Pengembangan teknologi pakan untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi kambing menjadi fokus penelitian disertasi Yusti Pujiawati, mahasiswa Program Doktor Ilmu Nutrisi dan Pakan, Pascasarjana Fapet IPB University. Penelitian berjudul “Performa Reproduksi dan Kapasitas Antioksidan Kambing dengan Pemberian Ransum Flushing PUFA dan Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus)” dipromosikan dalam sidang promosi doktor yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB University.

Penelitian ini berangkat dari pentingnya efisiensi reproduksi dalam usaha pembibitan kambing. Performa reproduksi ternak betina dipengaruhi oleh kecukupan nutrien, kondisi metabolisme, serta keseimbangan oksidatif selama proses reproduksi. Ransum flushing dengan kandungan asam lemak tidak jenuh rantai ganda atau polyunsaturated fatty acids (PUFA) digunakan sebagai salah satu strategi nutrisi untuk meningkatkan ketersediaan energi dan mendukung fungsi reproduksi.  Namun, pemanfaatan PUFA pada ternak ruminansia menghadapi kendala berupa proses biohidrogenasi di dalam rumen.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas metabolisme selama fase reproduksi dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas sehingga diperlukan dukungan antioksidan untuk menjaga keseimbangan redoks. Penelitian ini mengeksplorasi daun nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai sumber antioksidan alami yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pakan fungsional.

Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama mengeksplorasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit tanaman sebagai kandidat antioksidan alami. Lima tanaman yang diuji adalah daun nangka, daun teh hitam, lidah buaya, kunyit, dan kulit buah sirsak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun nangka memiliki kandungan total fenol tertinggi, yaitu 9,19 persen, sedangkan aktivitas antioksidannya termasuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 41,19 ppm. Pendekatan metabolomik mengidentifikasi 149 metabolit, dengan 27 metabolit berhasil dianotasi dan 17 di antaranya diprediksi memiliki aktivitas antioksidan.

Tahap kedua menguji pengaruh suplementasi ekstrak daun nangka dalam ransum flushing PUFA terhadap fermentasi rumen, biohidrogenasi asam lemak, dan profil metabolit. Perlakuan terdiri atas ransum flushing PUFA sebagai kontrol (R0), ransum flushing PUFA dengan ekstrak daun nangka (R1), serta ransum flushing PUFA terproteksi dengan ekstrak daun nangka (R2). Hasil studi in vitro menunjukkan suplementasi ekstrak daun nangka meningkatkan pH rumen, konsentrasi NH3-N, total VFA, serta kecernaan bahan kering. Perlakuan R1 dan R2 juga meningkatkan proporsi asam lemak tidak jenuh dalam cairan rumen dan memengaruhi profil asam empedu.

Tahap ketiga dilakukan secara in vivo menggunakan 15 ekor kambing dara persilangan Boer × Jawarandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum R2, yaitu flushing PUFA terproteksi yang diperkaya ekstrak daun nangka, mampu merangsang sintesis glukosa, menjaga stabilitas kolesterol, serta mencegah perombakan lemak tubuh secara berlebihan selama fase estrus. Sementara itu, ransum yang diperkaya ekstrak daun nangka menurunkan konsentrasi malondialdehid (MDA) darah dan risiko stres oksidatif.

Dari sisi reproduksi, perlakuan R2 merangsang pematangan oosit dan meningkatkan jumlah folikel berukuran besar. Perlakuan R1 dan R2 menghasilkan respons estrus 100 persen, sedangkan hasil performa reproduksi menunjukkan angka kebuntingan pada R2 mencapai 100 persen, dibandingkan 80 persen pada R0 dan R1. Litter size tercatat 1,75 pada R0, 2,25 pada R1, dan 2,00 pada R2.

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa kombinasi PUFA dan ekstrak daun nangka berpotensi memberikan manfaat yang saling mendukung melalui peningkatan efisiensi fermentasi rumen, pemeliharaan ketersediaan PUFA, pengendalian stres oksidatif, serta dukungan terhadap fungsi reproduksi. Ransum flushing PUFA terproteksi yang diperkaya ekstrak daun nangka berpotensi dikembangkan sebagai ransum fungsional untuk mendukung keseimbangan metabolit, status antioksidan, performa reproduksi, serta daya tahan hidup anak kambing.

Penelitian ini memperkuat peran inovasi nutrisi dalam mendukung produktivitas ternak kambing, khususnya melalui pendekatan yang mengintegrasikan energi, PUFA, proteksi nutrien, dan antioksidan alami dalam satu strategi pakan. Hasil tersebut membuka peluang pengembangan bahan pakan lokal, termasuk daun nangka, sebagai bagian dari teknologi pakan fungsional untuk mendukung sistem pembibitan kambing yang lebih produktif.


Riset & Kepakaran