Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University terus memperkuat ekosistem smart farming melalui kolaborasi strategis bersama perusahaan agritech Poulta Inc. (HO California, USA & Office in Pakistan). Kerja sama ini ditandai dengan penyerahan hibah teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) guna mendukung modernisasi peternakan ayam broiler sistem closed house.
Penandatanganan kerja sama dan serah terima instrumen IoT ini berlangsung di Ruang Sidang Fapet IPB pada Senin (20/04). Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fapet IPB, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, jajaran pimpinan fakultas, serta mitra industri dari PT. Multi Sarana Pakanindo dan perwakilan Poulta Inc.
Hibah teknologi dari Poulta Inc. ini mencakup arsitektur digital mutakhir yang dirancang khusus untuk industri perunggasan. Sistem ini mengintegrasikan: Sensor & Kamera Pintar: Pengumpulan data kondisi lingkungan secara real-time; Analisis Berbasis AI: Pengolahan data besar (big data) untuk memprediksi dan mengoptimalkan performa ternak; Dashboard Kendali: Pemantauan otomatis yang memudahkan manajemen pakan, suhu, dan kelembapan kandang.
Dalam paparannya, Dr. Asfar Muhammad menjelaskan bahwa implementasi IoT pada Kandang Broiler Closed House B di Laboratorium Lapang Fapet menjadi bukti nyata bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi produksi dan meminimalisir risiko operasional melalui pendekatan berbasis data.
Dekan Fapet IPB, Prof. Idat Galih Permana, menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar pembaruan alat, melainkan transformasi fundamental dalam dunia akademik dan industri. "Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya berdampak pada dunia akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi industri peternakan nasional," ujar Prof. Idat.
Kunjungan lapangan ke unit laboratorium menjadi penutup rangkaian kegiatan, memperlihatkan kesiapan infrastruktur Fapet IPB dalam mengadopsi teknologi global. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan era pertanian digital sekaligus melahirkan talenta-talenta peternakan yang fasih terhadap teknologi masa depan.