News

"Sudahkah minum susu hari ini? Jangan sampai melewatkan minum susu setiap hari, karena susu sangat penting untuk pertumbuhan dan mencukupi kebutuhan nutrisi kamu". Demikian pesan dari Mahasiswa Fakultas peternakan IPB melalui media sosial di internet. 

BEM Fapet IPB, Himaproter, dan Himasiter, tiga organisasi kemahasiswaan di Fakultas Peternakan IPB menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Susu Nusantara tahun  2016.  Dengan mengusung tema Hari Susu Nusantara  & Gerakan 1000 telur "Milk Your Style And Eggtion Your Life",  mahasiswa Fakultas Peternakan IPB yang menamakan dirinya pejuang susu dan telur mengadakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya:

  1. Tour de Faculty, yaitu  kegiatan bagi-bagi susu dan telur gratis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian dan FEMA, Fateta dan FEM,  yang diadakan antara tanggal 17 sampai dengan tanggal 27 Mei 2016. Dalam kegiatan tersebut dibuka stand yang menyediakan: Susu dan telur gratis, lomba foto di photobooth, konsultasi tentang susu dan telur, dan penjualan tiket seminar hari susu dan telur
  2. Turun desa, dimana pada kegiatan ini  mahasiswa Fapet IPB memperkenalkan pentingnya susu dan telur sekaligus membagikannya kepada anak-anak desa, di Desa situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor,  pada tanggal 28 Mei 2016
  3. Seminar mengenai susu dan telur, tanggal 29 Mei 2016, dengan Keynote speaker: Drh. Muhammad Dwi Satriyo (pengusaha muda indonesia),  Prof. Dr. Hardinsyah, MS (Ahli Gizi), Doddy Cahyo Anggoro S.pt ( Pengawas mutu susu Frisian Flag Indonesia), dan Prof. Dr. Ir Muladno. MSA ( Dirjen peternakan Indonesia).

Hari Susu Nusantara (HSN) yang diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan moment besar bagi insan peternakan di Indonesia. Dimana sebagai bentuk refleksi, bahwa untuk memajukan bangsa dan mencerdaskan kehidupan rakyat perlu mengkonsumsi susu. Pasalnya konsumsi susu masyarakat Indonesia masih terendah jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Melalui peringatan HSN diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan konsumsi susu segar nasional.

Susu dan telur adalah salah satu sumber nutrisi paling menguntungkan untuk manusia. Segelas susu diperkaya dengan kalsium, zat besi, kalium, vitamin A, D, B6, B12, dan protein. Jelas ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Pentingnya gizi bagi tubuh yang di dapat dari telur dan susu mampu membantu perkembangan otak anak karena mengandung protein yang penting dalam pertumbuhan sel.

Dalam rangka memperingati hari Susu Nasional, BEM Fapet IPB, Himaproter, dan Himasiter, pada tanggal 28 Mei 2016, turun ke desa untuk memperkenalkan pentingnya susu dan telur sekaligus membagikannya kepada anak-anak desa. Desa yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.

Berbagai kegiatan dilakukan di lokasi , diantaranya adalah : lomba mewarnai untuk anak anak, lomba mengupas kerabang telur, demo memasak kerupuk susu, demo membuat telur asin, dan berbagai kegiatan menarik lainnya dilaksanakan di sini. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengerti betapa pentingnya susu dan telur bagi kesehatan dan perkembangan tubuh manusia. (Sumber : BEM Fapet)

Tiga Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB, yaitu : Bem Fakultas Peternakan, Himaproter, dan Himasiter menggelar seminar Hari Susu Nusantara dan Gerakan 1000 Telur pada tanggal 29 Mei 2016, di Audit Mandiri IPB, pukul 08:00 - 14:00. Seminar ini adalah salah satu kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Susu Nusantara tahun 2016.

Seminar dengan tema "Milk your style and Eggtion your life"  ini menghadirkan keynote speaker : Drh. Muhammad Dwi Satriyo (pengusaha muda indonesia),  Prof. Dr. Hardinsyah, MS (Ahli Gizi), Doddy Cahyo Anggoro S.pt ( Pengawas mutu susu Frisian Flag Indonesia), dan Prof. Dr. Ir Muladno. MSA ( Dirjen peternakan Indonesia). Dalam sesi pembicara, Prof. Dr Hardinsyah, MS mengungkapkan pentingnya gizi bagi tubuh yang di dapat dari telur dan susu mampu membantu perkembangan otak anak karena mengandung protein yang penting dalam pertumbuhan sel.  Dirjen Peternakan Republik Indonesia menyampaikan berbagai fakta dilapangan mengenai Susu dan telur serta peternakan di Indonesia. Peserta seminar dengan antunsias menyimak materi yang disampaikan oleh keynote speaker.

Setelah puas mendapatkan materi dari Ahli Gizi dan Direktur Jendral Peternakan Republik Indonesia, para peserta seminar Hari Susu Nusantara dan Gerakan 1000 Telur dihibur oleh kak Hafidz (juara 1 keroncong IAC 2015) dan kak Hanin (Juara 2 Vokal Pop IAC 2015).

Panen perdana Indigofera di daerah Tulang Bawang, telah dilakukan pada awal bulan Mei 2016. Indigofera merupakan salah satu jenis hijauan pakan yang tengah didiseminasikan kepada masyarakat petani peternak untuk pakan ternak ruminansia. Tanaman ini telah dikembangkan sejak tahun 2008 oleh Prof. Luki Abdullah di Laboratorium Agrostologi Departemen INTP Fakultas Peternakan IPB.

Indigofera saat ini telah diperkenalkan dan ditanam di berbagai wilayah, salah satunya adalah daerah Tulang Bawang, Lampung. Penanaman Indigofera di wilayah Tulang Bawang dilakukan atas kerja sama petani peternak dan pemerintah daerah dengan panduan tim ahli dari Laboratorium Agrostologi Departemen INTP Fakultas Peternakan IPB. Kesungguhan dalam bekerja dan mengaplikasikan ilmu membuahkan hasil yang luar biasa. Tanaman Indigofera tumbuh subur dengan percabangan yang banyak dan daun yang rimbun.

Tanaman yang dikenal dengan nama Tarum ini telah dikaji oleh Prof. Luki Abdullah dalam berbagai aspek. Mulai dari sisi agronomi, nutrisi, pengawetan hingga agrobisnis Indigofera. Indigofera sangat potensial untuk dikembangkan karena produktivitas dan nilai nutrisinya tinggi. Dalam penelitian terakhir, berbagai produk olahan telah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagi ternak, termasuk unggas , ikan maupun binatang kesayangan. Salah satu produk unggulan yang inovatif adalah konsentrat hijau. (nrk - intp.fapet.ipb.ac.id)

Fakultas Peternakan telah membuka Program Studi strata satu (S1) baru, yaitu Program Studi Teknologi Hasil Ternak (PS-THT). Program Studi ini diasuh oleh Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), dimana bidang keilmuannya ini meliputi : teknik pengolahan dan rekayasa produk hewan ( makanan : daging , susu telur & madu), pengolahan hasil ikutan ( wol, kulit, tulang, dll ), sifat fungsional dari produk hewani & pengelolaan limbah.

Program Studi Teknologi Hasil Ternak pada saat ini merupakan satu satunya program studi strata satu (S1) di bidang pengolahan hasil ternak di Indonesia, menjadikan PS-THT menjadi pilihan yang tepat menuju sukses di bidang pengolahan hasil ternak. Pada tahun 2016 ini, PS-THT hanya menerima pendaftaran dari jalur Ujian Talenta mandiri IPB (UTM) dengan daya tampung sebanyak 40 orang mahasiswa.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui alamat  http://admisi.ipb.ac.id/p/single/utm. Syarat peserta adalah : lulusan SMA/MA IPA tahun 2014-2016, sehat jasmani dan rohani. Pendaftaran dapat dilakukan mulai 11 Mei - 9 Juni 2016. Ujian tertulis dengan materi ujian: Biologi, Fisika, matematika, Bahasa Inggris dan Tes Talenta , dilakukan pada tanggal 18 Juni 2016, dan pengumuman kelulusan pada tanggal 29 Juni 2016.

Pada tahun 2017, Program ini membuka jalur masuk melalui SNMPTN, SMBPTN, UTMI, Beasiswa Unggulan Daerah (BUD), Prestasi Internasional_Nasional, dengan daya tampung 100 orang mahasiswa. untuk mendapatkan informasi mengenai semua jalur masuk tersebut, dapat mengakses alamat http://admisi.ipb.ac.id.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail, dapat menghubungi Departemen Imu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan IPB, Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Bogor,telp. dan fax.  0251-8628379, email departemeniptp@gmail.com dan situs web http://iptp.fapet.ipb.ac.id