Dosen muda IPB University melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Dosen Mengabdi. Program Dosen Mengabdi kali ini mengenai peningkatan keterampilan pembiakan sapi potong di Yayasan Arriyadl Bogor, di Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Bogor (20/10). Tim IPB yang terdiri dari M Baihaqi, MSc, Edit Lesa Aditia MSc dan Prof Asep Gunawan yang merupakan dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, serta Dr Iwan Prihantoro dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, IPB University.

Baihaqi mengatakan, “Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan respon IPB University atas permintaan langsung dari masyarakat setempat yang mempunyai permasalahan pada usaha peternakan yang telah dijalankan.” 

Ia juga menjelaskan, program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembiakan ternak sapi potong. Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi saluran reproduksi sapi calon induk yang ada di lokasi pengabdian serta pemberian bantuan pakan, bibit pakan dan sarana produksi sapi.

Terdapat tiga kegiatan utama yaitu pelatihan budidaya sapi potong untuk pembiakan; pemeriksaaan dan evaluasi performa dan saluran reproduksi sapi dan diskusi identifikasi sumberdaya pakan dan evaluasi ketercukupan pakan. 

Menurut Iwan Prihantoro, sumberdaya pakan merupakan hal yang penting karena merupakan pondasi pada peternakan khususnya pembiakan. “Beberapa potensi pakan yang sudah ada merupakan basis by product pertanian padi dan jagung serta hijauan pakan. Potensi yang memungkinkan dikembangkan adalah kebun pakan potongan seperti odot, rumput gajah dan indigofera,” ujarnya. 

Pada kegiatan ini juga, diserahkan bantuan bibit tanaman pakan odot dan Indigofera sp. sebagai upaya untuk peningkatan ketersediaan pakan. Masyarakat pada umumnya belum memahami tentang kebutuhan nutrisi pakan program pembiakan. Sehingga kegiatan ini sangat tepat dilakukan.

Selain itu, tim kegiatan melakukan identifikasi kondisi tubuh (body condition score) serta pemeriksaan saluran reproduksi yang dilakukan melalui palpasi (perabaan). Kegiatan ini juga melibatkan Gatot Muslim, MSi dan Winarno, S.P yang merupakan mahasiswa S3 dan S2 Program Studi Ilmu Produksi dan Teknologi Ternak, IPB University.

“Rata-rata kondisi reproduksi sapi-sapi yang ada di desa tersebut masih mempunyai kemampuan untuk bereproduksi dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi BCS dan organ reproduksi yang kami identifikasi melalui palpasi yang dilakukan. Meskipun ada beberapa ekor perlu dilakukan peningkatan skor BCS nya,” ujar Edit Lesa Aditia. 

Ketua Yayasan Arriyadl Ust. Saminan Al Ghiffary menyampaikan rasa terima kasih yang dalam atas respon cepat dari IPB University melalui program dosen mengabdi LPPM IPB University. Ia berharap kerjasama terus terjalin dengan pihak IPB University untuk membimbing peternakan (ipb.ac.id)