Komitmen pengembangan Ayam IPB sebagai salah satu inovasi unggulan nasional dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan protein hewani terus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menindaklanjuti rencana kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan IPB University, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan resmi ke Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University pada Kamis (11/6).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan akademisi, khususnya dalam mempercepat hilirisasi hasil riset dan memperkuat daya saing peternakan serta pertanian Indonesia secara nasional.

Tinjau Fasilitas Laboratorium Lapang dan Industri Pakan
Mengawali agendanya, Menteri Pertanian melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas strategis di Laboratorium Lapang Fapet IPB University. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kandang A (Poultry Breeding Center), yang menjadi pusat pengembangan dan pemeliharaan Ayam IPB. Di sini, Mentan melihat secara langsung perkembangan ayam lokal unggul hasil program pemuliaan riset berkelanjutan.

Selain unit perunggasan tersebut, Menteri Pertanian juga menyempatkan diri untuk meninjau Teaching Feed Factory serta Laboratorium Industri Pakan Fapet IPB. Kunjungan ke unit pakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi produktivitas peternakan nasional melalui integrasi antara pengembangan genetika ternak unggul dan inovasi pakan yang efisien.

Ayam IPB D1: Mandat Produksi Indukan Skala Besar
Ayam IPB merupakan ayam lokal komposit hasil pemuliaan yang telah dikembangkan oleh para peneliti Fapet IPB University sejak tahun 2010. Pada tahun ini, Fapet IPB University mendapatkan tugas besar dari Kementan untuk memproduksi indukan Ayam IPB D1 dalam skala yang lebih masif agar dapat dikembangkan lebih luas di tengah masyarakat.

Guru Besar Fapet IPB University, Prof. Cece Sumantri, menyampaikan bahwa peluang kerja sama yang dibuka oleh Kementan ini akan sangat membantu mempercepat produksi bibit. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan Ayam IPB sekaligus meningkatkan kemandirian bibit unggas nasional.

Sebagai inovasi unggulan, Ayam IPB D1 memiliki berbagai keunggulan kompetitif yang sangat menguntungkan peternak. Keunggulan tersebut meliputi pertumbuhan yang relatif cepat sehingga mampu mempersingkat waktu panen dibanding ayam lokal biasa, serta efisiensi pakan yang baik untuk menurunkan biaya produksi melalui nilai FCR yang optimal. Selain itu, Ayam IPB D1 juga dibekali daya tahan tinggi terhadap beberapa penyakit endemik, serta mampu menghasilkan kualitas daging premium dengan kadar protein tinggi dan kaya akan kandungan Omega-3.

Kuliah Umum: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
Usai melakukan kunjungan lapang, Menteri Pertanian melanjutkan agenda dengan memberikan Kuliah Umum di hadapan pimpinan IPB University, dosen, peneliti, serta ratusan mahasiswa di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga.

Dalam pemaparannya, Dr. Andi Amran Sulaiman membagikan pengalaman hidupnya sebagai pengusaha sebelum menjadi pejabat publik. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak diraih dengan hanya bekerja di balik meja, melainkan melalui perjuangan dan pengalaman langsung di lapangan.

“Untuk menjadi pengusaha yang sukses tidak cukup hanya duduk di belakang meja, tetapi harus berani tempur di alam bebas,” ujarnya.

Amran menekankan pentingnya belajar dari kegagalan. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses menjadi wirausahawan sukses. Ia menceritakan sejumlah pengalaman pribadinya, mulai dari kegagalan saat meracik racun tikus yang menyebabkan kebakaran rumah hingga usaha logistik yang sempat berhenti total akibat kendala teknis.

“Belajar gagal adalah proses yang harus dilalui. Dari kegagalan itulah mentalitas seorang pengusaha terbentuk,” katanya.

Karena itu, Amran mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan tidak takut menghadapi kesulitan pada masa muda. Menurutnya, tantangan dan pengorbanan di awal kehidupan merupakan fondasi penting untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Selain itu, Amran menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi. Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada jalur karier konvensional, tetapi juga berani mengembangkan peluang bisnis di sektor agribisnis guna memperkuat ketahanan pangan nasional.