Dalam rangka memastikan akselerasi kualitas akademik dan pemenuhan target institusi berjalan optimal, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan kerja dari Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si, beserta jajaran Wakil Rektor dan Direktur terkait. Rapat koordinasi yang berlangsung pada Senin (18/5) di Ruang Sidang Fapet IPB ini secara khusus membedah “Strategi Kelulusan Tepat Waktu Mahasiswa Fapet IPB 2026”.

Dekan Fapet IPB, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, dalam sambutannya menegaskan pentingnya komitmen kolektif dari seluruh elemen fakultas.

“Salah satu hal terpenting adalah memastikan seluruh aktivitas akademik di fakultas berjalan dengan baik dan terarah. Fakultas perlu melakukan upaya yang luar biasa dalam mencapai target dan capaian yang telah ditetapkan pada tahun ini,” ujar Prof. Idat.

Sebagai langkah konkret, tahun ini Fapet bergerak cepat melakukan updating pada seluruh materi ajar program Sarjana (S1).

Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap tren kelulusan tepat waktu di Fapet yang menunjukkan grafik peningkatan konsisten, khususnya pada jenjang S1 dan S2. Namun, ia mengingatkan agar monitoring berkala terus diperketat agar tidak terjadi penumpukan kendala akademik di akhir masa studi.

Rektor secara khusus mengidentifikasi periode Juni–Juli sebagai golden time (waktu krusial) bagi mahasiswa semester genap untuk menuntaskan berbagai tahapan akademik dan administrasi.

“Proses evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memastikan mahasiswa mampu mencapai kompetensi yang diwajibkan. Mendorong mahasiswa agar dapat lulus tepat waktu akan membuka lebih banyak peluang kerja dan pengembangan karier mereka di masa depan,” tegas Dr. Alim.

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi adalah implementasi Kurikulum 2025 dan fleksibilitas penyelesaian tugas akhir. Sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi internasional, bentuk tugas akhir mahasiswa di IPB kini dibuat lebih adaptif. Mahasiswa tidak lagi terpaku pada bentuk konvensional seperti skripsi, tesis, atau disertasi, melainkan dapat berupa prototipe, model, maupun karya inovatif lain yang relevan dengan bidang keilmuan serta didukung pemanfaatan teknologi.

Selain itu, integrasi pelaksanaan tugas akhir mahasiswa dengan kegiatan riset dosen di bawah pengelolaan 11 Divisi Fapet akan terus diperkuat. Langkah ini dinilai efektif untuk memotong birokrasi riset dan mempercepat masa studi mahasiswa.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membedah berbagai tantangan teknis di tingkat program studi pascasarjana, mulai dari penyesuaian regulasi TOEFL untuk syarat kelulusan hingga kendala operasional laboratorium.

Menanggapi dinamika tersebut, jajaran Rektorat langsung memaparkan sejumlah solusi taktis:

  • Akselerasi Kelulusan S1: Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fapet menargetkan seluruh pelaksanaan seminar mahasiswa S1 dituntaskan pada bulan Mei 2026 yang didukung dengan program Coaching Clinic.
  • Sistem Akademik & LMS: Direktorat APPMB bersama LMITD memastikan bahwa kendala teknis pada platform Learning Management System (LMS) telah diantisipasi dengan pembuatan salinan cadangan (backup data) secara berkala.
  • Pencegahan Stres Mahasiswa: Guna mendeteksi dini mahasiswa yang memiliki kendala kesehatan mental, disarankan optimalisasi lewat weekly meeting (pertemuan mingguan) antara mahasiswa dan dosen pembimbing
  • Peningkatan Fasilitas Umum: Direktur Umum dan Infrastruktur, Akhmad Kosasih, S.E, mengumumkan rencana perapian dan renovasi ruang Auditorium Fapet tahun ini, serta berkomitmen menjadikan toilet Fapet sebagai role model toilet representatif dengan pelayanan hingga pukul 22.00 WIB.

Menutup kegiatan, Prof. Idat Galih Permana menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat dan dukungan penuh dari pihak Rektorat terhadap kemajuan Fapet. Kunjungan kerja ini tidak hanya memperkuat sinergi akademik, tetapi juga menjadi momentum bagi Fapet IPB untuk terus berada selangkah di depan dalam melahirkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.