Inovasi

Inovasi ini mengembangkan sosis fermentasi probiotik melalui pemanfaatan bakteri asam laktat (Lactobacillales) isolat lokal, yang mempunyai keunggulan sebagai probiotik, dalam rangka peningkatan keaneka-ragaman pangan fungsional. Pembuatan sosis fermentasi yang didasarkan pada teknologi proses pembuatan “urutan” (sosis tradisional daerah Bali yang berasal dari daging babi), namun menggunakan bakteri asam laktat (BAL) isolat lokal Indonesia.

BAL dari daging sapi lokal (peranakan Ongole) ini memiliki sifat probiotik anti diare, sehingga memberikan nilai tambah dan daya saing bagi produk olahan daging ini. Sosis fermentasi probiotik memiliki daya simpan hingga 28 hari.

Perspektif: Definisi mutu produk pangan masa depan tidak hanya ditentukan oleh selera konsumen; tetapi ditentukan juga oleh nilai gizi, keamanan dan manfaatnya bagi kesehatan.

Keunggulan Inovasi:

    -  Dapat meningkatkan skala ekonomi industri pengolahan daging
    -  Meningkatkan keamanan pangan bagi masyarakat serta meningkatkan produksi pangan yang sehat di dalam negeri
    -  Produk yang dihasilkan memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan

Potensi Aplikasi:

-

Inovator
Nama : Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si Dr. Epi Taufik, S.Pt, M.VPH, M.Si Zakiah Wulandari, S.T.P, M.Si
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Silase adalah pakan dari limbah pertanian yang diawetkan dengan cara fermentasi anaerob dalam kondisi kadar air tinggi (40-80%); sehingga hasilnya bisa disimpan tanpa merusak zat makanan/gizi di dalamnya. Pada perkembangannya bisnis pakan silase semakin kurang menguntungkan bila diproduksi sebagai produk tunggal. Padahal proses produksi silase berpotensi menghasilkan produk lain dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi, antara lain bakteri asam laktat dan asam organik.

Inovasi ini mengembangkan teknologi fermentasi anaerob untuk menghasilkan silase, bakteri asam laktat, serta asam organik sekaligus dalam satu alur produksi; sehingga kelayakan ekonomi memproduksi silase dapat ditingkatkan.

Perspektif:
Inovasi tidak senantiasa dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah produk utama, tapi bisa dengan cara menemukan nilai-nilai tambah dari produk-produk sampingan. Mempertahankan eksistensi kota bisa lebih berhasil dengan cara memperkuat desa-desa di sekitarnya.
 
Keunggulan Inovasi:
  • Potensi bahan baku dari limbah pertanian, termasuk limbah dari industri pengolahan sawit, masih berlimpah
  • Bagi industri pakan silase yang sudah berjalan, tidak diperlukan investasi tambahan yang berarti untuk dapat menghasilkan produk-produk sampingan yang bernilai di atas.
Potensi Aplikasi:

Inovasi ini bisa dimanfaatkan oleh industri pakan silase yang sudah ada, maupun industri-industri pertanian yang ingin menciptakan nilai tambah.


Inovator


Nama : Prof. Dr. Ir. Nahrowi Ramli, M.Sc.; M. Ridla
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Dit. RKS IPB, Gd.A.H. Nasoetion Lt.5, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Status Paten: Telah Terdaftar

 

Penyediaan pakan kaya serat bagi ternak Ruminansia seperti sapi, domba, dan kambing menjadi tantangan ketika jumlah hijauan berkurang, atau tidak tersedia dipasar. Hal ini coba disiasati dengan menggunakan limbah tanaman jagung yang merupakan salah satu sumber pakan ternak ruminansia alternatif berkualitas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan biaya yang rendah.

Dengan teknik pencetakan, pemanasan, dan pengepresan memungkinkan pembuatan pakan ternak dalam bentuk biskuit sehingga awet, mudah, dan berkualitas. Kandungan serat yang tinggi dalam biskuit ini memungkinkan ternak untuk tetap mendapatkan asupan serat ketika jumlah dan kualitas hijauan menurun, seperti pada musim kemarau.

Perspektif:
Memperpanjang umur simpan (shelf life) pakan ternak, menggunakan bahan alami yang merupakan limbah, dengan teknik yang sederhana dan ekonomis, bisa menjadi substitusi inovatif dan suplemen atas pakan ternak yang ada terutama di masa paceklik.

Keunggulan Inovasi:

  • Dapat meningkatkan rataan konsumsi, pertambahan bobot, dan efisiensi pakan
  • Merupakan pakan komersil pengganti serat untuk ternak ruminansia
  • Dapat dibuat dengan memanfaatkan limbah pertanian sehingga harganya murah
Potensi Aplikasi:

Dapat diaplikasikan dalam industri pakan ternak


Inovator


Nama : Dr.Ir Yuli Retnani, M.Sc; Ir. Lidy Herawati, M.S; Weny Widiarti, S.Pt
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Gedung Rektorat Lt. 5 Kampus IPB Dramaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan
 
 

Yoghurt selama ini kita kenal sebagai susu fermentasi dalam bentuk gel semi padat, berbahan susu sapi. Inovasi ini menawarkan yoghurt dalam bentuk bubuk, yang lebih awet, praktis, dengan bahan baku susu kambing. Selain memiliki khasiat umum yoghurt, yoghurt bubuk ini diperkaya dengan probiotik dan prebiotik (sinbiotik) dan memiliki khasiat terapeutik serupa susu kambing segar untuk penyakit TBC, asma, anemia, hepatitis, kram otot, dan tukak lambung.

Yoghurt bubuk ini dihasilkan dengan mengkombinasikan tiga produk susu fermentasi, yaitu susu acidophilus, yoghurt prebiotik, dan susu bifidus. Karagenan ditambahkan ke dalam campuran ketiga produk ini dengan tujuan untuk menghasilkan yoghurt bubuk yang stabil.

Perspektif:
Meningkatkan nilai sebuah produk pangan bisa dilakukan dengan penggunaan bahan baku yang berkhasiat, penambahan bahan-bahan pendukung, dan pengolahan melalui proses yang lebih baik sehingga dihasilkan produk berkhasiat, praktis, dan lebih tahan lama.
 
Keunggulan Inovasi:
  • Kultur starter indigenous
  • Menggalakkan industri olahan susu di pedesaan
  • Produk sinbiotik ini dapat menekan bakteri patogen atau penyebab penyakit
  • Produk yang dibuat dalam bentuk bubuk memudahkan proses penanganan dan transportasi
Potensi Aplikasi:

Dapat digunakan sebagai produk akhir atau sebagai produk antara bagi industri makanan dan minuman khususnya olahan susu. Pembuatan kultur starter dalam bentuk tablet untuk memudahkan pengembangan industri yoghurt di skala industri menengah kebawah.



Inovator


Nama : Dr. Ir. Rarah Ratih Adjie Maheswari, DEA
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Dit. RKS IPB, Gd. AHN Lt.5, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan
 

 

Kontaminasi bakteri Salmonella enteridis transovarian pada telur disebabkan oleh infeksi bakteri tersebut di ovarium sang induk ayam. Kontaminasi ini jelas berdampak negatif pada tingkat keamanan telur yang dihasilkan oleh para peternak. Paket teknologi penerapan probiotik Lactobacilus fermentum terbukti efektif mencegah infeksi oleh bakteri Salmonella enteritidis.

Pemberian probiotik pada ayam petelur sebagai agen biokontrol memberikan hasil positif. Formula probiotik terbukti juga mempertahankan kondisi fisik dan performa ayam, bahkan secara signifikan meningkatkan konsumsi pakan, produksi telur, dan menurunkan rasio konversi pakan.

Perspektif:
Biokontrol, yaitu menemukan bakteri yang baik, dan menjadi musuh alami bakteri yang jahat; merupakan solusi yang lebih murah, lebih aman, dan lebih menyehatkan.
Keunggulan Inovasi:
  • Sebagai biokontrol yang dapat menjaga ketahanan pangan
  • Menurunkan jumlah populasi Salmonella enteritidis di ovarium dan telur ayam petelur
  • Mampu meningkatkan konsumsi pakan
  • Meningkatkan produksi telur
  • Menurunkan konversi pakan
Potensi Aplikasi:

Industri peternakan unggas dari skala rumahan sampai skala besar yang berorientasi pada pengingkatan hasil dan mutu produksinya


Inovator


Nama : Ir. Niken Ulupi, M.S; Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si; Dr.Ir.Bram Brahmantiyo, M.Si
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Direktorat Riset dan Kajian Strategis, Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt.5. Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

 

Page 3 of 4


Lihat Semua Berita >>