News

Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University dan Sinar Harapan Farm (SHF) gelar webinar Kedai Reka “Peningkatan Konsumsi Protein Hewani di Masyarakat Pedesaan Berbasis Kelinci dan Ayam Lokal”, (1-2/10). Webinar ini menjadi media merdeka belajar bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya pikir dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi dalam bisnis peternakan.

“Webinar ini juga meningkatkan keterampilan dan pengalaman mahasiswa dalam penanganan dan pengelolaan pasca panen ternak yang mempunyai potensi untuk dikembangkan di masa depan,” ujar Dekan Fakultas Peternakan, Dr Idat Galih Permana.

Menurutnya, program ini merupakan salah satu media belajar mahasiswa di luar kampus. Ini juga menjadi solusi untuk peningkatan kompetensi mahasiswa sehingga menjadi lulusan yang lincah, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan.

“Ternak ayam IPB-D1 dan kelinci merupakan salah satu komoditi yang strategis  untuk dikembangkan, terutama untuk meningkatkan ketahanan pangan. Selain itu, webinar ini akan sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum terkait pentingnya budidaya ternak kelinci dan ayam,” imbuhnya.

Webinar ini menghadirkan empat pembicara. Yaitu Ir Bambang Krista, MM (Owner Peternakan Citra Lestari Farm) menyampaikan potensi ayam IPB-D1 dan pengembangannya di industri berbasis kelompok peternak. Dr Ir Lucia Cyrilla ENSD, M.Si (Dosen Usaha Peternakan Fakultas Peternakan IPB University) menyampaikan pemasaran dan promosi produk di era digital. Dr Bram Brahmatiyo menyampaikan peningkatan konsumsi protein hewani di masyarakat pedesaan berbasis kelinci. Dan Ir Hj Dedah Herlina, MSi menyampaikan pengembangan ternak di Kabupaten Sukabumi. 

Hadir juga Ketua Tim Peneliti Kedai Reka, Prof Cece Sumantri dan Ketua Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Dr Tuti Suryati memberikan sambutan (ipb.ac.id)

Nutricell adalah sebuah produsen obat hewan, yang berlokasi di Tangerang Selatan.  Perusahaan ini merupakan produsen obat hewan yang dikendalikan oleh beberapa alumni Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University. Sebut saja, Suaedi Sunanto, alumnus IPB University Angkatan 28 yang menduduki CEO/ Chief Executive Officer  perusahaan. Ia juga menjadi Ketua HANTER Cabang DKI Jakarta. Tidak hanya itu, ada Wira Wisnu Warnadi, alumnus IPB University angkatan 37 yang menduduki Direktur Research dan Development.

Suaedi Sunanto, menjelaskan, dalam perjalanannya, Nutricell merupakan perusahaan yang menyediakan solusi nutrisi dan kesehatan hewan bagi peternak dan perusahaan pabrik pakan di Indonesia. Bahkan telah menembus pasar manca negara. 

“Kiprah Nutricell dalam mengembangkan produk ekspor dimulai sejak Tahun 2019, dimana Nutricell melepas produk ekspor perdananya ke Vietnam,” kata Suaedi. 

Lebih lanjut, kata Suaedi, Nutricell merayakan kesuksesannya menembus pasar Eropa pada Tahun 2020. Saat itu, Nutricell berhasil melayarkan produk herbalnya ke Jerman.  

Adapun tahun 2021 ini, Nutricell merayakan ulang tahunnya yang ke-6. Dengan slogan The Sixth Nutricell on Nourishing People and Planet, Nutricell merayakannya dengan beberapa kegiatan, antara lain seminar bisnis perunggasan dengan tema The Art and Science in Poultry Industry.

Seminar yang dibuka oleh Audy Joynaldi, Ketua HANTER Fakultas Peternakan, IPB University ini menghadirkan beberapa pembicara kelas dunia seperti Martijn de Coqc dari MDC Feed Consulting Belanda, Pierre Domps dan Fernando Moreira, Direksi dari ADM Animal Nutrition, dan Fernando, Ketua World Poultry Science Association, Cabang Eropa.  

Masih dalam rangkaian merayakan ulang tahunnya yang keenam, Nutricell melepas produk ekspornya ke Korea Selatan, 13/9. Produk ekspor tersebut berupa produk suplementasi pakan ruminansia yang dikembangkan oleh putra-putri terbaik Nutricell di bawah kendali Dr Wira Wisnu Wardani.

Wira Wisnu mengaku, produk ini dapat menjadi tonggak tersendiri bagi Nutrcell dan industri obat hewan nasional. Ia pun menjelaskan, produk suplemen pakan yang berbasis minyak sawit ini, terbukti mampu meningkatkan produksi susu pada ternak perah serta meningkatkan lemak susu.  Hal ini sekaligus membuktikan bahwa perusahaan yang dikendalikan oleh putra-putri Indonesia mampu menembus pasar global.

Pelepasan produk obat hewan dengan nama Nutrifat Ca-84 sebanyak 28 ton dengan nilai 3,6 milliar rupiah dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.

Bagi civitas academika IPB University, Nutricell bukanlah perusahaan yang asing, karena perusahaan ini juga menjalin kerjasama dengan IPB University dan Fakultas Peternakan IPB University.  Salah satu kerjasama yang dilakukan adalah pengembangan produk dan solusi untuk menurunkan emisi gas dari ternak, khususnya ternak ruminansia.  Solusi yang mengadopsi dari beberapa tenaga ahli Fapet IPB University ini, diterjemahkan dalam aplikasi industri oleh Nutricell. 

Pasalnya, Nutricell dan Fapet IPB University mempunyai kesamaan nilai untuk menjadikan industri peternakan bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.  Hal itulah yang menginspirasi Nutricell dalam membawakan pesan ulang tahunnya yang keenam ini, yaitu Nourishing People and Planet (ipb.ac.id)