News

Fakultas Peternakan IPB University gelar Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Perunggasan Jenjang 5 untuk mahasiswa aktif, fresh graduate maupun alumni yang berkecimpung di dunia peternakan unggas. Kegiatan sertifikasi terbagi atas 5 batch dimulai dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2022. Sertifikasi ini merupakan subsidi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan terselenggara atas kerjasama  Fakultas Peternakan IPB University dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Agribisnis Ambissi.

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Irma Isnafia Arief  mengatakan kegiatan sertifikasi perunggasan level 5 ini didesain dengan bimtek terpadu dengan narasumber dari praktisi perunggasan sehingga menjadi Mata kuliah Enrichment courses IPB20E (0-2) Etika Profesional, dimana mahasiswa mendapatkan keuntungan ganda yaitu sertifikat kompetensi perunggasan level 5 dari BNSP dan 2 sks MBKM. “Untuk peserta alumni fresh graduate maka sertifikasi kompetensi ini sangat bermanfaat untuk karir di masa kini dan mendatang" jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan 3 orang Asesor  dari LSP Agribisnis Ambissi. Asesor tersebut antara lain Guru Besar Fapet IPB Prof. Iman Rahayu, Rae Hanif dan Chandra Kirana.  Lalu, sebenarnya apa maksud dan tujuan  dari kegiatan ini? Menurut Chandra Kirana, salah satu asesor yang terlibat dalam kegiatan ini, tujuan sertifikasi yang pertama untuk menilai bahwa seseorang apakah sudah kompeten di semua unit yang ada di skema perunggasan level 5. Tujuan kedua jika kita melihat fungsinya di dunia kerja, maka sertifikasi ini sebagai bukti tambahan atau bukti pendamping baik ijazah yang digunakan oleh asesi selama dia mengikuti pendidikan formal sehingga ada nilai lebih ataupun pembanding untuk perusahaan. Chandra juga menjelaskan jika di industri, sertifikasi jenjang 5 ini posisinya di Kepala Unit, Asisten Manajer atau bisa juga di Supervisor. Asesor yang sudah 10 tahun berkecimpung di bidang sertifikasi ini juga memberikan kesan, pesan dan harapan mengenai kegiatan ini “Para peserta sangat luar biasa, semangat mengikuti asesmen ini. Diharapkan ke depannya di akademisi ini ini mata kuliah selaras dengan unit-unit kompetensi, jadi ketika mahasiswa lulus dan mengikuti asesmen sudah tidak kaget lagi” tutupnya.

Para peserta nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Dian Ardian Syah, peserta batch pertama yang juga lulusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Angkatan 54. “Sangat mengapresiasi untuk Ibu Prof. Iman Rahayu yang sudah menginisiasi adanya sertifikasi perungasan ini, acara yang sangat bermanfaat untuk mahasiswa peternakan” tuturnya. Menurutnya, banyak ilmu dan hal baru yang peserta dapat selama masa bimbingannya. Dibimbing oleh dosen dan ahli dari setiap materi bimbingannya, membuat penyampaian materi menjadi lengkap dan mudah dipahami, yang mana sebelumnya tidak didapatkan di kuliah dan ini penting untuk dunia kerja.

Peserta lain, Fajar Rezki Pambudi, turut merasakan manfaat dari kegiatan ini  “Acara sertifikasi perunggasan jenjang 5 sangat bermanfaat untuk saya. Banyak ilmu yang saya dapatkan setelah mengikuti acara tersebut, terutama untuk saya yang belum pernah terjun secara langsung di lapang” ujar mahasiswa prodi Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fapet angkatan 55  ini. Peserta batch terakhir ini juga mengatakan bahwa materi yang diberikan dapat menjadi bekal ketika sudah terjun ke lapang secara langsung. Materi yang dimuat mulai dari pengolahan data produksi, penerapan biosekuriti di peternakan, hingga pentingnya berkomunikasi untuk menjalin kerja sama antar berbagai pihak. ”Saat pelaksanaan ujian, asesor dan asisten asesornya pun memberikan pengalaman-pengalaman beliau di lapang, sehingga peserta menjadi tahu langkah apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dan kecelakaan.’’ tandasnya.  (Femmy)

Burung kicau merupakan spesies burung yang masuk dalam ordo Passeriformes. Burung dapat menghasilkan suara dengan metode vokalisasi. Tujuan vokalisasi ini untuk berkomunikasi, baik sebagai penanda wilayah teritorial, untuk menarik perhatian pasangan, penanda adanya makanan, navigasi dan juga sebagai tanda adanya bahaya (alarm call). 
 
Dr Maria Ulfah, Dosen Fakultas Peternakan IPB University menerangkan tentang jenis suara kicau yang dihasilkan burung yaitu song dan call. “Song pada umumnya dihasilkan oleh burung jantan untuk menarik perhatian betina pasangannya pada saat musim reproduksi dan juga sebagai penanda wilayah teritori (kekuasaan burung). Sedangkan alarm call dipakai oleh burung untuk menunjukkan adanya bahaya yang mengancam,” terangnya. 
 
Sementara itu, lanjutnya, burung kicau bermanfaat untuk tujuan lomba/kontes burung, pengisi (master) suara untuk burung kicau, sebagai pet (hewan hobi) di rumah, sebagai hewan model untuk penelitian tentang gangguan perkembangan vokal dan komunikasi pada manusia dan alternatif solusinya. 
 
“Suara burung dihasilkan oleh syrinx yang terletak pada pangkal trakea. Syrinx tersusun dari jaringan tulang rawan dan jaringan lunak yang kompleks. Setiap individu burung memiliki anatomi syrinx yang spesifik sehingga setiap individu burung menghasilkan vokalisasi yang berbeda sesuai dengan anatomi syrinx-nya,” ungkap Dr Maria Ulfa. Menurutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi suara burung kicau antara lain adalah genetik, umur burung, karakteristik syrinx, hormon, serta manajemen pemeliharaan burung kicau.  

“Kualitas suara song (kicauan) burung kicau tergantung pada proses pemilihan burung kicau, manajemen pemeliharaan yang baik dan proses pemasteran (proses meniru suara burung yang telah ahli) burung kicau. Pada masa pemeliharaan, diperlukan pakan dan vitamin untuk persiapan kontes, perawatan harian, serta pelatihan untuk burung kicau,” imbuhnya.  Selain itu, lanjutnya, agar lebih objektif, kontes burung kicau bisa menggunakan teknologi akustik yang dapat memberikan penilaian suara secara lebih akurat.
 
Terkait dengan kontes burung kicau, Dr Maria berharap burung tersebut tidak berasal dari tangkapan alam, melainkan merupakan hasil penangkaran. Hal ini bertujuan untuk menjaga populasi burung yang sudah mulai langka di Indonesia (ipb.ac.id)