News

Bisnis di sektor peternakan masih dianggap menguntungkan, khususnya ternak kambing. Hal ini diungkap oleh Budi Susilo Setiawan, salah seorang peternak kambing dan domba di Desa Tegalwaru, Bogor. Budi merupakan salah satu mitra nasabah mikro Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak tahun 2010. Selain dari investor pribadi, sumber modal utama Budi adalah dari pinjaman mikro di BSM. Modal ini digunakannya untuk mengelola lahan miliknya seluas 12 hektare (ha).

Lahan milik Budi ini berada di kawasan Agrowisata Waru Farm Land, di desa wisata sentra UKM Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

“Di lahan ini, selain untuk bisnis ternak kambing, juga ada bisnis ternak sapi dan domba. Saya juga merambah bisnis properti, jual tanah kavlingan,” katanya saat ditemui di peternakannya di Desa Tegalwaru, Bogor, Rabu (26/6).

Budi bercerita sudah 16 tahun menekuni bisnis ternak kambing dan domba. Awalnya pria lulusan Fakultas Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini hanya menjual kambing titipan petani di tahun 2002 lalu.

“Dulu tahun 2002 itu mulai jual kambing orang ada sekitar 13 ekor untuk kurban. Lalu, dapat untung dan tahun 2003 mulai ternak 40 ekor kambing dan masih jual sebanyak 86 ekor kambing,” katanya. Setiap tahun, jumlah ternak kambing Budi bertambah. Tahun 2004, tercatat kambing ternak Budi bertambah menjadi 100 ekor dan yang siap dijual sebanyak 106 ekor.

“Di tahun 2005 itu memutuskan untuk perbesar kandang, dengan begitu jumlah kambing yang diternak sebanyak 500 ekor dan dijual 800 ekor,” kisahnya.

Lalu, pada 2006 jumlah kambing ternaknya bertambah hingga mencapai 800 ekor dan dijual sebanyak 2.700 ekor kambing. Kemudian, pada 2007 dia merawat 700 ekor kambing, menjual 1.700 ekor kambing.

Budi juga masuk ke peternakan sapi sejak tahun 2007 dengan menjual sebanyak 7 ekor. Kemudian di tahun 2008, jumlah sapi Budi bertambah menjadi 4 ekor.

Read more: Kisah Peternak Kambing di Bogor yang Raup Omzet Rp 500 Juta per Bulan