknologi pengolahan pakan yang awet, mudah, murah dan tersedia sepanjang musim diharapkan peternakan di Indonesia dapat tumbuh produktif, tanpa bergantung pada ketersediaan rumput dan hijauan pada musim paceklik, terutama di daerah rawan pakan dan bencana serta daerah perkotaan yang ketersediaan lahan terbatas.

Dijelaskannya, inovasi pakan terdiri atas wafer pakan dan wafer suplemen pakan. Wafer pakan sebagai pengganti hijauan sedangkan wafer suplemen pakan sebagai suplemen dengan tujuan khusus seperti untuk meningkatkan bobot badan atau untuk menurunkan mortalitas.

"Pembuatan wafer limbah sayuran pasar dilakukan dengan memanfaatkan limbah sayuran terbuang," katanya.

Menurutnya, salah satu limbah yang banyak terdapat di sekitar lingkungan masyarakat adalah limbah sayuran pasar. Limbah sayuran setiap minggu semakin bertambah dan sulit untuk mencari pembuangan sampah.

Read more: Dosen IPB Kembangkan Pakan Ternak Dari Limbah