News

Himpunan Alumni Peternakan IPB (HANTER) kembali memberikan sumbangsihnya dalam pemberian sembako gratis untuk tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Peternakan IPB (Jumat, 31/05/2019).  Kegiatan yang dilakukan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H itu diselenggarakan di Auditorium Jannes H. Hutasoit . Pada kegiatan tersebut dibagikan sekitar 150 buah paket sembako kepada tenaga kependidikan yang meliputi,staf kependidikan, tenaga penunjang kebersihan, staf keamanan kampus dan lab lapang, dan tenaga

Wakil Dekan Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Dr. Rudi Afnan mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Hanter atas sumbangsih yang diberikan kepada tenaga kependidikan di Fapet IPB. Dalam sambutannya, Rudi berharap agar pada masa mendatang Hanter dapat lebih berkembang ke arah yang lebih baik, dengan banyak dibentuknya Dewan  Pimpinan Derah (DPD) Hanter di Berbagai daerah di Indonesia. "Pemberian Sembako gratis ini merupakan bukti bahwa Alumni Peternakan tetap peduli terhadap Fakultas Peternakan IPB, yang merupakan ungkapan tali kasih dari Hanter" lanjutnya.

Ketua Hanter, Audy Joinaldy menuturkan, bahwa banyak alumni Fakultas Peternakan yang menjadi sosok sukses di Indonesia. Kesuksesan mereka tidak akan terjadi apabila tidak ada tenaga kependidikan yang  mendukung dalam kegiatan belajar mengajar sewaktu mereka melaksanakan perkuliahan di Fapet "pemberian sembako ini sebagai bentuk apresiasi Hanter terhadap tenaga kependidikan di Fapet IPB, karena dengan  adanya mereka maka banyak alumni Fapet IPB yang berhasil" tuturnya.

Himpunan Alumni Peternakan IPB adalah wadah untuk para alumni Fakultas Peternakan di IPB. Bertujuan untuk menjadi wadah bersilaturahmi, bertukar pikiran, berbagi informasi dan peluang, serta mendapatkan informasi terbaru mengenai kampus kita tercinta. HANTER dibuat khusus untuk para Alumni Fakultas Peternakan IPB dari segala jurusan, asal daerah, suku bangsa, ras, agama, Diploma, Sarjana maupun Pasca Sarjana, yang masih berkecimpung di dunia Peternakan maupun yang tidak, Pekerja maupun Wirausaha, untuk berbagi mengenai informasi seputar dunia peternakan dan kampus Fapet IPB.

Mahasiswa dari Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Seminar Gerakan Protein Sehat di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor (5/5). Dalam seminar ini terungkap bahwa rata-rata jumlah kecukupan protein pada masyarakat Indonesia per harinya masih jauh dari kata cukup. Oleh karena itu, dalam gerakan ini, mahasiswa Fapet ingin mengkampanyekan pentingnya mengkonsumsi susu dan telur.

Dalam seminar ini, hadir tiga pembicara yakni Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian RI, Ir. Fini Murfiani, M.Si, pakar gizi IPB, Dr. Rimbawan dan Production Manager dari PT. Cimory, Rasimin S.TP.

Menurut Ir. Fini, salah satu produk peternakan yang telah berada di angka aman untuk mencukupi konsumsi adalah produk unggas, termasuk telur. Namun sayangnya, produksi susu dalam negeri masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi. Satu sapi di Indonesia hanya mampu memproduksi susu 13 liter per ekor per hari, sedang di luar negeri sudah ada yang mencapai 50 liter per ekor per hari. “Hal ini pula yang menyebabkan jumlah impor susu masih besar,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Dr. Rimbawan, konsumsi protein semakin berkurang seiring dengan pertambahan umur. Padahal protein sangat penting bagi kehidupan, bagi pertumbuhan otak, recovery tubuh, pertumbuhan massa otot dan lain-lain. Dibandingkan dengan bahan pangan hewani lainnya, telur dan susu masih menjadi makanan penyedia protein terbaik. Dengan harga lebih murah daripada produk protein hewani lainnya, susu dan telur menjadi pilihan terbaik dalam mencukupi kebutuhan protein per hari.

Dr. Rimbawan juga menghimbau untuk tidak termakan dengan teori yang dicetuskan kelompok anti protein hewani dan selalu berpikir kritis. “Konsumsi protein hewani dan nabati harus seimbang agar semua aspek gizi terpenuhi. Perlu diingat, konsumsi telur dan protein yang kaya protein pun harus dibatasi per harinya, dua telur sudah cukup per harinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Rasimin menjelaskan bahwa visi dan misi Cimory ingin membantu masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan protein  engan harga yang murah. Sebagai perusahaan lokal yang berkembang pesat, produk Cimory telah menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kandungan protein.  Cimory juga ingin jadi pioneer yang membantu para peternak Indonesia dalam mendistribusikan susu perahan sapi mereka. (kumparan.com)