Telur merupakan salah satu sumber protein hewani bergizi tinggi yang paling terjangkau bagi masyarakat. Sayangnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) masih menunjukkan ironi: belanja rumah tangga untuk rokok sering kali justru lebih besar ketimbang untuk membeli telur. Padahal, sebutir telur menyimpan manfaat luar biasa sebagai investasi sederhana bagi pertumbuhan anak dan kesehatan keluarga.

Agar manfaat gizinya optimal, masyarakat tidak hanya perlu rutin mengonsumsinya, tetapi juga harus cerdas dalam memilih dan menyimpannya. Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Niken Ulupi, membagikan panduan praktis untuk mengenali telur berkualitas serta cara penanganan yang tepat di rumah.

Ciri Fisik Telur Segar: Jangan Terkecoh Warna Cangkang
Banyak mitos beredar bahwa warna cangkang telur menentukan kandungan gizinya. Prof. Niken Ulupi meluruskan anggapan keliru tersebut. Menurutnya, perbedaan warna cangkang (seperti putih atau cokelat) murni dipengaruhi oleh pigmen alami dari induk ayam, bukan kualitas nutrisinya.

"Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup," jelas Prof. Niken.

Lantas, bagaimana cara memilih telur yang baik di pasar atau supermarket? Prof. Niken membagikan ciri fisik yang bisa langsung Anda amati:

  • Bentuk Oval Sempurna & Terasa Berat: Saat dipegang, telur yang segar akan terasa mantap (bobotnya pas) dan memiliki struktur cangkang yang kuat.
  • Hindari Bentuk yang Abnormal: Telur dengan ujung yang terlalu runcing atau cangkang yang permukaannya sangat kasar sebaiknya dihindari. Kondisi ini bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan pada induk ayam saat bertelur.
  • Bersih Secara Alami: Pilih telur yang bersih. Cangkang yang terlalu kotor menandakan manajemen peternakan yang kurang higienis dan berisiko menjadi tempat menempelnya bakteri berbahaya.
  • Putih Telur Kental Saat Dipecah: Meski tampilan luar tidak mengubah nilai gizi, ia menjadi indikator kesegaran. Telur yang benar-benar fresh akan memperlihatkan lapisan putih telur yang kental dan mengikat kuat kuning telurnya saat dipecahkan.

Kulkas vs Suhu Ruang: Mana yang Lebih Baik?
Setelah membeli telur berkualitas, tantangan berikutnya adalah menyimpannya dengan benar agar tidak cepat busuk atau terkontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

Prof. Niken Ulupi sangat menyarankan untuk memanfaatkan teknologi pendingin jika tersedia di rumah. Cara terbaik adalah menyimpan telur di dalam kulkas karena metode ini dapat menjaga mutunya tetap prima hingga satu bulan. Pada suhu dingin tersebut, patogen akan "tidur" sehingga perkembangan bakteri otomatis terhenti.

Namun jika terpaksa disimpan pada suhu ruang, pastikan waktu penyimpanannya tidak lebih dari tiga minggu. Selain pembatasan waktu, ada dua aturan penting yang harus diperhatikan saat menyimpan telur di luar kulkas, yaitu menjauhkannya dari sumber panas seperti area dekat kompor, serta menjauhkannya dari bahan makanan atau bumbu yang beraroma tajam karena pori-pori cangkang telur sangat mudah menyerap bau di sekitarnya.

Tips Tambahan: Masak Hingga Matang Sempurna
Sebagai penutup, Prof. Niken mengingatkan pentingnya faktor pengolahan. Memasak telur hingga matang sempurna adalah langkah krusial untuk mematikan sisa-sisa bakteri. Hal ini menjadi semakin penting ketika kondisi imun tubuh kita atau anak-anak sedang tidak prima.

Dengan menerapkan tips memilih dan menyimpan telur dari Prof. Niken Ulupi ini, kita bisa memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan untuk telur benar-benar menjelma menjadi zat gizi optimal yang siap membangun kualitas generasi masa depan.


Riset & Kepakaran