News

Iyep Komala, dosen IPB University dari Fakultas Peternakan memberikan pelatihan Pembelajaran Orang Dewasa dan Komunikasi Efektif secara daring. Pelatihan dilakukan dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Peternakan IPB University.

Iyep menyampaikan materi pelatihan secara interaktif. Hal ini supaya mahasiswa dapat memahami dirinya sebagai orang dewasa dan berperan sebagai orang dewasa yaitu sebagai provider, public figure, pembuat keputusan dan pelaksana program aksi.

“Mahasiswa sebagai orang dewasa, diharapkan dapat membantu secara psikologis pada perubahan sosial dan lingkungan, memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap baru yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Iyep saat pelatihan beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Iyep, dengan semakin dewasa, diharapkan mahasiswa juga mampu memberikan keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat, membantu mengubah kondisi sosial serta menjadi individu yang bebas dan otonom (mandiri).

Dalam kesempatan itu, Iyep juga memberikan pelatihan komunikasi efektif dan bagaimana mahasiswa dapat melakukan penyuluhan dengan bekal komunikasi secara efektif. Mahasiswa dibekali dengan tiga kunci keberhasilan komunikasi melalui verbal (7 persen), vokal (38 persen) dan visual (55 persen). Iyep turut memberikan strategi komunikasi secara interaktif, teknik mendengarkan, dan teknik penyuluhan.

“Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa harus dapat menghadapi berbagai macam golongan masyarakat berdasarkan klasifikasi adopter, yaitu innovator, early adopter, early majority, late majority dan laggards/kaum kolot. Sehingga mahasiswa dapat diterima oleh masyarakat dalam berbagai kegiatan yang dilakukan,” terangnya.

Tak hanya dihadiri mahasiswa IPB University, peserta juga berasal dari Universitas Negeri Padang, Universitas Padjadjaran, Universitas Mulawarman dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sawahlunto Sijunjung, Universitas Udayana dan Universitas Andalas.

Denisa Reni Fitriani, mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University, peserta pelatihan mengatakan,  setelah mengikuti kegiatan ini dirinya menjadi lebih aware mengenai pentingnya kemampuan public speaking dan dan personal branding. “Saya jadi paham tentang menjadi orang yang generalis dan spesialis. Secara keseluruhan, saya telah mendapatkan gambaran mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan. Materi ini sangatlah bermanfaat untuk gambaran dan mempersiapkan diri menuju dunia kerja,” jelasnya.

Hal sama diungkapkan Siti Zahwa Humaira. Mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University ini merasa semakin menghayati tentang arti dewasa. Rasa penasarannya tumbuh mengenai pengarahan diri dengan memunculkan kemampuan yang dimiliki, kelebihan yang ada dipertahankan dan ditingkatkan kekurangannya diperbaiki. 

Manfaat pelatihan juga diakui Laras Asjanita, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP).  Menurutnya, dalam berkomunikasi diperlukan sebuah keefektifan agar pemahaman/ide/gagasan diterima dengan baik.  “Maka dari itu, dalam materi juga dijelaskan bagaimana cara seseorang untuk berkomunikasi. Sehingga komunikasi yang terjadi bisa berakhir dengan baik, sesuai dengan tujuan yang diinginkan,” tandas mahasiswa program studi Peternakan Departemen Agroindustri Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNP ini (ipb.ac.id)

Mahasiswa IPB University belum lama ini lakukan kegiatan penyuluhan peternakan terkait “Pemanfaatan Limbah Ternak menjadi Pupuk Organik Cair (POC)”. Penyuluhan ini dilakukan dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Randusanga Kulon, Brebes, Jawa Tengah. Bertempat di Balai Desa, penyuluhan dihadiri oleh kepala desa dan para peternak.
 
“Limbah peternakan seperti kotoran kambing atau kotoran bebek yang ada di Desa Randusanga Kulon masih belum dimanfaatkan dengan baik. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan peternak dapat mengolah limbah peternakan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat seperti POC,” ujar Kepala Desa Randusanga Kulon, H Afan Setiono, SE dalam sambutannya.
 
Dalam kesempatan ini, mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University, Tri Lestari dan Faula Agustin menjelaskan terkait apa itu POC, manfaat POC. Dijabarkan pula cara pembuatan POC yang baik dan benar. 
 
“Desa Randusanga Kulon merupakan daerah yang sebagian besar masyarakatnya merupakan petani tambak. Namun, ada juga beberapa warga yang merupakan peternak. Mereka umumnya beternak kambing jenis kambing gibas. Saat kunjungan langsung terlihat peternak masih belum memanfaatkan limbah peternakan berupa kotoran ternak,” terang Lestari.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, kotoran ternak yang tidak dimanfaatkan dengan baik dapat menyebabkan bau yang tidak sedap. Menurut Lestari, salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat POC dari kotoran ternak. POC ini dapat menyuburkan tanah dan menambah nilai ekonomis.
 
Penyuluhan juga meliputi praktik langsung pembuatan POC yang dilakukan di depan Balai Desa Randusanga Kulon. Dipandu oleh Faula Agustin dan diikuti oleh semua peternak yang hadir. Bahan yang digunakan dalam pembuatan POC yaitu kotoran kambing kering, air, EM4 dan molases.
 
“Peternak yang hadir terlihat antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan saat pembuatan POC. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terkait pengolahan limbah peternakan yang baik dan benar. Produk POC dapat digunakan untuk peternak itu sendiri atau dapat dijual sehingga mampu menjadi usaha bagi peternak,” ungkap Faula (ipb.ac.id)