News

Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar talkshow bertajuk Yogurt Rosella dan Pengembangannya untuk Produk Roti Yogurupan dan Strudel. Acara ini merupakan bagian dari IPB Innovation EXPO 2023 yang diselenggarakan di Botani Square Mall Bogor (29/09). Prof. Irma Isnafia Arief, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fapet IPB sekaligus inventor dari yogurt rosella menjelaskan bahwa talkshow ini membahas dan menampilkan pangan olahan hasil ternak yang dihilirisasi menjadi ragam pangan sehat, yaitiu yogurt dengan ekstrak bunga rosella yang dari berbagai penelitian diketahui mempunyai banyak manfaat kesehatan. “Untuk pengembangan dari yogurt ini, kita membuat turunan ragam pangan lainnya yaitu roti dan cookies” ujarnya.

Dekan Fakultas Peternakan IPB University Dr Ir Idat Galih Permana, MSc. Agr yang memberikan sambutan pada acara tersebut mengatakan “Produk inovasi Fapet yogurt rosella saat ini sudah berkembang dan menghasilkan produk roti dan strudel yogurt rosella, terobosan yang luar biasa karena kita biasa mengonsumsi seperti makan eskrim atau susu. Sekarang yogurt itu dimasukkan ke dalam strudel ataupun roti yang dengan kita mengonsumsinya, selain mendapat rasa nikmat dari produk tersebut juga kita lebih sehat” jelasnya.

Talkshow ininjuga menampilkan beberapa Narasumber yang terlibat dalam produksi inovasi tersebut. Narasumber pertama adalah Edgina Burton, SPt, MSi  owner Yogurt Dairycious- CV Sari Burton menyampaikan awal mula produksi yogurt di tahun 2015 hingga berkembang seperti saat ini. “Tahun 2022, pada program Kedaireka bersama Prof. Irma, kami mengembangkan varian produk baru yaitu menambahkan rosella ke dalam yogurt dan juga ada tambahan bakteri probiotiknya yang menghasilkan karakteristik baru yang yang muncul dibanding dengan yang sebelumnya”. Karakteristik ini, menurut Burton lebih memberikan kesan segar ke produk dan meningkatkan pasar serta permintaan dari konsumen.

Reni Sulastriani SPt, owner Rezupan Bakery turut hadir memperkenalkan produknya yaitu Yogurupan-Roti Yogurt di hadapan peserta dan pengunjung acara tersebut. Reni memberikan gambaran dan tips mengenai roti tersebut “Dalam adonan roti kita tambahkan yogurt, untuk fillingnya juga kita tambahkan yogurt rosella. Produk ini tahan di suhu ruang selama 6 jam, untuk menjaga kualitas. Jika ingin lebih lama, bisa disimpan dalam freezer hingga 4 hari. Untuk menikmati kelezatannya, setelah keluar freezer di thowing terlebih dahulu di suhu ruang, lalu roti siap dikonsumsi dengan rasa yang segar dan adonan yang masih lembut, lebih enak dalam keadaan dingin”jelasnya.

Selain roti, pangan sehat lain yang ditampilkan adalah strudel dan cookies. Ade Rakhmawaty STP, owner Mawar Pakuan yang memproduksi inovasi tersebut menyebut baik strudel maupun cookies memiliki rasa yang unik, segar dan tidak terlalu manis sehingga ramah terhadap kosnumen yang menghindari gula. “Umumnya produk strudel atau cookies itu manis, namun pada produk strudel dengan isian yogurt membuat rasanya tidak manis, asam dan lebih segar. Pada produk almond crispy rasa yogurt juga menampikan cita rasanya unik dan creamy dengan tekstur yang lembut” tandasnya. (Femmy)

Pameran International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia ke-6 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Banten (20-22/9) menghadirkan berbagai produk, alat dan inovasi di bidang peternakan. Dalam gelaran tersebut, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB turut ambil bagian dengan mengenalkan prodi-prodi yang ada di Fapet serta menampilkan berbagai inovasi hasil peternakan.

Booth Fapet yang menampilkan beberapa produk tersebut banyak menarik perhatian para pengunjung ILDEX. Muhammad Ihsan, mahasiswa Prodi Teknologi dan Manajemen Ternak D4 Sekolah Vokasi IPB misalnya, memberikan kesan yang baik terhadap booth Fapet “Saya mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat di booth Fapet IPB dengan pelayanan yang nyaman dan asik untuk bertanya” ungkapnya. Ihsan, sapaan akrabnya juga menjadi terinspirasi untuk membuat inovasi yang bermanfaat di bidang peternakan.

Pengunjung lain, Muhammad Ramdani Subadru, juga terlihat antusias mendengar penjelasan dari booth Fapet. Siswa SMK Peternakan Lembah Hijau, Jawa Tengah ini pertama kalinya datang ke ILDEX dan sengaja mengunjungi booth Fapet untuk mendapatkan informasi kuliah. “Di Fapet IPB saya ingin belajar cara beternak yang baik, perawatan hewan ternak dan banyak lagi” ujarnya.

Selain mahasiswa dan pelajar, beberapa pengunjung asing turut meramaikan booth Fapet, mereka kebanyakan tertarik dengan produk-produk seperti telur, produk rendang domba kemasan kaleng dan banyak lagi. Pengunjung dari salah satu universitas dari Thailand sangat tertarik untuk menjalin kerjasama pengembangan riset. Dari kalangan peternak, Rais seorang peternak ayam petelur mengunjungi booth Fapet dan tertarik dengan Ayam IPB D1. Peternak asal Padang, ini cukup aktif menghadiri kegiatan-kegiatan peternakan skala nasional “Ilmu dalam bidang peternakan itu setiap hari berubah, walaupun basik saya bukan di ayam tapi saya tetap belajar sampai akhirnya bisa” ujar Rais yang sudah berbisnis ayam dari tahun 2007 dengan nama perusahaan Kepala Suku Farm ini.  (Femmy)