Dalam industri peternakan modern, baik komoditas ayam ras petelur (layer) maupun ayam ras pedaging (broiler), optimalisasi efisiensi pakan memegang peranan yang sangat krusial. Guna mencapai produktivitas yang maksimal, pemenuhan nutrisi makro saja tidak lagi cukup. Diperlukan strategi khusus melalui pemanfaatan feed additive (zat aditif pakan).

Dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP), Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Widya Hermana, menguraikan secara komprehensif mengenai urgensi, klasifikasi, serta dampak strategis dari penggunaan feed additive demi mendongkrak performa, kesehatan, dan kualitas produk akhir unggas.

Apakah Itu Feed Additive?
Feed additive atau zat aditif pakan adalah bahan tambahan yang dimasukkan ke dalam pakan ternak. Bahan ini diberikan dengan tujuan khusus di luar nutrisi utama untuk meningkatkan performa keseluruhan, memelihara kesehatan, memacu produktivitas, serta menaikkan kualitas produk yang dihasilkan oleh ayam.

Manfaat Feed Additive bagi Peternakan Ayam
Secara umum, Dr. Widya Hermana menekankan bahwa intervensi feed additive sangat diperlukan oleh para peternak saat ini. Beberapa manfaat esensialnya meliputi:

  • Meningkatkan Palatabilitas: Membantu meningkatkan tingkat kesukaan atau nafsu makan ayam terhadap pakan yang disajikan.
  • Meningkatkan Kecernaan Nutrien: Membantu mengoptimalkan proses pencernaan sehingga sari-sari makanan lebih mudah diserap oleh tubuh.
  • Sebagai Pengawet dan Antijamur: Menjaga kualitas pakan agar tahan lama dan terhindar dari kerusakan akibat jamur.
    Penghambat Mikroorganisme Patogen: Berfungsi menekan pertumbuhan bakteri merugikan di dalam saluran pencernaan ayam.

Jenis-Jenis Feed Additive yang Dapat Digunakan
Dosen IPB University tersebut menjelaskan bahwa zat aditif pakan dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis utama:

  • Probiotik Merupakan mikroorganisme hidup menguntungkan yang sengaja ditambahkan ke dalam pakan untuk menjaga keseimbangan flora di dalam saluran pencernaan ayam.
  • Prebiotik Merupakan bahan makanan khusus yang tidak terserap, yang berfungsi sebagai sumber pakan atau nutrisi bagi mikroorganisme baik tersebut agar dapat berkembang biak dengan optimal.
  • Sinbiotik Merupakan gabungan strategis antara probiotik dan prebiotik. Menurut Dr. Widya, jenis sinbiotik ini mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada hanya memberikan probiotik atau prebiotik secara terpisah. Hal ini dikarenakan di dalam sinbiotik sudah tersedia mikroorganisme sekaligus makanan yang dibutuhkan untuk perkembangannya.
  • Enzim Bahan aditif yang jumlah penambahannya dapat disesuaikan dengan tujuan spesifik peternak, khususnya mengenai jenis nutrien apa yang ingin dicerna secara lebih cepat oleh tubuh ayam.
  • Herbal (Fitobiotik) Zat aditif alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan rimpang maupun dedaunan kaya manfaat, seperti daun sirsak, daun salam, dan daun binahong.
  • Vitamin dan Mineral Sediaan esensial yang diberikan dalam bentuk langsung dari produsen farmasi untuk melengkapi kebutuhan mikro ayam.

Bagaimana Efeknya Terhadap Ayam?
Pemberian feed additive secara tepat memberikan efek fisiologis yang nyata pada ayam:

1. Peningkatan Produksi Telur dan Bobot Karkas
Sebagai contoh nyata, penambahan probiotik jenis Lactobacillus sp pada pakan ayam petelur terbukti memberikan dampak positif berupa peningkatan produksi telur. Selain pada ayam petelur, penggunaan aditif ini juga berkontribusi pada peningkatan bobot karkas ayam.

2. Menjaga Perkembangan Normal dan Mencegah Defisiensi
Penambahan vitamin dan mineral mutlak harus ada di dalam formulasi pakan. Hal ini dikarenakan tubuh unggas tidak dapat mensintesis atau memproduksi vitamin sendiri. Padahal, peran vitamin sangat esensial untuk mendukung perkembangan jaringan tubuh yang normal, menjaga kesehatan, menunjang pertumbuhan, serta memenuhi kebutuhan hidup pokok ayam.

Apabila vitamin tidak tersedia di dalam pakan atau gagal diserap (diabsorpsi) oleh tubuh ternak, maka unggas akan mengalami defisiensi vitamin. Efek dari defisiensi ini dapat mengganggu seluruh siklus hidup dan kesehatan ayam secara drastis.

Pemanfaatan feed additive merupakan langkah strategis yang tidak boleh diabaikan dalam manajemen peternakan unggas modern. Dengan pemilihan jenis aditif yang tepat—baik itu sinbiotik, enzim, herbal, maupun vitamin—peternak dapat memastikan ayam tumbuh dengan sehat, performa produksi optimal, dan kualitas produk yang dihasilkan memuaskan.


Riset & Kepakaran