News

Bogor-Fakultas Peternakan IPB melaksanakan kegiatan kick off meeting berupa seremoni penandatanganan kerjasama pengembangan skema sertifikasi profesi bidang logistik peternakan dan pembekalan perdana pada Sabtu, 16 Desember 2017. Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan antara Fakultas Peternakan IPB yang diwakili oleh Dr.Ir.Moh Yamin,MAgr.Sc selaku Dekan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Logistik Indonesia yang dibentuk oleh Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) dengan nama PT Sembada Bina Pratama yang diwakili oleh Dr. Nofrisel, SE, MM, CSLP selaku Direktur..

Kerjasama ini semakin memantapkan langkah Fakultas Peternakan IPB untuk meningkatkan capacity building dan  mempersiapkan kompetensi SDM yang dibutuhkan industri terkait logistik peternakan baik secara nasional maupun global. Fakultas Peternakan IPB akan mengajukan beberapa tim dosen untuk melaksanakan training sebagai assessor yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tim dosen tersebut akan menjadi tim assessor di bidang logistik peternakan setelah melaksanakan training dan sertifikat dari BNSP.

Fakultas Peternakan IPB menerima kunjungan dari  dosen ahli bidang transportasi dan logistic, yaitu Marcel Ludema. Marcel Ludema saat ini aktif sebagai dosen di bagian Transport and Logistics 'Organization di  Delft University of Technology, Belanda. Dia memberikan kuliah dalam manajemen logistik, manajemen rantai pasokan, rekayasa sistem, manajemen siklus hidup dan interdisiplinaritas. Dia adalah supervisor dari berbagai macam proyek thesis program Magister. Selain itu juga, Marcel adalah Koordinator Program dan arsitek dari MSc Transport, Infrastructure and Logistics di  Delft University of Technology, Belanda  yang banyak terlibat dalam beberapa penelitian komersial dan kegiatan pendidikan.

Kunjungan Marcel pada tanggal 11 hingga 15 Desember 2017 ke Fakultas Peternakan IPB merupakan salah satu bagian dari agenda kerjasama Animal Logistics Indonesia-Netherland yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir antara Fakultas Peternakan IPB bersama konsorsium universitas di Belanda yang bertujuan untuk meningkatkan capacity building di bidang logistik peternakan.

Pada kesempatan ini, Marcel menjadi dosen tamu yang mengajar para mahasiswa pascasarjana logistik peternakan IPB dalam mata kuliah Sistem Rantai Pasok dan Transportasi Peternakan. Selain itu juga,  tim Fakultas Peternakan juga berdiskusi dan konsultasi bersama Marcel untuk memantapkan kurikulum logistik peternakan yang akan bergabung tahun depan dalam program studi agro-logistik IPB. Pemantapan kurikulum dipimpin oleh Dekan bersama tim dosen pengajar di Magister Logistik Peternakan IPB.

 

Jakarta-Tim FLPI pada tanggal 04 Desember 2017 melaksanakan kegiatan audiensi ke Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kementerian Perhubungan RI. Kegiatan audiensi dilaksanakan oleh Prof Luki Abdullah selaku Chairman FLPI, Dr. Epi Taufik selaku ketua koordinator riset FLPI serta Dr.Rudi Afnan selaku koordinator grup riset live animal transportation FLPI. Tim FLPI diterima oleh Dr.Capt.Wisnu Handoko, Kepala Subdit Angkutan Laut Dalam Negeri selaku pimpinan rapat. Kegiatan ini juga turut mengundang Bapak Harry Boediarto selaku Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PT PELNI (Persero) serta tim dari Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyebrangan, Kemenhub RI.

Kegiatan audiensi ini sebagai tindak lanjut dari agenda riset FLPI bertema “Optimalisasi Penggunaan Kapal Camara untuk Meningkatkan Efisiensi Sistem Transportasi Ternak”.  FLPI mengajukan perizinan secara langsung ke Kemenhub RI dan PT PELNI untuk pelaksanaan penelitian di Kapal Ternak Camara Nusantara. “FLPI akan membawa riset  ini sebagai agenda riset logistik nasional dengan mendapatkan dukungan dari Dirlala, Litbang Perhubungan dan IPB sebagai steering committee”, jelas Luki. “Hasil dari riset ini diharapkan sebagai penyediaan data sebagai dasar pengambilan keputusan Pemerintah yang selama ini masih bersifat parsial khususnya terkait sislognas”, ujar Harry Boediarto. Riset terkait optimalisasi penggunaan Kapal Camara yang dilaksanakan FLPI diharapkan mampu memberikan solusi kapal ternak yang belum efisien lantaran penuh saat mengangkut sapi dari Kupang, namun kosong ketika balik dari Jakarta ke NTT.  “Riset ini diharapkan juga mampu memberikan solusi produk apa yang dapat dimuat di kapal ternak, karena kosongnya muatan di kapal ternak saat kembali ke NTT lebih sulit ketimbang kapal tol laut yang memang multifungsi, sementara kapal ternak didesain untuk membawa sapi”, jelas Wisnu.

Kegiatan audiensi FLPI dilanjutkan bersilaturrahmi dengan Ketut Diarmita  selaku Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan,Kementerian Pertanian RI.  Pada kesempatan audiensi FLPI, Dirjen didampingi oleh  Sri Widiastuti selaku Direktur Pakan dan tim dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak). Audiensi FLPI juga turut dihadiri oleh Professional Advisory Committee (PAC) FLPI yaitu Harianto Budi Raharjo, direktur PT Lembu Jantan Perkasa. Bapak Dirjen sangat menyambut positif kegiatan FLPI dan membuka seluasnya program-program yang akan disinergikan dengan Ditjen PKH. “Ditjen PKH siap memfasilitasi seluruh kegiatan FLPI yang memajukan peternakan Indonesia”, jelas Ketut .

Seminar Nasional Industri Peternakan (SNIP) 2017 digelar di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit (JHH) Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 29-30 November. Seminar dengan tema ‘Peningkatan Implementasi Inovasi Riset pada Industri Peternakan’ ini terdiri atas plenary session dengan menghadirkan keynote speaker dan invited speakers dari perguruan tinggi, praktisi, dan industri peternakan; paralel presentasi oral, yang diklusterkan dalam empat grup yaitu bidang ternak unggas, ternak perah, ternak pedaging, dan bidang pakan hijaun; serta kunjungan ke industri peternakan PT Sierad Produce, Tbk.

Ketua Panitia, Dr.agr. Asep Gunawan, mengatakan acara ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi antara perguruan tinggi (PT), lembaga penelitian, pemerintah, dan industri peternakan sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat diimplementasikan di industri peternakan.

Keynote speaker seminar adalah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, drh. I Ketut Diarmita, MP, Sementara, invited speakers dari perguruan tinggi (PT), lembaga penelitian, dan industri peternakan di antaranya Prof. Dr. Cece Sumantri (IPB), Prof. Dr. Luki Abdullah (IPB), Dr. Meika Syahbana Rusli (PT BLST IPB), Dr. Soeharsono (BALITNAK), Ir. Harianto Budi  (PT. Lembu Jantan Perkasa), dan Dr. Slamet Wuryadi (UKM Quail Farm).

Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai partisipan di antaranya dosen, mahasiswa, peneliti, pelaku industri, pengambil kebijakan, dan masyarakat umum. Sebanyak 61 makalah ilmiah terseleksi dengan 37 makalah berasal dari perguruan tinggi (PT) dan balai penelitian ternak yang terdistribusi di seluruh Indonesia dan 24 makalah dari internal IPB.

Sebaran pemakalah berdasarkan daerah dan instansinya terdiri atas Sumatera (USU, UNAND, Jambi, Panca Budi Medan); Kalimantan (Universitas Islam Kalimantan, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Halu Oleo); Maluku (BPT Maluku Utara); Papua (Universitas Papua); Jawa Barat (IPB); Jawa Tengah (UNDIP, UNS, Universitas Wijaya Kusuma); Jawa Timur (Universitas Negeri Malang), dan Balai Penelitian (BPT Ciawi dan BPT Maluku Utara).

Makalah yang terseleksi merupakan makalah yang memiliki acuan hasil riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat dan industri peternakan. Makalah tersebut disajikan pada acara SNIP dan akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding.(ipb.ac.id)

Bogor - Program Sarjana Plus Logistik Peternakan IPB menggelar kembali Studium General ke-3 pada hari Rabu, 15 November 2017 di Ruang Sidang Fakultas Peternakan Kampus IPB, Darmaga Bogor. Studium General kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan perkuliahan pada mata kuliah Live Animal Transportation yang diampu oleh Dr.Ir Rudi Afnan, MScAgr. Studium Generale ini juga turut mengundang para mahasiswa Pascasarjana beserta staf dosen di Fakultas Peternakan IPB sebagai peserta. Kegiatan Studium General ini diikuti secara antusias oleh 37 peserta yang terdiri dari mahasiswa Sarjana Plus Logistik Peternakan, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Peternakan IPB dan staf dosen.

Dosen tamu yang diundang adalah dari kalangan praktisi, yaitu Eko Djatmiko. Beliau adalah alumni IPB lulus pada jurusan Teknologi Pangan tahun 1983. Eko telah berpengalaman selama 5 tahun sebagai Direktur pada perusahaan transportasi. Materi yang disampaikan dalam Studium General ini lebih difokuskan mengenai layanan transportasi unggas. Kegiatan pemaparan dilakukan bersama dengan tanya jawab secara langsung dari para peserta.

Berikut adalah beberapa point pembahasan pada Studium General  terkait layanan transportasi unggas:

Read more: Program Sarjana Plus Logistik Peternakan Menggelar Studium General Dengan Tema :"Complete Poultry...