


Peran Peternakan Produk peternakan seperti daging, telur, dan susu tetap menjadi sumber pangan bergizi tinggi yang penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan, pertumbuhan, serta kecerdasan manusia. Namun, seiring perkembangan teknologi dan industri modern, peran peternakan kini semakin luas dan strategis.
Peternakan saat ini telah memasuki era industri 4.0, yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), otomatisasi, big data, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi produksi, kesehatan ternak, serta kualitas hasil. Selain itu, sistem peternakan modern juga mulai mengarah pada konsep berkelanjutan (sustainable farming) yang ramah lingkungan.
Hasil ikutan dan limbah peternakan kini dimanfaatkan secara lebih optimal melalui inovasi, seperti:
Di tingkat global, industri peternakan juga terhubung dengan rantai pasok digital, e-commerce, serta standar internasional dalam keamanan pangan (food safety) dan kesejahteraan hewan (animal welfare). Dengan demikian, peternakan tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai pendorong ekonomi digital, industri hijau, dan inovasi berkelanjutan di masa depan.
Fakultas Peternakan IPB merupakan salah satu institusi pendidikan peternakan terdepan yang berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan komitmen pada keunggulan akademik dan inovasi berkelanjutan, Fapet IPB terus menjadi pusat rujukan dalam pengembangan ilmu dan teknologi peternakan modern.
Didukung oleh fasilitas pembelajaran berstandar tinggi, Fakultas Peternakan IPB memiliki kawasan akademik seluas 3,2 hektare yang dilengkapi gedung perkuliahan modern, laboratorium canggih, serta lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif. Selain itu, tersedia laboratorium lapang di Kampus Darmaga seluas 10 hektare dan di Jonggol seluas 169 hektare yang menjadi pusat praktik, riset terapan, dan pengembangan teknologi peternakan berbasis industri.
Fasilitas penunjang seperti hotspot area, ruang terbuka hijau untuk diskusi dan kuliah outdoor, kafetaria, serta sarana kegiatan mahasiswa dirancang untuk mendukung pengembangan soft skills, khususnya jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan. Lingkungan akademik ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global.
Keunggulan utama Fakultas Peternakan IPB terletak pada penguasaan teknologi peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, meliputi perencanaan usaha, formulasi pakan, produksi ternak, penanganan pascapanen, pengolahan hingga pemasaran produk. Pendekatan ini memastikan lulusan memiliki kompetensi komprehensif yang relevan dengan kebutuhan industri modern dan perkembangan era digital.
Tenaga pengajar yang profesional dan berkelas dunia, lulusan dari universitas ternama dalam dan luar negeri, menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran. Didukung oleh staf teknis dan administrasi yang kompeten, Fapet IPB mampu menghadirkan sistem pendidikan yang berkualitas tinggi dan berorientasi pada hasil.
Selain itu, jaringan kerja sama yang luas dengan instansi pemerintah, industri swasta, serta mitra internasional memperkuat posisi Fakultas Peternakan IPB sebagai pusat inovasi dan kolaborasi global. Hal ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian, magang, hingga pengembangan bisnis peternakan berbasis teknologi.
Dengan seluruh keunggulan tersebut, Fakultas Peternakan IPB tidak hanya mencetak lulusan yang ahli di bidangnya, tetapi juga melahirkan inovator dan wirausahawan peternakan yang siap bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia.

Terdapat tiga program studi di Fakultas Peternakan, yaitu Program Studi Teknologi Produksi Ternak (TPT) dan Program Studi Teknologi Hasil Ternak (THT) yang diasuh oleh Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) dan Program Studi Nutrisi dan Teknologi Pakan (NTP) yang diasuh oleh Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP).
Program Studi baik S1 maupun S2 dan S3 SUDAH TERAKREDITASI UNGGUL OLEH BAN-PT. Program Studi baik IPTP dan INTP sudah mendapatkan SERTIFIKASI INTERNASIONAL ASIIN (The Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) dan AUN-QA (ASEAN UNIVERSITY NETWORK). Hal itu menjadi jaminan bahwa Academic Excellence selalu terjaga di Fakultas Peternakan.
Mahasiswa Fakultas Peternakan Baik S1, S2 maupun S3 memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri.
Sarjana :
Pascasarjana :
Fakultas peternakan IPB Bekerjasama dengan Adelaide University (Australia), Gottingen University (Jerman), Bonn University (Jerman), Obihiro University (Jepang), Maejo University (Thailand), University Putra Malaysia (Malaysia), National Pingtung University (Taiwan).
Sumber beasiswa yang dapat diajukan antara lain : Hanter Fapet IPB, PPA, Supersemar, Beasiswa BBM, POM IPB, Yayasan Persada, Rhys-Keanu, PR. Daniprisma, PT. Indocement, Gudang Garam, Toyota Astra, Dana SPP IPB, Dharma Pertiwi, Yayasan Salim, Cresent, ICAC, BPPM, Singapore Airline, Korindo, Martha Tilaar, BIC, EPSON, Zakat, BMU, BRI, Metrodata, Sari Ayu, TNI-AL, YKPP, Taspen, PKPS-BBM, Pertamina, BI, TPSDP, Yampi, BUD, Charoend Pokphand dan PT. DJARUM.
Lulusan Fakultas Peternakan telah terbukti menjadi alumni yang sangat kompetitif di dunia kerja sebagai manajer, eksekutif, birokrat, penentu kebijakan, konsultan bisnis, trader (ekspor/impor ternak), dan profesional lainnya, di bidang peternakan baik pemerintah maupun swasta (perusahaan multinasional bidang pembibitan, pembesaran atau penggemukan, industri pakan ternak, pengolahan hasil ternak baik daging, susu, telur, dan kulit maupun bidang lain yang terkait, seperti perbankan, retail dan LSM). Kelebihan Sarjana Peternakan juga mampu membuka usaha sendiri (wirausaha) dengan modal mikro kecil, menengah dan besar.
Lulusan FAPET IPB dapat berkerja di bidang :
Lembaga yang terlibat dalam kerjasama di tingkat nasional tersebut antara lain : Kementerian Negara Koperasi dan UKM (perbibitan dan Pengembangan sapi perah) ; Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian (pengembangan sapi perah, pengolahan susu, produksi domba, biogas dan ternak babi) ; Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat (pola breeding itik, standardisasi petugas IB, peredaran mutu semen, database kelembagaan peternakan, model perbaikan areal lingkungan peternakan) ; Bappeda dan Pemda Kabupaten Kuningan (pengembangan dan pendampingan domba) ; Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Muko Muko Propinsi Kalimantan Timur (penerapan teknologi limbah peternakan) ; Pemda Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (masterplan sentra produksi ternak ruminansia besar) ; Ditjen PLA & Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor (pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur peternakan di Jonggol) ; Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, PT. BJOR dan Dinas Peternakan & Perikanan Kabupaten Bogor (pemberdayaan masyarakat melalui penggemukan sapi potong).
Kerjasama di tingkat internasional diantaranya : Sub Regional of the Center on Integrated Rural Development for Asia and the Pasific (CIRDAP) in Southeast ASIA (SOCSEA) (pemberdayaan peternak domba/kambing) ; Swedish Agriculture University (SLU) Swedia; Martin Luther University German; International Livestock Research Institute (ILRI).
Alamat Kontak :
Address:
Jl. Agatis Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Jawa Barat, Indonesia
Phone: 0251-8622841, 8622812
Fax: 0251-8622842
E-mail : fapet@apps.ipb.ac.id
Next --> Sejarah
Lahirnya Jurusan Ilmu Produksi Ternak (IPT) bersamaan dengan berdirinya Fakultas Peternakan IPB, yaitu pada tanggal 1 September 1963. Pendirian Jurusan IPT diperkuat dengan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan llmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia (berdasarkan Surat Keputusan No. 279/1965). Pada tahun 2003, nama Jurusan Ilmu Produksi Ternak berubah menjadi Departemen llmu Produksi dan Teknologi Peternakan (DIPTP) berdasarkan SK Rektor No 120/K13/OT/2003.
Sejak tahun 2006, IPB menerapkan kurikulum Mayor Minor. Departemen IPTP yang merupakan salah satu departemen di IPB juga menerapkan kurikulum Mayor Minor dengan menawarkan Mayor Teknologi Produksi ternak dan telah meluluskan angkatan pertama kurikulum Mayor Minor pada tahun 2009. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, DIPTP juga telah berhasil memperoleh berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh DIKTI, yaitu: Program Semi Quality for Undergraduate Education (Semi QUE) pada tahun 1999; Program SP4 untuk pengadaan peralatan pada tahun 2004; Program Hibah Kompetensi A2 (PHK-A2) pada tahun 2005 sampai tahun 2007 dan Program Hibah Kompetensi Institusi (PHKI) pada tahun 2008 hingga 2010. Sejak tahun 1998, DIPTP berhasil mendapatkan akreditasi A untuk Program Studi Teknologi Produksi Ternak dan akreditasi B untuk Program Studi Teknologi Hasil Ternak oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan keputusan BAN-PT No. 00509/Ak-I.1/IPBLMT/VIII/1998 dan BAN-PT No. 00506/Ak-I.1/IPBCYT/VIII/1998. Berdasarkan keputusan BAN-PT No. 001/BAN – PT/Ak-XI/S1/IV/2008 Mayor Teknologi Produksi Ternak mendapatkan akreditasi A.
"Menjadi pusat unggulan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Teknologi Produksi Ternak dan Teknologi Hasil Ternak untuk mendukung industri peternakan yang berkelanjutan dengan tetap mempertahankan dan memanfaatkan kelestarian alam"
Menyelenggarakan pendidikan tinggi modern berbasis penelitian untuk menghasilkan lulusan berkualitas serta terampil dalam memanfaatkan sumberdaya ternak dan hasil-hasilnya, mengembangkan industri peternakan dan mempunyai jiwa kewirausahaan sehingga mampu bersaing pada pasar global.
Mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi yang ramah lingkungan dalam bidang produksi ternak dan pengolahan hasil ternak melalui program penelitian yang mutakhir dan berkualitas untuk mendukung proses pendidikan dan penyelesaian masalah yang berhubungan baik dalam bidang budidaya maupun pengolahan hasil ternak.
Meningkatkan peran dan tanggungjawab dalam pengabdian pada masyarakat dengan menyebarkan hasil-hasil penelitian terapan, kaji tindak, maupun paket teknologi tepat guna untuk dimanfaatkan dalam kegiatan produktif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fasilitas Pendidikan dan Penelitian
Ruang Kuliah tipe besar dan kecil yang nyaman di kampus IPB Darmaga.
Laboratorium untuk kegiatan praktikum, responsi atau penelitian yang lengkap dan modern, yaitu Unit budidaya ternak (sapi potong, sapi perah, unggas, babi, domba, kambing, kelinci, ternak model dan aneka ternak), rumah pemotongan hewan, unit pengolahan hasil ternak (susu, daging, telur, madu), unit pengolahan limbah dan hasil ikutan, unit evaluasi karkas (sapi, domba, babi), unit analisa organoleptik, unit pengujian mikrobiologi, unit analisa molekuler, laboratorium komputer, hotspot area, perpustakaan, dan unit usaha komersil produk peternakan sebagai tempat latihan mahasiswa
Fasilitas Penunjang (Umum)
Departemen IPTP ditunjang dengan beberapa fasilitas umum yang penggunaannya dilakukan secara bersamaan dengan Departemen INTP atau departemen lain diluar Fakultas Peternakan, seperti auditorium, kantin, perpustakaan dan akses hot spot yang dapat dijangkau diseluruh bagian Departemen IPTP. Selain itu tersedia fasilitas olahraga seperti gymnasium, lapangan basket, dan tenis, serta lahan parkir yang luas.
Fokus penelitian yang dilakukan di Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan meliputi:
Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor yang dikenal sebagai FAPET-IPB, merupakan salah satu fakultas dari Institut Pertanian Bogor dengan tugas melaksanakan pendidikan tinggi Ilmu Peternakan dalam arti luas. Sejarah pendiriannya berawal dari pendirian Nederlandsch Indische Veeartsen School di Bogor sebelum perang dunia ke II, akan tetapi selama pendudukan Jepang sekolah ini ditutup.
Pada tahun 1946, Menteri Kemakmuran Indonesia atas nama pemerintah membuka Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan di Bogor yang merupakan pengembangan dari Nederlandsch Indische Veeartsen School. Pada tahun 1948, Perguruan Tinggi tersebut diubah namanya menjadi Faculteit voor Diergeneeskunde. Pada saat yang sama, di Bogor telah didirikan Faculteit voor Landbouw Wetenschappen yang terdiri dari dua jurusan yaitu Jurusan Pertanian dan Jurusan Kehutanan. Secara organik, Faculteit voor Landbouw Wetenschappen dan Faculteit voor Diergeneeskunde bernaung dibawah Universiteit van Indonesie.
Pada tahun 1950, Universiteit van Indonesie diubah namanya menjadi Universitas Indonesia, sedangkan Faculteit voor Landbouw Wetenschappen diubah namanya menjadi Fakultas Pertanian dan Faculteit voor Diergeneeskunde menjadi Fakultas Kedokteran Hewan. Pada saat itu, jurusan di Fakultas Pertanian ditata kembali menjadi Jurusan Sosial Ekonomi, Pengetahuan Alam dan Jurusan Kehutanan.

Titik awal pembentukan Fakultas Peternakan IPB terjadi antara 1950-1960, yaitu pengusulan pembentukan Lembaga Ilmu Ternak dan Lembaga Ilmu Makanan Ternak di dalam struktur Fakultas Kedokteran Hewan. Usul tersebut diajukan oleh Prof. Dr. Sutisno Djuned Pusponegoro (alm) salah seorang staf Fakultas Kedokteran Hewan. Usul tersebut kemudian diterima dan terbentuklah Lembaga Ilmu Ternak dan Lembaga Ilmu Makanan Ternak. Dr. Fisher ditunjuk sebagai ketua lembaga Ilmu Makanan Ternak pada saat itu.
Pada tahun 1960, dilakukan pengembangan Fakultas kedokteran Hewan menjadi Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan. Sejak tahun tersebut dibuka dua minat studi yaitu Minat Kesehatan Hewan dan Peternakan. Minat studi peternakan ini merupakan program akademik yang terkait dengan keilmuan yang diemban Lembaga Ilmu Ternak dan Lembaga Ilmu Makanan Ternak.
Pada tahun 1962, Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan berkembang lagi menjadi Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut. Nama ini menggambarkan adanya tiga jurusan pada Fakultas tersebut, yaitu Jurusan Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut.
Terhitung 1 September 1963, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut dilepas dari Universitas Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 91 Tahun 1963 yang disahkan oleh Presiden RI Nomor 279 Tahun 1963. Kedua fakultas tersebut direorganisasi menjadi Institut Pertanian Bogor (disingkat IPB).
Pada awal berdirinya, IPB terdiri dari lima fakultas, yaitu: Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada perkembangan selanjutnya dibuka dua fakultas lagi, yaitu Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam. Fakultas yang paling baru dibentuk di IPB adalah Fakultas Ekonomi dan Manajemen dan Fakultas Ekologi Manusia. Saat ini IPB memiliki 8 fakultas.
Tanggal 1 September 1963 merupakan tanggal kelahiran Fakultas Peternakan IPB. Pada saat itu diputuskan bahwa kampus Fakultas Peternakan-IPB berlokasi di kampus IPB Jalan Gunung Gede (sekarang Jalan Raya Pajajaran) dan sebagai dekan pertama ditunjuk Prof. Dr. J. H. Hutasoit.
Fakultas Peternakan merupakan salah satu fakultas pioneer di IPB bahkan di Indonesia. Fakultas Peternakan IPB telah memberikan andilnya dalam merintis pendirian beberapa fakultas peternakan lain di Indonesia seperti Fakultas Peternakan di Universitas Jambi, Universitas Bengkulu, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya, Universitas Juanda, UHamka, Universitas Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Jember, dan Universitas Hasanudin.

Sesuai dengan tuntutan pembangunan nasional, pada tahun 1975, Fakultas Peternakan IPB bersamaan dengan pembukaan Program Pendidikan Pasca Sarjana (S2 dan S3) IPB, mulai menawarkan Program Pendidikan Akademik Stratum 2 dan 3 (S2 dan S3) dalam ilmu peternakan dengan membuka Program Studi Ilmu Ternak (PTK), Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN) dan Komunikasi Pembangunan Pertanian (KMP). Pada saat ini, Fakultas Peternakan memiliki program Doktor terakreditasi A oleh BAN-PT.
Fakultas Peternakan IPB merupakan Fakultas Peternakan pertama di Indonesia yang merintis pendidikan non gelar (diploma). Pada tahun 1984, Fakultas Peternakan IPB bersamaan dengan pembukaan Program Pendidikan Diploma (S0) Fakultas Politeknik IPB, juga turut menawarkan Program Pendidikan Profesional dalam Ilmu Peternakan dengan membuka Program Studi Teknisi Peternakan (D3) dan Program Studi Komunikasi Pertanian dan Pedesaan (D2). Program Studi Teknisi Peternakan meliputi tiga bidang studi, yaitu: Teknisi Usaha Ternak Perah (TUTP), Teknisi Usaha Ternak Unggas (TUTU), dan Teknisi Usaha Ternak Daging (TUTD).
Pada tahun 1984 - 1992, program pendidikan profesional tersebut bernaung dibawah Fakultas Politeknik IPB. Sejak tahun 1992, program studi diploma tersebut langsung dikelola oleh Fakultas Peternakan IPB (SK Rektor No. 023/UM/1992).
Terhitung semester ganjil tahun ajaran 1995-1996, Fakultas Peternakan IPB meningkatkan kualitas dan kuantitas program studi pada program pendidikan profesionalnya dengan menawarkan program D3 pada Program Studi Teknisi Peternakan (TP), Komunikasi Pembangunan (KPP), Teknologi Industri Pakan (TIP) dan Agribisnis Peternakan (AGP). Program studi Teknisi Peternakan (TP) tetap ditawarkan dalam 3 bidang, yaitu Teknisi Usaha Ternak Perah (TUTP), Teknisi Usaha Temak Unggas (TUTU) dan Teknisi Usaha Ternak Pedaging (TUTD). Pada saat yang bersamaan, pada program pendidikan Sarjana (S1) ditawarkan 4 Program Studi yaitu: Teknologi Produksi Peternakan (TPT), Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak (INMT), Sosial Ekonomi Peternakan (SET) dan Teknologi Hasil ternak (THT).
Fakultas Peternakan IPB mulai menghasilkan sarjana peternakan (Ir) sejak tahun 1967. Pada awalnya sampai tahun akademik 1995/1996, Fakultas Peternakan menerapkan kurikulum sistem paket per semesternya. Pada perkembangan selanjutnya, mulai tahun akademik 1996/1997 diterapkan kurikulum nasional dengan sistem kredit semester (SKS).
Program Studi TPT memperoleh status akreditasi A pada tahun 1998, No.00506/ Ak-1.1/IPBCYT/VIII/1998, sedangkan Program Studi THT memperoleh status akreditasi B pada tahun 1998, No.00509/Ak-1.1/IPBCYT/VIII/1998. Pada tahun 2000, Program Studi INMT memperoleh status akreditasi A dari BAN PT dengan No.02894/Ak-2-III-011/IPBNMT/VI/2000.
Untuk pengembangan pendidikan dan institusi, masing-masing Program Studi dan Departemen mencoba mengikuti kompetisi-kompetisi hibah institusi. Pada tahun 2002, Program Studi INMT, mendapatkan Hibah Kompetisi DUE-like selama 5 tahun (2002-2006). Pada tahun 2005 Departemen IPT mendapatkan Hibah SP4 selama 1 tahun. Program Hibah Kompetisi (PHK) A2 diperoleh oleh Program Studi THT tahun 2005-2007 (3 tahun) dan PHKI (Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi) tahun 2007-2009 diperoleh oleh Departemen IPTP.
Tahun 2003 mulai dilaksanakan proses “Departemenisasi”, dimana departemen menjadi homebase atau merupakan unit dasar pengelolaan dan pelaksanaan program akademik. Perubahan tersebut berdampak pada perubahan struktur, tugas pokok dan fungsi di dalam Fakultas. Perubahan awal adalah terjadinya penghapusan istilah Program Studi. Perubahan penyebutan Jurusan menjadi Departemen juga dilakukan. Sampai tahun 2005 Fakultas Peternakan memiliki 3 Departemen yaitu Departemen IPT, INMT dan SEIP. Pada akhir tahun 2005 terjadi proses pengklusteran bidang ilmu di dalam suatu departemen. Staf pengajar dikelompokkan berdasarkan keahliannya. Konsekuensi dari pengklusteran ini adalah terbentuknya departemen baru di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) dan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).
Dampak pengklusteran pada Fakultas Peternakan adalah tidak bernaungnya lagi satu departemen yang mandat keilmuannya adalah ekonomi dan sosial yaitu Departemen Sosial Ekonomi dan Industri Peternakan (SEIP). Staf pengajar Departemen SEIP bergabung ke departemen-departemen di FEM atau FEMA. Untuk kedua departemen lainnya terjadi pergantian nama. Departemen IPT menjadi IPTP (Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan) dan Departement INMT menjadi INTP (Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan). Dampak lebih lanjut adalah, pada tahun yang sama pendaftaran baru calon mahasiswa program-program diploma di bawah Fakultas Peternakan ditiadakan dan mahasiswa-mahasiswa yang masih aktif, bernaung di dalam sebutan “Passing Out”. Akibat berpindahnya Sosial Ekonomi Peternakan ke FEM dan FEMA maka secara signifikan Fakultas Peternakan mengalami kemunduran dari kompetensi dan kapasitas pendanaan.
Pada semester ganjil tahun akademik 2006/2007 mulai diterapkan Kurikulum Mayor-Minor di Fakultas Peternakan. Departemen IPTP mempunyai mayor Teknologi Produksi Ternak dengan 3 kompetensi minor berupa Budidaya dan Pengolahan Hasil Ternak Unggas, Budidaya dan Pengolahan Hasil Ternak Perah dan Budidaya dan Pengolahan Hasil Ternak Pedaging, sedangkan Departemen INTP mempunyai mayor Nutrisi dan Teknologi Pakan dengan 3 kompetensi minor yaitu Minor Teknologi Industri Pakan, Minor Nutrisi Ternak dan Hijauan dan Minor Nutrisi Ruminansia. Pada tahun yang sama, struktur laboratorium dalam departemen berganti sebutan menjadi bagian, mengalami peleburan dan perkembangan.
Sejalan dengan perkembangan paradigma perguruan tinggi yang dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang berkemampuan wirausaha, maka pada tahun 2008 mulai digalakkan pengembangan Satuan Usaha Akademik (SUA) di Fakultas Peternakan yang meliputi SUA Pengolahan susu, SUA Rumah Potong Hewan, SUA Pembesaran Sapi Perah, SUA Penggemukan Domba, SUA Pembibitan Tanaman Pakan, SUA Produksi Susu, SUA Pakan, SUA Produksi Daging, SUA Produk Unggas. Semua jenis SUA ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan mahasiswa dan sekaligus membantu keuangan bagian.

Dekan
Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc.Agr., IPU.
Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Nutrisi Ternak Perah
Email : permana@apps.ipb.ac.id, Phone : 0251-8622841, 8622812
Riwayat Pendidikan
1990 Sarjana Fakultas Peternakan IPB, Bogor - Nutrisi dan Makanan Ternak
1995 Master Goettingen University, Germany - Animal Nutrition
2002 Doktor Goettingen University, Germany - Animal Nutrition
2021 Insinyur Profesional IPB, Bogor - Insinyur Peternakan
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc.Agr., IPU 2025.
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc.Agr., IPU 2026.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si
Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak
Email : isnafia@apps.ipb.ac.id, Phone : 0251-8622841, 8622812
Riwayat Pendidikan
1998 Sarjana Fakultas Peternakan IPB, Bogor Produksi Ternak
2000 Magister Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor
2011 Doktor Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si 2025
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si 2026
Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan
Prof. Dr.agr. Asep Gunawan, S.Pt., M.Sc.
Guru Besar Ilmu Pemuliaan dan Genetika Ternak
Email : agunawan@apps.ipb.ac.id, Phone : 0251-8622841, 8622812
Riwayat Pendidikan
2003 Sarjana Peternakan Bidang Teknologi Produksi Ternak, IPB
2010 Master Peternakan Bidang Animal Science, University of Bonn, Jerman, 2010
2013 Doktor Peternakan Bidang Animal Science, University of Bonn, Jerman
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Prof. Dr.Agr Asep Gunawan, S.Pt, M.Sc 2026
|
Departemen
|
Departemen
|