Tim peneliti IPB University bekerja sama dengan mitra produsen pakan dan Koperasi Peternak Sapi Perah Saluyu menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Teknologi Pakan Komplit Fermentasi di Sanata Milk, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Minggu (10/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini bertujuan mendorong penerapan hasil penelitian dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Sekretaris Koperasi Saluyu, Iwan, dan disaksikan oleh Ketua Koperasi Saluyu, Ignatius Aman. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Peneliti IPB University, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, turut menyampaikan sambutan mengenai pentingnya pengembangan teknologi pakan yang mudah diterapkan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan peternak sapi perah.
Pelatihan diikuti oleh 25 peternak sapi perah, yang terdiri atas 9 peternak perempuan dan 16 peternak laki-laki. Keterlibatan peternak perempuan dalam kegiatan ini menunjukkan peran penting perempuan dalam pengelolaan usaha peternakan sapi perah, khususnya dalam penyediaan pakan dan pemeliharaan ternak sehari-hari.
Pengenalan Teknologi Pakan Komplit Fermentasi
Dalam sesi pelatihan, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah menyampaikan materi mengenai pengenalan teknologi pakan komplit fermentasi berbasis sistem modul pakan hijauan berkualitas tinggi. Teknologi ini dikembangkan sebagai pendekatan dalam penyediaan pakan yang mengintegrasikan berbagai bahan pakan hijauan dan sumber nutrisi lainnya menjadi ransum yang lebih praktis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan ternak.
Penerapan teknologi pakan komplit fermentasi diharapkan dapat membantu peternak meningkatkan keterampilan dalam menyiapkan pakan, menjaga konsistensi kualitas nutrisi, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pakan lokal. Teknologi ini juga menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi permasalahan ketersediaan dan fluktuasi kualitas hijauan sepanjang tahun.
Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Panca Dewi Manuhara Karti mengenai budidaya sorgum pakan dan Indigofera sebagai sumber hijauan berkualitas tinggi. Kedua tanaman tersebut diperkenalkan sebagai komponen penting dalam pengembangan sistem penyediaan pakan yang produktif dan berkelanjutan. Sorgum memiliki potensi sebagai sumber serat dan energi, sedangkan Indigofera dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hijauan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak.
Sementara itu, Dr. Annisa Rosmalia menyampaikan materi mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi sapi perah. Materi ini memberikan pemahaman kepada peternak mengenai pentingnya keseimbangan nutrien dalam ransum, kesesuaian pemberian pakan dengan kebutuhan fisiologis ternak, serta hubungan antara kualitas pakan, kesehatan ternak, dan produktivitas susu.
Mendorong Kemandirian Peternak dalam Penyediaan Pakan
Selain mendapatkan materi pelatihan, para peserta juga memperoleh benih tanaman pakan dan produk pakan komplit fermentasi untuk dicoba pada sapi perah yang mereka pelihara. Pemberian benih dan produk pakan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penerapan langsung teknologi yang telah diperkenalkan selama pelatihan.
Melalui kegiatan ini, peternak diharapkan tidak hanya memahami prinsip nutrisi dan formulasi pakan, tetapi juga mampu mengembangkan sumber hijauan berkualitas, mengelola bahan pakan secara lebih efisien, dan menerapkan teknologi pengolahan pakan sesuai dengan kondisi usaha peternakan masing-masing.
Kerja sama antara IPB University, mitra produsen pakan, dan Koperasi Peternak Sapi Perah Saluyu menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pelaku industri pakan, dan peternak sebagai pengguna teknologi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan inovasi hasil penelitian sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan peternakan sapi perah rakyat.
Melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi, kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan keterampilan peternak dalam manajemen pakan dan nutrisi, penguatan kemandirian penyediaan pakan, serta peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha sapi perah di Kabupaten Kuningan.
Kegiatan Diseminasi Teknologi Pakan Komplit Fermentasi merupakan bentuk kolaborasi IPB University dengan mitra produsen pakan dan Koperasi Peternak Sapi Perah Saluyu, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kerangka Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi yang didanai LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kemendiktisaintek.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penerapan teknologi yang dilaksanakan selama satu tahun untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan sapi perah rakyat. Melalui program ini, tim peneliti IPB University mengintroduksikan teknologi fermentasi in sacco dan pakan komplit fermentasi berkualitas tinggi yang dikembangkan menggunakan sistem modul pakan. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pemanfaatan pakan, sekaligus memperkuat kapasitas dan keterampilan peternak dalam manajemen pakan, nutrisi, dan produksi sapi perah. Pendekatan ini juga menjadi upaya untuk menjembatani hasil inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata peternak di lapangan.
Secara khusus, program ini diarahkan untuk melakukan uji efikasi dan validasi formula serta produk pakan komplit fermentasi berbasis sistem modul pakan dalam kondisi peternakan yang sebenarnya (on-farm testing). Pengujian dilakukan melalui penerapan langsung pada usaha peternakan sapi perah rakyat untuk mengevaluasi keandalan teknologi, respons produktivitas ternak, efisiensi penggunaan pakan, dan manfaat ekonominya bagi peternak. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi dasar penyempurnaan teknologi sekaligus pembuktian kelayakan teknis dan ekonomis produk sebelum dikembangkan pada skala yang lebih luas. Dengan demikian, pakan komplit fermentasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi persyaratan kualitas nutrisi, tetapi juga memiliki potensi penerimaan pasar yang baik karena mampu memberikan manfaat produktivitas dan keuntungan ekonomi bagi peternak.