News

Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menyelenggarakan Webinar bertajuk “Sistem Perunggasan Closed House System bersama PT. Multi Sarana Pakanindo (MSP) & PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CP)” secara daring , (23/6). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara bimtek dan pelatihan dalam rangka persiapan ujian kompetensi dan sertifikasi perunggasan jenjang 5 yang akan dilaksanakan pada akhir Juni sampai dengan pertengahan Juli di Fapet IPB yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi – Bogor dengan subsidi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menghaturkan apresiasi kasih kepada PT. MSP baik dari segi edukasi maupun kemitraan. “Perunggasan di Indonesia merupakan industri yang sangat maju dan modern. Pada hari ini, peserta khususnya para mahasiswa dan alumni yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat mendapat pencerahan dari para narasumber PT. MSP terkait dengan pengelolaan unggas modern baik pada broiler maupun layer, sehingga ketika nanti mengikuti uji kompetensi, peserta bisa lolos. Karena sertifikasi ini merupakan standar minimal seorang sarjana peternakan harus bisa memahami bagaimana pengelolaan perunggasan pada sistem kandang modern khususnya pada closed house, lebih lanjut” jelasnya.

Dekan Fapet juga menyampaikan beberapa hal terkait perunggasan, antara lain mengenai berbagai faktor yang menunjang kemajuan di perunggasan yaitu bibit, pakan, juga sistem perkandangan. Sistem perkandangan modern sudah diterapkan di Indonesia khususnya pada broiler maupun layer untuk sistem perkandangan closed house sistem dan sudah menjadi standar bagi peternak dalam pengembangan atau dalam mengembangkan bisnis unggas broiler, karena dengan perkandangan ayam yang saat ini kita pelihara bukan merupakan ayam membutuhkan perlakuan yang khusus baik dari aspek manajemen, pakan, sehingga bisa memberikan performance maupun produktivitas yang tinggi.  Ketika ternak dipelihara dengan nyaman dan baik, maka hasilnya akan baik. Hal tersebut sudah dibuktikan di Fapet atas hibah dari PT. Charoen Pokhpand telah memiliki kandang closed house, dengan kapasitas 20.000 dengan performance sangat baik.

Dalam webinar ini, dihadirkan beberapa narasumber yang memberikan materi sesuai keahliannya. Narasumber pertama yaitu  Marwan Hendrianes, ST dari PT. Charoen Pokhpand Jaya Farm. Lulusan Teknik Mesin Unila ini memberikan materi Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selanjutnya drh. Indra Dwi Resmana menyampaikan 2 materi yaitu Biosecurity dan Prosedur Jaminan Mutu. Mengelola Sistem Produksi serta Teknologi Close House  disampaikan secara apik oleh Gatot Aditya Respati ,S.Pt  dan dilanjutkan dengan materi Penerapan IOT Close House oleh Bapak Deriana Mabrur dan dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta. Materi terakhir disampaikan oleh Bapak Windy Anugrah dari PT. MSP mengenai Analisa Usaha Peternakan. (Femmy). 

Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University jalin kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini disaksikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng dan berlangsung di kota Padang, Sumatera Barat, (17/6). 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat, drh. Erinaldi, menyambut baik kerjasama yang melingkupi riset dan pengabdian kepada masyarakat ini. Ia juga berharap kerjasama ini dapat meningkatkan serta membina hubungan kelembagaan antara Fapet IPB dan Disnak Sumbar.

Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana memberikan apresiasi kepada pihak Disnak Provinsi Sumbar dan menjelaskan beberapa kesepakan kerjasama. Dr. Idat juga memaparkan ruang lingkup PKS antara lain meliputi peningkatan kapabilitas SDM bidang peternakan, pengembangan ternak unggas dan ruminansia (termasuk ayam D1), pengembangan program pendidikan, riset dan implementasi MBKM serta pengembangan kelembagaan UPTD Ternak Ruminansia dan UPTD Ternak Unggas, pengembangan laboratorium pakan dan perbibitan/perbenihan ternak.

Pada tahap awal, kolaborasi ini akan dimulai dengan pengembangan ayam IPB D1 di wilayah Sumatera Barat dengan melibatkan UPTD Ternak Unggas termasuk pendampingan manajemen budidaya dan pembuatan pakan berbasis bahan lokal. (Femmy/Sri Suharti).