Guru Besar IPB Rancang Telur Rendah Kolesterol, Kaya Omega 3 dan 6

Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke dan jantung koroner yaitu mencapai 21.1 persen dan 12.9 persen dari total 41.590 kematian. Selain itu prevalensi defisiensi vitamin A di Indonesia masih tinggi (severe subclinical) dan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Komoditi telur dan daging unggas mempunyai peranan yang sangat penting untuk membantu mengatasi masalah ini. Namun tingkat kolesterol telur ayam, telur bebek dan telur puyuh tergolong tinggi, yang paling tinggi adalah telur puyuh. Namun tingkat keseimbangan kandungan omega 3 dan omega 6 pada telur puyuh paling baik jika dibandingkan telur ayam dan telur bebek. Demikian dikatakan Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc dalam jumpa pers pra Orasi Ilmiah di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (20/7).

Pangan yang aman dikonsumsi manusia dari segi kesehatan harus mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 dengan rasio satu banding empat (1:4) dan satu banding sepuluh (1:10). Oleh karena itu, dalam beberapa risetnya Prof. Sumiati menciptakan beberapa desain telur dan daging unggas (ayam, itik dan puyuh) fungsional.

Rasio berimbang satu banding empat (1:4) ini mampu menurunkan kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 70 persen. Sementara rasio sebesar satu banding lima (1:5) sangat baik untuk penderita asma.

“Riset yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir adalah desain telur kaya omega 3, desain telur dengan rasio omega 3 dan omega 6 berimbang, desain telur rendah kolesterol, desain telur kaya vitamin A dan desain telur kaya antioksidan. Untuk daging, kami membuat desain daging unggas fungsional rendah lemak dan kolesterol, tinggi vitamin A dan asam lemak omega 3,” ujarnya.

Prof. Sumiati melakukan rekayasa pakan pada ternak dengan memanfaatkan limbah pengolahan ikan lemuru berupa minyak ikan, minyak sawit, indigofera zollingeriana, daun katuk, lada hitam, choline chloride, ampas tahu, daun singkong, daun salam dan daun kayambang. Contohnya adalah penambahan minyak ikan lemuru 2 persen dan tepung daun singkong 11 persen dalam pakan dapat menurunkan kadar lemak daging itik.

“Tepung daun katuk terbukti dapat meningkatkan kandungan vitamin A pada daging puyuh. Selain itu desain daging ayam kaya omega 3 dapat dilakukan dengan penggunaan minyak ikan pada ransum ayam broiler,” terangnya.(ipb.ac.id)



Lihat Semua Berita >>

Protocol Kesehatan Covid-19 saat WFO Fapet IPB