Inovasi

Penambahan fortifikan protein pada susu bubuk biasanya menggunakan kasein dan whey. Whey merupakan isolat protein yang paling banyak digunakan namun harganya sangat mahal dan belum diproduksi di dalam negeri.

Pupa (sisa kepompong) Ulat Sutra Bombyx mori yang dianggap sebagai limbah dari industri sutra yang berpotensi sebagai pangan sumber protein tinggi. Invensi ini memanfaatkan teknik pengolahan pangan berupa pengisolasian protein pupa ulat sutra dan fortifikasi isolat protein pupa ulat sutra (IPPUS) tersebut pada susu bubuk. Dengan penambahan 10% isolat protein pupa ulat sutra Bombyx mori, kandungan protein susu bubuk meningkat sebanyak 7,75%.

Casein and Whey is used a lot in powder milk as protein forticant. The fortificants are expensive and is not produced locally yet.

In silk industry, the pupae of Silk Worm Bombyx mori is neglected as waste, though it contains high protein. The protein from the pupae is then isolated, and can be utilized as a good substitute for protein fortication. Adding 10% of this protein isolate, will increase the milk’s protein by 7.75%.
Perspektif: Di industri pangan, penambahan kadar protein meningkatkan nilai jual produk pangan secara signifikan. Padahal di industri sutra alam, pupa dengan kadar protein sangat tinggi kurang dimanfaatkan. Inovasi menjadi relevan ketika satu produk limbah menjadi fortifikan yang tinggi nilainya.

Keunggulan Inovasi:

• Bahan baku mudah didapat dan murah
• Memberikan nilai tambah bagi limbah industri pemintalan sutra
• Merupakan sumber protein alternatif
• Kualitas protein lebih baik dari protein kedelai, ikan dan daging sapi
• Produk berpeluang besar mensubstitusi fortifikan impor.

 

Potensi Aplikasi:

Dapat diaplikasikan bagi industri pengolahan susu dan industri pangan lainnya.


Inovator
Nama : Muhammad Sarwa Khan; Ribka; Acep Usman Abdullah; Ulfa Nimal Aulia; Ryan Pratama, S.Pi; Zakiah Wulandari, S.TP, M.Si.; Dr. Ir. Rarah Ratih Adjie Maheswari, DEA (alm)
Institusi : Institut Pertanian Bogor; PT Charoen Pokphand Indonesia
Alamat : (diwakili) Kantor Dir. Riset dan Kajian Strategis IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga - Bogor 16680
Status Paten: Tidak Ingin Didaftarkan

Ekstrak daun mengkudu selain berkhasiat sebagai antioksidan ternyata dapat dimanfaatkan untuk memperbesar ukuran telur puyuh. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mencampurkan ekstrak daun mengkudu ke dalam air minum burung puyuh. Hal ini dilakukan agar homogenitas dapat terjaga serta dapat diserap dengan cepat oleh tubuh ternak.

Hasil dari inovasi ini menunjukkan bahwa 15% ekstrak daun mengkudu dalam air minum menjadikan puyuh lebih cepat dewasa secara seksual serta mempunyai daya tetas lebih tinggi. Selain itu ekstrak daun mengkudu sangat baik untuk mencegah kematian serta meningkatkan produksi telur.

Besides as antioxidants, noni leaf extract can be used to increase the size of quail eggs. The process is done by simply adding the extract in the quails’ drinking water. This keeps the homogeneity, and the quails can quickly absorb the extract.
Result shows that combining 15% of extract in the drinking water cause the quails to reach sexual maturity quicker and have higher egg hatchability. Noni leaf extract also helps prevent avian mortality and raise egg production.
Perspektif: Daun mengkudu berkhasiat sebagai bahan obat yang mampu memperbesar ukuran telur puyuh tanpa meninggalkan bahan residu pada produk ternak.

Keunggulan Inovasi:

» Teknologi pengolahan daun mengkudu sebagai antibiotik alami yang awet, mudah, murah dan selalu tersedia
» Tidak menghasilkan residu dalam produk ternak

Potensi Aplikasi:

» Meningkatkan daya tahan tubuh dan berat badan serta menurunkan mortalitas burung puyuh starter
» Meningkatkan konsumsi pakan serta mempercepat pendewasaan puyuh secara seksual
» Pengolahan daun mengkudu sebagai antibiotik alami bernilai ekonomi dan mudah didistribusikan
» Mendukung program ketahanan pakan
» Mempercepat produksi serta memperbesar ukuran telur puyuh


Inovator


Nama : Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, M.Sc Ir. Tuty Maria Wardiny, M.Si Taryati
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Institut Pertanian Bogor Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Dalam usaha peternakan sapi potong, pertumbuhan bobot sangatlah penting. Untuk itu, pakan sapi diberi bahan tambahan (konsentrat) untuk meningkatkan pertumbuhan beratnya. Konsentrat yang tersedia sering kali tidak memperhatikan faktor palatabilitas.

Inovasi ini meningkatkan nafsu makan sapi, dengan menambahkan rasa manis dan aroma pada konsentrat untuk merangsang indera perasa dan penciumannya. Selain itu, campuran ini juga dilengkapi dengan minyak esensial yang berperan meningkatkan kecernaan serta mengendalikan populasi mikroba dalam rumen sapi.

In beef industry, weight gain is essential and this achieved through the use of feed additives (concentrates). The available concentrates vary in quality and palatability. This innovation offers a palatability enhancer to increase the appetite of cows, by adding a sweet flavor and inviting aroma. It is also enriched with essential oils to enhance the cow’s digestion.
Perspektif: Kita sering melupakan bahwa ternak juga memiliki selera dan citarasa. Penambahan berat ternak, selain ditentukan oleh gizi pakan, juga ditentukan oleh selera makan.

Keunggulan Inovasi:

» Campuran ransum meningkatkan nafsu makan ternak
» Meningkatkan kecernaan dan mengontrol mikroba rumen
» Memperbaiki pertumbuhan bobot sapi
Potensi Aplikasi:

-

Inovator
Nama : Dr. Ir. Suryahadi Dr. Ir. Afton Atabany
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Biskuit daun pepaya merupakan pakan suplemen yang dapat memacu produksi susu dari hewan ternak kambing. Semakin banyak ternak kambing mengonsumsi biskuit daun pepaya, maka semakin tinggi produksi susu kambing perah yang dapat dihasilkan.

Kandungan nutrisi biskuit daun pepaya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 33,86%. Selain itu, pemberian biskuit daun pepaya berpengaruh terhadap kualitas susu kadar lemak (10,62%), protein (7,63%) dan kandungan
laktosa (4,85%).

Biscuits made from papaya leaves are a goat feed supplement that is high in protein (33.86%) and boosts milk production. The more papaya biscuits are fed to the goats, the higher the milk production; with up to 44.95% increase in production for goats fed with 15% papaya leaf biscuit, compared to the control group. The biscuit intake also has an effect on the fat (10.62%), protein (7.63%), and lactose (4.85%) contents of the milk.
Perspektif: Biskuit pakan yang berkualitas tinggi ini tahan lama, mudah ditangani serta dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Keunggulan Inovasi:

» Teknologi pengolahan biskuit pakan yang mudah, awet, dan murah
» Biosuplemen pakan sebagai pemacu produksi susu dari bahan alami yang aman dikonsumsi ternak
» Menghasilkan produk susu yang aman bagi konsumen

Potensi Aplikasi:

» Selain murah juga praktis. Karena berbentuk biskuit, maka mudah dalam penyimpanan maupun pengangkutan
» Memiliki daya tahan yang cukup lama dan dapat disimpan sebagai bahan persediaan pakan pada saat musim kemarau


Inovator

Nama : Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, MSc Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc, Agr Nur Rochmah Kumalasari, S.pT, M.Si
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Institut Pertanian Bogor Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Dramaga 16680 Bogor
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Domba berusia di bawah lima bulan (BALIBU) makin populer diolah menjadi berbagai hidangan. Inovasi ini menyajikan hasil penelitian tentang komposisi pakan yang optimal untuk induk dan anakan domba, dibuat dari minyak dan bungkil biji bunga matahari yang kaya akan asam linoleat.

Melalui uji perbandingan, ditemukan bahwa pemberian pakan dengan komposisi minyak bunga matahari pada induk menghasilkan anakan yang lebih besar, lebih sehat, bahkan lebih banyak (karena semakin banyak yang kembar) dibanding pakan biasa. Ketika pakan tersebut diberikan pada anakan, daging yang dihasilkan pun lebih empuk dan kadar lemak tidak jenuhnya tinggi.

This innovation offers a feed formula with added sunflower oil rich in linoleic acid, which increase the quality and quantity of offspring when given to the ewes. When given as regular feed to the offspring, the meat quality is more tender and rich in polyunsaturated fatty acids.
Perspektif: Inovasi sederhana yang sama bisa menghasilkan nilai tambah ganda, jika diaplikasikan pada berbagai tahapan pada suatu rangkaian proses produksi.

Keunggulan Inovasi:

» Sederhana dan mudah diterapkan
» Meningkatkan kemandirian peternak dalam pemberian pakan
» Meningkatkan produksi dan kualitas daging domba

Potensi Aplikasi:

-


Inovator
Nama : Dr. Ir. Lilis Khotijah, M.Si Dr. Tuti Suryati, S.Pt, M.Si
Institusi : -
Alamat : Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Page 2 of 4


Lihat Semua Berita >>