Produk PKM Fakultas Peternakan IPB University Hadir dalam ILDEX 2025
Kegiatan The 7th International Livestock and Dairy Expo (ILDEX) Indonesia 2025 yang digelar pada pada 17–19 September di Hall 3-3A Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City menampilkan berbagai booth dari dunia peternakan baik industri maupun akademisi.
Pada pameran ini, Fapet IPB turut menampilkan beberapa produk, antara lain pakan ternak Sorinfer, magot, wafer ternak, telur, produk BSF (black soldier fly) berupa pakan kucing dan beberapa pakan ternak lain. Hadir pula produk PKM dengan bernama SunWhey, Inovasi Sheet Mask dari Limbah Pangan. Produk ini merupakan inovasi kecantikan berbasis nata de whey dengan nano kolagen ceker ayam dan ekstrak ampas kopi, SunWhey sukses lolos pendanaan Belmawa.
Tim PKM-K Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menamakan diri mereka SunWhey berhasil mencuri perhatian dengan inovasi unik berupa sheet mask berbasis nata de whey. Produk ini diperkaya dengan nano kolagen ceker ayam serta antioksidan ekstrak ampas kopi, menghadirkan perpaduan sains dan keberlanjutan dalam dunia kecantikan. Prestasi mereka semakin lengkap setelah lolos pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Ide ini lahir dari keresahan tim terhadap limbah organik yang kerap dibuang tanpa dimanfaatkan. SunWhey ingin membuktikan bahwa sesuatu yang dianggap tak berguna bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. Dengan mengolah whey, ceker ayam, dan ampas kopi menggunakan teknologi modern, mereka menciptakan solusi alami untuk mencegah penuaan dini sekaligus mendorong pengelolaan produk sampingan yang lebih berkelanjutan.
SunWhey sendiri merupakan hasil riset panjang yang mengoptimalkan tiga bahan utama. Whey dipilih karena kaya akan laktoferin dengan manfaat antiinflamasi, nano kolagen ceker ayam mudah diserap kulit untuk menjaga elastisitas, sedangkan ampas kopi robusta kaya antioksidan yang efektif melawan radikal bebas. Kombinasi ini menghasilkan sheet mask biodegradable yang ramah lingkungan sekaligus aman untuk kulit.
Tak hanya fokus pada bahan, proses produksi SunWhey juga dilakukan secara ketat sesuai standar internasional. Tim menerapkan GMP (Good Manufacturing Practices) untuk mutu, SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) untuk kebersihan, dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) demi memastikan keamanan produk dari potensi bahaya. Penerapan standar ini menunjukkan keseriusan mereka menghadirkan inovasi yang profesional dan berkualitas.
Prestasi mereka mendapat apresiasi dari Belmawa. Proposal bertajuk “SunWhey: Sheet Mask Berbasis Nata de Whey, Tinggi Nano Kolagen dan Antioksidan sebagai Antiaging” berhasil memperoleh pendanaan. Dukungan ini menjadi modal besar bagi SunWhey untuk memperluas produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Respon masyarakat terhadap SunWhey juga sangat positif. Survei yang dilakukan terhadap 82 responden di berbagai kota—mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Bandar Lampung, Palembang, OKU Selatan, hingga Banjarmasin—menunjukkan bahwa 71 responden siap membeli produk ini. Angka ini membuktikan bahwa produk kecantikan berbasis keberlanjutan semakin diminati.
Kesempatan tampil di ILDEX Indonesia 2025 menjadi tonggak penting perjalanan SunWhey. Pameran berskala internasional ini membuka peluang bagi mereka untuk memperkenalkan produk tidak hanya ke audiens nasional, tetapi juga internasional. Partisipasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dan berpotensi menembus pasar global.
“Kami ingin membuktikan bahwa bahan yang dianggap sisa bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi, bahkan bermanfaat bagi kesehatan kulit.” ujar Pasccal, ketua tim SunWhey. Bagi mereka, inovasi ini bukan sekadar bisnis, tetapi sebuah misi untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah pangan.
SunWhey menjadi bukti nyata bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi berdampak besar. Dari limbah pangan lahirlah karya yang memadukan sains, keberlanjutan, dan kecantikan. Kehadiran mereka di ILDEX Indonesia 2025 menegaskan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi kreatif demi masa depan yang lebih baik (Andra Ramawan/Femmy)
Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut serta dalam kegiatan The 7th International Livestock and Dairy Expo (ILDEX) Indonesia 2025 yang digelar pada hari Rabu sampai dengan Jumat di Hall 3-3A Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda. Dalam sambutannya. Agung Suhanda menyampaikan bahwa ILDEX bukan sekadar ajang bisnis, melainkan wadah berbagi inovasi, transfer pengetahuan, serta kolaborasi melalui pameran produk, teknologi terbaru, seminar, workshop, dan diskusi yang relevan.