Melimpahnya daging kurban saat Idul adha menuntut kita untuk cerdas dalam menyimpannya. Salah penanganan bisa membuat daging cepat membusuk atau kehilangan gizinya.
Berikut adalah rangkuman panduan praktis dari Dr. Tuti Suryati, Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fapet IPB University, tentang cara mengelola daging kurban:
1. Penanganan Awal Setelah Diterima
- Pisahkan & Cuci: Pisahkan daging dengan jeroan segera. Cuci bersih keduanya dari sisa kotoran seperti pasir atau rumput.
- Tiriskan: Pastikan daging benar-benar kering dan tidak ada air yang menetes di permukaannya sebelum dikemas.
- Bagi per Porsi: Kemas daging menggunakan plastik transparan tidak berbau dalam ukuran kecil (250 gr atau 500 gr). Ini memudahkan pengambilan saat mau dimasak.
- Khusus Jeroan: Sebaiknya dimasak atau direbus terlebih dahulu sebelum disimpan di freezer.
2. Aturan Penting Mencairkan Daging Beku (Thawing)
Sebelum dimasak, daging yang membeku harus dicairkan dengan cara yang higienis. Cara yang direkomendasikan adalah:
- Dipindahkan ke kulkas biasa (chiller).
- Direndam air dingin (daging harus tetap di dalam kemasan plastik rapat).
- Menggunakan microwave atau ditaruh di atas papan besi khusus yang higienis.
- Pantangan: Jangan mencairkan di suhu ruang tanpa wadah, dan jangan membekukan ulang daging yang sudah dicairkan
3. Strategi Memasak Sehat dan Empuk
- Jangan Masak Saat Beku: Memasak daging yang belum cair sempurna akan membuat teksturnya menjadi alot.
- Gunakan Pengempuk Alami: Gunakan parutan nanas atau bungkus daging dengan daun pepaya agar sate atau daging bakar menjadi lebih empuk.
- Gunakan Bumbu Kaya Antioksidan: Ini membantu menghasilkan masakan yang lebih sehat.
- Hindari Gosong: Masaklah hingga matang sempurna (baik direbus, digoreng, atau dibakar), tetapi hindari bagian yang gosong demi kesehatan.