News

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meneliti minyak asal larva Black Soldier Fly sebagai sabun kalsium yang digunakan sebagai campuran pakan ternak ruminansia. Larva Black Soldier Fly atau larva tentara hitam ini memiliki kandungan protein tinggi. Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan IPB, Neng Sri Haryanti Lestari, Desi Maria Sinaga, dan Dwitami Anzhany di bawah bimbingan dosen, Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt, M.Sc mengadakan penelitian terhadap hewan uji (ruminasia besar seperti sapi) untuk menangani peningkatan gas metana yang dihasilkan oleh eruktasi (hembusan nafas hewan) dan feses melalui pembuatan sabun kalsium dari minyak asal larva Black Soldier Fly.

Penelitian tersebut dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul “Mitigasi Gas Metana Ternak Ruminansia Melalui Inovasi Sabun Kalsium dari Minyak Asal Larva Black Soldier Fly”.

Salah satu isu lingkungan yang menjadi sorotan publik hingga saat ini adalah global warming. Fenomena efek rumah kaca merupakan salah satu bentuk nyata terjadinya global warming yang ditandai dengan meningkatnya polutan gas metana. Ternak ruminansia juga dipercaya sebagai penghasil gas metana terbesar di dunia, yaitu 90 persen dihasilkan di dalam rumen. Gas ini dirotasikan melalui pembuluh darah dan paru-paru dan berakhir pada pelepasan metan melalui mulut dan hidung, yang disebut dengan eruktasi. Sisanya, 10 persen metan dibuang melalui anus. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi alternatif dalam upaya penurunan polutan gas metana tersebut.

Read more: Mahasiswa IPB Buat Sabun Kalsium Penurun Gas Metana Ternak

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Himpunan Alumni Peternakan IPB (HANTER) memberikan sumbangsihnya dalam pemberian sembako gratis untuk tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Peternakan IPB (Jumat, 08/06/2018). Pada kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Jannes H. Hutasoit tersebut dibagikan 172 buah paket sembako kepada tenaga kependidikan yang meliputi,staf kependidikan, tenaga penunjang kebersihan, staf keamanan kampus dan lab lapang, dan tenaga honorer.

Dalam Sambutannya, Wakil Dekan Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Dr. Rudi Afnan mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Hanter atas sumbangsih yang diberikan kepada tenaga kependidikan di Fapet IPB. "Pemberian Sembako gratis ini merupakan bukti bahwa Alumni Peternakan tetap peduli terhadap Fakultas Peternakan IPB, yang merupakan ungkapan tali kasih dari Hanter" lanjutnya.

Sekjen Hanter, Iyep Komala menuturkan, bahwa banyak alumni Fakultas Peternakan yang menjadi sosok sukses di Indonesia. Kesuksesan mereka tidak akan terjadi apabila tidak ada tenaga kependidikan yang  mendukung dalam kegiatan belajar mengajar sewaktu mereka melaksanakan perkuliahan di Fapet "pemberian sembako ini sebagai tanda tali kasih kepada tenaga kependidikan di Fapet IPB" tuturnya.

Himpunan Alumni Peternakan IPB adalah wadah untuk para alumni Fakultas Peternakan di IPB. Bertujuan untuk menjadi wadah bersilaturahmi, bertukar pikiran, berbagi informasi dan peluang, serta mendapatkan informasi terbaru mengenai kampus kita tercinta.

Produksi keju di seluruh dunia umumnya menghasilkan whey dalam jumlah yang besar. Tidak kurang dari 50% total whey dari seluruh dunia diolah menjadi produk makanan dan minuman, sementara 50% lainnya terbuang menjadi limbah. Whey dianggap sebagai limbah dan tidak diproses sebagai produk turunan. Padahal whey memiliki nutrisi yang masih tinggi yaitu 55% dari total nutrisi susu.

Walaupun whey merupakan produk samping, namun whey memiliki nilai nutrisi protein dan karbohidrat. Dan dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan, pakan dan media pertumbuhan bakteri. Hal ini dikarenakan whey masih mengandung 4-7% laktosa dan 0,6-1% protein.

Komponen nutrisi whey ini dapat dimanfaatkan oleh bakteri sebagai sumber nutrisi pertumbuhan. Hal inilah yang mendasari peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Irma Isnafia Arief, dan Dr. Cahyo Budiman, beserta mahasiswa Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB, Ikhsan Suhendro, melakukan sebuah penelitian. Mereka membuat minuman fermentasi dari starter Lactobacillus plantarum dan memanfaatkan whey dari keju dan dangke sebagai media pertumbuhan bakteri L. plantarum.

Read more: Peneliti IPB Manfaatkan Limbah Keju untuk Produksi Minuman

Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kotoran ayam menunjukan kurang sempurnanya proses pencernaan atau protein yang berlebihan dalam pakan ternak. Guru Besar dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Sumiati menjelaskan tidak semua protein yang dikonsumsi ayam dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Sebagian akan dikeluarkan melalui manur atau kotoran ayam dalam bentuk amonia. Nitrogen yang berlebih menjadi penanda adanya kontaminasi yang serius terhadap lingkungan, karena nitrogen yang berlebih akan menghasilkan amonia yang bersifat racun.

“Untuk mengurangi pengeluaran N (sumber amonia) dapat dilakukan dengan penambahan enzym mannanase. Penambahan enzim mannanase dalam ransum ayam petelur berprotein rendah (mengandung bungkil inti sawit) ini bertujuan untuk penurunan kadar ammonia dan bakteri Eschericia coli (salah satu bakteri pathogen)” tuturnya.

Enzim mannanase diperlukan untuk memecah polisakarida mannan yang terkandung dalam bungkil inti sawit menjadi oligosakarida mannan. Oligosakarida mannan ini sangat berguna sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri Lactobacillus sp. (bakteri baik), sebaliknya bisa menghambat pertumbuhan bakteri jahat (pathogen).

Read more: Peneliti IPB Gunakan Enzim untuk Kurangi Limbah Gas Amonia dalam Peternakan Ayam

Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT. Surya Agro Pratama serta Infrabanx sepakat mengadakan kerjasama dalam bidang peningkatan kapasitas peternak, pemanfaatan ilmu dan teknologi, serta penerapan bisnis kolektif melalui program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di seluruh Indonesia. Kesepakatan disahkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) seluruh pihak di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Dramaga (22/5). MoU ini berlaku selama 10 tahun. 

Rektor IPB, Dr.Arif Satria berharap dengan adanya kerjasama IPB dan PT Surya Agro Pratama, inovasi kelembagaan yang telah diciptakan oleh tenaga ahli IPB dapat memecahkan problem social capital yang biasanya ada dalam usaha peternakan. Apa yang  dikembangkan dapat  mengarah pada penguatan sistem.

“Ini dapat menjadi kekuatan kita ke depan. Semoga dengan hadirnya Infrabanx akan lebih masif, lebih baik lagi dan dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak,” ujar rektor.

Selain itu menurut rektor, SPR dapat menjadi learning center, pusat pembelajaran dan penyuluhan yang berbasis pada riset. Kemudian prinsip sosial capital dapat terus dikembangkan dan dapat menjadi solusi dari problem baik di bidang sumbedaya alam, hubungan  antar kelompok, hubungan peternak dengan pihak luar atau investor.

Read more: Kembangkan Sekolah Peternakan Rakyat,IPB Teken Kerjasama dengan PT. Surya Agro Pratama dan Infrabanx