Dalam dunia industri manufaktur pangan, konsistensi dan keamanan adalah segalanya. Bagi seorang pakar teknologi susu, perjalanan karier bukan sekadar tentang angka produksi, melainkan tentang menjaga kualitas nutrisi yang sampai ke tangan jutaan keluarga. Sosok profesional ini adalah perwujudan dari dedikasi tersebut—seorang pemimpin operasional yang telah menghabiskan lebih dari 23 tahun mengawal standar kualitas di salah satu raksasa industri susu dunia, PT Frisian Flag Indonesia.
Fondasi keahliannya diletakkan di Fakultas Peternakan IPB University. Lulus pada tahun 2000 dari jurusan Teknologi Hasil Ternak, Fapet IPB, ia bukan sekadar mahasiswa biasa. Keunggulannya di bidang akademis terlihat saat ia dipercaya menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Mikrobiologi dan Teknologi Pengolahan Susu. Di laboratorium kampus itulah, ia mulai mengasah kemampuannya dalam mempersiapkan praktikum dan memahami karakteristik susu secara mendalam, sebuah modal berharga yang membawanya langsung ke garis depan industri setelah lulus.
Karier profesionalnya dimulai di PT Industri Susu Alam Murni sebagai Production Supervisor, sebelum akhirnya memulai perjalanan panjangnya di Frisian Flag pada tahun 2002. Selama lebih dari dua dekade, ia telah menduduki berbagai posisi manajerial krusial. Keahliannya mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari Milk Powder Processing, teknik Spray Drying, hingga pengelolaan lini produksi Sweet Condensed Milk (susu kental manis).
Sebagai seorang Dairy Technologist Manager dan Milk Powder Blending Manager, ia dikenal sebagai pakar dalam sistem Cleaning in Place (CIP), validasi proses, serta eliminasi risiko kontaminasi. Kemampuannya mengelola operasional skala besar tidak perlu diragukan lagi; ia terbukti mampu memimpin tim yang terdiri dari lebih dari 200 personel dengan kapasitas produksi mencapai 230 ton per hari. Tak hanya mengejar target produksi, ia juga memegang teguh prinsip Operational Excellence dengan mempertahankan rekor zero accident (nol kecelakaan kerja).
Salah satu titik penting dalam kariernya adalah ketika ia dipercaya memimpin proyek implementasi SAP (Make to Demand Production Chair), yang menunjukkan bahwa ia tidak hanya mumpuni secara teknis di lantai produksi, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan sistem manajemen modern.
Perjalanan karier selama hampir 24 tahun di satu institusi besar adalah bukti nyata dari loyalitas, integritas, dan kompetensi yang terus berkembang. Dari seorang asisten dosen di Bogor hingga menjadi manajer kunci di industri susu nasional, sosok ini menunjukkan bahwa kombinasi antara pemahaman sains peternakan yang kuat dengan kepemimpinan operasional yang tangguh adalah kunci dalam menjaga kedaulatan pangan dan kualitas nutrisi bangsa.