Pelatihan Analisis SWOT Fapet IPB
Setelah sukses melaksanakan pelatihan pelatihan ISO 9001:2015 dalam rangka mewujudkan pelayanan akademik berkulitas tinggi yang berstandar internasional, Fakultas Peternakan IPB melanjutkan sesi pelatihan ISO, pada hari Senin, 7 November 2016. Adapun tema Kegiatan pelatihan kali ini adalah analisis SWOT tentang pelayanan akademik dalam rangka penyusunan dokumen ISO 9001:2015. Trainer yang diundang kali ini adalah Ir. M. Agus Setiana, MS, salah satu trainer yang sering melakukan pelatihan di tingkat nasional. Training diikuti oleh dihadiri oleh Staf pengajar dari Departemen IPTP dan INTP dan tenaga kependidikan dari fakultas dan departemen. Pelatihan diadakan di ruang sidang Fakultas Peternakan, dimulai pada pukul 09:00, dengan dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB.
Kegiatan pelatihan ini diadakan mendapatkan pengetahuan cara menganalisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian pada kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang merupakan hal yang kritis bagi keberhasilan Fapet IPB. Perlunya identifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi serta kekutan dan kelemahan yang dimiliki organisasi melalui telaah terhadap lingkungan dan potensi sumber daya Fapet IPB dalam menetapkan sasaran dan merumuskan strategi organisasi yang realistis dalam mewujudkan misi dan visinya.
Dalam upaya mewujudkan pelayanan akademik berkulitas tinggi yang berstandar internasional, Fakultas Peternakan IPB mengadakan pelatihan ISO 9001:2015, pada hari Jumat, 4 November 2016. Acara yang menghadirkan narasumber Katya R. Hapsari, ini dihadiri oleh Staf pengajar dari Departemen IPTP dan INTP dan tenaga kependidikan dari fakultas dan departemen. Pelatihan diadakan di ruang sidang Fakultas Peternakan, dimulai pada pukul 09:00, dengan dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB. Dalam sambutannya, Dekan Fapet IPB menyebutkan bahwa tujuan menerapkan ISO 9001:2015 adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Fapet IPB, "serve the best for student". Apabila prosedur pelayanan yang baik sering dilakukan, lama-lama akan menjadi kebiasaan, yang diharapkan akan menjadi budaya di Fapet, tandasnya.