Inovasi

Biodigester merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis energi di Indonesia, dimana sumber energi fosil dapat digantikan dengan sumber energi terbarukan. Inovasi ini merupakan rancang bangun sistem biodigester semua jadi satu (all in one), dengan konsep pengguna dapat memakai atau mengaplikasi unit biogas serta ringan untuk dibawa.

Biodigester portabel ini juga kuat, aman, dan tahan tekanan gas yang tinggi. Rancang bangun biodigester dibuat dari plastik yang terdiri dari komponen saluran masukan, pipa pengeluaran gas, kuping untuk pengembang disaluran inlet dan outlet, serta kuping pengembang di badan digester. Dengan biodigester ini, pengguna dapat dengan mudah mengaplikasikan teknologi biogas tanpa mengeluarkan biaya tinggi.
 
Perspektif:
Menggabungkan dua pilihan, portabilitas dan daya tahan yang biasanya saling bertentangan, menjadi sebuah pilihan baru yang tidak hanya lebih baik, namun juga lebih murah
 
Keunggulan Inovasi:
  • Portabel sehingga praktis dibawa dan digunakan, aman, murah terbuat dari bahan plastik dan juga sangat mudah aplikasinya
  • Mudah dipasang (all in one), tanpa harus membeli bahan tambahan
  • Teknologi ramah lingkungan
  • Mendorong tumbuhnya industri rumah tangga di pedesaan
  • Tersediannya energi terbarukan yang murah bagi petani/peternak
  • Meningkatnya produktivitas pertanian dengan pemanfaatan limbah
Potensi Aplikasi:

Teknologi biogas ini dapat diaplikasikan di masyarakat secara luas, khususnya untuk masyarakat peternak


Inovator


Nama : Ir. Salundik, M.Si; Ir. Zulfikar Moesa, M.S; A. Yani, S.T.P, M.Si
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Direktorat Riset & Kajian Strategis Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Dramaga Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

 

Dr. Ir. Luki Abdullah dari Fakultas Peternakan, Insitut Pertanian Bogor, menghasilkan sebuah inovasi berupa pakan ternak "Indigofeed". Kata "Indigofeed" sendiri berasal dari gabungan "indigofera" dan "feed". Kata pertama berarti jenis daun yang banyak tumubuh di tanah Indonesia. Sementara "feed" bermakan "memberi makan" dalam bahasa Inggris.

Produk pakan ternak Indigofeed ini memiliki kelebihan daripada pakan ternak kambing kebanyakan. Pertama, harganya yang cukup hemat sehingga peternak yang sebagian besar masih terkendala biaya bisa sedikit bernapas lega dan meraih untung yang lebih tinggi. Kedua, pakan Indigofeed menurut percobaa dapat menggenjot produksi susu kambing hingga 18%. Ketiga, bobot kambing yang diberikan Indigofeed juga mengalami kenaikan signifikan hingga 75%. Keempat, Indigofeed lebih praktis, mudah dibuat, lebih mudah disimpan, didistribusikan dan digunakan oleh peternak secara umum

 

Telur omega 3 karya pakar ayam IPB Prof Iman Rahayu Hidayati Soesanto berhasil dikomersialisasikan dan telah menembus pasar Jabodetabek.

Produksi telur kaya DHA IPB sebagai produk unggul berbasis riset dan telah mendapatkan Patent Granted No ID P 0023652 dapat diberikan sebagai suplemen/ campuran mikro pada pakan unggas (ayam ras, kampung, puyuh dan itik) untuk menghasilkan telur yang kaya kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 DHA, sehingga akan menambah nilai jual dari produk tersebut, disamping itu banyak manfaat yang diperoleh, diantaranya dapat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), penyakit degeneratif, meningkatkan perkembangan sel otak balita dan pralahir (jika dan dapat dikonsumsi oleh ibu hamil).

Pada masa yang akan datang produksi telur ini diharapkan sebagai aset IPB yang konsern dengan produk unggulan berbasis riset/ paten dan dapat memberikan sumbangan untuk bangsa Indonesia dengan peningkatan kualitas SDM melalui asupan protein hewani berkualitas.

Page 4 of 4


Lihat Semua Berita >>