Aksi Sosial Kampanye Susu

Aksi sosial kampanye HSN dilaksanakan pada Sabtu, 8 Juni 2013 di delapan sekolah, taman kanak-kanak, dan panti asuhan dilingkungan kampus IPB. Tempat berlangsungnya HSN kampanye susu tersebut yaitu TK Ciampea, SDN Babakan Raya 1, SDN Babakan Raya 3, SDN Laladon 3, SDN Ciampea 2, SDN Cibanten, Panti Asuhan Kosgoro, dan Panti Asuhan Indraprasta.

Siswa-siswi TK dan sekolah dasar menjadi targetan kampanye susu karena sedang dalam masa pertumbuhan baik fisik maupun kemampuan pola pikir. Lebih dari 10.000 botol susu dibagikan secara gratis kepada siswa-siswi TK dan sekolah dasar (SD). Terlihat antusias yang sangat baik dari siswa-siswi ketika mahasiswa menjelaskan pentingnya minum susu. Permainan-permainan yang bersifat edukasi pun diberikan sebagai media penyampaian informasi dunia peternakan dan pentingnya minum susu. Respon yang sangat baik disampaikan oleh pihak sekolah dan panti asuhan. Kepala Sekola SDN Laladon 3 mengatakan “program yang dilakukan mahasiswa Fakultas Peternakan sangat baik dan sangat tepat dilakukan di sekolah-sekolah karena masa sekolah adalah masa pertumbuhan, terlebih siswa-siswi SD yang akan menjalani ujian membutuhkan asupan susu”. Dukungan dari masyarakat sekitar pun disambut dengan baik, terutama para orangtua murid yang sedang mengantar anaknya ke sekolah.
 
 
 ImageImage
 
 
 
Tujuan dilaksanakannya kampanye HSN ini adalah untuk bersaman-sama mengajak masyarakat untuk membudayakan minum susu setiap hari. Banyak orang beranggapan bahwasannya minum susu hanya untuk kalangan orang kelas ekonomi menengah ke atas. Dengan adanya kampanye ini pun dijelaskan bahwa susu adalah minuman yang sangat baik bagi kesehatan dan dapat diminum oleh berbagai kalangan. Selain di sekolah, aksi sosial kampanye susu pun meluas ke pusat keramaian di kota Bogor, diantaranya aksi di Tugu Kujang, Stasiun Kota Bogor, dan Simpang Jambu Dua. Aksi turun kejalan tersebut serempak dilakukan pada waktu yang bersamaan. Aksi tersebut merupakan aksi nyata langsung mensosialisasikan pentingnya minum susu kepada masyarakat umum. Bentuk aksi yang dilakukan berupa pembagian susu gratis kepada masyarakat baik pejalan kaki ataupun yang ada didalam angkutan umum dan orasi kebangkitan persusuan nasional.

Respon positif dari masyarakat terlihat dengan memberikan tanggapan yang baik kepada mahasiswa. Menurut Pak Iwan, “Kegiatan mahasiswa sangat baik, semoga bisa terus melakukan kegiatan seperti ini agar kita semua bisa sehat dengan minum susu”. Hal yang sama diutarakan warga negara Belanda yang sedang berkunjung ke Bogor merespon positif kegiatan sosial dengan membagi-bagikan susu. Dalam orasi yang di sampaikan oleh Ketua BEM Fakultas Peternakan IPB, “Indonesia hanya mampu mengkonsumsi susu 15 liter/kapita/tahun, berbeda jauh dengan negara tetangga Malaysia yang mencapai 26 liter/kapita/tahun, Jepang 46 liter/kapita/tahun, dan yang mencapai Amerika 75 liter/kapita/tahun. Terlebih lagi 75% susu yang ada di Indonesia adalah di impor dari negara lain”. Lebih dari 5000 botol susu di bagikan kepada masyarkat kota Bogor. (Hafidz Hilman - Ketua BEM Fapet IPB)