Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University kembali melahirkan doktor baru melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan yang diselenggarakan pada Senin (20/7). Pada sidang tersebut, Dimar Sari Wahyuni berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Evaluasi Potensi Makroalga sebagai Rumen Modifier pada Pakan Komplit Domba Berdasarkan Pendekatan Teknologi Omik."
Penelitian ini menawarkan inovasi pemanfaatan berbagai spesies makroalga Indonesia sebagai pakan aditif alami untuk meningkatkan efisiensi fermentasi rumen sekaligus menekan emisi gas metana enterik pada ternak domba. Pendekatan penelitian dilakukan secara komprehensif melalui integrasi teknologi metabolomik dan metagenomik, sehingga tidak hanya mengevaluasi performa fermentasi rumen, tetapi juga mengungkap mekanisme biologis yang mendasari perubahan komunitas mikroba serta metabolit yang dihasilkan.
Dalam penelitiannya, Dimar mengevaluasi 14 spesies makroalga yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menurunkan produksi metana tanpa mengganggu proses fermentasi rumen. Bahkan, Sargassum sp. dan Caulerpa racemosa mampu menurunkan estimasi produksi metana hingga sekitar 71,86 persen pada pengujian in vitro.
Pada tahap formulasi pakan komplit, suplementasi Gracilaria gigas pada dosis 1 persen bahan kering menghasilkan produksi metana terendah secara konsisten pada berbagai parameter pengukuran. Di sisi lain, suplementasi makroalga juga terbukti meningkatkan sintesis protein mikroba, memperbaiki degradasi bahan pakan, serta memodulasi komposisi mikrobiota rumen tanpa mengganggu kestabilan pH rumen.
Menurut hasil penelitian tersebut, kekayaan biodiversitas makroalga Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai rumen modifier yang mendukung sistem peternakan ruminansia berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mendukung upaya mitigasi emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan.
Salah satu kebaruan utama penelitian ini adalah integrasi evaluasi fermentasi rumen secara in vitro dengan teknologi omik, yaitu metabolomik dan metagenomik. Pendekatan tersebut memungkinkan identifikasi metabolit bioaktif, perubahan komunitas mikroba rumen, hingga mekanisme penurunan metana secara lebih komprehensif dibandingkan penelitian konvensional. Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa penelitian lanjutan secara in vivo masih diperlukan untuk memastikan efektivitas serta dosis optimal sebelum teknologi ini diterapkan secara luas di lapangan.
Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt., M.Sc. selaku ketua komisi pembimbing, bersama Prof. Dr. Ir. I. Komang Gede Wiryawan dan Prof. Dr. Roni Ridwan, S.Pt., M.Si. sebagai anggota komisi pembimbing. Sidang promosi doktor turut menghadirkan penguji luar komisi, yaitu Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt., M.Si. serta Dr. Ir. RA Yeni Widiawati, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan ilmiah dalam pengembangan pakan aditif berbasis sumber daya laut Indonesia yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi ternak ruminansia, tetapi juga mendukung pengembangan sistem peternakan rendah emisi menuju pembangunan peternakan yang berkelanjutan.