News

 

Gerakan Protein Sehat, Ormawa Fapet IPB University Ajak Masyarakat Rutin Konsumsi Susu dan TelurDalam rangka meningkatkan konsumsi susu dan telur di Indonesia, organisasi mahasiswa (Ormawa) se-Fakultas Peternakan IPB University bersama Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) dan Dedikasi Kita mengadakan kegiatan Gerakan Protein Sehat di Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor (4/11).

Ormawa Fapet IPB University tersebut meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Produksi Peternakan (Himaproter) serta Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (Himasiter). Kurang lebih 40 kilogram telur, sumbangan dari alumni Fapet IPB University dan 6 karton susu dibagikan secara gratis.

“Kami telah melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait pentingnya konsumsi susu dan telur ini kepada mahasiswa, anak-anak dan masyarakat Desa Sinarsari. Pada akhir Oktober lalu, kami menyosialisasikan serta membagikan susu dan telur kepada mahasiswa IPB University di event Agrisymphony 2023 di pelataran koin IPB University,” ungkap Dodi selaku koordinator kegiatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi susu di Indonesia per kapita pada 2021 mencapai 16,27 kilogram per tahun. Jumlah ini tergolong rendah jika merujuk pada standar Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO). FAO menetapkan batas rendah konsumsi susu sebesar 30 kilogram per kapita per tahun.

Adapun data United Nation Development Program (UNDP), Indonesia menempati peringkat 114 berdasarkan Indeks Pembangunan Asean (HDI Rank) tahun 2021. Peringkat ini jauh di bawah negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura (peringkat 12), Brunei (peringkat 51), Malaysia (peringkat 62) dan Thailand (peringkat 66).

“Di samping itu, studi menunjukkan konsumsi protein hewani yang rendah pada anak usia prasekolah dapat mengakibatkan mereka berbakat normal menjadi subnormal atau bahkan defisien. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan konsumsi protein hewani sebagai program pencerdasan masyarakat Indonesia,” tambah Dodi.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan bersama ibu dan anak di Desa Sinarsari. Acim selaku Kepala Seksi (Kasi) Pemerintah Desa Sinarsari menyampaikan, “Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan oleh mahasiswa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menerapkan gaya hidup sehat (ipb.ac.id)

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB University Ini Mendapatkan Beasiswa Program Double Degree di Hokkaido UniversityMahasiswa program doktor dari program studi (Prodi) Ilmu Nutrisi dan Pakan (INP) Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University, Rika Zahera, mendapatkan beasiswa program Double Degree (DD) di Course Biosciences, Animal Function and Nutrition Laboratory, Graduate School of Agriculture, Hokkaido University, Jepang dengan pembiayaan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

Salah satu syarat wajib untuk mendaftar beasiswa tersebut yakni dengan bukti kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara dua perguruan tinggi. Saat ini SPs IPB University memiliki kerjasama dengan Graduate School of Agriculture Hokkaido University, Jepang sehingga memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa dari BPI.

Rika Zahera menjelaskan pengalaman mendaftar program double degree dengan melakukan entrance examination melalui online interview setelah mendapatkan persetujuan dan mendaftar sebagai mahasiswa Hokkaido University.

“Saya harus memastikan program beasiswa yang didapatkan ini dapat mencukupi biaya hidup selama studi di Hokkaido University serta mendapatkan persetujuan Prof Satoshi Koike sebagai supervisor saya di Hokkaido University yang memulai studi di bulan Oktober 2023,” jelasnya.

Rika Zahera menyampaikan harapannya agar dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan tepat waktu, terutama dalam pelaksanaan penelitian dengan dua topik yang berbeda dan syarat kelulusan baik di IPB University maupun Hokkaido University.

“Dengan mengikuti program DD ini dapat menambah pengalaman, baik dengan dosen maupun mahasiswa di Hokkaido University, sehingga dapat membangun peluang kolabarasi internasional nantinya, terutama di bidang riset dan akademik,” ujar Rika.

Selain itu, Rika Zahera memberikan pesan bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan program ini, yaitu perlunya melakukan perencanaan yang matang dan kerja keras, “Proses mendaftar beasiswa skema DD ini perlu komitmen yang kuat, mulai dari menentukan topik riset, melakukan kontak dengan calon supervisor, hingga akhirnya diterima sebagai calon mahasiswa DD,” tambahnya (ipb.ac.id)