Pendekatan nutrigenomik membuka peluang baru dalam pengembangan ayam lokal unggul Indonesia. Melalui disertasinya yang berjudul "Kajian Nutrigenomik Gen CAPN11 dan FABP4 pada Ayam IPB D1 yang Diberi Pakan Mengandung Minyak Ikan Lemuru dengan Suplementasi Mineral Zink dan Kromium”, Ahmad Saleh Harahap berhasil mengungkap interaksi antara faktor genetik dan nutrisi yang berpotensi meningkatkan performa produksi sekaligus kualitas nutrisi daging Ayam IPB D1.

Penelitian yang dilakukan di Program Studi Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Pascasarjana Fapet IPB University ini memanfaatkan pendekatan nutrigenomik untuk mengkaji bagaimana variasi gen CAPN11 dan FABP4 berinteraksi dengan formulasi pakan berbasis minyak ikan lemuru yang diperkaya mineral zink (Zn) dan kromium (Cr). Pendekatan tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan precision nutrition dan marker-assisted selection (MAS) dalam program pemuliaan Ayam IPB D1.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen CAPN11 memiliki keragaman genetik yang tinggi pada populasi Ayam IPB D1. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tujuh single nucleotide polymorphisms (SNP) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai kandidat marka molekuler. Variasi pada gen ini diketahui berkaitan dengan pertumbuhan, bobot badan, efisiensi penggunaan pakan, bobot karkas, serta perkembangan jaringan otot.

Sementara itu, gen FABP4 juga menunjukkan potensi sebagai marka molekuler yang berperan dalam metabolisme lipid. Variasi genetik pada gen tersebut berpengaruh terhadap kandungan mineral dan profil asam lemak daging, termasuk kandungan asam lemak jenuh, tidak jenuh, omega-3, omega-6, serta rasio PUFA/SFA yang berkaitan dengan kualitas gizi daging ayam.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa pemberian pakan berbasis minyak ikan lemuru dengan suplementasi Zn dan Cr menciptakan lingkungan nutrisi yang mendukung regulasi ekspresi gen. Minyak ikan lemuru sebagai sumber EPA, DHA, dan ALA berinteraksi dengan faktor genetik sehingga menghasilkan ayam dengan pertumbuhan optimal, karakteristik karkas yang baik, kandungan mineral seimbang, dan komposisi asam lemak yang lebih sehat.

Salah satu kontribusi utama penelitian ini adalah keberhasilannya mengintegrasikan aspek genetika dan nutrisi dalam satu pendekatan ilmiah. Selain mengidentifikasi polimorfisme gen CAPN11 dan FABP4, penelitian ini juga membuktikan adanya interaksi nyata antara genotipe dan perlakuan pakan terhadap sifat produksi maupun kualitas nutrisi daging. Temuan tersebut menghasilkan formulasi pakan berbasis minyak ikan lemuru dengan suplementasi Zn dan Cr sebagai strategi nutrigenomik untuk menghasilkan daging ayam yang lebih sehat.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperkuat konsep bahwa peningkatan mutu Ayam IPB D1 tidak cukup dilakukan melalui seleksi genetik ataupun perbaikan formulasi pakan secara terpisah. Integrasi keduanya melalui pendekatan nutrigenomik menjadi dasar ilmiah bagi penerapan precision nutrition dan marker-assisted selection dalam program pemuliaan ayam lokal Indonesia. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan Ayam IPB D1 sebagai ayam lokal unggul yang memiliki produktivitas tinggi sekaligus menghasilkan daging fungsional dengan kualitas nutrisi yang lebih baik bagi masyarakat.


Riset & Kepakaran