News

Ribuan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam 106 organisasi kemahasiswaan periode tahun 2017 di lingkungan IPB mengikuti acara “Pengukuhan Organisasi Mahasiswa IPB”. Prosesi pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto pada Senin (16/1) malam, di Graha Widya Wisuda (GWW) kampus IPB Darmaga, Bogor.

Rektor mengatakan semua organisasi kemahasiwaan IPB mempunyai amanah yang harus dijalankan, melaksanakan komitmen terhadap pekerjaan yang dipikul dengan penuh tanggung jawab dan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. “Pesan saya, semua pengurus organisasi kemahasiwaan IPB harus menetapkan niat dan bekerja yang jujur dan transparan. Mempersiapkan kegiatan dengan terencana dan terorganisir dengan baik serta utamakan peningkatan prestasi untuk kemajuan IPB,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Yonny Koesmaryono menyampaikan pengukuhan organisasi kemahasiswaan di lingkungan IPB ini adalah untuk menyelaraskan seluruh kegiatan kemahasiswaan di lingkungan IPB. Ia menjelaskan, untuk periode tahun 2017 ada 106 kepengurusan organisasi kemahasiswaan di IPB, terdiri dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (MPM KM);  Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM); Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM); 13 Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF), DPM Diploma dan DPM Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU); 13 BEM Fakultas, Sekolah dan BEM Diploma, BEM PPKU; 45 Himpunan Profesi, dan 35 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Prof Yonny mengatakan organisasi mahasiswa IPB harus didorong untuk menjadi organiasi kemahasiswaan yang sehat, aktif, transparan, akuntabel, dan prestatif. Untuk itu, sistem pembinaan organisasi mahasiswa IPB, bagi pengurus organisasi kemahasiswaan IPB wajib dikukuhkan oleh Rektor IPB.

Hadir dalam kesempatan ini diantaranya Direktur Kemahasiswaan IPB, dekan dan wakil dekan di lingkungan IPB, Direktur Program Diploma, Direktur PPKU IPB dan para Ketua Departemen di lingkungan IPB. (awl)

- See more at: http://ipb.ac.id/news/index/2017/01/ribuan-mahasiswa-ipb-dikukuhkan-sebagai-pengurus-organisasi/aa56d1e3661cdce73030dac66029e76c#sthash.p4k4EqaL.dpuf

Fakultas Peternakan turut serta dalam acara “Get Closer to IPB Season 8” pada hari Sabtu-Minggu 7-8 Januari 2017.  Acara yang bertujuan memperkenalkan IPB kepada masyarakat itu diselenggarakan oleh Katalis Corp yang bekerjasama dengan Humas IPB.  Kegiatan Get Closer to IPB (GCTI) Season 8 ini terdiri dari tryout SBMPTN, Tour Campus, Expo Fakultas dan pemaparan seputar kampus oleh Civitas IPB.

Fakultas Peternakan turut serta dalam expo fakultas. kegiatan yang ada di Stand Expo Fakultas Peternakan melibatkan duta Institut, Fapet ambassador, dan juga beberapa dosen yang hadir dan siap melayani pertanyaan dari peserta GCTI. Selama dua hari, stand expo Fakultas Peternakan mampu melayani ratusan peserta GCTI yang antusias untuk mendapat informasi mengenai Fakultas Peternakan. Selama dua hari, stand expo Fakultas Peternakan mampu melayani ratusan peserta GCTI yang antusias untuk mendapat informasi mengenai Fakultas Peternakan. Stand Fakultas Peternakan menyediakan brosur yang dibagikan kepada seluruh pengunjung stand expo, display produk yang dihasilkan oleh Fakultas Peternakan, pembagian pin, photoboth dan juga pembagian susu secara cuma-cuma.

Pada akhir kegiatan GCTI tepatnya pukul 16.00, diumumkan pemenang stand expo terbaik oleh panitia penyelenggara. Fakultas Peternakan IPB kembali berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Stand Expo Fakultas Terbaik dalam acara “Get Closer to IPB Season 8”. Selamat kepada tim panitia promosi.

Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB  melakukan kunjungan ke Fakultas Peternakan IPB, Rabu, 21 Desember 2016. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka  studi banding dan silaturahmi serta saling sharing seputar manajemen keorganisasian dan pengembangan keilmuan.

Rombongan yang berjumlah sekitar 12 orang mahasiswa ini diterima oleh perwakilan dari semua Organisasi kemahasiswaan Fapet IPB. Study banding diawali dengan presentasi yang dilakukan di Ruang Kerjasama Fapet IPB. Presentator dari Himarekta ITB diwakili oleh Adna Daniel selaku ketua divisi eksternal. Dari pihak Ormawa Fapet, presentasi dilakukan oleh masing-masing ketua ormawa dari mulai DPM, BEM, Famm Al An'am, Kepal D, Himaproter dan Himasiter. Dalam sesi ini dari masing-masing organisasi memaparkan struktur organisasi dan proker-proker yang ada di masing-masing organisasi.

Setelah sesi presentasi dan diskusi kemudian para peserta studi banding melakukan kunjungan ke tempat-tempat penting di lingkungan fakultas peternakan sampai ke LK Fapet. Para peserta studi banding berkeliling kandang A dan B sambil menikmati dinginnya dan nikmatnya susu Fapet. Sesi terakhir adalah penyerahan kenang-kenangan dari Himarekta ITB ke Ormawa Fapet dan selanjutnya diadakan foto bersama langsung di lahan pastura kandang B. Pukul 17.15 rombongan dengan menggunakan mobil listrik menuju Masjid Al-Hurriyah untuk selanjutnya pulang ke Bandung (Source : DPM-D Fapet IPB).

Dewan Perwakilan Mahasiswa  Fakultas Peternakan IPB menggelar Musyawarah Kerja DPM Fapet IPB 2017, yang dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB (Jumat, 29/12/2016).


Acara dibuka pada pukul 08.30 WIB, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah, melantunkan lagu (Indonesia Raya, Hymne IPB, dan Mars Fapet). Acara  dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan fapet IPB dan Direktur Kemahasiswaan IPB.  Pada musyawarah kerja tersebut, setiap  Organisasi kemahasiswaan memaparkan RKAT untuk tiap tiap bagiannya.  Pemaparan pertama dilakukan oleh DPM Fapet IPB, dilanjutkan oleh pemaparan dari BEM Fapet IPB, Famm Al An'am, dan Kepal-D. Setelah pemaparan, dibuka sesi diskusi dan tanggapan dengan jajaran Dekanat Fapet IPB yang di pandu oleh moderator. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan pembuatan matrix program kerja periode 2016-2017


Musyawarah Kerja DPM fapet IPB ini dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan IPB, Dekan, Wakil Dekan SKP dan AK, Ketua Departemen INTP dan  IPTP, Sekretaris Departemen INTP dan IPTP,  Komisi Kemahasiswaan IPTP dan INTP, perwakilan DPM KM, serta seluruh Ketua Ormawa-D, BPH, dan Kadiv/Kadept/Kabir.

Diharapkan dengan diadakannya Musyawarah Kerja ini, dapat membawa Organisasi Kemahasiswaan Fapet IPB menjadi lebih baik lagi dengan kesinergisan antar Organisasi Kemahasiswaan. Semoga Organisasi Kemahasiswaan Fapet IPB dapat menjalani program kerjanya dengan amanah dan bijaksana (Source DPM Fapet IPB).

Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima penghargaan juara II pada ajang "Anugerah Cinta Karya Bangsa" atau Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum tahun 2016. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, Selasa (20/12), bertempat di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian RI.

Penetapan penghargaan pemenang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 706/M-IND/Kep/11/2016 tanggal 14 November 2016 tentang Pemberian Penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Anugerah Cinta Karya Bangsa Tahun 2016. Sekretaris Institut (SI) IPB, Dr. Ir. Ibnul Qayim berkesempatan mewakili Rektor IPB menerima penghargaan tersebut.

Melalui Anugerah Cinta Karya Bangsa, Rektor IPB menyampaikan, semua perguruan tinggi negeri dan swasta turut mendorong pelaku industri nasional agar terus memacu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat basis produk nasional agar mampu bersaing di pasar dalam negeri dan menjadi prioritas bagi belanja pemerintah dan dunia usaha. Terutama menumbuhkan komitmen semua pihak untuk senantiasa meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Penilaian terdiri dari 4 indikator, yaitu Komitmen, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pelaporan dalam rangka senantiasa meningkatkan penggunaan produk dalam negeri oleh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang bersangkutan.

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, setiap instansi pemerintah diwajibkan melakukan langkah-langkah sesuai kewenangan masing-masing guna memaksimalkan penggunaan barang/jasa produk dalam negeri termasuk rancang bangun dan perekayasaan nasional, serta penggunaan penyedia barang/jasa nasional dan memberikan preferensi harga untuk barang produksi dalam negeri dan penyedia jasa pemborongan nasional kepada perusahaan penyedia barang/jasa sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dalam rangka mendorong diterapkannya optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, Menteri Perindustrian RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pedoman Penggunaan Barang/Jasa Produk Dalam Negeri.

Sesuai pedoman tersebut Kementerian Perindustrian RI melakukan penilaian dan memberikan peringkat setiap tahun kepada Pimpinan Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Perangkat Daerah, BI, BHMN, BUMN, BUMD, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terhadap penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. (Awl)