Statistik Pengunjung

Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini61
mod_vvisit_counterKemarin405
mod_vvisit_counterMinggu ini61
mod_vvisit_counterBulan ini7958
mod_vvisit_counterTotal595074
Sejak 1 Januari 2009
     
Home
Rektor IPB dan Jajarannya Kunjungi UP3J Jonggol PDF
Rabu, 14 Mei 2008

Rektor IPB, Dr.Ir.H. Herry Suhardiyanto M.Sc., beserta jajarannya mengunjungi Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Minggu, (26/4) di Jonggol, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Diantara para pejabat IPB yang hadir adalah, Sekretaris Eksekutif Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT., Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si., Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir.H. Anas Miftah Fauzi, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, M.Sc., Direktur Fasilitas dan Properti Dr. Ir. Erizal, M.Agr., Direktur Perencanaan dan Pengembangan Dr. Drs. Dadang Iwan Riswandi SE, MSi. bersama jajaran rektorat dan ibu-ibu dari Agrianita IPB.

 

Dalam sambutanya Rektor IPB menjelaskan, dalam master plan pemetaan dan pemanfaatan Aset IPB tahun 2003, Jonggol menyimpan potensi yang besar. dari total lahan seluas 169 Hektar, sekitar 70 Hektar yang dimanfaatkan untuk peternakan, sisanya berupa Hutan Lindung, dan daerah aliran sungai (DAS).

"Sudah saatnya kita kembali kepada kebangkitan Jonggol, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan untuk mendayagunakan potensi Jonggol, karena lahan yang luasnya ratusan hektar ini adalah Amanah yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul hisab nanti," tandas Rektor IPB dalam open statement diskusi interaktif.  Rektor juga menambahkan, upaya yang telah dan akan dilakukan diupayakan harus bisa menaikkan bargaining position, dan juga memandirikan UP3J hingga berdayaguna.

Di akhir Perjalanan, rombongan Rektor IPB mengunjungi Primate Research Center (Pusat Penelitian Primata) IPB Jonggol. Rombongan langsung dipandu Kepala Pusat Studi Satwa Primata IPB, Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc dan Sekretaris Dr. Irma Herawati Suparto, MS.

Master Plan UP3J- Fapet IPB

Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Fakultas Peternakan IPB terletak 60 kilometer sebelah Timur Laut Bogor, tepatnya Desa Singasari Kecamatan Jonggol Bogor. Daerah ini berbatasan dengan wilayah Cianjur dan Bekasi. Sepanjang jalan kita bisa melihat pemandangan alam yang permai, padang rumput, pepohonan sepanjang jalan, panorama rerumputan yang hijau dengan latar belakang perbukitan yang membiru menambah indah suasana perjalanan. ketika sampai di lokasi terlihat plang  berwarna coklat yang bertuliskan "Selamat Datang" di Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol - Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor'.

Lahan peternakan seluas 169 Ha tersebut menampung 670 ekor Domba, 33 ekor Kerbau, 25 ekor Sapi. Dengan luasan kandang sapi 1000 m2 /unit, kerbau 300 m2/unit, domba 200 m2/unit.

Berkaitan dengan program pengembangan kampus IPB Darmaga, sejak tahun 1980 areal kebun di Jonggol dikembangkan sebagai sarana penunjang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penyuluhan bidang peternakan. Melalui kerjasama dengan pemerintah Australia, mulai 1985 areal kebun tersebut dikembangkan sebagai Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) dikenal juga sebagai "Jonggol Animal Science Teaching and Research Unit (JASTRU)".

Di bawah pembinaan UPT Kebun Percobaan IPB dan Fakultas Peternakan IPB, UP3J telah berkembang menjadi salah satu unit pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang cukup memadai. Dengan jenis fasilitas berupa ruang kelas kapasitas 80 orang, laboratorium untuk analisis kimia, 2 buah guest house dengan kapasitas 100 orang. Untuk sumber air tersedia 2 buah sumur bor (250 m). Lokasi dekat kandang sapi ditambah 6 DAM tadah hujan (4 dam dengan kapasitas 1 mega liter, 2 dam dengan kapasitas 2 mega liter. Fasilitas penerangan berupa listrik 50 KPA PLN dan Generator, saluran komunikasi berupa telepon dan telepon seluler. Untuk sarana transportasi tersedia jalan luar sejauh 6 km, lebar 6 m, jalan kelas 2 (maksimum 12 ton), berupa aspal dan batu koral. Jalan internal beraspal dan berbatu. Jenis fasilitas yang lain berupa ruang pemotongan hewan dengan kapasitas 5 buah karkas perhari juga bangunan feedmill.

Kegiatan pendidikan dan penelitian sesuai tridarma Perguruan Tinggi pastinya juga berlangsung di sini. Praktikum HMT, pemuliaan, penyakit ternak, produksi domba, juga magang D3 Teknisi Peternakan, Program S1 Peternakan, FKH, Pelatihan Agribisnis Peternakan Kerjasama dengan Menpora, Pelatihan Agribisnis Domba Kerjasama dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeliharaan sapi oleh kelompok ternak Adil Makmur, Sarana Pendidikan Sekolah untuk anak SD. Adapun kegiatan bisnis yang sedang dijajaki berupa pengembangan ayam broiler, dengan PMBC, Pengembangan perbibitan Sapi Potong dengan PT. Bina Inti Nusantara, Pengembangan bibit Domba dengan PT. Euro Asia Capital Investindo, Pengadaan Hewan kurban (domba, kerbau dan sapi). Adapun usaha bisnis yang sudah dilaksanakan berupa kerjasama pemeliharaan sapi dengan PT. Kresna, PT. Komara Lalita, pemeliharaan ayam pedaging dengan PT. Subur dan CV. Pekerja Keras.

Program kegiatan yang dilakukan meliputi program pendidikan dan penelitian, dengan melaksanakan praktikum terpadu (mahasiswa Fapet dan dari luar Fapet), pelaksanaan magang (mahasiswa dan masyarakat umum). Pelaksanaan pelatihan internal dan eksternal. Orientasi mahasiswa baru, pelaksananan field study bagi murid TK, SD, SMP, SMA. Penelitian dilakukan oleh mahasiswa dan staf, kerjasama dengan Academision, Businessman, Goverman and Comunity Coorporate (ABGC ) Nasional dan Internasional, penyediaan fasilitas dan bahan penelitian, suplai bahan penelitian (untuk penelitian yang dilakukan di luar UP3J), pelaksanaan seminar hasil-hasil penelitian.

Kedepannya program bisnis yang digagas untuk tahun 2008 berupa pembibitan dan penggemukan domba, penyediaan domba kurban, penyediaan kerbau bakalan, penyediaan bibit hijauan makanan ternak, disamping program Agroedutourism berupa penyewaan guest house, kegiatan pelatihan-pelatihan, paket wisata ternak (kambing guling, visit ranch, forage tree-canopy walk, perkemahan dan lainnya)

Kegiatan bisnis yang dicanangkan tahun 2009 dan seterusnya, akan ada program penggemukan sapi potong dengan kemitraan berupa sistem saham. Bisnis produksi ayam pola integrasi (KS PMBC) dimana pemerintah menyediakan fasilitas close house, swasta berperan dalam hal sapronak dan pasar, dan IPB sebagai pengelola lahan, kepakaran dan lulusan.

Penangkaran Satwa Primata di Jonggol

Selain hewan ternak, di Jonggol juga sedang dikembangkan penangkaran satwa primata. Jenis primatanya  Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang.  Monyet ekor panjang tergolong satwa tidak dilindungi. Populasinya masih banyak di alam. Primata ini memiliki kemampuan bereproduksi dan  beradaptasi  baik. "Monyet ekor panjang sering dimanfaatkan dalam berbagai penelitian biomedis, khususnya sebagai alternatif pengganti monyet rhesus (M. mulatta), yang lebih  dikenal dulu sebagai hewan percobaan  penelitian kesehatan atau penyakit manusia," jelas Kepala Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Pertanian Bogor (PSSP LPPM-IPB), Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc.

Salah satu contoh monyet ekor panjang ini digunakan dalam penelitian pembuatan vaksin polio yang dilisensi world health organization (WHO). Pada penelitian farmasetik terutama toksikologi,  beberapa negara lebih banyak menggunakan  M. fascicularis dibanding M. mulatta.  Ini peluang bagi pengembangan penangkaran M. fascicularis yang memenuhi kriteria standar sebagai hewan percobaan. "Satwa primata yang dimanfaatkan dalam penelitian biomedis harus memenuhi kriteria, salah satunya bebas patogen tertentu (specific pathogen free). Dengan demikian  status mikrobiologis dan serologis primata harus diketahui, " jelas Dr. Joko.

Pengembangan penangkaran monyet ekor panjang tersebut, jelas Dr. Joko, diharapkan dapat turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan satwa primata sebagai hewan percobaaan. Disamping itu memungkinkan mahasiswa dari multi strata melakukan penelitian dalam berbagai aspek,  salah satunya, penelitian tingkah laku kelompok maupun individu monyet. Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB telah mendapat mandat dari Rektor untuk mengelola penangkaran monyet panjang itu. "Mandat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor IPB no 198/K13/PS/2004 tentang penetapan lokasi penangkaran satwa primata monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Jonggol, dan SK Rektor IPB no 199/K13/PG/2004 tentang penetapan pengelola stasiun penangkaran satwa primata monyet ekor panjang."

Pusat Studi Satwa  Primata selama ini juga telah bekerjasama  di bidang penelitian dengan berbagai pihak swasta maupun pemerintah, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. (my/man*/ris)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Job Career

 

Polling

Bagaimana Tampilan Situs Fapet Saat ini ?
 

Locations of visitors to this page

© 2008, Fakultas Peternakan IPB
Jalan Agatis Kampus IPB Dramaga Bogor - 16680
Telp. (0251) 8622841, 8622811, 8622812
Fax. (0251) 8622842
 
This site best viewed at 1024x768 resolution
in all browser