Ayam Kampung Bongsor

Seleksi Selama 3 Generasi Untuk Pembentukan Ayam Kampung Pedaging dari Hasil Persilangan Ayam Lokal Dengan Ayam Tipe Pedaging Yang Respon Terhadap Pakan Konvensional

 

Deskripsi Singkat


Inovasi ini menjawab tantangan bagi penyediaan ayam kampung pedaging dengan pertumbuhan baik dengan memanfaatkan pakan berbasis dedak padi.  Seleksi G1 pada seleksi pertama, menghasilkan bobot badan berkisar 905 -1.100 gram. G2 menghasilkan bobot potong 935-1250 kg pada umur 10 minggu. Hasil seleksi ketiga, menghasilkan bobot badan ayam 537-1050 G3 lebih rendah dibanding G1 dan G2. Karkas ayam G3 mencapai 68% dengan kualitas daging yang empuk dan layak sebagai ayam lokal pedaging.

 

Perspektif

Harga daging ayam kampung di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler (ayam negeri). Oleh karena itu, ayam kampung yang dibudidayakan seperti ayam negeri yang cepat pertumbuhannya dan cepat dapat dipanen pasti akan menguntungkan.  


Keunggulan Inovasi:

  • Menghasilkan dengan ayam broiler lokal yang bernilai tinggi setara ayam kampung, lebih seragam, dan dapat dibudidayakan secara massal. 
  • Dikembangkan/diseleksi dari jenis ayam yang mudah didapat di indonesia.
  • Menambah nilai ekonomis pada pakan konvensional dari dedak padi.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini dapat diaplikasikan bagi program ketahanan pangan yang berbasis pada sumber daya lokal dan tradisi daerah, untuk menghasilkan nilai tambah dari ayam kampung yang memang telah bernilai tinggi melalui peningkatkan produktivitasnya. 

 

Innovator:

Tim Inovasi

Dr.Ir. Sri Darwati, M.Si

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

-

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif

 



Lihat Semua Berita >>

Tips & Kegiatan Selama WFH