Selama ini sekam padi dianggap sebagai alas kandang terbaik untuk ayam broiler di Indonesia. Namun, sebuah riset doktoral terbaru dari IPB University membuktikan bahwa slat plastik bukan hanya mampu menggantikan sekam padi, tetapi juga memberikan keuntungan  bagi peternak.

Penelitian yang dilakukan oleh Daryatmo dalam disertasinya berjudul "Analisis Kualitas Udara, Status Fisiologis dan Animal Welfare serta Produktivitas Ayam Broiler pada Closed House dengan Alas Slat dan Litter menunjukkan bahwa penggunaan slat plastik pada kandang modern (closed house) mampu meningkatkan produktivitas ayam sekaligus memperbaiki kesejahteraan ternak.

Dalam sidang Promosi Doktor pada hari Selasa, 5 Mei 2025 tersebut, Salah satu temuan paling menarik adalah bahwa kandang dengan slat plastik menghasilkan konsentrasi debu yang jauh lebih rendah dibanding kandang dengan litter sekam padi. Udara kandang yang lebih bersih berpotensi menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih nyaman bagi ayam maupun pekerja kandang.

Tidak hanya itu, ayam yang dipelihara di atas slat plastik mengalami kasus footpad lesions dan hockburn yang lebih rendah, dua masalah umum yang sering muncul akibat kontak dengan litter lembap dan kotor.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ayam broiler yang dipelihara menggunakan slat plastik memiliki:

  • Pertambahan bobot badan lebih tinggi,
  • Bobot potong lebih besar,
  • Total hasil panen lebih banyak.
  • Dengan produksi yang meningkat, analisis biaya diferensial menunjukkan bahwa penggunaan slat plastik memberikan keuntungan ekonomi positif bagi peternak.

Sekam padi yang selama ini menjadi litter utama kini semakin langka dan mahal karena bersaing dengan industri biomassa, pembangkit listrik, dan briket. Kondisi ini membuat peternak membutuhkan alternatif yang lebih stabil dan efisien.

“Slat plastik dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap sekam padi, baik dari sisi ketersediaan maupun kualitas,” demikian salah satu kesimpulan utama penelitian ini.

Kabar baiknya, penggunaan slat plastik tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi fisiologis maupun sistem imun ayam broiler. Kadar amonia, oksigen, dan karbon dioksida pada kedua tipe kandang juga relatif sama, menunjukkan bahwa sistem ini aman untuk diterapkan dalam skala industri.

Penelitian ini dilakukan pada dua unit kandang closed house komersial berkapasitas masing-masing 25.000 ekor ayam, sehingga hasilnya sangat relevan dengan kondisi industri nyata.

Temuan ini membuka peluang besar bagi peternak untuk mengadopsi teknologi yang:

  • Meningkatkan produktivitas,
  • Memperbaiki kesejahteraan hewan,
  • Menurunkan ketergantungan pada bahan baku yang semakin langka,
  • dan meningkatkan keuntungan usaha.

Riset & Kepakaran