News

  • IPB University terus berupaya menghadirkan aura industri di kampus melalui kehadiran Teaching Factory. Teranyar, Rektor IPB University, Prof Arif Satria meresmikan Teaching Factory Sorinfer Fakultas Peternakan IPB University di Unit Pendidikan dan Penelitian (UP3) Jonggol, 26/1.

    Bekerja sama dengan PT Santana Manggala Karya, Teaching Factory Sorinfer ini merupakan fasilitas mutakhir untuk praktikum dan penelitian mahasiswa dalam bidang budidaya hingga produksi hijauan pakan secara mekanik dan industri.
    Sorinfer sendiri merupakan produk pakan fermentasi dengan nutrien lengkap dan seimbang. Berbahan sorgum dan indigofera yang juga diperkaya dengan bahan tambahan lainnya. Sehingga sangat bagus untuk kebutuhan nutrisi ternak.

    "Sorinfer merupakan pakan komplit fermentasi yang siap saji. Dengan Sorinfer, memberi pakan menjadi mudah. Peternak tidak perlu lahan luas (untuk mendapatkan rumput hijauan). Cukup dengan sorinfer, kebutuhan nutrisi ternak dapat terpenuhi," ujar Prof Luki Abdullah, Ketua Tim Peneliti.

    Selain komplit, lanjut dia, keunggulan lain Sorinfer dapat disimpan dalam waktu lama. Bahkan mampu bertahan hingga tiga tahun jika kemasan tidak dibuka. Di samping itu, karena proses fermentasi, ternak menjadi sangat suka berkat aroma yang dihasilkan.

    Ia menjelaskan, produksi Sorinfer di tempat ini didukung mesin yang dirancang dengan kapasitas produksi 20 ton per hari. Jika dikalkulasi, dalam sehari, dapat menghasilkan omset 50-75 juta rupiah.
    "Di Indonesia, memang industri completed feed belum banyak. Saya kira ini yang pertama di universitas. Ini merupakan buah karya riset kami sejak 2016 hingga saat ini. Semoga Tefa Sorinfer ini dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti dan juga industri," terangnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyampaikan, selain menjadi inspirasi, inovasi Sorinfer ini mampu menjadi solusi permasalahan pakan dalam negeri. Sorinfer sangat membantu para peternak yang tak memiliki lahan yang luas untuk memenuhi kebutuhan pakan.
    "Sorinfer bisa menjadi jawaban permasalahan pakan saat ini. Dimana tidak semua peternak memiliki lahan yang cukup. Tidak semua juga mampu memformulasikan pakan yang berkualitas. Sorinfer adalah jawabannya," ujarnya.

    Rektor IPB University, Prof Arif Satria dalam peresmian itu menyatakan bahwa pembangunan Teaching Factory merupakan program IPB University untuk memfasilitasi pendidikan mahasiswa. Teaching Factory hadir agar mahasiswa dapat hands on terhadap kompetensi yang diperlukan market saat ini.

    “IPB University ingin membangun berbagai Teaching Factory yang terbaik dan paling modern di Indonesia, sehingga dapat memotivasi generasi muda untuk berkiprah di bidang pertanian," ujarnya.

    Menurutnya, Teaching Factory Sorinfer ditujukan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat. Inovasi ini mendapatkan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bingkai program Kedai Reka.

    Usai memberikan sambutan, Rektor IPB University menandatangani prasasti peresmian Teaching Factory Sorinfer, pemotongan pita pabrik dan melepaskan truk pengiriman produk Sorinfer ke konsumen.
    Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan IPB University diantaranya Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor bidang Inovasi dan Bisnis, Prof Erika Budiarti Laconi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr Ernan Rustiadi, beserta jajarannya

  • Rektor IPB University, Prof Arif Satria hadir dalam webinar bedah buku “DNA-Desa” United 30 Tahun Berkarya dari IPB untuk NKRI (24/8). Buku ini menceritakan tentang Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dikembangkan Prof Muladno, Guru Besar IPB University dari Fakultas Peternakan (Fapet).

    “Buku yang ditulis oleh mahasiswa Fapet ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kalangan muda dalam memajukan peternakan Indonesia. Kontribusi SPR di 12 provinsi sudah dirasakan oleh masyarakat luas. SPR terus istiqomah membangun desa, kita juga ingin logo IPB University ini menjadi semangat baru untuk masyarakat di lapangan. Agar logo IPB University tidak hanya sekedar gambar, tetapi simbol penyemangat untuk para petani, peternak, agar mereka semakin percaya diri,” ujar Prof Arif Satria.

    Menurutnya, SPR yang sudah berjalan sekian tahun ini bisa menjadi tolak ukur inovasi lainnya. Ukuran itulah yang menjadi bahan untuk improve model-model yang bisa dilakukan untuk SPR ini.

    “Infrastruktur laboratorium dan perkebunan di IPB University harus sempurna dan prima dalam mendukung kegiatan akademik. Sekaligus mendukung learning center yang bisa memberikan impact untuk dosen, mahasiswa, lebih-lebih lagi untuk masyarakat,” ujarnya.

    Ia memberi contoh, di Garut misalnya, ada program one village one CEO (OVOC) yang mengontrol perkembangan kandang melalui smartphone. “Ini sudah dilakukan untuk kandang pedet sapi. Artinya kalau kita kembangkan program-program 4.0 maka akan semakin mendorong efisiensi dari peternakan-peternakan yang ada di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah memanfaatkan inovasi-inovasi dari IPB University,” ungkapnya.

    Begitu juga dengan pakan indigofera dicampur sorgum hasil inovasi Dosen Fapet IPB University. Prof Arif mengatakan, hal itu bisa menjadi potensi pasar pakan ternak yang dahsyat. “Para peternak di Indonesia bisa memanfaatkan inovasi dari IPB University mulai dari breeding, pakan, budidaya hingga inovasi kandang. Perancangan kandang ini bisa menggandeng program studi Ilmu Komputer dalam membangun kandang yang smart,” imbuhnya.
     
    Menurutnya, program SPR yang sudah berjalan ini menjadi etalase untuk menunjukkan pada publik bahwa teknologi-teknologi terkini dapat dikuasai oleh IPB University. “Semoga dengan peternak yang semakin solid, dibarengi semangat dan kepercayaan diri yang tinggi, serta dengan komitmen bersama maka kedaulatan pakan menjadi satu mimpi kita,” tandasnya (ipb.ac.id)

  • Pandemi COVID-19 berdampak pada produk pertanian dan pertanian baik di Indonesia maupun global. Produk peternakan dan pertanian saat ini mengalami berbagai kendala seperti harga di tingkat produsen yang turun, distribusi ke konsumen menjadi terhambat, dan naiknya harga di tingkat konsumen.

    Dengan mengamati perkembangan peternakan dalam pandemi COVID-19 saat ini, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan (INTP Fapet) IPB University menggelar Rembug Online dengan tema Strategi Bisnis Industri Pakan dan Peternakan Perunggasan Akibat Pandemi COVID-19. Rembug Online yang digelar pada 22/4 tersebut menghadirkan dua pembicara yaitu Ir Suaedi Sunanto SPt, MBA IPU (CEO at Nutricell Pacific), Ir Audy Joinaldy SPt MSc MM IPB AseanEng (Chariman of Perkasa dan Lintas Agro Group) dan dimoderatori oleh Prof Dr Ir Sumiati MSc (Dekan Fapet IPB University yang juga Kepala Divisi Nutrisi Unggas, Departemen INTP).

    Pada kesempatan ini, Audy Joinaldy memaparkan tentang kondisi peternakan saat ini. Ia menyebutkan trend produksi ternak yang menjelang puncaknya pada masa Ramadhan dan Idul Fitri mengalami pukulan telak karena masyarakat mengalami stagnasi bahkan penurunan struktur kesejahteraan sehingga ada kecenderungan untuk menahan pembelian berbagai produk peternakan.

  • Produk hewan merupakan salah satu sumber pangan yang kaya akan protein yang dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang sehat dan cerdas. “Namun demikian, produk pangan asal hewan merupakan salah satu produk yang dikategorikan sebagai produk yang mudah rusak dan berpotensi membawa bahaya bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu harus diperhatikan penanganan kesehatan daging mulai dari hulu sampai ke hilir melalui rantai suplai yang cukup panjang dengan  baik, sehat dan berkualitas,” kata Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Fakultas Peternakan  Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Rudy Afnan.

    Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) dan  Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) mengadakan pelatihan dengan tema "Logistik Rantai Dingin pada Daging  dan  Kunjungan ke Cold Storage”, Kamis-Jum’at (21-22/2) di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

    Lebih lanjut Dr. Rudy menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi dalam penanganan daging beku yang sehat dan berkualitas, sehingga diperlukan pelatihan atau sosialisasi tentang  cara dan langkah  penerapan rantai dingin pada daging beku serta prospek usahanya bagi para pemangku kepentingan yang berminat. Maka produk pangan asal hewan selain harus dipikirkan ketersediaanya, juga harus ditangani dengan baik untuk dapat menjadi bermanfaat dan terjamin sehat dan aman untuk dikonsumsi.
     
    Dr. Rudy menambahkan, kemampuan pengelolaan cold chain diperlukan untuk menghindari kerugian yang tinggi akibat kerusakan produk hasil ternak, serta untuk mempertahankan mutu produk yang semakin menjadi tuntutan dalam era globalisasi. “Salah satu sarana penyimpanan yang harus tersedia untuk menjaga mutu komoditas perishable adalah cold storage. Sistem cold chain ini juga mampu menjaga supply daging sepanjang tahun ketika angka produksi relatif stabil dan dapat diprediksi. Jika produksi berlebih, surplusnya dapat disimpan beku dan dikeluarkan saat permintaan meningkat,” kata Dr. Rudy.
     
    Harapannya dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan cold chain atau rantai daging pada produk daging sehingga menghasilkan  daging beku yang sehat dan berkualitas bagi kepentingan konsemen.
     
    Sementara narasumber dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fapet IPB,  Prof. Dr. Irma Isnafia Arief menjelaskan mengenai supply chain produk daging sapi. Daging bukan hanya komoditas pertanian yang punya nilai ekonomi, melainkan juga esensial bagi pemenuhan kebutuhan gizi rakyat Indonesia, terutama generasi muda bangsa. Namun, kepedulian konsumen akan kesehatan daging masih belum terbangun dengan baik dan benar. Daging sehat adalah daging yang berasal dari pola budidaya ternak yang sehat, tidak mencemari lingkungan, dan disembelih secara manusiawi.

  • Sidang Umum Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (HANTER) IPB dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2023 dari pukul 19.00-22.00 WIB, di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square. Sidang umum tersebut merupakan ajang dalam pemilihan Ketua Umum HANTER IPB. Pada Sidang Umum tersebut, dilaksanakan secara Musyarawah Mufakat, sehingga terpilih Ketua Umum 2023-2028 yaitu Kang Aif Arifin Sidhik, S.Pt., M.Sc  dengan Sekjen tetap dari periode sebelumnya yaitu Kang Dr. Iyep Komala, SPt, MSi dan Bendahara Umum Mba Wisnu Brata Ratning S, S.Pt, RIFA®.

    Ketua Umum HANTER IPB sebelumnya yaitu periode 2018-2023 sekaligus Wakil Gubernur Sumatera Barat yaitu Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt.,MSc, MM, IPM, ASEAN.Eng, menyampaikan pada kepengurusannya telah meletakkan pondasi kekeluargaan yang kuat pada HANTER untuk tetap guyub dan rukun. Sehingga HANTER merupakan organisasi yang sangat kompak dalam berbagai bidang, semua elemen saling dukung dan support sehingga segala kegiatan tidak tidak pernah mengalami minus, bahkan surplus dari segi pendanaan. HANTER IPB pada periode kepengurusannya telah melakukan pelantikan DPD pada 12 Provinsi sampai yang terkahir yaitu DPD HANTER Papua. Kegiatan pelantikan pada provinsi lain sempat tertunda karena adanya Covid-19.  “Kepada pengurus baru, kegiatan yang sudah dilaksanakan silahkan dilanjutkan dan bisa dilakukan kegiatan-kegiatan lain yang lebih baik lagi, sehingga nama HANTER bisa berkarya dikancah Nasional maupun Internastional”pesannya.

    Ketua Umum Terpilih Terpilih yaitu Aif Arifin Sidhik Alumni Fakultas Peternakan IPB Angkatan 40, yang merupakan CEO dari AS Putra Group, yang bergerak pada bidang Peternakan, Pertanian, Perikanan, Perhotelan dan lainnya.

    Menurut Aif, kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pengurus sebelumnya sudah sangat bagus dan akan dilanjutkan untuk periode berikutnya.  “Pencapaian Ketua Umum HANTER 2018-2023 yaitu Pak Audy dan Sekjen Kang Iyep telah mendapatkan pencapaian yang sangat luar biasa, sudah membawa HANTER ke level yang baru” ujarnya. “Insya Allah saya akan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dan mohon doa dan support dari seluruh anggota hanter pada kepengurusan yang baru dengan tetap mengusung nilai-nilai kekeluargaan dalam HANTER”.

    Sekretaris Jenedral (SEKJEN) HANTER terpilih merupakan Sejken HANTER sebelumnya yang terpilih kembali yaitu Dr. Iyep Komala, S.Pt, MSi, yang merupakan Alumni Fakultas Peternakan IPB Angkatan 36 sekaligus dosen di Fakultas Peternakan IPB.

    Menurut Iyep, kepengurusan 2023-2028 akan melaksanakan beberapa kegiatan yang sempat tertunda karena Covid-19. “Kegiatan yang tertunda diantaranya pelantikan pengurus DPD pada beberapa provinsi yang sempat tertunda, penggalangan dana sosial dan beasiswa untuk dijadikan dana abadi HANTER, kegiatan pengabdian kepada masyarakat,  bisnis HANTER, menggiatkan kembali media sosial HANTER dan bakti HANTER ke kampus IPB dan negara.

    Bendahara Umum terpilih yaitu Wisnu Brata Ratning S, S.Pt, RIFA®. Yang merupakan alumni Fakultas Peternakan IPB Angkatan 32, sekaligus sebagai pengusaha ayam petelur dan ayam broiler.

    Naning menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaanya dari Ketua HANTER terpilih untuk menjadi bendahara HANTER. Melalui pemilihan yang guyub, kami yakin bahwa HANTER IPB akan makin memberi manfaat untuk alumni, mahasiswa dan almamater tercinta. “Adanya amanah program dana sosial dan beasiswa, tentunya akan dikelola dan dilaporkan secara berkala dan terbuka. Mari sama-sama kita saling mengawasi dan menambah pundi-pundi dana sosial dan beasiswa, sehingga semakin banyak penerima manfaat”harapnya. (Iyep Komala).

  • Pemerintah perlu meningkatkan populasi dan produktivitas sapi Bali, aset nasional  yang tidak dimiliki negara lain.  Profesor Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) Ronny Rachman Noor mengatakan bahwa sapi Bali sering dinilai rendah oleh pemerintah karena mereka adalah ternak lokal (Kamis 19/04/2018) .

    “Padahal, sapi bali memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki ternak jenis lain,” kata Ronny di kampus IPB di Baranangsiang.

    Sapi Bali Bukan hanya tahan terhadap penyakit dan lingkungan yang ekstrim, para ahli mengatakan sapi bali bisa mencerna makanan dengan kandungan serat yang tinggi. Sapi bali memiliki salah satu persentase karkas tertinggi di dunia. Dagingnya memiliki kadar kolesterol terendah dibandingkan dengan sapi lainnya.

    Dengan semua keunggulan itu, kata Ronny, sapi Bali telah menjadi komoditas utama yang banyak diminati oleh banyak negara, baik untuk pembibitan murni atau perkawinan silang untuk mendapatkan ternak berbiji campuran dengan produktivitas yang lebih baik.

    “Sapi bali adalah satu-satunya spesies ternak peliharaan yang nenek moyangnya masih hidup. Spesies ini langsung diturunkan dari kerbau yang masih bisa kita temukan di Taman Nasional Ujung Kulon dan Baluran. Nenek moyang kebanyakan sapi di dunia sudah punah, ”kata Ronny, yang telah meneliti sapi Bali selama 30 tahun.

    lebih lanjut Ronny menjelaskan sapi Bali telah diakui secara internasional sebagai sapi yang berasal di Indonesia. “Plasma nutfah super ini perlu dilindungi dengan kebijakan nasional sehingga dapat dilestarikan secara optimal,” kata Ronny (thejakartapost)

  • Ternak konvensional yang ada saat ini seperti sapi, kerbau, kambing, ayam, babi, hanya sebagian kecil dari sumber daya hayati fauna yang ada. Masih ada banyak satwa lain yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber protein bagi manusia, baik dari mamalia, burung, reptilia, avertebrata maupun serangga.

    Hal itu dikatakan Guru Besar Fakultas Peternakan IPB, Prof Dr Asnasth M. Fuah dalam presentasinya bertajuk “Satwa Harapan Pilihan Usaha Menjanjikan yang Efisien” dalam sebuah  pelatihan melalui online yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) dan Fakultas Peternakan IPB pada Sabtu (27/6/2020). Hadir pula narasumber lain yakni Dr Yuni Cahya Endrawati (Dosen Fapet IPB) dan Koes Hendra Agus Setiawan (Founder PT Sugeng Jaya Group).

    Asnath memaparkan, satwa harapan memiliki sejumlah keunggulan yakni efisiensi lahan dan ruang, efisiensi modal, mudah beradaptasi dan ramah lingkungan, relatif tahan penyakit, siklus hidup yang pendek dan nilai ekonomi yang tinggi.

    Ia mencontohkan satwa harapan dengan budidaya jangkrik yang memiliki kadar protein 54-58%, kapasitas produksi telur pada luas lahan sekitar kurang dari  100 m2 atau setara dengan 20 kotak pemeliharaan mencapai 6-8kg/hari, dapat dipanen mencapai 200-250 kg/bulan dengan harga jual Rp 30.000-35.000/kg.

    Contoh lainnya adalah budidaya lebah madu apis, yang memerlukan kawasan tanaman pakan yang mengandung nektar. Produksi madu 2 kg/stup/periode panen, dalam setahun bisa 3-4 periode panen. “Keunggulan lain budidaya lebah madu apis yakni integrasinya dengan kopi. Meningkatkan produksi madu dan kopi, lebah sebagai polinatornya,” jelas Asnath.style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;">
    Satwa harapan lain yang berpotensi besar untuk dikembangkan, lanjut dia, antara lain budidaya lebah trigona, ulat hongkong, lebah propolis, ulat sutera bombyx mori, ulat sutera alam Indonesia attacus atlas, ulat sutera alam samia cynthia ricini, semut rangrang dan black soldier flies (BSF).

    Agar dapat berkembang secara berkelanjutan, Asnath menegaskan tentang strategi yang dapat dilakukan, yakni adanya ketersediaan pakan dan bibit secara cukup dan berkelanjutan, penguatan kapasitas organisasi, sumber daya manusia dan kemitraan, pembenahan infrastruktur, sistem distribusi dan tata niaga, penguatan teknologi budidaya dan pasca panen, serta dukungan kebijakan menyangkut regulasi tata ruang dan kawasan budidaya (majalahinfovet.com)

  • Dalam rangka upaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab  pekerjaan dan kehidupan pribadi yang lebih sehat baik secara jasmani maupun rohani, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB menggelar kegiatan Work Life Balance  2024 pada 19-20/1. Kegiatan yang bertajuk Work Lifa Balance ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari pimpinan,  tenaga kependidikan (tendik), tenaga kebersihan serta Agrianita Fapet IPB. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Anyer, Banten.

    Dekan Fapet IPB, Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyampaikan “Sebetulnya ini merupakan acara  yang rutin kita lakukan setiap hari Jumat seperti juga yang dianjurkan oleh Pak Rektor, kita mulai melakukan kegiatan diluar pekerjaan terutama untuk menjaga kesehatan setiap hari jumat kita mengadakan senam bersama atau jalan pagi”ungkapnya. Pelaksanaan di Anyer ini merupakan  puncak dari kegiatan Work Life Balance tersebut. Dekan berharap agar peserta bisa sedikit rileks sebelum nanti mulai kembali melayani Mahasiswa mata perkuliahan di Semester Genap 2023/2024 yang akan segera di mulai.

    Pada kesempatan tersebut juga Pimpinan Fakultas Peternakan mengucapkan terima kasih kepada para civitas Fapet yang hadir. “Tentunya tanpa peran dan kinerja Bapak/Ibu semua capaian-capaian Fakultas Peternakan mungkin akan sulit diraih, Alhamdulillah tahun ini kita juga telah mencapai kinerja yang sangat baik dan ini merupakan peran Bapak/Ibu semua para tendik, baik dari bagian akademik, bagian keuangan, kepegawaian, kemudian juga pelaporan kinerja para penanggung jawab di lingkungan Dekanat Fakultas Peternakan”pungkasnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si atas capaiannya sebagai Profesor/Guru Besar Bidang Ilmu Biokimia dan Mikrobiologi Nutrisi Ternak dan Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt, M.V.P.H, M.Si atas capaiannya sebagai Profesor/Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu

  • Fakultas Peternakan IPB University mengucapkan Selamat dan Sukses atas capaian Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. sebagai Profesor/Guru Besar bidang ilmu Rekayasa Nutrisi Ternak Perah.

     

     

  • Fakultas Peternakan IPB University mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si sebagai Rektor IPB University periode 2023-2028.

    1. Urutan ke-1 Capaian Publikasi tahun 2022-2024 Fakultas Peternakan IPB University
    2. Urutan ke-5 Capaian Publikasi tahun 2022-2024 Fakultas Peternakan IPB University
    3. Urutan ke-1 Capaian Publikasi dan Urutan ke-3 Capaian Sitasi tahun 2022-2024 Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB University
    4. Top 20 Divisi Capaian Publikasi 2022-2024 (Ilmu dan Teknologi Pakan urutan ke-1, Nutrisi dan Ternak Perah urutan ke-12 dan Pemuliaan dan Genetika Ternak urutan ke-13)
    5. Top 20 Divisi Capaian Sitasi 2022-2024  (Ilmu dan Teknologi Pakan urutan ke-2 dan Nutrisi dan Ternak Perah urutan ke-16)
    6. Top 10 Dosen dengan Capaian Publikasi 2022-2024 (Urutan ke-1 dan ke 10)
    7. Top 20 Dosen dengan Capaian Sitaasi 2022-2024 (Urutan ke-1)
    8. Urutan ke-1 Departemen dengan Capaian Publikasi dan urutan ke-3 Departemen dengan Capaian Sitasi (Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB University)
  • Fakultas Peternakan IPB University Selamat dan Sukses atas prestasi membanggakan kepada Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS yang telah mendapatkan Penghargaan Gold Academic Leader Anugerah Academic Leader 2024 BIDANG PERTANIAN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI

  •  

    Dr. Despal, S.Pt., M.Sc.Agr, Dosen INTP Fakultas Peternakan IPB meraih jabatan fungsional sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Nutrisi Ternak. Atas capaian tersebut, bertambah lagi satu orang Guru Besar di Fapet IPB dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dari berbagai aspek baik di lingkungan Fapet, IPB University, pendidikan nasional dan internasional. Selamat untuk Prof. Despal.

  • Pimpinan dan Civitas akademika Fakultas Peternakan IPB mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

    Taqobalallahu minnaa wa minkum, minal aa'idiin wal faaizin-mohon maaf lahir dan bathin

     

  • Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) merayakan Dies Natalis ke-42 di IPB University dengan semangat kolaborasi dan inovasi untuk kemajuan peternakan nasional. Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema“Ismapeti Menginspirasi, Peternakan Bertransformasi”.

    Acara dihadiri delegasi dari 20 perguruan tinggi peternakan se-Indonesia, tokoh akademisi, dan praktisi industri peternakan. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi, pertukaran gagasan, sekaligus wadah memperkuat sinergi mahasiswa peternakan dalam menghadapi tantangan masa depan.

    Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof drh Deni Noviana, menyampaikan apresiasi atas kiprah Ismapeti yang telah berusia 42 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan semangat dan ketangguhan mahasiswa peternakan Indonesia.

    “Empat puluh dua tahun tentu bukan waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang menunjukkan komitmen Ismapeti dalam menjaga sinergi antar mahasiswa peternakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Ia menambahkan, tema Dies Natalis tahun ini relevan dengan tantangan sektor peternakan yang terus berkembang.

    “Sektor peternakan kini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga transformasi digital, keberlanjutan, kesejahteraan hewan, dan ketahanan pangan nasional. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membawa sains, teknologi, dan nilai sosial kepada masyarakat,” jelasnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Prof Idat Galih Permana, menyebut Dies Natalis ke-42 Ismapeti sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pangan dan gizi nasional.

    “Selamat datang kepada seluruh delegasi BEM Fakultas Peternakan dari berbagai universitas. Ini kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami dapat menjamu rekan-rekan semua di kampus IPB,” ujarnya.

    Ia menyoroti peluang besar dunia peternakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Menurutnya, program ini berpotensi meningkatkan kebutuhan produk hasil ternak seperti daging dan susu, sekaligus menjadi tantangan untuk meningkatkan produktivitas nasional.

    “Kebutuhan produk peternakan akan meningkat signifikan, sementara produktivitas susu baru sekitar 20 persen dan ketergantungan impor daging sapi masih 25 persen,” ungkapnya.

    Prof Idat menegaskan, kegiatan seperti Ismapeti menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan mahasiswa. Ia berharap semangat Dies Natalis ke-42 dapat memperkuat jejaring dan melahirkan ide-ide inovatif bagi kemajuan peternakan Indonesia.

    “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum bagi generasi muda peternakan untuk bergerak bersama membangun masa depan yang gemilang,” tutupnya.

    Acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti Simposium Nasional, Temu Ilmiah dan Bakti Amal Mahasiswa Peternakan Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Puncak acara ditutup dengan pengumuman pemenang berbagai lomba, termasuk Lomba Karya Tulis Ilmiah, Business Plan, Infografis, Esai, dan Olimpiade Peternakan. (Fj)