Layanan Kesehatan

IPB menyediakan pelayanan kesehatan bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika. Untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi mahasiswa,setiap mahasiswa IPB ditetapkan sebagai peserta Program Penyangga Kesehatan Mahasiswa (PPKM). Oleh karena itu setiap mahasiswa yang tercatat sebagai mahasiswa aktif berhak memperoleh pelayanan PPKM meliputi :

  • Pelayanan pengobatan rawat jalan diberikan oleh Poliklinik IPB Kampus Darmaga dan Kampus Baranangsiang. Waktu pelayanan setiap hari Senin sampai dengan Jum’at, pukul 08.00 –15.30 WIB. Pelayanan oleh Dokter di Poliklinik Darmaga pukul 09.00-15.30 WIB. PPKM tidak memberikan penggantian biaya pengobatan rawat jalan yang dilakukan oleh pihak lain.
  • Bantuan biaya kamar dan pengobatan kepada mahasiswa yang mengalami sakit dan mengalami kecelakaan sehingga harus dirawat inap di rumah sakit. Besarnya bantuan biaya disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Bantuan Biaya Rawat Inap Mahasiswa Program Sarjana.

No

Komponen Bantuan

Besarnya Bantuan

1

a. Biaya Kamar (Paling lama 10 hari)

Rp. 90.000,-per hari

 

b. Biaya Pengobatan (paling tinggi)

Rp 1.500.000,-

 

c. Kunjungan Dokter (Paling banyak 10 hari)

Rp 100.000,-per hari

 

d. Alat Kesehatan (paling tinggi)

Rp. 500.000,-

2

Meninggal Dunia

Rp. 5.000.000,-

3

Kecelakan

Dialihkan ke Asuransi Komersial.

 

  • Bantuan biaya evakuasi dan pengurusan jenazah kepada orang tua/keluarganya sebesar Rp. 3.000.000,-(tiga juta rupiah) jika mahasiswa meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan.
  • Prosedur dan syarat pemberian bantuan adalah sebagai berikut:

Mahasiswa yang mengalami kejadian sakit atau kecelakaaan sehingga perlu dirawat inap di rumah sakit, mengajukan permohonan bantuan biaya dengan prosedur dan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Melaporkan kejadian yang dialami kepada petugas loket pelayanan PPKM di Direktorat Kemahasiswaan-IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 1, dengan mengisi formulir laporan kejadian sakit/kecelakaan yang ditandatangani oleh pasien atau yang dikuasakan;
  2. Melampirkan dokumen yang diperlukan yaitu:  
    • Surat keterangan Dokter dari rumah sakit;
    • Kwitansi biaya rawat inap dan pengobatan dari rumah sakit;
    • Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM);
    • Bukti Lunas Pembayaran SPP semester berjalan.
  3. Batas Waktu Penyerahan dokumen selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah kejadian sakit atau kecelakaan.

Bagi mahasiswa yang meninggal dunia, pihak keluarga atau yang mewakili mengajukan permohonan biaya evakuasi dan pengurusan jenazah dengan prosedur dan syarat sebagai berikut:

  1. Melaporkan kejadian kepada petugas loket pelayanan PPKM di Direktorat Kemahasiswaan-IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion Institut Pertanian Bogor Lantai 1,
  2. Mengisi formulir pengajuan bantuan biaya yang ditandatangani oleh keluarga atau yang mewakili.
  3. Surat keterangan dokter, jika sebelum meninggal yang bersangkutan dirawat di rumah sakit.
  • Pengecualian: bantuan biaya pengobatan dan/atau penanggulangan kecelakaan tidak diberikan terhadap kejadian-kejadian sebagai berikut:
    1. Imunisasi;
    2. Dialisis;
    3. General Check–Up;
    4. Pelayanan yang bersifat kosmetik;
    5. Pengobatan yang belum diakui secara sah sebagai cara pengobatan medis yang resmi;
    6. Alat bantu kesehatan;
    7. Pembersihan karang gigi dan operasi;
    8. Biaya otopsi dan biaya visum et repertum;
    9. Biaya administrasi rumah sakit;
    10. Sakit bawaan;
    11. Sakit atau keluhan akibat penyalahgunaan pemakaian bahan-bahan Psikotropika/NAPZA;
    12. Perawatan karena hamil/melahirkan;
    13. Sakit atau keluhan kejiwaan;
    14. Kecelakaan atau penyakit karena perbuatan melanggar hukum;

Pada tahun 2016, IPB bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mewajibkan semua mahasiswa IPB mengikuti Program Jaminan Kesehatan Nasional. Kerjasama ini dalam rangka mendukung Indonesia memiliki sistem pelayanan kesehatan yang kuat dan terwujudnya kepedulian antar sesama. Bagi mahasiswa IPB, program ini merupakan suatu bentuk kepedulian IPB terhadap kesehatan mahasiswanya, sehingga akan bisa mensejahterakan mahasiswanya. Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan ke mahasiswanya dengan mewajibkan mengikuti program Jaminan Kesehatan.

 



Lihat Semua Berita >>