News

Dalam rangka mempromosikan Fakultas Peternakan (Fapet) kepada civitas IPB maupun masyarakat umum, IPB TV melaksanakan pengambilan video pada (20/2) di lingkungan Fapet IPB, Kampus Darmaga, Bogor. Pelaksanaan syuting melibatkan Pimpinan, Duta IPB, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta para Mahasiswa Fapet.

Pengambilan video dengan konsep dialog antara Dekan Fapet Dr. Idat Galih Permana dengan Duta Fapet Dwi Robiatul Adawiyah ini diawali di sekitar Fapet yaitu ruang Layanan Akademik dan Inovasi Fapet. Selanjutnya syuting dilanjutkan ke Lab. Lapangan Fapet antara lain di kandang sapi potong dan kandang domba. Pengambilan video dilanjutkan di sekitar gedung Fapet yaitu Departemen IPTP dan INTP, Lab. Ilmu dan Teknologi Pakan, Lab. Genetika Molekuler serta Lab. Teknologi Hasil Ternak.

Ruang kuliah dengan aktivitas mahasiswa serta dosen yang sedang mengajar tidak luput dari sorotan kru IPB TV yang sedang bertugas, dilanjutkan dengan pengambilan gambar di sudut kantin Fapet yang menyajikan hidangan lezat yang tengah dinikmati mahasiswa, ada pula executive lounge, tempat makan dengan suasana serasa cafe. Syuting ditutup dengan pengambilan video di area Lembaga Kemahasiswaan, Fapet IPB memiliki 5 Ormawa dengan 2 diantaranya adalah Himpro. Penasaran bagaimana hasil dari syuting tersebut? Saksikan hanya di kanal YouTube IPB TV. (Femmy)

Telur ayam menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, selain harganya yang terjangkau, nilai gizi yang terkandung didalamnya dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia pada setiap tahunnya, permintaan telur konsumsi kian mengalami peningkatan di seluruh dunia. Dilansir dari data yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nation (FAO) 2022, Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara yang berkontribusi dalam total produksi telur dunia. Dalam menyikapi hal ini, peningkatan produktivitas dan kualitas produk untuk menjamin ketahanan pangan tentu harus terus dilakukan, yang salah satu upayanya dapat ditempuh dengan rekayasa nutrisi pakan yang diberikan pada ayam petelur.

Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.S, Dr. Ir. Rita Mutia, M.Agr Dosen Fakultas Peternakan IPB University. Dr. Wira Wisnu Wardani S.Pt, M.Si dari Nutricell Bioscience Molecules, Pte Ltd Singapore, serta Gina Maulidarni Yusuf, S.Pt Mahasiswa Pancasarjana Ilmu Nutrisi  dan Pakan IPB University, berhasil mengembangkan telur ayam fungsional kaya akan vitamin D3 yang digagas bersama dengan PT. Nutricell Pacific. Nutricell Eggstra merupakan suplemen yang mengandung vitamin D3 dan diperkaya dengan pigmen karotenoid untuk diaplikasikan dalam pakan ayam petelur. Riset yang telah dilakukan sejak bulan November 2022 itu menghasilkan respon positif terhadap produktivitas dan kualitas telur. 

Suplementasi Nutricell Eggstra dalam pakan ayam petelur mampu meningkatkan produksi telur harian dan massa telurnya masing-masing sebesar 12,44% dan13,02% dengan penggunaan pakan yang dapat ditekan hingga 11,61%. Disamping peningkat produktivitas, suplementasi Nutricell Eggstra dalam pakan juga mampu menghasilkan telur dengan kualitas lebih baik yang ditunjukkan oleh warna kuning telur dan kualitas kerabang. Peningkatan warna kuning telur menjadi lebih mencolok atau berwarna oranye merupakan respon dari karotenoid yang terkandung dalam Nutricell Eggstra, warna kuning telur merupakan salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih telur, dengan kualitas warna yang dihasilkan tentu dapat memberikan nilai tambah pada produk tersebut.

Telur yang dihasilkan dari ayam yang menerima suplementasi Nutricell Eggstra dalam pakannya juga memiliki kualitas kerabang yang lebih baik, hal ini ditunjukan oleh ketebalan, kekuatan, dan porositas kerabang telur sebagai respon dari kandungan vitamin D3 dalam pakan. Telur dengan ketebalan dan kekuatan kerabang yang lebih tinggi menjadi faktor penting selama penyimpanan dan transportasi, terlebih dengan diperolehnya kategori good eggshell quality dari penilaian porositas kerabang telur hal ini semakin memperkuat kualitas kerabang untuk melindungi kerusakan yang dapat disebabkan oleh masuknya bakteri atau mikroorganisme merugikan kedalam telur. Peran vitamin D3 menjadi sangat vital terutama dalam pembentukan kerabang telur yang pada akhirnya juga dapat berkontribusi terhadap kesehatan ayam dan nilai ekonomi peternak.

Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan penyakit rakitis pada anak usia dini atau meningkatkan risiko osteoporosis dan osteomalasia pada orang dewasa. Pengaplikasian Nutricell Eggstra dalam pakan mampu menghasilkan telur ayam fungsional dengan kandungan vitamin D3 sebesar 7,11 mcg/100g. Telur yang diperkaya tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan telur komersial pada umumnya, di samping hal tersebut kondisi ini tentunya akan berkontribusi langsung pada peningkatan asupan vitamin D3 manusia tanpa mengubah pola konsumsinya. (Gina).