News

  • Ternak konvensional yang ada saat ini seperti sapi, kerbau, kambing, ayam, babi, hanya sebagian kecil dari sumber daya hayati fauna yang ada. Masih ada banyak satwa lain yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber protein bagi manusia, baik dari mamalia, burung, reptilia, avertebrata maupun serangga.

    Hal itu dikatakan Guru Besar Fakultas Peternakan IPB, Prof Dr Asnasth M. Fuah dalam presentasinya bertajuk “Satwa Harapan Pilihan Usaha Menjanjikan yang Efisien” dalam sebuah  pelatihan melalui online yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) dan Fakultas Peternakan IPB pada Sabtu (27/6/2020). Hadir pula narasumber lain yakni Dr Yuni Cahya Endrawati (Dosen Fapet IPB) dan Koes Hendra Agus Setiawan (Founder PT Sugeng Jaya Group).

    Asnath memaparkan, satwa harapan memiliki sejumlah keunggulan yakni efisiensi lahan dan ruang, efisiensi modal, mudah beradaptasi dan ramah lingkungan, relatif tahan penyakit, siklus hidup yang pendek dan nilai ekonomi yang tinggi.

    Ia mencontohkan satwa harapan dengan budidaya jangkrik yang memiliki kadar protein 54-58%, kapasitas produksi telur pada luas lahan sekitar kurang dari  100 m2 atau setara dengan 20 kotak pemeliharaan mencapai 6-8kg/hari, dapat dipanen mencapai 200-250 kg/bulan dengan harga jual Rp 30.000-35.000/kg.

    Contoh lainnya adalah budidaya lebah madu apis, yang memerlukan kawasan tanaman pakan yang mengandung nektar. Produksi madu 2 kg/stup/periode panen, dalam setahun bisa 3-4 periode panen. “Keunggulan lain budidaya lebah madu apis yakni integrasinya dengan kopi. Meningkatkan produksi madu dan kopi, lebah sebagai polinatornya,” jelas Asnath.style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;">
    Satwa harapan lain yang berpotensi besar untuk dikembangkan, lanjut dia, antara lain budidaya lebah trigona, ulat hongkong, lebah propolis, ulat sutera bombyx mori, ulat sutera alam Indonesia attacus atlas, ulat sutera alam samia cynthia ricini, semut rangrang dan black soldier flies (BSF).

    Agar dapat berkembang secara berkelanjutan, Asnath menegaskan tentang strategi yang dapat dilakukan, yakni adanya ketersediaan pakan dan bibit secara cukup dan berkelanjutan, penguatan kapasitas organisasi, sumber daya manusia dan kemitraan, pembenahan infrastruktur, sistem distribusi dan tata niaga, penguatan teknologi budidaya dan pasca panen, serta dukungan kebijakan menyangkut regulasi tata ruang dan kawasan budidaya (majalahinfovet.com)

  • Dalam rangka upaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab  pekerjaan dan kehidupan pribadi yang lebih sehat baik secara jasmani maupun rohani, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB menggelar kegiatan Work Life Balance  2024 pada 19-20/1. Kegiatan yang bertajuk Work Lifa Balance ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari pimpinan,  tenaga kependidikan (tendik), tenaga kebersihan serta Agrianita Fapet IPB. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Anyer, Banten.

    Dekan Fapet IPB, Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyampaikan “Sebetulnya ini merupakan acara  yang rutin kita lakukan setiap hari Jumat seperti juga yang dianjurkan oleh Pak Rektor, kita mulai melakukan kegiatan diluar pekerjaan terutama untuk menjaga kesehatan setiap hari jumat kita mengadakan senam bersama atau jalan pagi”ungkapnya. Pelaksanaan di Anyer ini merupakan  puncak dari kegiatan Work Life Balance tersebut. Dekan berharap agar peserta bisa sedikit rileks sebelum nanti mulai kembali melayani Mahasiswa mata perkuliahan di Semester Genap 2023/2024 yang akan segera di mulai.

    Pada kesempatan tersebut juga Pimpinan Fakultas Peternakan mengucapkan terima kasih kepada para civitas Fapet yang hadir. “Tentunya tanpa peran dan kinerja Bapak/Ibu semua capaian-capaian Fakultas Peternakan mungkin akan sulit diraih, Alhamdulillah tahun ini kita juga telah mencapai kinerja yang sangat baik dan ini merupakan peran Bapak/Ibu semua para tendik, baik dari bagian akademik, bagian keuangan, kepegawaian, kemudian juga pelaporan kinerja para penanggung jawab di lingkungan Dekanat Fakultas Peternakan”pungkasnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si atas capaiannya sebagai Profesor/Guru Besar Bidang Ilmu Biokimia dan Mikrobiologi Nutrisi Ternak dan Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt, M.V.P.H, M.Si atas capaiannya sebagai Profesor/Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu

  • Fakultas Peternakan IPB University mengucapkan Selamat dan Sukses atas capaian Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. sebagai Profesor/Guru Besar bidang ilmu Rekayasa Nutrisi Ternak Perah.

     

     

  • Fakultas Peternakan IPB University mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si sebagai Rektor IPB University periode 2023-2028.

    1. Urutan ke-1 Capaian Publikasi tahun 2022-2024 Fakultas Peternakan IPB University
    2. Urutan ke-5 Capaian Publikasi tahun 2022-2024 Fakultas Peternakan IPB University
    3. Urutan ke-1 Capaian Publikasi dan Urutan ke-3 Capaian Sitasi tahun 2022-2024 Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB University
    4. Top 20 Divisi Capaian Publikasi 2022-2024 (Ilmu dan Teknologi Pakan urutan ke-1, Nutrisi dan Ternak Perah urutan ke-12 dan Pemuliaan dan Genetika Ternak urutan ke-13)
    5. Top 20 Divisi Capaian Sitasi 2022-2024  (Ilmu dan Teknologi Pakan urutan ke-2 dan Nutrisi dan Ternak Perah urutan ke-16)
    6. Top 10 Dosen dengan Capaian Publikasi 2022-2024 (Urutan ke-1 dan ke 10)
    7. Top 20 Dosen dengan Capaian Sitaasi 2022-2024 (Urutan ke-1)
    8. Urutan ke-1 Departemen dengan Capaian Publikasi dan urutan ke-3 Departemen dengan Capaian Sitasi (Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB University)
  • Fakultas Peternakan IPB University Selamat dan Sukses atas prestasi membanggakan kepada Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS yang telah mendapatkan Penghargaan Gold Academic Leader Anugerah Academic Leader 2024 BIDANG PERTANIAN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI

  •  

    Dr. Despal, S.Pt., M.Sc.Agr, Dosen INTP Fakultas Peternakan IPB meraih jabatan fungsional sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Nutrisi Ternak. Atas capaian tersebut, bertambah lagi satu orang Guru Besar di Fapet IPB dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dari berbagai aspek baik di lingkungan Fapet, IPB University, pendidikan nasional dan internasional. Selamat untuk Prof. Despal.

  • Pimpinan dan Civitas akademika Fakultas Peternakan IPB mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

    Taqobalallahu minnaa wa minkum, minal aa'idiin wal faaizin-mohon maaf lahir dan bathin

     

  • Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) merayakan Dies Natalis ke-42 di IPB University dengan semangat kolaborasi dan inovasi untuk kemajuan peternakan nasional. Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema“Ismapeti Menginspirasi, Peternakan Bertransformasi”.

    Acara dihadiri delegasi dari 20 perguruan tinggi peternakan se-Indonesia, tokoh akademisi, dan praktisi industri peternakan. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi, pertukaran gagasan, sekaligus wadah memperkuat sinergi mahasiswa peternakan dalam menghadapi tantangan masa depan.

    Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof drh Deni Noviana, menyampaikan apresiasi atas kiprah Ismapeti yang telah berusia 42 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan semangat dan ketangguhan mahasiswa peternakan Indonesia.

    “Empat puluh dua tahun tentu bukan waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang menunjukkan komitmen Ismapeti dalam menjaga sinergi antar mahasiswa peternakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Ia menambahkan, tema Dies Natalis tahun ini relevan dengan tantangan sektor peternakan yang terus berkembang.

    “Sektor peternakan kini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga transformasi digital, keberlanjutan, kesejahteraan hewan, dan ketahanan pangan nasional. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membawa sains, teknologi, dan nilai sosial kepada masyarakat,” jelasnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Prof Idat Galih Permana, menyebut Dies Natalis ke-42 Ismapeti sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pangan dan gizi nasional.

    “Selamat datang kepada seluruh delegasi BEM Fakultas Peternakan dari berbagai universitas. Ini kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami dapat menjamu rekan-rekan semua di kampus IPB,” ujarnya.

    Ia menyoroti peluang besar dunia peternakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Menurutnya, program ini berpotensi meningkatkan kebutuhan produk hasil ternak seperti daging dan susu, sekaligus menjadi tantangan untuk meningkatkan produktivitas nasional.

    “Kebutuhan produk peternakan akan meningkat signifikan, sementara produktivitas susu baru sekitar 20 persen dan ketergantungan impor daging sapi masih 25 persen,” ungkapnya.

    Prof Idat menegaskan, kegiatan seperti Ismapeti menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan mahasiswa. Ia berharap semangat Dies Natalis ke-42 dapat memperkuat jejaring dan melahirkan ide-ide inovatif bagi kemajuan peternakan Indonesia.

    “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum bagi generasi muda peternakan untuk bergerak bersama membangun masa depan yang gemilang,” tutupnya.

    Acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti Simposium Nasional, Temu Ilmiah dan Bakti Amal Mahasiswa Peternakan Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Puncak acara ditutup dengan pengumuman pemenang berbagai lomba, termasuk Lomba Karya Tulis Ilmiah, Business Plan, Infografis, Esai, dan Olimpiade Peternakan. (Fj)

  • Fakultas Peternakan IPB University mengadakan Halal Bi Halal dalam rangka Idul Fitri 1442 Hijriah pada Rabu (19/05). Sama seperti suasana tahun sebelumnya, akibat pandemi COVID-19 Halal bi halal tahun ini dilaksanakan secara hybrid di ruang sidang Fakultas Peternakan, melalui aplikasi Zoom dan dapat pula disaksikan live melalui Youtube yang mengambil tema “Semangat Idul Fitri Perkuat Silaturahmi di Era Digital”

    Halal bi halal ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, senat akademik, dosen, perwakilan HANTER, tenaga kependidikan, jajaran agrianita, mahasiswa, dan lain-lain. Pada kesempatan halal bi halal ini, tausiah disampaikan oleh DR. Salahudin El Ayyubi, Lc. MA.

    Dalam sambutannya, Dekan Fapet menyampaikan mohon maaf lahir batin bagi seluruh warga Fakultas Peternakan IPB University. Beliau menyampaikan bahwa pandemi ini telah mengubah tatanan sosial baik pada perkuliahan maupun silaturahmi yang biasanya dilakukan secara tatap muka. Hal ini menuntut kita untuk mampu memanfaatkan teknologi sebaik mungkin dengan tidak mengurangi esensi silaturahmi kita maupun tugas kita sehari-hari. Dekan Fapet juga mengajak segenap sivitas Fakultas Peternakan IPB University untuk menjadikan Idul Fitri kali ini sebagai momentum kebangkitan untuk memulai kegiatan perkuliahan secara tatap muka yang akan dimulai awal semester depan.

    Ucapan selamat hari raya idul fitri juga disampaikan oleh Bapak/Ibu Purna Bakti, Ketua Senat, Ketua Umum Hanter, Bapak/Ibu Ketua Departemen, dan perwakilan mahasiswa Ketua BEM Fapet. Halal bi halal ini juga menampilkan persembahan dari berbagai pihak.

    Dalam sesi tausiah, Ustad Salahudin El Ayyubi menyampaikan bahwa selama  pandemi ini kita memiliki Tanzanian dalam menjaga silaturahmi antar sesama manusia. Menjadikan perbedaan dan keterbatasan ini sebagai pemersatu umat dengan kolaborasi yang mampu menghasilkan harmoni seperti lukisan dan alunan musik yang indah. Menjaga pergaulan dan silaturahmi antar kita agar kita menjadi semakin kuat ditengah kesulitan maupun pandemi COVID-19 ini. Tausiah ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad Salahudin (Rika Zahera)

  • Himpunan mahasiswa produksi ternak IPB (Himaproter) telah mengadakan sebuah acara SWAP 2017. Acara ini terdiri atas Seminar,Workshop, serta Lomba BMC yang dilaksanan pada hari Sabtu, 6 Mei 2017 pukul 08.00 s.d 16.00 bertempat di Auditorium Fapet IPB. Peserta yang hadir sebanyak 20 orang dari kalangan umum serta 50 dari kalangan mahasiswa.

    Kegiatan ini dimulai dari sambutan oleh ketua pelaksana SWAP 2017 Eki Pratama Rivai lalu pembina Himaproter Sigid Prabowo serta Wakil Dekan bidang Akademik & Kemahasiswaan Fapet IPB Prof. Dr. Ir. Sumiati. M,Sc. Acara dilanjutkan dengan Seminar dari 2 pembicara dengan tema pertama yaitu Mempersiapkan wirausaha muda dalam menghadapi persaingan bisnis dunia peternakan di era globlisasi oleh Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astini serta tema kedua yaitu pemeliharaan kambing domba pada Bangunkarso Farm oleh Bapak Bangun Dioro

    Pada kegiatan Workshop dimulai dengan pemaparan Agroedutourism oleh Dr. Asnath M Fuah MS dilanjutkan dengan pemeliharaan kambing domba oleh Dr. Ir. Sri Rahayu MS dan diakhiri oleh pemaparan Pemeliharaan Jangkrik, Ulat Hongkong, dan Kroto Oleh Bapak Ade Yusdira CEO KrotoBond. Sedangkan Kegiatan BMC diikuti oleh 10 kelompok yang terdiri atas 3-5 orang, Kegiatan ini diawali oleh materi mengenai BMC lalu dilanjutkan dengan lomba BMC.

    Diharapkan dengan kegiatan ini para peserta dapat mendapat ilmu mengenai peternakan on-farm dan off-farm serta dapat menerapkan bisnis-bisnis terkait dengan peternakan.

  • Gerakan Protein Sehat  telah mencapai acara puncaknya dengan diadakannya Seminar Gerakan Protein Sehat , yang diadakan pada hari Sabtu,  tanggal 20 Mei 2017. Seminar yang bertajuk “Protein Hewani untuk Cerdaskan Indonesia” diselenggarakan di Audit Mandiri IPB, pukul 08-selesai.

    Seminar yang dibagi menjadi dua sesi itu membahas pentingnya protein hewani untuk mencerdaskan masyarakat, kondisi ketahanan pangan di Indonesia. Seminar Sesi pertama  dimoderatori oleh Satria Juier Manpaki, SPt (Mahasiswa Berprestasi Fakultas Peternakan 2016). Pada sesi pertama ini dipaparkan informasi mengenai ketahanan pangan susu dan telur oleh Ir. Titiek Eko Pramudji, MSc. sebagai Kepala Subdit Pemasaran, Direktorat Pengolahan dan Hasil Pemasaran Peternakan, Kementrian Pertanian. Selain itu, kondisi dan potensi perunggasan lokal di Indonesia juga dipaparkan oleh Ade Meirizal Zulkarnaen sebagai Ketua Himpunan Unggas Lokal

    Pada Sesi kedua, Prof. drh. M. Rizal Damanik, MRepSc, PhD, Guru Besar dan Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor memaparkan mengenai Pentingnya protein hewani bagi kesehatan. Sesi ini dimoderatori oleh Rini Yuniarti, SPt yang merupakan Delegates Student of Winter Course International Beef Production in Adelaide University, Australia 2016. Pemaparan mengenai kontribusi industri dalam ketersediaan protein (susu) juga dialukan oleh Doddy Cahyo Anggoro, SPt sebagai Quality Assurance FSQ for Manufacturing, Frisian Flag Indonesia.

    Rangkaian acara GPS 2017 telah berjalan dengan lancar.  Mulai dari GPS Mengabdi, Tour de (nine) Faculty dan acara puncak yaitu Seminar GPS 2017. Terima kasih kepada para pendukung acara GPS 2017. Total susu dan telur yang telah dibagikan adalah 600 liter susu dan 2017 telur.

  • Ronny Rachman Noor

    Daging kambing memang bak sebilah pisau memiliki dua sisi yang melegenda.  Di satu sisi daging kambing dipercaya oleh banyak orang terutama para  laki laki sebagai peningkat libido  sex sehingga tentunya banyak penggemarnya, namun di sisi lain dijadikan kambing hitam sebagai biang kerok penyebab darah tinggi dan tentunya banyak yang menghindari mengkonsumsinya.

    Rumor terkait khasiat dan efek samping daging kambing memang sudah sangat meluas. Sebagai  contoh  tekait sebagai peningkat libido  banyak orang yang secara psikis percaya sehingga sangat bersemangat menyantap sate dan sop kambing terutama dengan embel embel kambing muda.

    Warung sate dan sop kambing muda banyak penggemarnya. Kali ini saya hanya membahas satu sisi saja yaitu mitos terkait daging kambing  sebagai biang kerok penyebab darah tinggi.

    Jika kita tengok  kembali sejarah,   di Jepang dan di wilayah lainnya di Asia orang mulai mengkonsumsi daging kambing di era selepas perang dunia II (1945-1965) yang pada periode tersebut terjadi kekurangan pangan.

    Sebelumnya periode waktu ini daging kambing lebih dipandang sebagai makanan yang difungsikan untuk pengobatan  atau merupakan bagian dari budaya dan dikonsumsi di wilayah tertentu

    Daging kambing memang banyak disajikan dan dikonsumsi untuk perayaan hari besar, hari besar keagamaan, pesta, ataupun sebagai bagian dari tradisi kumpul kumpul keluarga dan handai taulan.

    Penyebab  darah tinggi memang belum dapat dipastikan karena hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% dari penderita darah tinggi disebabkan oleh faktor keturunan dan dikombinasikan dengan faktor lingkungan seperti misalnya kegemaran mengkonsumsi makanan yang berlemak dan  mengandung garam tinggi dan juga stress

    Perbandingan Nilai Gizi

    Sebagaimana halnya dengan daging lainnya, daging kambing mengandung protein dan lemak. Ditinjau dari segi nilai gizinya, daging kambing mengandung asam amino esensial dan non esensial.  Daging kambing mengandung taurin, karnitin dan inosin yang tinggi yang sangat penting bagi kesehatan.

    Lemak daging kambing mengandung sekitar 50% lemak  jenuh dan 50% lemak tidak jenuh dengan level asam oleic (C18-1) yang tinggi.

    Dibandingkan dengan nilai gizi daging lainnya, daging kambing lebih baik dari daging sapi dan daging  ayam.

    Kalori dan Kolesterol

    Nilai kalori dalam 100 gram daging kambing hanya mengandung sekitar 109 kalori yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi (250 kalori) dan daging ayam (195 kalori).

    Demikian juga kandungan kolesterol daging kambing per 100 gram hanya 57 mg sementara kandungan kolesterol daging sapi 89 mg dan ayam 83 mg per 100 gramnya.

    Lemak

    Dalam 100 mg daging kambing hanya mengandung 2,3 gram lemak total sementara daging sapi kandungan lemak totalnya dapat mencapai 15 gram dan ayam mencapai 7,5 gram.

    Hal ini berarti mengkonsumsi 1 porsi daging kambing (100 gram)  hanya memenuhi 4% dari kebutuhan lemak berdasarkan perhitungan nilai 2000 kalori yang diperlukan per harinya.

    Protein

    Dalam hal kandungan dan kualitas protein daging kambing  hampir sama dengan daging sapi dan ayam karena protein total daging kambing 20 gram sementara daging sapi 25 gram dan ayam 30 gram untuk setiap porsinya.

    Jadi jika kita mengkonsumsi 1 porsi daging kambing (100 g) maka dapat memenuhi kebutuhan 50% kebutuhan protein harian kita.

    Penyebab darah Tinggi?

    Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita membandingkan kandungan lemak jenuhnya.

    Kita memang disarankan untuk menghindari mengkonsumsi daging merah secara berlebihan karena mengandung lemak jenuh yang tinggi yang akan berakibat pada peningkatan kolesterol dan memicu penyakit jantung.  Oleh sebab itu sebagai patokan konsumsi lemak jenuh setiap hari kita tidak melebihi 20 gram per harinya.

    Pada setiap 100 g daging sapi dan ayam masing masing mengandung lemah jenuh (saturated fat) sebanyak 6 gram dan 2,5 gram, sementara itu kandungan lemak  jenuh pada setiap 100 gram daging kambing hanya 0,71 gram. Jadi kandungan lemak jenuh daging kambing jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi dan daging ayam.

    Sebaliknya daging kambing lebih kaya akan lemak tidak jenuhnya (unsaturated fat) jika dibandingkan dengan daging sapi dan daging ayam  karena mengandung sekitar 1 gram per 100 gram daging kambing.  Lemak tidak jenuh ini merupakan golongan lemak yang bersahabat karena membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi imflamasi dan menstabilkan denyut jantung.

    Tekanan darah tinggi yang naik setelah mengkonsumsi daging kambing lebih disebabkan karena kesalahan dalam teknik memasaknya.

    Kita tentunya sudah banyak mengetahui bahwa sebelum dimasak daging kambing seringkali digoreng terlebih dulu sebelum diproses lebih lanjut, atau dipanggang ketika membuat sate dan kambing guling.

    Kebiasaan  memasak  menggoreng dan memanggang  ini tentunya akan meningkatkan jumlah  kalori  masakan yang kita buat karena memerlukan tambahan minyak, mentega yang akan menjadi lemak dan diserap oleh daging kambing.

    Panas yang dihasilkan dengan cara menggoreng dan memanggang ini akan menyebabkan daging kambing kehilangan kandungan airnya yang digantikan dengan lemak yang berasal dari minyak yang digunakan dalam memasaknya.

    Penyerapan lemak oleh daging kambing ini ketika dimasak dengan cara yang salah akan menyebabkan makanan yang dibuat ini mengandung kalori lebih tinggi.  Menurut hasil penelitian peningkatan kalori akibat daging kambing dimasak dengan cara menggoreng terlebiih dulu atau memanggangnya dapat mencapai 64%.

    Jika kita terbiasa mengkonsumsi daging kambing dengan cara memasak seperti ini maka kalori tinggi  dari lemak yang masuk ke dalam tubuh kita akan menumpuk seiring dengan berjalannya waktu dan akan terakumulasi di dalam pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

    Hal lain yang juga berkontribusi dalam peningkatan tekanan darah setelah mengkonsumsi daging kambing adalah bahan lain yang biasa  ditambahkan  kecap, garam dan MSG yang mengandung sodium dan bahan pengawet.

    Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Jepang yang diterbitkan di Asian-Australasian Journal of Animal Science  menunjukkan bahwa konsumsi daging kambing dalam jangka panjang tidak berakibat pada peningkatan tekanan darah. Penyebab peningkatan tekanan darah bagi orang yang mengkonsumsi daging kambing lebih disebabkan karena garam yang ditambahkan pada saat memasaknya

    Disamping itu memasak daging kambing dengan mengunakan santan juga dapat meningkatkan darah tinggi karena santan mengandung lemak jenuh yang tinggi.

    Berdasarkan data nilai gizi daging kambing yang telah diuraikan di atas  mitos tentang orang yang gemar mengkonsumsi daging kambing akan terkena darah tinggi tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

    Perlu juga kita ketahui bahwa di Indonesia sebagian masakan popular seperti sate, sop dan gule diberi label kambing, padahal daging yang digunakan sebagian besar adalah daging domba yang berbeda nilai gizinya dengan daging kambing, dimana daging kambing lebih sehat jika dibandingkan dengan daging domba.

    Perbandingan nilai gizi daging kambing dan domba. Sumber: USDA


     
    Dari hasil penelusuran dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan daging sapi, babi, domba dan ayam, daging kambing memiliki nilai kalori yang lebih rendah, mengandung protein dan zat besi yang lebih tinggi yang mebuat daging kambing dikategorikan sebagai “lean meat” yang bermanfaat bagi kesehatan.

     

    Perbandingan nilai gizi daging kambing dengan daging lainnya setelah dipanggang. Sumber: USDA

     

    Fakta di atas menunjukkan bahwa mengkonsumsi daging kambing jika dimasak dengan cara yang benar tidak menjadi penyebab darah tinggi, jadi jika mengkonsumsinya tidak berlebihan dan memasaknya dengan cara yang tepat maka daging kambing yang enak dan menggoda tersebut tidak perlu dihindari karena masuk kategori daging yang sehat.

    Tidak heran memang di rumah sakit di Amerika, dalam masa penyembuhan pasca serangan jantung salah satu menu yang disajikan berbahan dasar daging kambing.

    Dalam mengkonsumsi daging kambing ataupun makanan lainnya sudah seharusnya kita mengingat nasehat yang sangat berharga yaitu "berhentilah makan sebelum kenyang"

  • Dalam rangka mempromosikan Fakultas Peternakan (Fapet) kepada civitas IPB maupun masyarakat umum, IPB TV melaksanakan pengambilan video pada (20/2) di lingkungan Fapet IPB, Kampus Darmaga, Bogor. Pelaksanaan syuting melibatkan Pimpinan, Duta IPB, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta para Mahasiswa Fapet.

    Pengambilan video dengan konsep dialog antara Dekan Fapet Dr. Idat Galih Permana dengan Duta Fapet Dwi Robiatul Adawiyah ini diawali di sekitar Fapet yaitu ruang Layanan Akademik dan Inovasi Fapet. Selanjutnya syuting dilanjutkan ke Lab. Lapangan Fapet antara lain di kandang sapi potong dan kandang domba. Pengambilan video dilanjutkan di sekitar gedung Fapet yaitu Departemen IPTP dan INTP, Lab. Ilmu dan Teknologi Pakan, Lab. Genetika Molekuler serta Lab. Teknologi Hasil Ternak.

    Ruang kuliah dengan aktivitas mahasiswa serta dosen yang sedang mengajar tidak luput dari sorotan kru IPB TV yang sedang bertugas, dilanjutkan dengan pengambilan gambar di sudut kantin Fapet yang menyajikan hidangan lezat yang tengah dinikmati mahasiswa, ada pula executive lounge, tempat makan dengan suasana serasa cafe. Syuting ditutup dengan pengambilan video di area Lembaga Kemahasiswaan, Fapet IPB memiliki 5 Ormawa dengan 2 diantaranya adalah Himpro. Penasaran bagaimana hasil dari syuting tersebut? Saksikan hanya di kanal YouTube IPB TV. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University kembali meluluskan doktor baru melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan (INP). Sidang promosi doktor atas nama Harwanto dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB University.

    Dalam sidang tersebut, Harwanto mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Kajian Spesies Tanaman Pakan dan Penambahan Pupuk pada Lahan Pasca Tambang Kapur untuk Pengembangan Sistem Ransum In Situ.” Selama sekitar 15 menit, ia memaparkan hasil penelitiannya mengenai cara memanfaatkan lahan bekas tambang kapur agar dapat digunakan untuk menanam hijauan pakan ternak.

    Sidang promosi ini dipimpin oleh Dekan Fapet IPB Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. Ketua Komisi Pembimbing yaitu Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr dengan anggota komisi Prof. Dr. Ir. Panca Dewi Manu Hara Karti Soewondo, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Suwardi, M.Agr. Adapun penguji luar komisi adalah Prof. Dr. Ir. I Komang Gede Wiryawan, staf pengajar di Departemen Ilmu Nutrisi dan Pakan IPB University, serta Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng yang merupakan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.

    Dalam penelitiannya, Harwanto menemukan bahwa lahan pascatambang kapur di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas memiliki kondisi tanah yang kurang subur. Tanah tersebut memiliki pH yang cukup tinggi (basa) serta kandungan bahan organik dan unsur hara yang rendah. Tanaman yang secara alami tumbuh di lokasi tersebut adalah rumput Imperata cylindrica dan legum Centrosema pubescens, namun produksinya masih rendah sehingga hanya mampu menampung sedikit ternak.

    Melalui percobaan yang dilakukan, Harwanto mencoba menanam rumput pakchong dan legum indigofera dengan tambahan mikoriza, pupuk organik, dan pupuk NPK. Hasilnya, produksi hijauan meningkat cukup signifikan. Rumput pakchong mampu menghasilkan sekitar 36 ton bahan kering per hektare per tahun, sementara indigofera sekitar 19 ton bahan kering per hektare per tahun.

    Selain meningkatkan produksi pakan, perlakuan tersebut juga membantu memperbaiki kondisi tanah. Kandungan bahan organik dan unsur hara tanah meningkat, sementara pH tanah yang sebelumnya basa menjadi lebih mendekati netral. Dari hasil simulasi ransum, kombinasi 63 persen rumput pakchong dan 37 persen indigofera dapat mendukung pemeliharaan ternak secara intensif di lahan tersebut. Lahan pascatambang kapur yang diteliti diperkirakan mampu menampung sekitar 7,64 unit ternak atau setara dengan sekitar 54 ekor kambing.

    Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Harwanto menyarankan pemanfaatan rumput pakchong dan indigofera dengan penambahan mikoriza, pupuk organik, dan pupuk NPK sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan lahan pascatambang kapur. Selain dapat menyediakan sumber pakan ternak, metode ini juga berpotensi memperbaiki kesuburan tanah secara bertahap.Ia juga menyarankan adanya penelitian lanjutan untuk menguji secara langsung pengaruh ransum tersebut terhadap produktivitas ternak.

    Ketua Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan IPB University, Prof. Dewi Apri Astuti menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Harwanto. Menurutnya, promovendeus memiliki pengalaman yang baik dalam bidang penelitian. Ia juga menambahkan bahwa sebelum menempuh pendidikan doktoral, Harwanto pernah mengabdi di Laboratorium Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM)nyang juga merupakan almamaternya. Pengalaman tersebut dinilai turut mendukung kemampuan analisisnya dalam melakukan penelitian.

    Melalui sidang terbuka ini, Fakultas Peternakan IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang mampu memberikan solusi ilmiah bagi pengembangan peternakan, termasuk dalam pemanfaatan lahan-lahan marginal seperti kawasan pascatambang. (cr:Femmy).