Desa Wawasan, Lampung Selatan — Dalam upaya meningkatkan pemahaman peternak mengenai pentingnya kesejahteraan ternak dalam sistem budidaya sapi pedaging, IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2025 menyelenggarakan kegiatan edukatif yang berfokus pada penerapan prinsip animal welfare di tingkat peternak rakyat.
Kegiatan ini dilangsungkan pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera, Desa Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari. Acara ini diikuti oleh 46 peternak dari lima kelompok ternak anggota KPT, serta didukung penuh oleh pemerintah desa setempat yang hadir melalui Kepala Desa dan Sekretaris Desa Wawasan.
Sebagai narasumber kali ini adalah, Edit Lesa Aditia, S.Pt., M.Sc., dosen dari Divisi Produksi Ternak dan Aneka Ternak (Proterdkat), Fakultas Peternakan IPB University, menyampaikan materi bertajuk "Kesejahteraan Ternak untuk Mendukung Pencegahan Stunting dan Mortalitas Pedet". Dalam paparannya, Edit menegaskan bahwa prinsip animal welfare bukan sekadar isu etika, namun juga berkaitan erat dengan produktivitas, daya tahan ternak, dan keberhasilan sistem budidaya secara menyeluruh.
Materi yang disampaikan berpusat pada lima kebebasan pokok hewan (five freedoms), yakni:
- Kebebasan dari rasa lapar dan haus
- Kebebasan dari ketidaknyamanan fisik
- Kebebasan dari rasa sakit dan penyakit
- Kebebasan mengekspresikan perilaku alami
- Kebebasan dari rasa takut dan stress
Edit menekankan bahwa ketika prinsip-prinsip ini diterapkan dengan benar, maka sapi pedaging akan tumbuh lebih sehat, mampu bereproduksi optimal, dan memiliki risiko kematian pedet yang jauh lebih rendah. Peternak diajak untuk memperhatikan kondisi lingkungan kandang, sanitasi, pemberian pakan dan air bersih, serta cara penanganan yang tidak menyebabkan trauma pada ternak.
Dalam forum tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi, para peternak aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, seperti kesulitan mengenali tanda stres pada sapi, cara mengatur kepadatan kandang, dan bagaimana menerapkan prinsip kesejahteraan dengan sumber daya terbatas. Diskusi ini memperlihatkan semangat tinggi dari para peserta untuk melakukan perubahan yang positif dan berkelanjutan dalam sistem pemeliharaan mereka.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Dospulkam IPB University 2025, di bawah kepemimpinan Dr. Sigid Prabowo, S.Pt., M.Sc., bertema “Diseminasi inovasi sistem seleksi dan budidaya ternak untuk menurunkan stunting serta mortalitas pedet di KPT Maju Sejahtera Lampung Selatan” yang secara khusus dirancang untuk membawa hasil penelitian, inovasi, dan pendekatan ilmiah IPB ke komunitas desa, terutama di daerah asal para dosen.
Melalui kegiatan ini, IPB University menegaskan komitmennya dalam mendampingi peternak rakyat untuk mengadopsi praktik beternak yang lebih manusiawi, adaptif, dan produktif. Ke depan, penerapan prinsip kesejahteraan hewan diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam menurunkan angka stunting dan kematian pedet, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak itu sendiri. (Edit Lesa Aditia)