News

 

Peternakan ruminansia di Indonesia didominasi oleh peternakan rakyat. Sebagian besar peternak memanfaatkan rumput sebagai hijauan pakan utama untuk ternak. Akan tetapi kendala yang dihadapi oleh peternak adalah ketersediaan hijauan. Kuantitas, kualitas, dan kontinuitas hijauan adalah faktor penghambat hijauan pakan.

Hal tersebut membuat sejumlah pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian terkait seleksi rumput tahan cekaman dan potensi pengembangannya di daerah kering dengan teknik Leisa. Penelitian ini dilakukan oleh Moh Ali Hamdan, Panca DMH Karti dan Iwan Prihantoro dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan (Fapet).

Panca mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman jenis rumput yang tinggi. Namun, sebagai negara tropis, beberapa daerah di Indonesia  memiliki panjang musim yang berbeda seperti musim penghujan yang lebih pendek dari musim kemarau. Bagi daerah yang memiliki musim kemarau lebih panjang dari musim penghujan, ketersediaan hijauan menjadi faktor penghambat bagi perkembangan peternakan. “Padahal potensi ternak tersebut tentunya memerlukan ketersediaan hijaun sebagai pakan,” katanya.

Read more: Peneliti IPB Kembangkan Rumput yang Tahan Kekeringan

Cowboy Showtime (CST 2017) resmi dibuka pada tanggal 4 Oktober 2017.  Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakuktas Peternakan, Wakil Dekan, Komisi kemahasiswaan Departemen IPTP dan INTP, Komisi Pendidikan Departemen IPTP dan INTP, Staf Pengajar, serta Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB.

Read more: Pembukaan Cowboyshowtime 2017

Program Sarjana Plus Logistik Peternakan IPB menggelar Studium Generale pada hari Selasa, 26 September 2017 di Ruang Sidang Fakultas Peternakan Kampus IPB , Darmaga Bogor untuk kedua kalinya, setelah pelaksanaan Studium General pertama pada Agustus 2017 lalu. Studium General kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan perkuliahan pada mata kuliah Animal Logistics in Supply Chain yang diampu oleh Dr.Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si. Studium Generale ini juga turut mengundang para mahasiswa Pascasarjana di Fakultas Peternakan IPB sebagai peserta. Kegiatan Studium General ini diikuti secara antusias oleh 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa Sarjana Plus Logistik Peternakan dan mahasiswa Pascasarjana Fakultas Peternakan IPB.

Dosen tamu yang diundang adalah dari kalangan praktisi, yaitu Faisal Reza yang telah berpengalaman di bidang food supply chain lebih dari 15 tahun. Saat ini Reza, sapaan akrabnya, mengemban tugas sebagai supply chain management manager pada produk susu sapi segar di perusahaan Friesland Campina. 

Read more: Program Sarjana Plus Logistik Peternakan IPB Gelar Studium General Tentang Supply Chain Management

Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan ‘Pelatihan Formulasi Ransum untuk Pakan Ternak’ (16-17/9). Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari perwakilan Kementerian Pertanian, para peternak dari berbagai daerah di Indonesia, dan formulator dari PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) Pangalengan.

Guru Besar Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB, Prof. Dr. Nahrowi sebagai salah satu pemateri dalam Feed Formulation Training mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting, khususnya bagi industri pakan ternak di Indonesia.

Read more: Pelatihan Formulasi Ransum untuk Pakan Ternak

Kontes Ayam Pelung merupakan salah satu rangkaian dari Festival Ayam Pelung Nasional (FAPN) yang diselenggarakan  Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB).  Kontes ini berlangsung pada hari Minggu (17/9) bertempat di Lapang Rektorat Kampus IPB Dramaga. Sehari sebelumnya digelar Talkshow Keindahan Ayam Lokal Indonesia dan Kontes Judjing Ayam Pelung untuk mahasiswa.

''Kontes Judjing Ayam Pelung ini diperuntukkan bagi mahasiswa dengan tujuan untuk melatih bagaimana caranya menilai ayam pelung,'' tegas Bimo Prayogo, Ketua Pelaksana FAPN IPB. Kriteria penilaian ayam pelung ini diantaranya : penampilan atau performa, bobot, dan suara.

Kontes ayam pelung yang merupakan kegiatan tahunan ini diikuti sekitar 120 kontestan dari seluruh wilayah di Indonesia.

''Dari Lampung kami mengikutsertakan lima kontestan sebagai ajang silaturahim dengan teman-teman sesama penggemar ayam pelung dan supaya tahu juga perkembangan ayam pelung di Indonesia,'' ujar Abu Musa, Ketua Pelungers Lampung saat ditanya terkait motivasinya mengikuti acara tersebut.

Kontes ini memperebutkan tiga piala diantaranya Piala Menteri Pertanian untuk Juara Umum, Piala Rektor IPB untuk Juara Satu dan Piala Dekan Fakultas Peternakan IPB untuk Juara Kedua.

Selain kontes, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan lomba fotografi dan pameran ayam ekor panjang (megapolitan.antaranews.com)