Di beberapa wilayah di Indonesia, kerbau kerap menjadi pilihan utama sebagai hewan kurban selain kambing atau domba. Selain karena faktor tradisi di daerah tertentu, harganya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi membuat sebagian masyarakat menjatuhkan pilihan pada hewan ini.

Sayangnya, daging kerbau sering kali dihindari karena adanya anggapan bahwa teksturnya keras, sulit diolah, memiliki aroma yang tajam, serta kalah prestisius dibandingkan daging sapi. Padahal, jika diolah dengan metode yang benar, daging kerbau bisa menjadi alternatif sumber protein hewani yang sangat lezat, sehat, dan ekonomis.

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, membagikan sejumlah teknik sederhana namun efektif yang bisa diterapkan masyarakat agar masakan daging kerbau menjadi empuk dan menggugah selera.

Mengapa Daging Kerbau Terasa Keras?
Menurut Prof. Irma, daging kerbau secara alami memang memiliki karakteristik serat dan struktur yang berbeda. "Daging kerbau memiliki tekstur lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan enak disantap," jelasnya. Kegagalan dalam mengolah umumnya terjadi karena masyarakat menyamakannya dengan cara memasak daging sapi.

Langkah Rahasia Mengolah Daging Kerbau agar Empuk dan Lembut
Untuk mendapatkan tekstur yang pas dan tidak alot, berikut adalah beberapa teknik yang direkomendasikan oleh Prof. Irma:

1. Potong Melintang Serat
Langkah paling awal dimulai dari cara memotong. Pastikan Anda memotong daging dengan arah melintang serat. Teknik dasar ini akan memutus rantai serat daging yang kuat, sehingga memudahkan proses pemasakan sekaligus membantu daging menjadi jauh lebih lembut saat dikunyah.

2. Lakukan Pengempukan Fisik (Dipukul)
Sebelum dibumbui, jangan ragu untuk memukul-mukul daging kerbau terlebih dahulu. Banyak orang mengabaikan hal ini, padahal teknik mekanis sederhana seperti memukul daging sangat berpengaruh besar terhadap hasil akhir tekstur daging agar tidak sulit dikunyah.

3. Manfaatkan Enzim Pelunak Alami
Anda bisa memanfaatkan buah-buahan atau dedaunan di sekitar rumah yang mengandung enzim pelunak serat daging alami, contohnya daun pepaya dan nanas.

  • Daun Pepaya: Bungkus daging kerbau di dalam daun pepaya selama kurang lebih 10 menit.
  • Buah Nanas: Campur dan aduk daging bersama irisan nanas selama 5–10 menit.
    Catatan Penting: Jangan merendam atau membungkus daging terlalu lama agar strukturnya tidak hancur.

4. Marinasi dengan Bumbu untuk Mengurangi Aroma Khas
Daging kerbau memiliki aroma khas yang cenderung lebih tajam. Untuk menyiasatinya, rendamlah daging dalam campuran bumbu dapur seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis. Kombinasi bumbu ini efektif menekan aroma tajam sekaligus membantu meningkatkan kelembutan daging.

5. Terapkan Metode Memasak Perlahan (Slow Cooking)
Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah memasak daging kerbau menggunakan api besar karena ingin cepat matang. “Ini justru membuat daging cepat kering dan keras,” tutur Prof. Irma.

Oleh karena itu, gunakan metode memasak perlahan (slow cooking) dengan api kecil, atau manfaatkan teknologi dapur seperti panci presto untuk melunakkan daging secara optimal tanpa merusak kandungan gizinya.

Mengubah Persepsi, Meningkatkan Konsumsi
Rendahnya popularitas daging kerbau di masyarakat perkotaan umumnya dipicu oleh kurangnya edukasi mengenai cara penanganan pasca-panen yang tepat. Distribusinya yang tidak seluas daging sapi serta adanya gengsi budaya (prestise) membuat bahan pangan berkualitas ini sering dikesampingkan.

Melalui edukasi dan tips praktis ini, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk mengonsumsi atau memilih kerbau sebagai hewan kurban maupun hidangan harian. Saat kita menguasai teknik pengolahannya, daging kerbau akan menjelma menjadi sajian yang tidak kalah berkelas, empuk, dan tentunya ramah di kantong.


Riset & Kepakaran