Jejak Musim Semi di Kyoto: Ikhtiar Divisi THT Fapet IPB Mengangkat Nilai Tambah Produk Ternak Lewat Riset Biomolekul
Kyoto, Jepang — Senin pagi, 28 April 2026. Angin bertiup pelan menyusuri jalanan kota tua itu, sementara sinar matahari pagi menembus sela-sela pepohonan rindang yang menaungi kawasan sekitar Kyoto University. Sakura memang telah lama gugur, tetapi jejak musim semi masih terasa kuat dalam warna hijau dedaunan yang mulai memenuhi kampus legendaris tersebut.
Sesaat setelah keluar dari Stasiun JR Kyoto, Prof. Irma Isnafia Arief dan Dr. Cahyo Budiman menarik napas lega. Perjalanan pagi dari Osaka menuju Kyoto dengan gerbong kereta yang padat akhirnya terbayar oleh suasana kota yang tenang dan menenangkan. Bagi dua dosen dari Divisi Teknologi Hasil Ternak (THT), Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University tersebut, cuaca Kyoto yang sejuk tentu terasa berbeda dibandingkan ritme panas dan hujan tropis Bogor yang akrab bagi keseharian mereka.
Produk hasil ternak selama ini dikenal luas sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Namun, di balik fungsi pangannya, produk ternak ternyata juga menyimpan potensi besar sebagai sumber senyawa bioaktif untuk mendukung pengembangan terapi penyakit infeksi, termasuk malaria zoonotik.