Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Pimpinan dan Civitas akademika Fakultas Peternakan IPB mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Taqobalallahu minnaa wa minkum, minal aa'idiin wal faaizin-mohon maaf lahir dan bathin

Pimpinan dan Civitas akademika Fakultas Peternakan IPB mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Taqobalallahu minnaa wa minkum, minal aa'idiin wal faaizin-mohon maaf lahir dan bathin

IPB University menggelar rapat bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Senegal merangkap Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Mali, Côte d’Ivoire, Sierra Leone, dan Cape Verde, H.E. Ardian Wicaksono. Pertemuan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini membahas inisiasi kerja sama antara IPB University dengan Cheikh Anta Diop University, Dakar, Senegal (16/03).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan peluang kolaborasi strategis di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Fakultas Peternakan IPB University dalam rapat ini diwakili oleh Prof. Asep Gunawan selaku Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan (SKP).
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi akademik, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di kedua institusi. Inisiasi ini juga menjadi langkah awal dalam membangun hubungan internasional yang lebih erat antara IPB University dan institusi pendidikan tinggi di kawasan Afrika Barat, khususnya Senegal.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan pada Mei 2026 akan dilakukan kunjungan delegasi dari Senegal ke Indonesia. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IPB University dan Cheikh Anta Diop University, serta perjanjian kerja sama (SPK) di tingkat fakultas terkait, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Peternakan.
Melalui kerja sama ini, IPB University terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan peran aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta inovasi di tingkat internasional.
Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University kembali meluluskan doktor baru melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan (INP). Sidang promosi doktor atas nama Harwanto dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB University.
Dalam sidang tersebut, Harwanto mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Kajian Spesies Tanaman Pakan dan Penambahan Pupuk pada Lahan Pasca Tambang Kapur untuk Pengembangan Sistem Ransum In Situ.” Selama sekitar 15 menit, ia memaparkan hasil penelitiannya mengenai cara memanfaatkan lahan bekas tambang kapur agar dapat digunakan untuk menanam hijauan pakan ternak.
Sidang promosi ini dipimpin oleh Dekan Fapet IPB Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. Ketua Komisi Pembimbing yaitu Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr dengan anggota komisi Prof. Dr. Ir. Panca Dewi Manu Hara Karti Soewondo, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Suwardi, M.Agr. Adapun penguji luar komisi adalah Prof. Dr. Ir. I Komang Gede Wiryawan, staf pengajar di Departemen Ilmu Nutrisi dan Pakan IPB University, serta Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng yang merupakan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.
Dalam penelitiannya, Harwanto menemukan bahwa lahan pascatambang kapur di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas memiliki kondisi tanah yang kurang subur. Tanah tersebut memiliki pH yang cukup tinggi (basa) serta kandungan bahan organik dan unsur hara yang rendah. Tanaman yang secara alami tumbuh di lokasi tersebut adalah rumput Imperata cylindrica dan legum Centrosema pubescens, namun produksinya masih rendah sehingga hanya mampu menampung sedikit ternak.
Melalui percobaan yang dilakukan, Harwanto mencoba menanam rumput pakchong dan legum indigofera dengan tambahan mikoriza, pupuk organik, dan pupuk NPK. Hasilnya, produksi hijauan meningkat cukup signifikan. Rumput pakchong mampu menghasilkan sekitar 36 ton bahan kering per hektare per tahun, sementara indigofera sekitar 19 ton bahan kering per hektare per tahun.
Selain meningkatkan produksi pakan, perlakuan tersebut juga membantu memperbaiki kondisi tanah. Kandungan bahan organik dan unsur hara tanah meningkat, sementara pH tanah yang sebelumnya basa menjadi lebih mendekati netral. Dari hasil simulasi ransum, kombinasi 63 persen rumput pakchong dan 37 persen indigofera dapat mendukung pemeliharaan ternak secara intensif di lahan tersebut. Lahan pascatambang kapur yang diteliti diperkirakan mampu menampung sekitar 7,64 unit ternak atau setara dengan sekitar 54 ekor kambing.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Harwanto menyarankan pemanfaatan rumput pakchong dan indigofera dengan penambahan mikoriza, pupuk organik, dan pupuk NPK sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan lahan pascatambang kapur. Selain dapat menyediakan sumber pakan ternak, metode ini juga berpotensi memperbaiki kesuburan tanah secara bertahap.Ia juga menyarankan adanya penelitian lanjutan untuk menguji secara langsung pengaruh ransum tersebut terhadap produktivitas ternak.
Ketua Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan IPB University, Prof. Dewi Apri Astuti menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Harwanto. Menurutnya, promovendeus memiliki pengalaman yang baik dalam bidang penelitian. Ia juga menambahkan bahwa sebelum menempuh pendidikan doktoral, Harwanto pernah mengabdi di Laboratorium Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM)nyang juga merupakan almamaternya. Pengalaman tersebut dinilai turut mendukung kemampuan analisisnya dalam melakukan penelitian.
Melalui sidang terbuka ini, Fakultas Peternakan IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang mampu memberikan solusi ilmiah bagi pengembangan peternakan, termasuk dalam pemanfaatan lahan-lahan marginal seperti kawasan pascatambang. (cr:Femmy).