News

  • Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak, IPB University (HIMASITER IPB) menggelar acara pelatihan formulasi pakan ternak yang dikenal dengan nama Feed Formulation Training. Acara ini rutin digelar setiap tahunnya dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang ransum pakan yang tepat untuk hewan ternak serta memperkenalkan teknologi terbaru menggunakan salah satu software linear programming, yaitu winfeed. Feed Formulation Training (FFT) 2024 diselenggarakan secara offline dengan tema “Strategi Penyusunan Formulasi Ransum Berbasis Software dengan Pemanfaatan Bahan Pakan Lokal Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi Produksi”. FFT 2024 dapat dijadikan sebagai wadah bagi formulator, peternak, mahasiswa, dan bidang lainnya untuk belajar dalam menyusun ransum ternak yang efektif dan efisien.

    Pelatihan formulasi pakan dalam FFT 2024 terdiri dari dua seri yang menarik, yaitu series ruminansia dan series unggas. Setiap series akan memberikan fokus yang mendalam pada formulasi pakan untuk hewan ruminansia dan unggas. Hal ini adalah kesempatan besar untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan dalam memformulasikan pakan yang tepat untuk berbagai jenis ternak. Peserta akan dibimbing oleh dosen-dosen terbaik Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB University. Beberapa dosen pada series ruminansia terdiri dari Dr. Ir. Idat Galih Permana M.Sc, Agr, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah M.Sc, Agr, dan Dr. Sri Suharti S.Pt, M.Si. Sedangkan pada series unggas diisi oleh Ir. Dwi Margi M.S, Prof. Dr. Ir. Sumiati M.Sc, dan Dr. Annisa Rosmalia S.Pt, M.Si.

    Setiap series dalam rangkaian acara FFT 2024 terdiri dari dua hari, untuk series ruminansia digelar pada tanggal 7-8 September 2024, dan series unggas dilaksanakan pada tanggal 14-15 September 2024. Hari pertama pelatihan untuk setiap series, peserta akan dipaparkan materi pengenalan bahan pakan dan kebutuhan nutrient ternak, pelatihan formulasi ransum by Winfeed, dan simulasi pembuatan formulasi ransum by Winfeed yang dilaksanakan secara offline di IPB International Convention Center (ICC), sedangkan hari kedua pelatihan digelar di Fakultas Peternakan IPB University yang diisi dengan kegiatan demonstrasi mixing pakan. Pelatihan ini dibandrol dengan biaya registrasi Rp. 600.000-1.115.000 untuk termin 1 (15-31 Juli 2024), Rp. 630.000-1.175.000 untuk termin 2 (1-15 Agustus 2024), dan 650.000-1.215.000 untuk termin 3 (15-31 Agustus 2024). Terdapat potongan harga 32% bagi mahasiswa yang ingin mendaftar.

    Panitia FFT 2024 telah menyiapkan fasilitas yang lengkap untuk memastikan kelancaran acara ini. Peserta akan diberikan akses ke aplikasi winfeed, serta disediakan video tutorial yang membantu dalam instalasi dan penggunaan aplikasi. Selain itu, peserta juga akan diberikan modul software dan database winfeed yang eksklusif dibuat oleh Dosen Peternakan IPB University. Benefit lainnya yaitu peserta akan mendapatkan sertifikat dan relasi serta diberi kesempatan untuk berkonsultasi. Peserta tidak perlu khawatir apabila mengalami kesulitan, karena panitia telah menyediakan helpdesk mulai tanggal 25 Agustus 2024 dan siap membantu menjawab pertanyaan peserta sepanjang acara.

    Pastikan anda mengambil kesempatan ini dan mendaftar sekarang dengan mengunjungi laman pendaftaran: https://linktr.ee/feedformulationtraining2024. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat mengunjungi Instagram FFT @feedformulationtraining atau menguhubungi narahubung tertera.

    Narahubung:

    📞 ⁠Yasa Galuh Apriliani ( wa.me/6289630705071 )
    📞 Muhammad Azka Ryfasyach ( wa.me/6281290645662 )

    #FeedFormulationTraining2024 
    #FFT2024 #HIMASITER
    #FormulasiRansum
    #FormulasiPakan
    #FapetIPB

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan Perbadanan Bioteknologi dan Biodiversiti Negeri Johor (J-Biotech), Malaysia yang didampingi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kunjungan tersebut dalam rangka diskusi inisiasi kerjasama Tri Partied yang bisa dilakukan antara Fapet, J-Biotech dan BRIN. Rombongan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB, Dr. Sri Suharti di Ruang Sidang dan Inovasi Fapet, Kampus Dramaga, Bogor, (6/3).

    Dato’ Haji Mustaffa Kamal Bin Dato’ Haji Samsudin, Ketua Pegawai J-Biotech mengatakan kunjungan ini merupakan susulan kunjungan sebelumnya dan tujuan kunjungan kali ini adalah ingin mempelajari isu kebergantungan makanan ruminan. “Kita harus melakukan sesuatu, dulu di J-Biotech tidak ada orang luar, sekarang saya minta 9 orang dalam bidang yang berbeda. Kami membuka pintu masuk ke perguruan tinggi  untuk menyumbang food security dengan mempelajari formulasi ruminan dan ayam supaya kebergantungan kepada import diselesaikan”tuturnya. Dalam kunjungan sebelumnya rombongan J-Biotech sudah ke Jonggol “Sorghum masih jarang di eksplore, boleh dibantu untuk maka dari itu kami ingin menyambung kerjasama ini secara formal, J-Biotech sebagai jembatan secara riset dan komersial”tutupnya.

    Dalam kegiatan tersebut hadir pula ahli agronomis yang sudah berpengalaman di bidang potensi lahan yaitu Prof. Dr. Ir. Panca Dewi Manu Hara Karti S., M.Si. Menurutnya, tanaman pakan sudah banyak yang berkembang, ada juga teknologi untuk lahan marjinal. “Salah satunya kita bekerjasama dengan BRIN dan cukup tinggi produksinya. “Hampir sama dengan jagung, tapi sorghum bisa 4-5 kali panen, jagung hanya sekali. Selain itu keunggulan sorghum juga tahan di lahan kering, di Indonesia Timur banyak wilayah kering”jelas Kepala Divisi Ilmu Teknologi Tumbuhan Pakan dan Pastura Departemen INTP Fapet ini.

    Prof. Panca juga menyampaikan beberapa hal antara lain teknologi kombinasi produk pupuk hayati (bio fertilizer), mitigasi pada kondisi kekeringan, formulasi, produk Indo Mikoriza, dan lain sebagainya. Tim J-Biotech yang hadir pada kunjungan tersebut antara lain Dr. Abd Rahim bin Harun selaku Plant Breeders, Community Base Tourism Expert Prof. Dr. Azlizam Bin Mohamad, serta beberapa peternak sapi dari Malaysia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Peneliti BRIN yaitu Dr. Wulansih Dwi Astuti. (Femmy).

  • Pada Rabu (17/3) kemarin, Fakultas Peternakan IPB University mengadakan Pelatihan Daring Penulisan Berita pada Sosial Media secara online melalui aplikasi zoom. Acara ini menghadirkan Kepala Bagian Humas IPB Siti Nuryati, S.TP, M.Si yang juga Pimpinan Redaksi IPB Today sebagai narasumber.

    Acara ini diselenggarakan untuk para Tenaga Kependidikan dan Dosen di Fakultas Peternakan dan dihadiri pula oleh Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih. Permana, M. Sc.Agr yang membuka acara sekaligus memberikan sambutan dan apresiasi terhadap kehadiran narasumber dan para peserta. “Selama ini website baik di Fakultas maupun di Departemen sudah dikelola dengan baik, namun demikian masih banyak informasi atau berita belum sepenuhnya mengalir ke website, untuk itu hari ini kita akan sama-sama mendengarkan dari Bu Nur bagaimana kita membuat satu konten pemberitaan” ujar beliau dalam sambutannya.

    Pada kesempatan ini, Siti Nuryati, S.TP, M.Si selaku narasumber memberikan pelatihan secara menarik dengan menghadirkan presentasi yang lengkap serta mudah dipahami oleh para peserta. Beliau juga sangat komunikatif menjelaskan cara membangun rasa percaya diri ketika ada peserta yang bertanya perihal hasil penulisan serta memberikan kiat-kiatnya agar penulis menjadi termotivasi.

    Salah satu peserta yang berasal dari kalangan dosen yaitu Windi Alzahra, S.Pt, M.Sc yang sedang berada di Wageningen University & Research Belanda berbagi kisah inspiratifnya dalam kegiatan penulisan di Web.  “Sebagai Scientist perlu mengkomunikasikan hasil kerja kita tidak hanya di jurnal, tapi juga bahasa populer, bahasa yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas” ujarnya

  • PKM-RE dengan judul :
    Nata de Whey Tinggi Serat dengan Nano-kolagen Ceker Ayam guna Mencegah Penuaan Kulit.

    Pembimbing : Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, SPt. Msi
    Ketua : Hana Maulina          
    Anggota : Dafa Fayza Ahilla, Gabriella Regita Firman, Qinthara Mirvi Fariha dan Tsany Tsaqifa Attaqiya  


    PKM-K dengan judul :
    JAKUMEN : Jamu Herbal Kombinasi Jahe Merah, Kunyit, dan Meniran untuk Meningkatkan Imun dan Performa Ayam Broiler

    Pembimbing : Ir.Dwi Margi Suci,MS, IPM
    Ketua : Tegar Hendardityo   
    Anggota : Bagas Allansyach, Nazwa Aulia Khasanah, Putri Aulia Romadhani dan Salu Azahra Putri 


    PKM-K dengan judul :
    HEBAT'S: Tablet Herbal Cepat Larut Ekstrak Daun Sirih dan Rimpang Jahe sebagai Antimastitis dan Peningkatan Kualitas Susu pada Ternak Perah


    Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Yuli Retnanni M.Sc
    Ketua : Ahmad Rafly D2401211051
    Anggota : Afriliani Tasya Larasati, Qonitatun Ma'rifah, Rachmah Rahayuningtyas, dan Triliyani Lesmana

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menjadi tuan rumah dalam acara Workshop Penyusunan Standardisasi Profil Sarjana Peternakan, yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI). Acara ini berlangsung pada Sabtu (4/5) di Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Kampus IPB Taman Kencana. Sebanyak 85 peserta dari 42 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, hadir dalam acara ini, termasuk para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen atau Jurusan, Ketua Program Studi, serta Sekretaris Program Studi.

    Dekan Fapet IPB University, Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, dalam sambutannya, menekankan pentingnya penyusunan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Penyusunan profil lulusan sangat penting karena ini menjadi acuan bagi penerimaan lulusan di industri,” ujarnya. “Kita perlu mengevaluasi apakah proses pembelajaran di fakultas kita sudah memenuhi kebutuhan industri, atau justru menyimpang. Profil lulusan ini adalah kunci bagaimana lulusan kita diterima di dunia kerja,” tambahnya.

    Sekretaris Jenderal FPPTPI sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian rapat kerja. “Saat ini, terdapat lebih dari 110 program studi peternakan dengan kurikulum yang beragam,” . Prof. Budi juga menambahkan bahwa profil sarjana peternakan tidak hanya ditujukan untuk industri, tetapi juga mencakup bidang akademik dan profesi lainnya. “Lulusan kita bekerja di berbagai sektor: industri, wirausaha, akademisi, bahkan pemerintahan. Inilah ragam profil sarjana kita,” jelasnya.

    Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, Kepala LKST dan Guru Besar Fapet IPB. Ia menyambut para peserta dengan hangat, mengajak mereka berkeliling kampus, dan menunjukkan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Fapet. “Kami ingin menunjukkan bahwa Fakultas Peternakan akan terus eksis, karena kebutuhan protein hewani di Indonesia dan dunia masih sangat tinggi,” katanya. Prof. Erika juga mengungkapkan bahwa hampir 60% mahasiswa ingin menjadi pengusaha, dan kolaborasi antara Fapet dengan fakultas lainnya dapat menghasilkan produk-produk yang membanggakan.

    Acara berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, menandakan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang peternakan di Indonesia. (FD)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University secara resmi meluncurkan Produk Karkas Ayam Lokal Pedaging Unggul Premium IPB-D1 pada Senin (15/12), bertempat di Fapet IPB University, Kampus IPB Darmaga. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional, khususnya penyediaan protein hewani berbasis sumber daya genetik lokal.

    “Produk Ayam IPB-D1 ini merupakan hasil dari perjalanan riset yang sangat panjang. Sejak tahun 2010, Prof. Cece dan tim telah melakukan pengembangan secara berkelanjutan, mulai dari sistem perkawinan, sistem pemeliharaan, formulasi pakan, hingga pada akhirnya menghasilkan galur ayam unggul yang kini siap diproduksi dan dipasarkan,” tutur Dekan Fapet Prof. Idat Galih Permana dalam sambutan pada kegiatan tersebut. “Keunggulan Ayam IPB-D1 tidak hanya terletak pada aspek produktivitas, baik daging maupun telur, tetapi juga pada kualitas produknya. Ayam ini memiliki kandungan protein dan asam amino yang tinggi, kaya antioksidan, serta mengandung mineral penting seperti magnesium, zinc, selenium, dan mangan dalam kadar yang relatif tinggi,”lanjut Prof. Idat.

    Dengan karakteristik tersebut, produk Ayam IPB-D1 tidak hanya berfungsi sebagai pangan konvensional, tetapi juga berpotensi sebagai produk pangan fungsional untuk meningkatkan status gizi dan mendukung fungsi kesehatan tertentu. “Dan pada hari ini, kita menjadi saksi bahwa inovasi tersebut telah sampai pada tahap yang sangat penting, yaitu siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri,”ujarnya menutup sambutan.

    Prof. Sugeng Heri Suseno, Direktur Riset dan Inovasi (DRI) IPB yang hadir pada launching tersebut turut mengapresiasi capaian riset Fakultas Peternakan ini yang luar biasa. “Fapet itu 80% dosennya aktif di riset, Jadi paling tinggi dibandingkan fakultas yang lain,”ungkapnya. Prof Sugeng juga menyatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali berkunjung ke lokasi mitra bersama tim peneliti ayam IPB-D1, antara lain ke Boyolali, Jonggol Cariu.

    Launching karkas daging ayam IPB D1 diresmikan secara langsung oleh Wakil Rektor Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim Prof. Ernan Rustiadi (WR 3) dan secara simbolis dilakukan dengan penyerahan karkas ayam oleh Prof. Cece Sumantri selaku inovator kepada Prof. Ernan Rustiadi serta disaksikan oleh Direktur DRI dan Dekan Fapet.

    Setelah penyerahan simbolis, acara dilanjutkan dengan presentasi oleh Prof. Cece Sumantri seputar ayam IPB-D1. “Secara genetik, ayam IPB-D1 merupakan hasil persilangan jantan F1 (Pelung × Sentul) dengan betina F1 (Kampung × Parent Stock Cobb pedaging), dengan komposisi gen masing-masing sebesar 25 persen,”jelas Prof Cece. Selanjutnya Prof. Cece menguraikan lebih lanjut mengenai inovasi tersebut. Pengembangan ayam IPB-D1 merupakan hasil kerja sama tim peneliti lintas bidang di Fakultas Peternakan IPB University. Penelitian dan pengembangan ayam IPB-D1 melibatkan tim multidisiplin yang mencakup aspek pemuliaan, budidaya, nutrisi pakan, kesehatan ternak, kualitas daging, hingga pemasaran dan komersialisasi produk.

    Tim yang terlibat dalam penelitian ini yaitu dalam bidang Pemuliaan dan Genetika Ternak oleh Prof. Cece Sumantri dan Dr. Sri Darwati; Teknik Budidaya oleh Prof. Niken Ulupi dan Dr. Rudi Afnan; Nutrisi Pakan oleh Prof. Sumiati; Ketahanan Penyakit oleh Dr. drh. Sri Murtini; Pemasaran dan Komersialisasi oleh Dr. Lucia Cyrilla; serta Kualitas Fisiko-Kimia Daging oleh Prof. Irma Isnafia Arief, Dr. Zakiah Wulandari, dan Dr. Wulan. Melalui peluncuran karkas ayam lokal pedaging unggul premium IPB-D1 ini, Fakultas Peternakan IPB University menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis riset untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pembangunan peternakan nasional yang berkelanjutan. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar peresmian Poultry Breeding Center yaitu Pusat Pembibitan Ayam Lokal IPB D-1 pada yang berlokasi di Blok A Laboratorium Lapangan Fapet Kampus IPB Darmaga pada Rabu (5/2). Fasilitas ini dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembibitan ayam lokal di Indonesia. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui prosesi pengguntingan pita oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim Prof Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr, Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc. dan Dekan Fapet Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr serta disaksikan oleh Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Agr.Sc selaku inventor ayam lokal IPB D1 dan Ujang Suwarna, S.Hut., M.Sc. selaku Direktur Kemahasiswaan IPB University. Setelah pengguntingan pita, para undangan yang terdiri dari pimpinan di lingkungan Fapet menuju lokasi kandang untuk melakukan pelepasan ayam di kandang starter.

    Ayam Lokal IPB D-1 sendiri mempunyai keunggulan yaitu tumbuh cepat, umur 12 minggu dengan bobot 1,1 kg untuk jantan dan 1,0 kg untuk betina. Ayam IPB D1 juga memiliki keunggulan tahan tahan terhadap penyakit ND dan salmonella. Pada tahun 2019 ayam lokal IPB ayam lokal IPB D-1 sudah dilepas sebagai rumpun ayam lokal pedaging. Fasilitas disini memiliki kandang starter seluas 80 m2 dengan kapasitas sebanyak 1000 ekor, grower seluas 145 m2 kapasitas 1600 ekor dan kandang breeder seluas 80 m2 untuk 160 indukan. “Banyak yang menyukai rasa daging IPB D1, selain itu kandungan mineralnya juga tinggi”ungkap Prof. Cece.

    Beranjak dari poultry breeding center, para undangan melakukan mobilisasi ke lokasi peresmian berikutnya yaitu Co-Working Space Fapet yang berada di gedung Fapet. “Pagi ini kita akan launching co-working space dan student hall yang merupakan wadah atau tempat dimana dosen dan mahasiswa bisa berinteraksi, karena salah satu masalah adalah walaupun kita cukup luas kampus nya tidak ada yang representatif dimana kita bisa berkumpul dan berinteraksi”ujar Dekan Fapet Prof. Idat Galih Permana dalam sambutan pada peresmian tersebut.

    Co-working space dan student hall Fapet dapat sekitar 50 orang dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas kemahasiswaan baik diskusi serius dengan mengundang para narasumber maupun diskusi kecil di kelompok BEM atau ormawa lainnya. Co-working space ini juga bisa dimanfaatkan oleh alumni jika berkunjung ke Fapet. 

    Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim Prof Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr turut memberi sambutan dan kinerja Tim di Fapet. “Fapet adalah salah satu fakultas dengan tenaga kinerja riset terbaik di IPB dengan rasio publikasi per dosen nya tertinggi”ungkapnya. Prof. Ernan juga berharap dengan diresmikannya co-working space dan student hall di Fapet dapat menginspirasi fakultas lain untuk membangun fasilitas serupa. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University me-launching ruang Layanan Akademik dan Inovasi (25/1) di Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga. Diawali dengan Rabuan Bersama, Dekan Fapet IPB Dr Idat Galih Permana, M.Sc.Agr turut memaparkan presentasi kinerja Fapet sepanjang tahun 2022 serta koordinasi awal tahun 2023. Acara dilanjutkan dengan peresmian ruang layanan akademik dan inovasi. “Ruang inovasi ini menampilkan berbagai produk inovasi dari para Dosen di Fapet, selain itu, tempat ini juga bisa digunakan untuk meeting point, diskusi baik untuk dosen maupun mahasiswa” ujar Dr. Idat di hadapan para undangan yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Fapet tersebut.

    Turut hadir pada acara tersebut Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Prof. Erika Budiarti Laconi. Dalam diskusi selepas peresmian, Prof. Erika menegaskan pentingnya meningkatkan informasi mengenai inovasi-inovasi yang sudah dilakukan oleh dosen-dosen. “Informasi itu harus di up melalui media seperti website dan sebagainya, kemudian langkah selanjutnya Fapet juga akan mulai menggandeng perusahaan yang sekiranya bisa diajak bekerjasama untuk mendukung karya-karya atau produk inovasi tersbut” jelas Prof. Erika.

    Selain itu hadir pula Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet Prof. Irma Isnafia Arief, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet Dr. Sri Suharti, para pimpinan di lingkungan Fapet yaitu Ketua Departemen, Sekretaris Departemen dan para Kepala Divisi, juga beberapa perwakilan Mahasiswa dari Ormawa dan Himpro.

    Prof. Asnath Maria Fuah, Guru Besar Fapet IPB dengan produk pakan ulat hongkong yang menghasilkan telur mengandung Omega-3 turut ditampilkan di ruang inovasi tersebut dan sangat mengapresiasi dengan adanya fasilitas ini. Menurutnya, ruang inovasinya sangat luar biasa dan representatif untuk memamerkan produk-produk Fapet. Prof. Asnath juga berharap ke depannya banyak inovasi lain “Kalau bisa juga diadakan business meetingjuga untuk tamu pengusaha yang datang” tambahnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University me-launching Teaching Feed Industry (Pabrik Pakan) dalam program Inter University Center for Excellence (IUCfE) atau pusat unggulan antar perguruan tinggi (PUAPT) Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fapet IPB. Kegiatan dilaksanakan di lokasi pabrik pakan Lab. A Fapet, Kampus IPB Dramaga pada 30/12. 

    Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM serta Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si serta Dekan Fapet IPB Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. Hadir pula jajaran pimpinan di lingkungan IPB University antara lain Sekretaris Institut Prof. Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc. Agr, Kepala LKST Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS. Hadir pula para Wakil Dekan Fapet yaitu Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dan Prof. Dr. Sri Suharti, Kadep IPTP Prof. Dr. Asep Gunawan, S.Pt, M.Sc dan Sekdep INTP Dr.rer.nat. Nur Rochmah Kumalasari, S.Pt., M.Si serta para KTU.

    Selanjutnya para undangan melakukan kunjungan ke pabrik pakan dengan dipandu oleh Ketua Departemen INTP Dr. Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr. Pada kesempatan tersebut, diuraikan juga alur proses produksi yang dilakukan di pabrik pakan tersebut dari mulai bahan baku yang dimasukkan ke dalam mesin, digiling lalu menghasilkan pelet dengan hasil akhir berupa butiran. “Mesin ini merupakan skala industri dan bisa beroperasi satu sampai dua tahun”jelasnya. 

    Secara simbolis juga dilakukan demonstrasi pembuatan pelet produksi perdana dengan menekan tombol di mesin oleh Rektor dan Dekan Fapet. Tombol terdiri dari proses untuk mixing, pelleting, pulling dan packaging dengan kapasitas 1 sampai 2 ton per jam.

    Area tersebut memiliki fasilitas baru untuk melakukan kolaborasi penelitian dan proyek, layanan, dan pelatihan praktis di Teaching Feed Industry (TFI). TFI telah membangun jalur produksi berdasarkan peralatan yang digunakan oleh industri pakan saat ini. Hal ini memungkinkan variasi kondisi proses dan bahan dalam produksi semua jenis pakan ternak serta makanan hewan peliharaan.

    Teaching Feed Industry (TFI) melayani universitas dan industri pakan dengan melakukan penelitian di semua bidang pakan ternak khususnya pakan unggas dan ruminansia kecil serta makanan hewan peliharaan, dan juga mendidik mahasiswa dalam teknologi pembuatan pakan. TFI juga memiliki misi untuk melatih mahasiswa pascasarjana dalam teknologi pembuatan pakan. Penekanan diberikan pada pemahaman prinsip-prinsip pembuatan pakan sebagai dasar untuk peningkatan teknologi yang ada.  (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah: Writing Bootcamp pada 30 Agustus 2025 bertempat di Fakultas Peternakan IPB University. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan soft skill yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa.

    Writing Bootcamp diawali dengan kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh 100 mahasiswa Fakultas Peternakan angkatan 61 yang dilaksanakan di Auditorium JHH Fapet IPB. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam penulisan artikel ilmiah, mulai dari etika karya ilmiah, teknik penulisan, pengelolaan referensi, hingga strategi menghadapi proses review jurnal ilmiah. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi pembinaan mahasiswa dalam menghasilkan naskah ilmiah yang berkualitas dan siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

    Pada pelaksanaan sesi Writing Bootcamp, kegiatan menghadirkan 7 orang narasumber yang kompeten di bidangnya dengan jumlah peserta aktif sebanyak 52 orang mahasiswa. Beragam materi disampaikan untuk memperkuat pemahaman peserta terkait penulisan ilmiah. Materi Etika Karya Ilmiah disampaikan oleh Prof. Asep Gunawan, dilanjutkan dengan Jenis-Jenis Karya Ilmiah dan Pengenalan Jurnal SINTA dan Scopus oleh Dr. Windi Al Zahra.

    Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Teknik Penulisan Metode oleh Dr. Annisa Rosmalia, Teknik Penulisan Hasil dan Pembahasan oleh Dr. Cahyo Budiman, serta English for Scientific Writing oleh Prof. Despal. Materi lain yang tidak kalah penting adalah Teknik Menghadapi Reviewer yang disampaikan oleh M. Arifin, M.Si, serta Rancangan Percobaan dan Teknik Grafis oleh Dr. M. Baihaqi, disertai dengan beberapa materi pendukung lainnya yang relevan dengan proses penulisan karya ilmiah.

    Melalui kegiatan Writing Bootcamp ini, Fakultas Peternakan IPB University menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya akademik dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa, sekaligus mempersiapkan generasi akademisi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University Sukses Selenggarakan Program Pertukaran Pelajar dengan Mahasiswa VietnamSebanyak 28 delegasi yang terdiri atas tiga dosen dan 25 mahasiswa College of Agriculture Can Tho University (CTU), Vietnam melakukan kegiatan Short Student Exchange Program di IPB University selama enam hari (3-8/12). Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin dari CTU, Vietnam, dengan tujuan mengembangkan aktivitas kerja sama, peningkatan international exposure dan pertukaran budaya.

    Dengan dukungan Direktorat Pendidikan Internasional IPB University, Fakultas Peternakan (Fapet) melalui Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan secara khusus ditunjuk sebagai penyelenggara short exchange program ini.

    Dekan Fapet IPB University, Dr Idat Galih Permana menyambut hangat delegasi CTU. Dalam sambutannya, Dr Idat menyampaikan pentingnya kerja sama bidang peternakan di Asia Tenggara.

    “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bidang pendidikan dan penelitian antara Fapet IPB University dan CTU,” ujarnya.

    Prof Nguyen Trong Ngu selaku Wakil Dekan College of Agriculture CTU menyampaikan harapan kolaborasi lebih jauh dengan Fapet IPB University. Dalam kegiatan ini, ia juga berkesempatan mengisi kuliah umum bersama Prof Asep Gunawan, Guru Besar Fapet IPB University. Keduanya mengulas tentang perkembangan genetik dan bioteknologi di Indonesia dan Vietnam.

    Kegiatan dilanjutkan dengan berdiskusi dengan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (Himaproter). Kemudian, delegasi CTU mengunjungi fasilitas laboratorium dan kandang Fapet IPB University.

    “Berbagai aktivitas yang akan dilakukan dalam Short Student Exchange Program ini di antaranya campus tour dan cultural exchange. Salah satu rangkaiannya adalah kunjungan ke Agribusiness Technology Park (ATP) untuk melihat berbagai produk dan inovasi unggulan IPB University,” jelas Dr Windi Al Zahra, koordinator kegiatan ini.

    Aktivitas dilanjutkan dengan mengunjungi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) untuk melihat fasilitas Equestrian Park dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) IPB University. Selanjutnya, delegasi CTU mengunjungi Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) Fakultas Pertanian (Faperta) dan melihat fasilitas lab lapang Seed Centre Leuwikopo.

    Sebagai bagian dari kegiatan Short Student Exchange Program, delegasi berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk melihat miniature dan mengenal budaya Indonesia. Mahasiswa dan dosen CTU juga mengunjungi Serambi Botani untuk melihat produk komersialisasi IPB University (ipb.ac.id)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sepakat menjalin kerjasama dengan PT. Panasonic Gobel Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilaksanakan di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, (15/1). Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Irma Isnafia Arief menjelaskan kerjasama yang dilakukan adalah penelitian tentang efektivitas produk sistem pemurnian air atau water purification system (WPS) Panasonic terhadap peningkatan produktivitas dan keamanan mikrobiologi air susu di peternakan sapi perah. 

    Dekan Fapet, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyambut baik kerjasama tersebut. “Ini adalah perjanjian kerjasama kedua kami tentang penelitian WPS. Sebelumnya penelitian pada ayam pedaging dan ayam petelur memiliki dampak yang baik pada produksi dan juga untuk kualitas produk, kami berharap WPS ini juga memiliki dampak yang baik pada produksi susu dan kualitasnya”ungkapnya.

    “Kualitas susu adalah aspek penting dalam menentukan harga susu, beberapa bulan yang lalu kita mendengar bahwa di Jawa Timur dan Jawa Tengah ada beberapa peternak yang membuang susunya karena kualitasnya dan kita tahu bahwa kandungan mikroba dalam susu sangat penting” jelasnya. Prof. Idat menjelaskan lebih lanjut mengenai peraturan mengenai jumlah bakteri dalam susu dan kaitannya dengan kerjasama yang akan dilaksanakan. “Kami sangat cocok dengan peralatan ini, dapat mengurangi kandungan bakteri dan setelah itu juga berdampak pada mastitis pada produksi susu”pungkasnya.

    Kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan oleh Dr. Hirofumi Fujita, peneliti yang mewakili pihak Panasonic, serta beberapa Dosen dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fapet yaitu Dr. Iyep Komala, S.Pt.Msi, Dr. Reza Adiyoga, S.Pt, M.Si serta Dosen dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fapet Dr. Annisa Rosmalia, S.Pt, M.Si.

    Kerjasama penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas penggunaan sistem pemurnian air (WPS) Panasonic pada peternakan sapi serah guna mengetahui apakah WPS Panasonic berpengaruh terhadap produksi, dan kualitas susu yang dihasilkan setelah menggunakan WPS Panasonic. Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan sapi perah rakyat di Kunak, Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat  yang merupakan peternakan rakyat skala kecil menengah. (Femmy)

  • Bertempat di Ruang Sidang Fakultas Peternakan (Fapet)  IPB University, Bogor telah dilaksanakan kegiatan Serah Terima Hibah Barang berupa rangkaian unit mesin pengecek porositas kerabang dan warna telur yang terdiri dari Eggs Box Tool dan Digital Colormeter oleh PT. Nutricell Pacific pada (15/01). Pada kesempatan itu juga telah dilaksanakan Penandatanganan Kerjasama serta Implementation of Arrangement  antara Fapet IPB dengan Nutricell.

    Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si menyampaikan “Kegiatan serah terima alat dari PT. Nutricell Pacific kepada Fapet IPB terutama nanti ditujukan untuk Divisi Nutrisi Unggas. Satu hal yang sangat bermanfaat untuk pengembangan riset-riset di bidang unggas sangat diperlukan untuk divisi tersebut. Alat tersebut juga akan kami daftarkan ke IPB karena akan terdata sebagai aset IPB walaupun penempatannya di Divisi Nutrisi Unggas” jelasnya.

    Dr. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, Dekan Fapet mengapresiasi kerjasama yang baik dengan PT. Nutricell Pacific di dalam kerjasama riset, pengembangan, serta hibah peralatan laboratorium khususnya divisi nutrisi ternak unggas yang sangat bermanfaat untuk riset dan praktikum. “Riset di nutrisi unggas kalau di industri malah lebih advance, karena perkembangan teknologi di unggas sangat pesat di Indonesia sehingga kita di perguruan tinggi juga tidak selalu bisa mengimbangi kecepatan kebutuhan di unggas”ungkapnya.

    Dekan Fapet juga mencontohkan kerjasama bisa dilakukan dalam memberikan edukasi pada para costumer di PT. Nutricell. “Kalau selama ini mungkin dilakukan oleh nutrisionis PT Nutricell, bisa dilakukan juga kolaborasi dengan kita, misalnya dari sisi trial di lapang, mencoba suatu produk kemudian dibandingkan dengan produk lain dan dilakukan di peternak. Bagi kami itu adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Secara tidak langsung juga bisa menarik minat costumer atau calon customer untuk menggunakan produk tersebut karena buktinya secara scientific bisa kita buktikan”jelasnya.

    Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fapet antara lain Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Irma Isnafia Arief, para Ketua Departemen yaitu Prof. Asep Gunawan dan Dr. Heri Ahmad Sukria. Dari pihak Nutricell hadir Dr. Wira Wisnu Wardani selaku Direktur yang hadir bersama Tim.

    Ilham Akbar, S.Pt., M.Sc, perwakilan  PT. Nutricell Pacific menyebut diskusi sudah dilakukan dari bulan November diskusi bersama Prof. Sumiati. “Sebagai gambaran ide awalnya mungkin memang di industri itu kita utamakan 2 alat ini untuk telur. Jadi kalau yang kita tahu konsumen akhir ada 2 paramenter penilaian memilih telur misalnya yang pertama yang cangkangnya tebal dan yang kedua mungkin ada stigma bahwa coklat itu memiliki cangkang yang tebal meskipun sebenarnya tidak, jadi bagaimana kita atau nutrisen itu bisa mengkuantifikasi persepsi itu menjadi sebuah angka”jelasnya. Ilham juga menambahkan bahwa pihaknya juga punya standar digital dan ada lanjutannya untuk pengembangan standar.

    Hadir pula Guru Besar Fapet yang menginisiasi kegiatan ini, Prof. Sumiati  “Berkat kerja sama yang selama ini kita jalin walaupun mungkin di awal tidak diresmikan, Alhamdulillah kami mendapatkan hibah alat alat yang sangat dibutuhkan untuk penelitian maupun praktikum karena terutama di pasca sarjana ada mata kuliah yang memang bisa menggunakan alat ini” ungkapnya seraya menambahkan setiap tahun Divisi Nutrisi Unggas mengundang Pak Wira untuk memberikan kuliah di mata kuliah Nutrisi Unggas dan memang itu kita perlukan dari industri”tandasnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan dari  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan  di Auditorium JHH Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, (21/11). Rombongan dari Pasuruan terdiri dari Sekretaris Daerah Kab. Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko,S.Sos.M.Si, yang datang bersama para Kepala Dinas (Kadis) yang terdiri dari Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir. Lilik Widji Asri, M. MA, Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tri Krisni Astuti, S.Sos, MM, Kadis Perindustrian & Perdagangan yg diwakili Kabid Pembangunan Sumber Daya Perindustrian Ika Arianto, ST. Hadir pula para Kepala Bidang dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan yaitu Kabid Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Mokhamad Syaifi, S.Pt serta Kabid Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan Drh. Anna Ismawati. Tidak hanya dari kalangan pemerintahan, sebanyak 70 peternak daerah kab. Pasuruan turut hadir pada kunjungan tersebut.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Prof. Ronny R Noor dan pakar ulat sutra dari Fapet yaitu Dr. Yuni Cahya Endrawati, S.Pt, M.Si ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan dengan Fapet IPB. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ulat sutra bidang peternakan di wilayah kab. Pasuruan dengan ruang lingkup antara lain penyediaan bibit ulat sutra jenis samia. Penandatanganan SPK disaksikan oleh Sekda, Kadis dan Kabid dari Pasuruan serta Wakil dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Prof. Dr. Sri Suharti, Ketua Departemen INTP Dr. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr dan Prof. Jakaria dari Fapet.

    Dr. Idat Galih Permana, Dekan Fapet menyambut baik kunjungan tersebut. “Terus terang kami senang karena kabupaten Pasuruan adalah kabupaten yang memang sangat potensial dan sangat produktif dari sisi pertanian terutama kalau di bidang peternakan sapi perah”tuturnya. “Kami juga mendengar dari Dr. Yuni kegiatan pengembangan ulat sutra kabupaten pasuruan ini juga sudah mulai berkembang dan inisiasi kerja sama kita kan mulai dari ulat sutra pun juga nanti barangkali bisa berkembang ke bidang yang lain terutama bidang peternakan sapi perah dan sapi potong”tambahnya.

    Sekda kab. Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, S.Sos.M.Si turut menyampaikan apresi pada pihak Fapet IPB dan menyapaikan beberapa hal terkait dengan peternakan di Pasuruan. “Kehadiran kami disini adalah bagian dari upaya kita dalam rangka memaksimalkan potensi yang ada di Pasuruan, kami sempat diskusi dengan Dr. Yuni mengenai kegiatan dengan spesifik terkait pengembangan  ulat sutra di kab. Pasuruan karena dari unsur pemerintah daerah masih belum optimal dalam rangka mendukung apa yang sudah dilakukan oleh  teman-teman di pengelola ulat sutra”ungkapnya. Yudha juga berharap bisa mengembangkan kerja sama  tidak hanya di pengembangan ulat sutra tetapi di potensi peternakan yang lain. 

    Acara dilanjutkan dengan presentasi mengenai Inovasi Galur Sintetik Ulat Sutra Eri (Samia Cynthia Ricini) Untuk Pemberdayaan Peternak Ulat Sutra Samia Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur oleh Dr. Yuni Cahya Endrawati, S.Pt, M.Si dan dilanjutkan dengan kunjungan tim Pasuruan ke Laboratorium, Kandang Domba dan Pengolahan Sampah Fapet IPB. (Femmy)

  • Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan kerjasama dari Bappeda Kab. Tegal pada Selasa, (30/04) di Ruang Sidang Fapet. Tamu kunjungan diterima langsung oleh Dekan Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr dan Wakil Dekan Bidang  Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si. Selain itu hadir para Guru Besar Fapet yaitu Prof. Rudy Prianto, Prof. Asep Gunawan dan Prof. Dewi Apri Astuti serta Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.Agr, Dosen Fakultas Pertanian IPB yang mendampingi peserta kunjungan.

    Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kab. Tegal, Arief Ardian, ST, M.T menyampaikan latar belakang pembahasan kerjasama ini. “Warung sate kambing berkembang dengan adanya exit pintu tol ke slawi,  untuk itu perlu ada strategi yang harus dilakukan antara lain dengan mendampingi kelompok ternak yang ada di Tegal dan supply daging ke warung sate kambing”ungkapnya. Dengan tenaga ahli dari Fapet IPB, Arief berharap akan banyak masukan untuk bidang ilmu, bagaimana ternak kambing di atas 1 tahun masih bisa empuk dagingnya dengan pakan yang lebih baik dan sesuai. “Tahun 2024 kami masih menyusun kajian dan strategi dan melihat kondisi langsung di Tegal, dari Fapet untuk mengirim mhsw KKN ke kabupaten Tegal khusus untuk desa yang lokasi peternakan kambing di Tegal”tambahnya.

    Dekan Fapet Dr. Ir Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyambut baik kerjasama ini “Kita akan support baik dari budidaya maupun pakan supaya semua saling mendukung, pemasaran disana sudah sangat baik dan pasaran domba dan kambing ada yang sifatnya rutin ada yang tahunan”tuturnya.

    Prof. Rudy Prianto dari Departemen IPTP Fapet turut menyampaikan apresiasinya “Sate kambing merupakan wisata kuliner yang menarik. Rencana kita adalah mengembangkan kambing dan domba harus dimulai dari kajian secara menyeluruh, dari aspek on farm, breed, pemotongan, kemampuan daerah untuk penyediaan daging dan akan iarahkan pada daging dibawah usia setahun bobot diatas rata-rata, untuk meminimalisir aroma”jelasnya

    “Untuk jangka panjang, kerjasama ini juga dapat bermanfaat untukpengentasan kemiskinan ekstrim dan pengangguran terbuka, terkait nilai tambah diversifikasi produk, ada pabrik bisa meningkatkan nilai tambah untuk pengangguran terbuka’’ ujar Kepala Bidang Pembangunan Manusia Kab. Tegal, Gineung Pratidina, SE, M.Si. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Tidar (Untidar) Magelang pada Senin, 11 Agustus 2025 di Ruang Sidang Fapet. Tamu kunjungan diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si. Acara kunjungan diawali dengan pengenalan Fapet oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si mengenai profil dan perkembangan Fapet IPB dari masa ke masa. 

    Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyampaikan apresiasi atas sambutan baik yang diberikan oleh pihak Fapet IPB. Selain itu, Prof. Hadi, sapaan akrabnya menyampaikan maksud dan tujuan benchmarking selain silaturahmi juga antara lain studi banding mengenai Senat di Fapet. “Penelitian di IPB sangat luar biasa untuk perkembangannya, kami di Fakultas Pertanian ini termasuk masih muda, sehingga ini Senatnya masih junior juga. Karena Senat kita juga masih mudah juga, masih banyak belajar sehingga perlu belajar juga disini”jelasnya. Kunjungan benchmarking dihadiri puluhan peserta dari Untidar orang terdiri dari Dekan, Senat, Dosen dan Tenaga Kependidikan dari Fakultas Pertanian Universitas Tidar yang diperkenalkan langsung oleh Prof. Hadi.

    Dekan Fapet IPB Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyambut baik kunjungan tersebut “Terima kasih untuk kesempatan kita bertemu. Kita akan melihat beberapa inovasi dan diskusi kerjasama. Terkait Senat Fakultas, kami sangat terbantu dari sisi manajemen. Ada banyak yang pemikirannya memang kita perlukan, masukan di dalam perubahan Fakultas khususnya. Memang tidak ada aturan khusus yang mengikat, tapi memang itu aturan yang dipilih. Tentunya yang pertama adalah memberikan arahan dan pembinaan serta mengeluarkan aturan.”jelas Prof. Idat. Dia juga menambahkan bahwa di Senat Fakultas kita banyak memberikan atau berdiskusi terkait program-program yang sekarang diimplementasikan di Fakultas. 

    Hadir dalam kegiatan tersebut beberapa anggota Senat Fapet IPB yaitu Ketua Senat Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr. Prof. Dr. Jakaria, S.Pt, M.Si selaku Sekretaris Senat Fapet turut hadir dan memaparkan profil Senat Fapet. Dalam presentasinya, Prof. Jakaria menyampaikan apa saja yang dilakukan Senat Fapet selama ini, keanggotaan serta komisi-komisi yang ada beserta fungsinya. Selain itu. Hadir pula Prof. Dewi Apri Astuti yang turut serta berdiskusi dengan para peserta. Selain itu acara ini juga dihadiri oleh Kadep IPTP Prof. Asep Gunawan, Kadep INTP Dr. Heri Ahmad Sukria dan para Sekretaris Departemen.

    Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak yaitu Fakultas Peternakan IPB University dengan Fakultas Pertanian Universitas Tidar. Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerja Sama tentang Kolaborasi Akademik dan Riset Industri untuk Menghasilkan Lulusan yang Kompetitif di Bidang Peternakan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.  (Femmy)

  • Bertempat di Ruang Sidang Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, pimpinan Fapet beserta jajarannya menerima kunjungan dari Bappedalitbang pada Jumat, 22 Agustus 2025. Rombongan diterima oleh Dekan Fapet Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si,  Sekretaris Departemen IPTP Dr. M. Baihaqi, S.Pt., M.Sc serta Komisi Kerjasama Fapet yaitu Prof. Dr. Jakaria, S.Pt, M.Si dan Amelia Kamila Islami, S.Pt, M.Si.

    Wakil Dekan Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh Bappedalitbang Kab. Tegal. Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Tegal, Ngadimo, S.Pi, M. Eng menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ke Fapet secara teknis kita akan melakukan kolaborasi antara Bappedalitbang Tegal dengan Fapet IPB khususnya mengenai ternak domba.

    Dari pihak Bappedalitbang hadir beberapa staff antara lain Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Arief Ardian, ST, MT, dan drh. Ifa yang berdiskusi mengenai beberapa hal antara lain total ternak domba,  spesifikasi khusus untuk bibit jantan dan betina. Selain itu dibahas pula  terkait vitamin, mineral, dan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan ternak, serta pakan yang dibutuhkan. Diskusi tersebut dijawab oleh pakar dari Fapet untuk domba premium yaitu Prof. Dr.agr. Asep Gunawan, S.Pt. M.Sc serta Dr. M. Baihaqi, S.Pt., M.Sc. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan dari Fakultas Peternakan Universitas Udayana pada Selasa, 29 Juli 2025, bertempat di Ruang Kerjasama Fapet IPB University. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kerja sama antarfakultas di bidang peternakan.

    Rombongan Fakultas Peternakan Universitas Udayana dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Ir. Budi Rahayu Tanama Putri, S.Pt., MM., IPU., ASEAN Eng., APEC.ENG, bersama tim yang terdiri dari Ketua Closed House Ir. I Wayan Wijana, M.P, para pengelola yaitu Dr. Ni Made Witriadi, S.Pt., M.P dan I Wayan Wirawan, S.Pt., M.P, serta Koordinator Tata Usaha Fakultas Peternakan Universitas Udayana, I Wayan Ekayudha, S.E., M.A.P.

    Kedatangan rombongan disambut secara langsung oleh pimpinan Fakultas Peternakan IPB University, yakni Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan, Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Sri Suharti menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang “Semoga kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua institusi”harapnya.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung di Ruang Kerjasama Fapet IPB. Diskusi membahas berbagai peluang kerja sama, meliputi bidang akademik, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan sarana prasarana peternakan, serta potensi pengembangan program bersama lainnya.

    Setelah sesi diskusi, rombongan Universitas Udayana diajak untuk melakukan kunjungan lapang ke fasilitas milik Fapet IPB University. Kegiatan ini dipandu oleh Pengelola Laboratorium Lapangan Fapet IPB, Eka Koswara, S.Pt, beserta tim. Rombongan berkesempatan meninjau secara langsung Laboratorium Lapangan dan fasilitas Closed House Fapet IPB, sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi di bidang peternakan.

    Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Fakultas Peternakan IPB University dan Fakultas Peternakan Universitas Udayana dalam mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi dan kemajuan sektor peternakan nasional. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama sama dengan Departemen Sosial dan Lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet dan didukung oleh Agriantia IPB University menyelenggarakan Webinar Green Campus Movement Tahun 2021, 31/7. Green Campus Movement merupakan sebuah aktivitas untuk mendukung program IPB University dalam mewujudkan empat elemen green campus. Elemen tersebut yaitu green transportation, green movement, green energy dan green building.  

    Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam menerapkan hal-hal baik dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari untuk menjaga lingkungan.

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyampaikan mahasiswa berperan penting dalam memberikan kesadaran pada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, terutama di lingkungan sekitar kampus. Hal ini dapat mulai dari diri sendiri, dengan mengurangi penggunaan minuman kemasan dan membawa tumbler ketika sedang berpergian.

    Sementara, Retna Widayawati, Ketua Agrianita IPB University menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap Fakultas Peternakan yang telah mengadakan Webinar yang terkait dengan peduli lingkungan ini. Ia mengaku, Agrianita IPB University juga memiliki kesamaan visi untuk membentuk Green Campus sejak tahun 2018.

    “Agrianita juga pernah mengadakan program Asrama Bersih, untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa untuk menjaga lingkungan asrama dengan baik,” ujarnya.

    Webinar ini menghadirkan dua pembicara yang aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Narasumber yang dihadirkan merupakan alumnus IPB University yaitu Ikrom Mustofa, Founder Yayasan Generasi Cerdas Iklim dan Ranitya Nurlita, Founder Waste Solution Hub.

    Ikrom menyampaikan mengenai peran mahasiswa dalam mendukung perubahan iklim untuk mewujudkan green campus. Ia mengatakan, dalam mendukung kesadaran lingkungan, mahasiswa dapat mulai dari kebiasaan hidup sehari- hari dan memberikan edukasi masyarakat agar dapat peduli terhadap lingkungan dan membentuk masyarakat cerdas iklim.

    Sementara, Ranitya Nurlita, menyampaikan topik green lifestyle sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan. “Salah satu green lifestyle yang dapat dilakukan mahasiswa adalah memilah sampah organik dan anorganik, serta memilah sampah anorganik yang produksi agar dapat dimanfaatkan Kembali,” ujar Ranitya Nurlita, Alumnus IPB University

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut berpartisipasi pada kegiatan Jelajah IPB 2023 yang berlangsung di Gedung Grha Widya Wisuda pada (16/09). Fapet IPB yang terdiri dari 3 Prodi yaitu Teknologi Produksi Ternak (TPT), Nutrisi dan Teknologi Pakan (NTP) dan Teknologi Hasil Ternak (THT) banyak menarik perhatian pengunjung pameran yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar SMA dan sederajat. Beberapa siswa MAN 14 Jakarta terlihat antusias mendengarkan pemaparan di booth NTP yang menjelaskan produk-produk makanan snack untuk ternak.

    Siswa lain dari SMAN 1 Cisolok, Kab. Sukabumi yang juga berkunjung ke booth NTP, Sofia, mengatakan “Prodi NTP keren! Saya tertarik masuk ke peternakan karena melihat pengolahan pakan yang dibutuhkan peternak untuk penggemukkan dan menghasilkan hewan ternak yang sehat”ujarnya. Fitriani, rekan Sofia yang juga berasal dari SMAN 1 Cisolok memiliki minat yang berbeda. “Saya ingin masuk prodi TPT karena dari kecil sudah akrab dengan unggas ayam broiler pedaging. Semoga saya dapat diterima di Fapet IPB dan meneruskan usaha orangtua di bidang ternak” harapnya.

    Bukan hanya kalangan pelajar, Guru yang mendampingi para siswa banyak yang ingin mengenal lebih jauh tentang prodi yang ada di Fapet. Ayu, Guru BK dari SMAN 1 Megamendung Kab. Bogor mengaku baru mengenal produk yang dihasilkan oleh prodi THT berupa yogurt dengan perpaduan rasa strawberry dan rosella yang dikemas secara praktis. “Sangat surprising ada produk yogurt yang mengandung rosella, kebetulan keluarga saya pecinta yogurt dan produk yang saya cicipi ini rasanya enak dengan kandungan yang menyehatkan. Semoga marketingnya dapat diperluas lagi” ungkapnya.

    Jajang Nurjaman, Guru BK dari SMAN 1 Babakan Madang Sentul yang berkunjung ke booth prodi NTP berbagi pengalaman terkait pakan ternak yang dikelola di sekolahnya. “Kebetulan di sekolah kami ada yang namanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan salah satu programnya budidaya maggot” jelasnya. Jajang lalu menjelaskan proses produksi maggot yang berasal dari sampah-sampah organik, setelah menjadi maggot lalu diproduksi lagi menjadi pelet untuk ikan maupun ayam. “Awalnya saya pikir untuk melanjutkan minat siswa yang terlibat di produksi maggot ini bisa melanjutkan ke pertanian, namun setelah mengunjungi booth NTP ini saya jadi dapat menginformasikan kepada para siswa di sekolah bahwa di Fakultas Peternakan pun ada prodi NTP yang terkait dengan hal tersebut” pungkasnya.

    Selain penjelasan mengenai prodi, pelajar yang berkunjung ke booth Fapet juga dihibur oleh berbagai quiz pengetahuan dan games dengan hadiah berupa merchandise dan produk-produk menarik dari ketiga prodi di Fapet. (Femmy)