News

Dalam rangka mempererat silaturahmi, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama Himpunan Pensiunan Fapet menggelar kegiatan Jalan Pagi Sehat (Japas) serta Campus Tour pada 13/5. Sebanyak hampir 50 orang warga Fapet yang terdiri dari pensiunan baik dosen maupun tenaga kependidikan, pimpinan serta tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut dimulai dengan berkumpulnya para peserta di Parkiran Fapet, lalu dengan kendaraan bus IPB para peserta dibawa menuju Danau SDGs untuk menikmati pemandangan yang indah serta udara yang segar. Perjalanan dilanjutkan menuju kandang sapi, closed house broiler, lalu kandang domba, dan akhirnya turun ke taman semangat. Puas di area kandang dan kebun, peserta dibawa kembali berkeliling ke arah Rektorat dan area koin IPB untuk mengabadikan momen.

Perjalanan selanjutnya, peserta dibawa ke Museum dan Galeri IPB yang berlokasi di Landhuis untuk mengenang sejarah IPB dari mulai didirikan hingga saat ini. Puas berkeliling, perjalanan berakhir kembali di lobby Fapet. Para peserta beristirahat sambil beramah-tamah antar pensiunan maupun civitas Fapet yang masih aktif.

Prof. Emeritus Dr. Peni S. Hardjosworo, M.Sc, pensiunan guru besar Fapet yang menggagas kegiatan tersebut, sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan oleh pihak Fapet. “Apa yang Anda lakukan ini sesuai dengan yang kita harapkan, yang kita inginkan. Anda-anda mempunyai kepribadian yang menghormati orangtua,” ujarnya. Prof. Peni juga berdoa dan berharap agar kemajuan-kemajuan penelitian di Fapet tetap berlanjut dan semakin tinggi lagi.

Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Idat Galih Permana, turut mengapresiasi kehadiran para pensiunan Fapet di acara tersebut. “Ini adalah suatu kebahagiaan dan kehormatan buat kita yang saat ini masih aktif dikunjungi oleh Bapak-Ibu senior, guru-guru kami, juga para tendik yang dulu sama-sama membimbing kita semua. Bekal dari Bapak-Ibu selaku para senior sangat luar biasa dan jadi pijakan buat kita untuk terus berkembang di Fapet,” ungkapnya. “Selama sekian tahun memang ada perubahan yang terjadi di IPB, ada banyak fasilitas yang dikembangkan di IPB dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus,” tambahnya. (FD)

Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menjadi tuan rumah dalam acara Workshop Penyusunan Standardisasi Profil Sarjana Peternakan, yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI). Acara ini berlangsung pada Sabtu (4/5) di Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Kampus IPB Taman Kencana. Sebanyak 85 peserta dari 42 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, hadir dalam acara ini, termasuk para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen atau Jurusan, Ketua Program Studi, serta Sekretaris Program Studi.

Dekan Fapet IPB University, Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, dalam sambutannya, menekankan pentingnya penyusunan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Penyusunan profil lulusan sangat penting karena ini menjadi acuan bagi penerimaan lulusan di industri,” ujarnya. “Kita perlu mengevaluasi apakah proses pembelajaran di fakultas kita sudah memenuhi kebutuhan industri, atau justru menyimpang. Profil lulusan ini adalah kunci bagaimana lulusan kita diterima di dunia kerja,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal FPPTPI sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian rapat kerja. “Saat ini, terdapat lebih dari 110 program studi peternakan dengan kurikulum yang beragam,” . Prof. Budi juga menambahkan bahwa profil sarjana peternakan tidak hanya ditujukan untuk industri, tetapi juga mencakup bidang akademik dan profesi lainnya. “Lulusan kita bekerja di berbagai sektor: industri, wirausaha, akademisi, bahkan pemerintahan. Inilah ragam profil sarjana kita,” jelasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, Kepala LKST dan Guru Besar Fapet IPB. Ia menyambut para peserta dengan hangat, mengajak mereka berkeliling kampus, dan menunjukkan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Fapet. “Kami ingin menunjukkan bahwa Fakultas Peternakan akan terus eksis, karena kebutuhan protein hewani di Indonesia dan dunia masih sangat tinggi,” katanya. Prof. Erika juga mengungkapkan bahwa hampir 60% mahasiswa ingin menjadi pengusaha, dan kolaborasi antara Fapet dengan fakultas lainnya dapat menghasilkan produk-produk yang membanggakan.

Acara berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, menandakan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang peternakan di Indonesia. (FD)