News

Fakultas Peternakan IPB University bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (HIMAPROTER) dan Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) mengadakan Pelatihan Character Building and Personal Branding 2020 melalui zoom meeting (Sabtu  17/10). Kegiatan untuk tahun ini mengusung tema Time to Change Your Life Using Your Skills. Selain memiliki tema yang bagus dan sesuai dengan keadaan mahasiswa millenial, dalam acara ini juga mengundang pembicara yang tidak kalah keren dan hebat. Yaitu terdapat Nadhifah Alliya Tsana seorang podcaster dan penulis buku best seller Novel “Geez and Ann” yang lebih kerap disapa dengan RintikSedu, Adnan Fatron yang merupakan seorang trainer dan owner of mudainspiratif.co.id, serta Bela Arswendita yang merupakan seorang conten creator sekaligus announcer of Radio Prambors. Pada pelatihan ini diikuti 380 peserta, yang dimana peserta ini berasal dari luar dan dalam mahasiswa IPB University.

Peserta pun mengikuti pelatihan ini dengan antusias di setiap sesi setiap pembicara menyampaikan materinya. Di dalam materi yang disampaikan oleh Tsana mengenai bagaimana pentingnya kita selalu membangun dan membentuk karakter diri kita tanpa harus menjadi orang lain, tetapi tetap menjadi diri sendiri. Seperti pesan dari Anan Fatron yaitu tiga langkah hal yang harus dilakukan dalam membentuk karakter diri kita yaitu pertama tentukan karakter yang diinginkan, kedua yaitu miliki lingkungan yang sistematis dan mendukung dan yang ketiga yaitu lakukan berulang sampai menjadi kebiasaan. Sedangkan cara membangun karakter dari Bela yaitu selalu persiapkan diri kita mulai dari membangun skill komunikasi untuk membangun, memperluas relasi, stay relevant, bicara di depan publik dan bangun brand kamu. Karena di setiap pekerjaan yang akan kita pilih tentunya diperlukan skill komunikasi yang baik.

Dengan adanya pelatihan character building dan Personal Branding ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter dan skill yang baik pada peserta yang mengikuti. Selain itu terdapat rangkaian dari acara ini yaitu terdapat beberapa challenge pembuatan video mengenai character building dan personal branding.

Fakultas Peternakan IPB University bekerjasama dengan BEM Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan kegiatan Webinar Green Campus Movement pada Minggu, 11 Oktober 2020 via Zoom Meeting.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan terutama kawasan kampus hijau, memberikan kesadaran dalam penerapan kebiasaan-kebiasaan baik yang ramah lingkungan, dan meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam mempromosikan dan mengedukasi masyarakat sekitar dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Sebagai pembicara pertama Dr. Sri Wahyuni selaku Direktur Perusahaan Biogas PT. Swen Inovasi Transfer menyampaikan tema “Peluang usaha generasi muda dalam pemanfaatan limbah (Re-cycle).” Sri Wahyuni menjelaskan peran biogas dalam manfaatkan limbah kotoran ternak sekaligus menghasilkan energi bersih.

Sementara itu, Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani menyampaikan tema “Meningkatkan peran generasi milenial sebagai agen perubahan dalam upaya penyelamatan lingkungan”. Chintia mengajak para muda milenial untuk bersama-sama bertanggungjawab terhadap keselamatan lingkungan. “Semua itu harus berawal dari hati kita sendiri, jadi mau orang lain bilang apa kita ya tetap pada pendirian kita, sampah itu tanggung jawab kita, bukan orang lain” ujarnya.

Senada dengan Cinthia, Abdul Ghofar selaku Co-coordinator dari Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) yang menyampakan tema “Green lifestyle sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan". Perilaku individu yang dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi teladan bagi orang lain. Jika individu-individu yang sadar bergabung, maka akan mendorong perubahan.

Dengan telah diselenggarakannya acara Green campus movement ini diharapkan mahasiswa yang mengikuti dapat memahami dan menyebar luaskan tentang gerakan peduli lingkungan agar berdampak lebih luas kedepannya.

Dalam upaya meningkatkan soft skill public speaking mahasiswanya, Fakultas Peternakan (Fapet) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet IPB University hadirkan Ir Suryopratomo, Duta Besar RI untuk Singapura. Alumni IPB University yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Metro TV (2017-2019) ini mengarahkan mahasiswa agar mulai membiasakan diri berbicara di depan publik.

“Mulailah mengatasi ketakutan untuk tampil di depan umum. Untuk mengurangi rasa takut tersebut, ada sepuluh tips yang bisa saya bagikan. Yakni know the room, know the audience, know your material, relax, work from your personal brand (try the exercise), realize that people want you to succeed, don’t apologize, concentrate on the message not the medium, turn nervousness into positive energy dan nain experience,” ujarnya dalam Webinar Public Speaking and Communication Skill belum lama ini.

Menurutnya, orang terbaik yang bisa dijadikan sebagai role model dalam bidang public speaking adalah Steve Jobs. Pikiran dan gagasannya dapat dijadikan jembatan untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata. Public speaking yang baik adalah memvisualisasikan informasi yang diberikan ke dalam imajinasi pendengar, serta penggunaan suara perut yang membuat suara yang dikeluarkan menjadi lebih bulat.

Sementara itu, Muhammad S Mujab, soft skill trainer menyampaikan bahwa public speaking adalah sesuatu hal yang harus di lakukan secara berulang. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kebanyakan orang ialah kurangnya persiapan, ketakutan akan kesalahan, tidak mengetahui terkait info audiens, fokus kepada penampilan dan kurangnya pengalaman berbicara di depan umum. “Selain itu, persiapan waktu berbicara pun sangat penting untuk memberikan infoemasi secara jelas,” ujarnya (ipb.ac.id)

Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University mengadakan Green Campus Movement untuk mendukung visi green campus IPB University, (11/10). Green Campus Movement dilaksanakan dalam bentuk webinar dengan diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum.
 
“Webinar ini diselenggarakan untuk mendukung program kampus hijau IPB University. Kami berharap, kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Rika Fahira, Ketua Pelaksana Green Campus Movement.
 
Terkait pengolahan limbah, Alumni IPB University, Dr Sri Wahyuni menjelaskan salah satu limbah potensial untuk diolah adalah limbah peternakan. Limbah peternakan ini sangat melimpah dan generasi muda dapat memanfaatkan peluang tersebut.
 
“Semua yang di peternakan tidak ada yang terbuang. Pasalnya limbah kotoran dari hewan ternak atau hasil ekskresi akhir dari hewan ternak seperti sapi, kambing, domba dan ayam dapat dimaanfaatkan sebagai biogas,” ungkap Sri yang saat ini menjadi Direktur PT Swen Inovasi Transfer.
 
Lebih lanjut Sri mengatakan potensi biogas di Indonesia sangat tinggi. Sejauh ini, pemasangan biodigester di Indonesia masih berkisar 16 ribu unit sementara di China sudah mencapai 35 juta unit.
 
“Biogas ini menjadi alternatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, karena gas metan yang dihasilkan dari buangan peternakan menjadi pemasok gas rumah kaca terbesar,” kata Sri.
 
Sebagai upaya menjaga konsistensi penerapan green life style, Chintia Kusumarani, Miss Earth Indonesia 2019, mengajak para mahasiswa dan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup hijau sehari-hari. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan beberapa hal kecil seperti mengurangi penggunaan plastik dan menghemat listrik. (kumparan.com)

Salah satu polemik pertambangan yang saat ini masih terjadi adalah tidak adanya pemanfaatan area bekas tambang. Padahal apabila area tersebut dimanfaatkan, dapat menjadi area bisnis baru.

Hal ini mendorong, Himpunan Alumni Fakultas (HANTER) bersama dengan Himpunan Alumni IPB University Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kalimantan Timur mengadakan seminar pemanfaatan area bekas tambang, 10/10. Salah satu pemanfaatan bekas tambang adalah sebagai lahan peternakan.
 
Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP), Fakultas Peternakan, Prof Dr Luki Abdullah menyampaikan lahan bekas tambang dapat digunakan untuk peternakan. Dengan demikian, diharapkan mampu menjadi solusi pemulihan ekonomi daerah setempat.

“Area bekas tambang nikel dan emas memang perlu waktu lama untuk menghilangkan residu pada hijauan pakan. Kalau bekas tambang batu bara relatif lebih aman untuk ditanam tanaman pakan,” kata Prof Luki.
 
Meskipun demikian, masih ada karakter pembatas pada area bekas lahan untuk menanam. Karakter pembatas itu adalah pH rendah, bahan organik rendah, kapasitas tukar kation rendah, dan daya menggenang air yang eksrim. Daya menggenang air ini bisa sangat tinggi bahkan bisa tidak ada airnya.

Degan demikian, menurutnya perlu upaya pembenahan tanah agar dapat mendekati karakteristik lahan yang sesuai untuk tanaman. Upaya pembenahan tersebut dapat dilakukan dengan inokulasi mikroba tanam, pengapuran, pemupukan anorganik tanah dan menambah bahan organik atau sumber karbon organik. Bahan organik dapat berasal dari pupuk kandang, kompos, atau asam humat.

“Apabila area bekas tambang sudah dilakukan perbaikan tanah, ada lima spesies tanaman pakan yang dapat ditanam. Spesies tersebut yaitu, Pennisetum purpureum, Mott dwarf pennisetum (odot), Panicum maximum cv. Mombasa, dan Mulato,” tambah Prof Luki.

Senada dengan Prof Luki, Ir Dadang Sudaryana, Anggota HA IPB University mengatakan area bekas tambang dapat dimanfaatkan untuk peternakan yang berbasis mini ranch.

"Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Timur telah meneliti di tiga Kabupaten pada tiga lokasi bekas tambang batubara. Berdasarkan penelitian tersebut, lahan dapat digunakan untuk budidaya peternakan khususnya ternak sapi potong,” ungkapnya (ipb.ac.id)


Lihat Semua Berita >>

Pemira Dekan Fakultas Peternakan IPB 2020-2025

Protocol Kesehatan Covid-19 saat WFO Fapet IPB

Tips & Kegiatan Selama WFH