Bagi sebagian orang, sepiring sate domba sering kali datang dengan rasa was-was akan kolesterol tinggi atau aroma "prengus" yang tertinggal di lidah. Namun, persepsi itu kini mulai bergeser. Di tangan Prof. Asep Gunawan, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, domba-domba di Indonesia sedang mengalami fase "revolusi kualitas" yang jauh lebih sehat dan cerdas.

Melalui riset mendalam, Prof. Asep berhasil menciptakan Domba Premium. Ini bukan sekadar domba biasa; secara genetik, domba-domba ini telah diseleksi untuk menghasilkan daging dengan kadar asam lemak tak jenuh yang tinggi namun rendah kolesterol. Hasilnya? Daging yang lebih empuk, bobot karkas yang lebih mantap, dan yang paling penting: aroma off-odor atau prengus yang selama ini menjadi musuh konsumen, berhasil ditekan seminimal mungkin.

Teknologi dalam Genggaman: SheepLight
Hambatan terbesar dalam dunia peternakan selama ini adalah lambatnya proses seleksi bibit. Biasanya, peternak harus mengirim sampel ke laboratorium dan menunggu berhari-hari untuk mengetahui kualitas ternaknya. Namun, Prof. Asep menjawab tantangan itu dengan menghadirkan SheepLight.

"Prinsipnya sangat sederhana dan handy," jelas Prof. Asep dalam gelaran Pekan Riset dan Inovasi IPB beberapa waktu lalu. SheepLight adalah alat deteksi cepat (kit) berbasis perubahan warna. Hanya butuh waktu 60 menit di lapangan, peternak sudah bisa mengetahui apakah domba mereka masuk kategori premium atau tidak. Teknologi ini seperti membawa kecanggihan laboratorium langsung ke tengah padang rumput.

Dari Sumatera hingga Rote
Inovasi ini tidak hanya "jago kandang" di Bogor. Saat ini, semangat Domba Premium telah menyebar ke delapan Breeding Center yang tersebar di tujuh provinsi. Mulai dari pegunungan di Banjarnegara, tanah Sumatera Utara, hingga pelosok Rote di Nusa Tenggara Timur. Semuanya terpantau secara real-time melalui sistem digital recording yang terintegrasi.

Siap Santap di Mana Saja
Tak hanya berhenti di urusan bibit, inovasi ini sudah sampai ke tahap hilirisasi. Bagi masyarakat modern yang sibuk, daging Domba Premium kini hadir dalam format yang sangat praktis. Mulai dari potongan ready-to-cook yang sudah dibersihkan, hingga rendang kaleng ready-to-eat yang bisa langsung dinikmati tanpa perlu repot di dapur.

Melalui SheepLight dan pengembangan Domba Premium ini, Prof. Asep Gunawan membuktikan bahwa peternakan rakyat bisa naik kelas. Bukan hanya mengejar kuantitas populasi, tapi juga memastikan setiap potong daging yang sampai ke piring masyarakat adalah pangan sehat, berkualitas, dan membanggakan produk asli Nusantara.