Banyak orang menganggap bahwa jalur karier seseorang ditentukan sepenuhnya oleh gelar sarjana yang disandang. Namun, sosok Maya membuktikan bahwa fondasi pendidikan yang kuat di bidang sains justru bisa menjadi batu loncatan yang luar biasa untuk menaklukkan industri komunikasi dan media. Lahir di Bogor pada 30 April 1990, Maya mengawali langkah besarnya di Institut Pertanian Bogor (IPB), mengambil jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) di Fakultas Peternakan.

Meski menempuh pendidikan di bidang peternakan, ketajaman analisis dan kemampuan komunikasinya membawa Maya menyeberang ke dunia jurnalistik tak lama setelah lulus. Pada tahun 2011, ia memulai debutnya sebagai reporter news bulletin di tvOne. Selama lima tahun masa baktinya di sana, Maya menempa diri di garis depan pemberitaan nasional. Ia meliput spektrum isu yang sangat luas—mulai dari hiruk-pikuk politik, kompleksitas hukum dan kriminal, hingga kehangatan isu sosial dan budaya.

Puncak karier lapangannya di tvOne tercapai ketika ia dipercaya menjadi wartawan khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, selama dua tahun. Menempel ketat agenda orang nomor dua di Indonesia tersebut memberinya perspektif mendalam tentang bagaimana kebijakan negara dirumuskan dan dikomunikasikan kepada publik.

Namun, rasa haus akan ilmu pengetahuan tak pernah padam. Pada tahun 2016, berbekal beasiswa penuh dari LPDP, Maya memutuskan untuk terbang ke Britania Raya. Ia memilih program Media Management di University of Glasgow, Skotlandia. Langkah ini merupakan upaya seriusnya untuk mendalami sisi manajerial industri media secara teoretis. Hasilnya pun luar biasa; Maya lulus pada tahun 2017 dengan predikat First Class Honour (Summa Cumlaude), sebuah pencapaian akademik tertinggi yang membanggakan almamater dan negaranya.

Sekembalinya ke tanah air dengan gelar magister di tangan, Maya kembali ke industri televisi, kali ini dengan peran yang lebih strategis sebagai News Producer di SCTV. Ia menjadi otak di balik layar untuk program-program ikonik seperti Liputan 6 Siang dan Sosok Minggu Ini. Salah satu pencapaian gemilangnya adalah saat ia mengawal program travelling bertajuk Destinasi. Di bawah supervisinya, program tersebut sukses meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata sebagai salah satu program perjalanan terbaik pada tahun 2019.

Setelah hampir satu dekade melanglang buana di industri televisi—mulai dari reporter lapangan hingga produser peraih penghargaan—Maya memutuskan untuk membagikan tumpukan pengalamannya kepada generasi muda. Sejak tahun 2019, ia resmi terjun ke dunia pendidikan tinggi sebagai dosen.

Kini, di ruang-ruang kelas, Maya mengajar berbagai mata kuliah jurnalistik dengan fokus penelitian pada Journalism & New Media. Ia tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang bagaimana dinamika ruang redaksi yang sebenarnya. Perjalanan Maya adalah sebuah pesan kuat bagi seluruh mahasiswa: bahwa latar belakang pendidikan di Fakultas Peternakan tidak pernah membatasi seseorang untuk menjadi apa pun, bahkan menjadi seorang ahli media dan akademisi jurnalistik yang disegani.


Sosok Lainnya