Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar Studium Generale dengan judul Strategi untuk Meningkatkan Kualitas Daging Sapi Korea (Hanwoo) di Auditorium JHH Fapet, Kampus IPB Dramaga, Selasa (15/10). Narasumber pada kegiatan ini adalah Prof. Myunggi Baik, Ph.D dari Departemen Bioteknologi Pertanian, Seoul National University, Korea Selatan.
Dalam pemaparannya, Prof Baik menyampaikan sejarah dan karakteristik sapi korea Hanwoo telah digunakan sebagai hewan pertanian, transportasi, dan persembahan keagamaan selama 5.000 tahun. “Sapi ini memiliki ciri khas sebagai sapi tipe Bos taurus yang memiliki domestikasi terisolasi.”jelasnya. Prof. Baik juga menyebutkan sapi hanwoo memiliki keunggulan pada daging dengan kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi, rasa yang lembut dan juicy, serta marbling yang baik.
Lebih dari seratus mahasiswa hadir dalam kegiatan ini, hadir pula pimpinan Fakultas yaitu Dekan Fapet Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, Ketua Departemen INTP Dr. Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr bersama para dosen Fapet antara lain Dr. Ir. Dwierra Evvyernie Amirroenas, MS, M.Sc, Dr. Ir. Rini Herlina Mulyono, M.Si, Prof. Dr. Ir. I Komang Gede Wiryawan, Dr. Sri Suharti, S.Pt., M.Si, Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS dan Dr. Ir. Lilis Khotijah, M.Si .
Dosen Departemen INTP Fapet Dr. Dilla Mareistia Fassah, S.Pt., M.Sc yang menjadi moderator pada kegiatan ini berhasil menyambut antusiasme mahasiswa pada sesi diskusi dan tanya jawab. Hal yang didiskusikan antara lain adalah tren permintaan daging sapi di Korea yang telah meningkat, namun tingkat swasembada daging sapi masih rendah, yaitu sekitar 37% pada tahun 2021.
Industri sapi Hanwoo menghadapi tantangan seperti biaya pakan yang meningkat, penyakit hewan, masalah lingkungan, dan tekanan dari masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hewan. Namun demikian, industri sapi Hanwoo memiliki peluang untuk
meningkatkan produksi dan ekspor daging sapi, serta meningkatkan kualitas daging
sapi melalui teknologi dan manajemen yang lebih baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan Strategi untuk meningkatkan kualitas daging sapi yang meliputi peningkatan efisiensi produksi, penggunaan teknologi dan peningkatan kesejahteraan hewan. (Mercy/Femmy).