Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University memaparkan perkembangan produksi indukan ayam IPB-D1 dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Strategis Produksi Indukan Ayam IPB, Alope Unhas, dan KUB di Aula Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar (15/10).

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) pada Juli 2026 sekaligus evaluasi kemajuan program pengembangan sumber daya genetik ayam lokal Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan BRMP Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), IPB University, dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Dekan Fapet IPB University, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr., IPU, menyampaikan progres pengembangan ayam IPB-D1 dengan target produksi 5.000 ekor induk atau calon induk hingga Desember 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan bibit ayam lokal unggul untuk mendukung kemandirian pembibitan nasional.

Selain pengembangan ayam IPB-D1, Fapet IPB University juga merencanakan pengembangan galur ayam lokal berikutnya, yakni IPB-D2 dan IPB-D3 pada 2027. Pengembangan ini diharapkan memperkaya pilihan sumber daya genetik ayam lokal dengan karakteristik unggul yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan peternakan nasional.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas target pengembangan indukan ayam KUB oleh BRMP UAT dan ayam Alope Unhas-1 oleh Fapet Unhas, serta perluasan diseminasi bibit kepada mitra dan peternak. Diskusi turut mengidentifikasi berbagai tantangan pengembangan ayam lokal, khususnya dalam penerapan di tingkat peternakan rakyat.

Melalui program kerja sama strategis ini, Fapet IPB University terus mendorong pengembangan ayam IPB-D1 melalui penguatan produksi indukan dan perluasan pemanfaatan hasil inovasi. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Fapet IPB University dalam mendukung ketersediaan bibit ayam lokal unggul dan memperkuat kemandirian sektor peternakan Indonesia.