Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) merayakan Dies Natalis ke-42 di IPB University dengan semangat kolaborasi dan inovasi untuk kemajuan peternakan nasional. Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema “Ismapeti Menginspirasi, Peternakan Bertransformasi”.
Acara dihadiri delegasi dari 20 perguruan tinggi peternakan se-Indonesia, tokoh akademisi, dan praktisi industri peternakan. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi, pertukaran gagasan, sekaligus wadah memperkuat sinergi mahasiswa peternakan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof drh Deni Noviana, menyampaikan apresiasi atas kiprah Ismapeti yang telah berusia 42 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan semangat dan ketangguhan mahasiswa peternakan Indonesia.
“Empat puluh dua tahun tentu bukan waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang menunjukkan komitmen Ismapeti dalam menjaga sinergi antar mahasiswa peternakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema Dies Natalis tahun ini relevan dengan tantangan sektor peternakan yang terus berkembang.
“Sektor peternakan kini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga transformasi digital, keberlanjutan, kesejahteraan hewan, dan ketahanan pangan nasional. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membawa sains, teknologi, dan nilai sosial kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Prof Idat Galih Permana, menyebut Dies Natalis ke-42 Ismapeti sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pangan dan gizi nasional.
“Selamat datang kepada seluruh delegasi BEM Fakultas Peternakan dari berbagai universitas. Ini kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami dapat menjamu rekan-rekan semua di kampus IPB,” ujarnya.
Ia menyoroti peluang besar dunia peternakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Menurutnya, program ini berpotensi meningkatkan kebutuhan produk hasil ternak seperti daging dan susu, sekaligus menjadi tantangan untuk meningkatkan produktivitas nasional.
“Kebutuhan produk peternakan akan meningkat signifikan, sementara produktivitas susu baru sekitar 20 persen dan ketergantungan impor daging sapi masih 25 persen,” ungkapnya.
Prof Idat menegaskan, kegiatan seperti Ismapeti menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan mahasiswa. Ia berharap semangat Dies Natalis ke-42 dapat memperkuat jejaring dan melahirkan ide-ide inovatif bagi kemajuan peternakan Indonesia.
“Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum bagi generasi muda peternakan untuk bergerak bersama membangun masa depan yang gemilang,” tutupnya.
Acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti Simposium Nasional, Temu Ilmiah dan Bakti Amal Mahasiswa Peternakan Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Puncak acara ditutup dengan pengumuman pemenang berbagai lomba, termasuk Lomba Karya Tulis Ilmiah, Business Plan, Infografis, Esai, dan Olimpiade Peternakan. (Fj)
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Anuraga Jayanegara (42 tahun), meraih Habibie Prize 2025, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada ilmuwan Indonesia atas kontribusi luar biasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.