News

Dalam rangka program Dosen Mengabdi, tim dosen IPB University terdiri dari Dr Heri Ahmad Sukria, Sazli Tutur Risyahadi, STP, MT, MSi dan Suhendi Irawan ST, MSc memberikan pelatihan dan pendampingan formulasi pakan bagi para peternak kelinci di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat (14/8). Program tersebut sebagai penerapan teknologi dari Fakultas Peternakan IPB University yang bertujuan meningkatkan produktivitas kelinci pedaging para peternak di salah satu desa lingkar kampus.
 
Pelatihan dihadiri oleh 14 peternak kelinci pedaging yang dikoordinasikan oleh Indra Wiraguna, pemilik Kagoda Rabbit Farm. Dalam sambutannya, Indra menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ransum sangat mendukung kemajuan peternakan kelinci. Pasalnya saat ini harga pakan cenderung semakin meningkat. Di sisi lain, terdapat banyak bahan pakan potensial di sekitar daerah tempat tinggal peternak.
 
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) ini bertujuan sebagai arena pembelajaran peternak untuk menjadikan kelincinya lebih produktif dan lebih menguntungkan dengan memformulasikan bahan-bahan pakan lokal yang berada di sekitar wilayah peternak,” jelas Dr Heri Ahmad Sukria. 

Setelah pelatihan, dosen IPB University melakukan pendampingan pengujian pakan lokal hasil formulasi kepada ternak kelinci. Pendampingan dilakukan sejak adaptasi pakan, penimbangan berat badan kelinci, pengukuran konsumsi pakan hingga uji kualitas sampel pakan.

Anggota tim dosen lainnya, Sazli menyampaikan mengenai teknik formulasi ransum dengan linear programming berbasis software excel. Menurutnya, biaya bahan baku pakan akan minimal sekaligus kebutuhan nutrisi kelinci akan terpenuhi dengan penerapan linear programming berbasis excel.

“Usaha peternakan membutuhkan kolaborasi bersama antar peternak, misalnya dengan pembentukan koperasi peternakan kelinci. Sehingga pengadaan bahan baku akan lebih murah, biaya produksi akan lebih rendah dan potensi pemasaran yang lebih luas baik dagingnya maupun olahannya,” terang Sazli.

Lebih lanjut, Suhendi menambahkan dalam tutorialnya bahwa excel merupakan software familiar bagi beberapa peternak kelinci, terutama peternak milenial sehingga mudah diterapkan.

Salah satu peternak yang mengikuti pelatihan, Uu Sugema menuturkan, kegiatan ini menambah wawasannya. Uu mengaku, sebelumnya ia hanya mengetahui pakan yang dibeli toko. Namun sekarang dirinya sudah mengetahui jenis bahan-bahan pakan, kandungan nutrisi dan cara formulasi pakan.

“Tidak hanya mendapat pengetahuan, namun saya juga merasa bersyukur karena pakan hasil produksinya diuji oleh Laboratorium Pakan IPB University. Juga berkesempatan untuk diproduksi dengan bantuan dari Divisi Industri Pakan IPB University, sehingga lebih termotivasi untuk terus melakukan formulasi bahan pakan,” ujar Uu, peternak yang kini memiliki sekitar 50 ekor kelinci pedaging (ipb.ac.id)

Fakultas Peternakan IPB University gelar kegiatan Faculty Day yang merupakan rangkaian acara pada Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University di Fakultas Peternakan (Fapet). Acara tersebut berlangsung di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit (JHH) Fapet (9/8).

Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc. Agr memberikan sambutan serta pengenalan Fakultas Peternakan dari mulai sejarah awal berdirinya, Departemen dan Dosen, lingkungan kampus dan kandang, hingga inovasi yang ada di Fapet.

Acara ini menghadirkan dua Narasumber inspiratif yang juga alumni Fakultas Peternakan IPB yaitu Wakil Gubernur Sumatera Barat Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng. dan Owner Hijrah Food Ir. Endah Pronolowati. Kedua narasumber tersebut berbagi pengalaman seputar perjalanan hidup hingga mendapat kesuksesan seperti saat ini.

Pada sesi tanya jawab yang berlangsung menarik dan interaktif, Wagub Sumbar Dr. Audy Joinaldy memberikan beberapa tips dan motivasi kepada lebih dari 300 mahasiswa yang hadir pada acara tersebut “Orang yang hidup disiplin biasanya bisa jadi sesuatu. Di Fapet IPB ada mata kuliah yang menopang menjadi pebisnis, sesuai dengan kurikulum yang ada” ungkapnya. Politisi yang juga seorang Pengusaha dan Akademisi ini juga mencontohkan negara-negara dengan jumlah pengusaha yang banyak, contohnya Tiongkok dengan persentase 14% dari jumlah penduduk. Lebih dari itu, secara pribadi ia menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam hidupnya “Center of my life is family” Ungkap Audy yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Alumni Peternakan (Hanter) IPB  2018-2022 ini.

Narasumber lain, Ir. Endah Pronolowati turut membagikan pengalaman serta tips menjalani hidup kepada para mahasiswa ’’Untuk menjadi lebih baik, kita mengubah mindset dari kita sendiri dan jangan menyerah” ujarnya. “Tidak ada yang tidak bisa, kalau mau berusaha, akan diberi kemudahan oleh Allah” lanjutnya. Pengalaman dahulu sebagai mahasiswa, ia berpikir hanya perempuan, di bidang peternakan hanya yang kotor-kotor dan bau, namun selanjutnya ia menemukan bahwa di bidang peternakan bisa menghasilkan uang, dengan usaha yang digeluti yaitu Hijrah Food, suatu usaha yang menyedikan hewan ternak hidup seperti sapi, kambing, dan domba untuk melayani kebutuhan Aqiqah, Idul Qurban dan berbagai kebutuhan lainnya. (Femmy).