Inovasi

Limbah sayuran di pasar masih menjadi masalah untuk diatasi, dikarenakan jumlahnya yang besar dan cepat busuk, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. Padahal limbah masing mengandung nilai gizi cukup baik baik ternak. Pengolahan limbah sayuran pasar menjadi wafer untuk pakan ternak merupakan solusi dalam menjawab permasalahan tersebut.

Melalui pengolahan yang berkelanjutan, limbah diproses menjadi wafer sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Wafer limbah sayuran mempunyai nilai kandungan Protein Kasar (15,58%), Serat Kasar (31,55%), Lemak Kasar (0,96%), dan Beta N (35,48%). Domba yang diberi 50% wafer limbah sayur dan 50% rumput lapang bertambah bobot badannya sebesar 137,30 g/ekor/hari atau 24% lebih tinggi dari yang hanya diberi pakan wafer rumput lapang (110,71 g/ekor/hari).

Traditional market’s vegetable waste is a problem due to its volume and smells during the decomposing process. Processing the waste into wafer form for the ruminants might be the solution.

The wafer lasts longer and proven to provide better feed conversion ratio to cattles. Sheep that was fed with 50% portion in wafer gain weight 137.3 g/head/day; 24% higher than those who was not.
Perspektif: Sebuah inovasi dalam mengolah limbah sayuran pasar menjadi produk pakan ternak yang dapat disimpan dalam waktu yang lama, dan terbukti meningkatkan pertumbuhan bobot harian ternak. Inovasi ini dapat menjadi solusi dalam pengolahan limbah di pasar dan juga sumber pakan ternak yang bernilai tinggi seperti konsentrat.

Keunggulan Inovasi:

• Mengolah limbah sayuran pasar yang berkualitas yang berlimpah jumlahnya
• Mengatasi masalah lingkungan
• Meningkatkan Rasio Konversi Makanan ke Berat tubuh hewan ternak
• Bentuk wafer mudah disimpan, tahan lebih lama untuk digunakan kembali.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini sangat cocok dikembangkan dan diaplikasikan di Industri peternakan atau unit pengolahan limbah pasar tradisional.


Inovator
Nama : Dr. Ir. Yuli Retnani, M.Sc; Dr. Yudi Sastro, S.P.,M.P; Ir. Andi Saenab, M.Si; Andi Tarigan, S.Pt
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Kantor Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga - Bogor 16680
Status Paten: Telah Terdaftar

Mastitis (radang ambing) adalah penyakit utama pada ternak sapi perah yang paling merugikan peternak. Kerugian akibat mastitis meliputi penurunan produksi susu, penolakan susu oleh industri, biaya pengobatan dan pengafkiran ternak lebih awal. Kerugian yang dialami peternak sapi perah di seluruh dunia akibat mastitis mencapai US$ 10 milyar/tahun. Kasus mastitis di Indonesia diperkirakan sekitar 85% dari total populasi sapi perah.

Pengobatan dengan antibiotik masih dalam perdebatan. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun sirih yang dicampur dengan konsentrat dapat mengobati mastitis serta meningkatkan produksi bahan kering susu pada sapi perah.

Cow mastitis disease severely affects dairy farmers. Losses reach US$ 10 billion/year around the world, and in Indonesia, 85% of total dairy cattle population are affected.

Mastitis causes milk production to drop, and being rejected by industry. Treatment with antibiotics is still under debate. Now, research concluded that adding betel leaf powder mixed with the concentrate diet can treat mastitis and improve milk production.
Perspektif: Pengobatan ke hewan ternak yang dikonsumsi bisa memberikan dampak bagi manusia. Oleh karenanya pengobatan yang paling baik adalah pengobatan herbal yang efektif dan memberikan dampak negatif minimal ke manusia.

Keunggulan Inovasi:

• Aman, penggunaan herbal daun sirih tidak meninggalkan residu berbahaya
• Praktis, langsung dicampurkan dengan konsentrat
• Lebih hemat dibandingkan penggunaan antibiotika yang masih didebatkan.

Potensi Aplikasi:

Suplemen tepung daun sirih bisa menjadi solusi bagi stake holder industri sapi perah baik lokal, nasional maupun global dalam mengatasi masalah mastitis pada sapi perah.

Inovator
Nama : Dr.Ir. Asep Sudarman, M.Rur.Sc.
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Kantor Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga - Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Ekstrak daun mengkudu selain berkhasiat sebagai antioksidan ternyata dapat dimanfaatkan untuk memperbesar ukuran telur puyuh. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mencampurkan ekstrak daun mengkudu ke dalam air minum burung puyuh. Hal ini dilakukan agar homogenitas dapat terjaga serta dapat diserap dengan cepat oleh tubuh ternak.

Hasil dari inovasi ini menunjukkan bahwa 15% ekstrak daun mengkudu dalam air minum menjadikan puyuh lebih cepat dewasa secara seksual serta mempunyai daya tetas lebih tinggi. Selain itu ekstrak daun mengkudu sangat baik untuk mencegah kematian serta meningkatkan produksi telur.

Besides as antioxidants, noni leaf extract can be used to increase the size of quail eggs. The process is done by simply adding the extract in the quails’ drinking water. This keeps the homogeneity, and the quails can quickly absorb the extract.
Result shows that combining 15% of extract in the drinking water cause the quails to reach sexual maturity quicker and have higher egg hatchability. Noni leaf extract also helps prevent avian mortality and raise egg production.
Perspektif: Daun mengkudu berkhasiat sebagai bahan obat yang mampu memperbesar ukuran telur puyuh tanpa meninggalkan bahan residu pada produk ternak.

Keunggulan Inovasi:

» Teknologi pengolahan daun mengkudu sebagai antibiotik alami yang awet, mudah, murah dan selalu tersedia
» Tidak menghasilkan residu dalam produk ternak

Potensi Aplikasi:

» Meningkatkan daya tahan tubuh dan berat badan serta menurunkan mortalitas burung puyuh starter
» Meningkatkan konsumsi pakan serta mempercepat pendewasaan puyuh secara seksual
» Pengolahan daun mengkudu sebagai antibiotik alami bernilai ekonomi dan mudah didistribusikan
» Mendukung program ketahanan pakan
» Mempercepat produksi serta memperbesar ukuran telur puyuh


Inovator


Nama : Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, M.Sc Ir. Tuty Maria Wardiny, M.Si Taryati
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Institut Pertanian Bogor Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Penambahan fortifikan protein pada susu bubuk biasanya menggunakan kasein dan whey. Whey merupakan isolat protein yang paling banyak digunakan namun harganya sangat mahal dan belum diproduksi di dalam negeri.

Pupa (sisa kepompong) Ulat Sutra Bombyx mori yang dianggap sebagai limbah dari industri sutra yang berpotensi sebagai pangan sumber protein tinggi. Invensi ini memanfaatkan teknik pengolahan pangan berupa pengisolasian protein pupa ulat sutra dan fortifikasi isolat protein pupa ulat sutra (IPPUS) tersebut pada susu bubuk. Dengan penambahan 10% isolat protein pupa ulat sutra Bombyx mori, kandungan protein susu bubuk meningkat sebanyak 7,75%.

Casein and Whey is used a lot in powder milk as protein forticant. The fortificants are expensive and is not produced locally yet.

In silk industry, the pupae of Silk Worm Bombyx mori is neglected as waste, though it contains high protein. The protein from the pupae is then isolated, and can be utilized as a good substitute for protein fortication. Adding 10% of this protein isolate, will increase the milk’s protein by 7.75%.
Perspektif: Di industri pangan, penambahan kadar protein meningkatkan nilai jual produk pangan secara signifikan. Padahal di industri sutra alam, pupa dengan kadar protein sangat tinggi kurang dimanfaatkan. Inovasi menjadi relevan ketika satu produk limbah menjadi fortifikan yang tinggi nilainya.

Keunggulan Inovasi:

• Bahan baku mudah didapat dan murah
• Memberikan nilai tambah bagi limbah industri pemintalan sutra
• Merupakan sumber protein alternatif
• Kualitas protein lebih baik dari protein kedelai, ikan dan daging sapi
• Produk berpeluang besar mensubstitusi fortifikan impor.

 

Potensi Aplikasi:

Dapat diaplikasikan bagi industri pengolahan susu dan industri pangan lainnya.


Inovator
Nama : Muhammad Sarwa Khan; Ribka; Acep Usman Abdullah; Ulfa Nimal Aulia; Ryan Pratama, S.Pi; Zakiah Wulandari, S.TP, M.Si.; Dr. Ir. Rarah Ratih Adjie Maheswari, DEA (alm)
Institusi : Institut Pertanian Bogor; PT Charoen Pokphand Indonesia
Alamat : (diwakili) Kantor Dir. Riset dan Kajian Strategis IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga - Bogor 16680
Status Paten: Tidak Ingin Didaftarkan

Biskuit daun pepaya merupakan pakan suplemen yang dapat memacu produksi susu dari hewan ternak kambing. Semakin banyak ternak kambing mengonsumsi biskuit daun pepaya, maka semakin tinggi produksi susu kambing perah yang dapat dihasilkan.

Kandungan nutrisi biskuit daun pepaya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 33,86%. Selain itu, pemberian biskuit daun pepaya berpengaruh terhadap kualitas susu kadar lemak (10,62%), protein (7,63%) dan kandungan
laktosa (4,85%).

Biscuits made from papaya leaves are a goat feed supplement that is high in protein (33.86%) and boosts milk production. The more papaya biscuits are fed to the goats, the higher the milk production; with up to 44.95% increase in production for goats fed with 15% papaya leaf biscuit, compared to the control group. The biscuit intake also has an effect on the fat (10.62%), protein (7.63%), and lactose (4.85%) contents of the milk.
Perspektif: Biskuit pakan yang berkualitas tinggi ini tahan lama, mudah ditangani serta dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Keunggulan Inovasi:

» Teknologi pengolahan biskuit pakan yang mudah, awet, dan murah
» Biosuplemen pakan sebagai pemacu produksi susu dari bahan alami yang aman dikonsumsi ternak
» Menghasilkan produk susu yang aman bagi konsumen

Potensi Aplikasi:

» Selain murah juga praktis. Karena berbentuk biskuit, maka mudah dalam penyimpanan maupun pengangkutan
» Memiliki daya tahan yang cukup lama dan dapat disimpan sebagai bahan persediaan pakan pada saat musim kemarau


Inovator

Nama : Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, MSc Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc, Agr Nur Rochmah Kumalasari, S.pT, M.Si
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Institut Pertanian Bogor Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Dramaga 16680 Bogor
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Page 2 of 4


Lihat Semua Berita >>