Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University melaksanakan Penilaian Seleksi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Tingkat Fakultas tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan di Student Hall Fapet IPB pada Rabu, 10 Desember 2025, dan diikuti oleh mahasiswa terbaik dari berbagai program studi di lingkungan Fapet IPB University. Seleksi mapres tingkat fakultas ini dilaksanakan berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu gagasan kreatif, kemampuan bahasa Inggris, dan capaian unggulan. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar penilaian dalam mengukur kemampuan akademik, keterampilan komunikasi global, serta prestasi dan kontribusi mahasiswa di berbagai bidang.
Dalam sesi presentasi gagasan kreatif, para peserta seleksi mapres menampilkan inovasi di hadapan para juri. Presentasi pertama oleh Natasya Alvira Fitriyani yang memaparkan gagasan B-Pave-Bio Paving Block, sebuah inovasi pemanfaatan limbah peternakan menjadi paving block ramah lingkungan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Gagasan ini disusun selaras dengan Undang-Undang Pengelolaan Limbah Peternakan dan Perlindungan serta Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan target yang dirancang secara SMART (specific, measurable, achievable, dan realistic).
Sementara itu, Zahwa Keysa memperkenalkan inovasi bertajuk ARUNA, yaitu pemanfaatan arang aktif berbahan dasar tulang ayam sebagai solusi teknologi tepat guna untuk penyediaan air bersih darurat. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh isu krisis air bersih dan tingginya limbah tulang ayam yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan edukatif, Zahwa juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan air darurat. Dalam implementasinya, program ini telah menjangkau 20 ibu anggota PKK dengan distribusi 20 kilogram karbon aktif sebagai media penyaring air.
Peserta lainnya, Nur Fadillah, mengangkat gagasan Bug Impact, yakni pemanfaatan serangga, khususnya jangkrik, sebagai sumber protein alternatif melalui pengolahan menjadi tepung. Inovasi ini difokuskan pada edukasi gizi dan diversifikasi sumber protein berkelanjutan. Namun demikian, gagasan ini juga menyoroti tantangan utama berupa persepsi masyarakat terhadap konsumsi protein berbasis serangga serta aspek pengolahan yang masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.
Adapun Muhammad Hakam mengusung konsep Edu-Farm Dairy Tourism, yaitu pengembangan wisata edukasi peternakan sapi perah berbasis masyarakat. Program ini ditujukan sebagai upaya pemulihan pendapatan peternak sapi perah di Desa Situ Udik pascawabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), melalui penerapan community-based tourism yang mengintegrasikan edukasi, pariwisata, dan penguatan ekonomi lokal.
Dari kegitan tersebut, ditetapkan Natasya Alvira Fitriani yang terpilih sebagai Juara Pertama Mahasiswa Berprestasi tingkat fakultas tahun 2026, diikuti oleh Raden Muhammad Rafi sebagai Juara Kedua, dan Zahwa Keysya sebagai Juara Ketiga. Selain itu, Nur Fadillah, Arifah Febi Yulianti, Muhammad Hakam, dan Syahrul Zhaman juga ditetapkan sebagai finalis dalam seleksi ini.
Proses seleksi dan penilaian dilaksanakan di bawah arahan Prof. Irma Isnafia Arief, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni selaku pengarah, dengan Tim Juri yang diketuai oleh Dr. Cahyo Budiman, serta melibatkan Prof. Asep Sudarman, Dr. Muhamad Baihaqi, Dr. Annisa Rosmalia dan Muhamad Arifin, S.Pt., M.Si.
Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Idat Galih Permana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan semangat kompetitif yang positif. Ia berharap mahasiswa berprestasi yang terpilih dapat menjadi representasi terbaik Fakultas Peternakan IPB University dan melanjutkan prestasi pada ajang Mahasiswa Berprestasi di tingkat universitas maupun nasional. Melalui kegiatan ini, Fakultas Peternakan IPB University terus berkomitmen menciptakan iklim akademik yang kondusif bagi lahirnya mahasiswa unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. (Femmy).