News

  • Berawal dari kesadaran pentingnya menggosok gigi dan kebutuhan kepraktisan, dua mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Ternak (THT) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB angkatan 53, yaitu Ahmad Fauji dan Fiona Salfadila, menggabungkan kedua hal tersebut dengan menciptakan pasta gigi praktis yang langsung dimasukkan ke dalam mulut dan langsung dapat disikat menggunakan sikat gigi. Tanpa harus mengoleskannya pada sikat gigi terlebih dahulu. Pasta gigi yang terbuat dari kerabang atau cangkang telur dengan campuran susu ini dinamakan dengan Eggsotist.

    Menggosok gigi menggunakan Eggsotist dapat mengefisienkan waktu dan tenaga karena saat akan menyikat gigi tidak diperlukan adanya pergerakan membuka dan menutup kemasan pasta gigi, serta tanpa perlu mengoleskan pasta gigi ke sikat gigi. Eggsotist dapat menjadi salah satu solusi dalam permasalahan yang sering dijumpai, yaitu sering kali pasta gigi terjatuh saat kita mengoleskannya gigi ke sikat gigi.

    “Selain praktis dan efisien, Eggsotist juga menyehatkan karena mengandung berbagai bahan hasil peternakan seperti susu dan kerabang telur yang mengandung kalsium tinggi. Eggsotist pun tidak mengandung detergen, sehingga aman digunakan,” terang Fauji.

    Eggsotist telah membawa Fauji dan Fiona berhasil menorehkan prestasinya di kancah nasional. Fauji dan Fiona berhasil meraih Juara Dua dalam lomba  Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Fast Week 2018 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas, (17-20/10). Kegiatan ini mengambil tema “Optimasi Peran Mahasiswa dalam Membangun Peternakan Berdaya Saing Industri”. “Awalnya memang tidak terlalu yakin menang, karena baru pertama kali mengikuti lomba karya tulis ilmiah, dan ditambah kami mendapat nomor urut pertama untuk presentasi. Selain itu, saingan kami berasal dari universitas ternama lain. Namun kami tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik,”ujar Fauji.

    Untuk kelajutan Eggsotist, Fauji mengatakan bahwa saat ini Eggsotist sedang disempurnakan formulanya. “Kami masih mencari beberapa bahan untuk antibakteri dan bahan yang dapat menghasilkan busa dari peternakan. Agar kelak Eggsotist dapat diproduksi,”tuturnya.(ipb.ac.id)

  •  

    Faculty Day, kegiatan tahunan Fakultas Peternakan IPB resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB, pada hari Jumat, 2 September 2016.  Acara bertajuk Faculty day "Meet Cowboy 52", pada tahun ini dikhususkan bagi mahasiswa baru Fakultas Peternakan angkatan 52. Acara yang dipusatkan  di Auditorium Fakultas Peternakan ini berlangsung mulai pukul 06:00 - 17:40 WIB, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan. Kegiatan Meet Cowboy 52 diikuti sekitar 200 orang mahasiswa baru Fakultas Peternakan angkatan 52.

    Tujuan pelaksanaan kegiatan Meet Cowboy 52 ini adalah untuk memperkenalkan berbagai fasilitas serta sistem pendidikan di Fakultas Peternakan kepada mahasiswa baru angkatan 52, juga untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap fakultas dan departemen, meningkatkan rasa kebersamaan serta meningkatkan solidaritas untuk generasi peternakan yang berkualitas.

    Kegiatan Meet Cowboy 52 yang diselenggarakan BEM Fakultas Peternakan IPB ini, terdiri dari serangkaian kegiatan yang menarik diantaranya Perkenalan dosen, sharing alumni, outbond di lab kandang, tour di lab analisis, talkshow dengan mahasiswa berprestasi nasional dan internasional, serta berbagai acara unik dan kreatif lainnya.

    Pada sesi sharing alumni, beberapa pembicara dihadirkan, diantaranya dari Prof. Luki Abdullah dengan topik " membentuk karakter mahasiswa peternakan yang inovatif, aktif, dan prestatif. Selain itu Meet Cowboy menghadirkan Slamet Mulyadi, SP, MP, yang membagikan pengalamannya dalam berwirausaha, dengan topik "Menumbuhkan semangat dan jiwa berwirausaha di bidang peternakan".

    Acara ditutup pada pukul 17:30 WIB, didahului dengan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan pembacaan nominasi.

  • Dalam rangka mempererat silaturahmi, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama Himpunan Pensiunan Fapet menggelar kegiatan Jalan Pagi Sehat (Japas) serta Campus Tour pada 13/5. Sebanyak hampir 50 orang warga Fapet yang terdiri dari pensiunan baik dosen maupun tenaga kependidikan, pimpinan serta tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut.

    Kegiatan tersebut dimulai dengan berkumpulnya para peserta di Parkiran Fapet, lalu dengan kendaraan bus IPB para peserta dibawa menuju Danau SDGs untuk menikmati pemandangan yang indah serta udara yang segar. Perjalanan dilanjutkan menuju kandang sapi, closed house broiler, lalu kandang domba, dan akhirnya turun ke taman semangat. Puas di area kandang dan kebun, peserta dibawa kembali berkeliling ke arah Rektorat dan area koin IPB untuk mengabadikan momen.

    Perjalanan selanjutnya, peserta dibawa ke Museum dan Galeri IPB yang berlokasi di Landhuis untuk mengenang sejarah IPB dari mulai didirikan hingga saat ini. Puas berkeliling, perjalanan berakhir kembali di lobby Fapet. Para peserta beristirahat sambil beramah-tamah antar pensiunan maupun civitas Fapet yang masih aktif.

    Prof. Emeritus Dr. Peni S. Hardjosworo, M.Sc, pensiunan guru besar Fapet yang menggagas kegiatan tersebut, sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan oleh pihak Fapet. “Apa yang Anda lakukan ini sesuai dengan yang kita harapkan, yang kita inginkan. Anda-anda mempunyai kepribadian yang menghormati orangtua,” ujarnya. Prof. Peni juga berdoa dan berharap agar kemajuan-kemajuan penelitian di Fapet tetap berlanjut dan semakin tinggi lagi.

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Idat Galih Permana, turut mengapresiasi kehadiran para pensiunan Fapet di acara tersebut. “Ini adalah suatu kebahagiaan dan kehormatan buat kita yang saat ini masih aktif dikunjungi oleh Bapak-Ibu senior, guru-guru kami, juga para tendik yang dulu sama-sama membimbing kita semua. Bekal dari Bapak-Ibu selaku para senior sangat luar biasa dan jadi pijakan buat kita untuk terus berkembang di Fapet,” ungkapnya. “Selama sekian tahun memang ada perubahan yang terjadi di IPB, ada banyak fasilitas yang dikembangkan di IPB dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus,” tambahnya. (FD)

  • Fakultas Peternakan IPB University bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (HIMAPROTER) dan Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) mengadakan Pelatihan Character Building and Personal Branding2020 melalui zoom meeting (Sabtu  17/10). Kegiatan untuk tahun ini mengusung tema Time to Change Your Life Using Your Skills.Selain memiliki tema yang bagus dan sesuai dengan keadaan mahasiswa millenial, dalam acara ini juga mengundang pembicara yang tidak kalah keren dan hebat. Yaitu terdapat Nadhifah Alliya Tsana seorang podcaster dan penulis buku best sellerNovel “Geez and Ann” yang lebih kerap disapa dengan RintikSedu, Adnan Fatron yang merupakan seorang trainer dan owner of mudainspiratif.co.id,serta Bela Arswendita yang merupakan seorang conten creatorsekaligus announcer of Radio Prambors.Pada pelatihan ini diikuti 380 peserta, yang dimana peserta ini berasal dari luar dan dalam mahasiswa IPB University.

    Peserta pun mengikuti pelatihan ini dengan antusias di setiap sesi setiap pembicara menyampaikan materinya. Di dalam materi yang disampaikan oleh Tsana mengenai bagaimana pentingnya kita selalu membangun dan membentuk karakter diri kita tanpa harus menjadi orang lain, tetapi tetap menjadi diri sendiri. Seperti pesan dari Anan Fatron yaitu tiga langkah hal yang harus dilakukan dalam membentuk karakter diri kita yaitu pertama tentukan karakter yang diinginkan, kedua yaitu miliki lingkungan yang sistematis dan mendukung dan yang ketiga yaitu lakukan berulang sampai menjadi kebiasaan. Sedangkan cara membangun karakter dari Bela yaitu selalu persiapkan diri kita mulai dari membangun skillkomunikasi untuk membangun,memperluas relasi, stay relevant, bicara di depan publik dan bangun brand kamu. Karena di setiap pekerjaan yang akan kita pilih tentunya diperlukan skillkomunikasi yang baik.

    Dengan adanya pelatihan character buildingdan Personal Brandingini diharapkan dapat menumbuhkan karakter dan skillyang baik pada peserta yang mengikuti. Selain itu terdapat rangkaian dari acara ini yaitu terdapat beberapa challengepembuatan video mengenai character buildingdan personal branding.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) dan Himpunan Alumni Peternakan (Hanter) IPB menggelar seminar nasional bertajuk Inovasi Bidang Peternakan dalam Upaya Menekan Impor Menuju Indonesia Maju. Acara ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Banten pada hari ketiga pelaksanaan (11/11). Para narasumber pada kegiatan ini merupakan alumni dari Fapet IPB, begitu pula moderator dan MC nya juga merupakan alumni Fapet.

    Sebelum acara seminar dimulai, terlebih dulu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT. Gemilang Karya Agri bersama PT. Perkasa Group yang merupakan perusahaan di bidang peternakan yang pada penandatanganan tersebut akan memperkuat dan mengembangkan potensi di wilayah Timur Indonesia. Presiden Komisaris Perkasa Group, Dr. Audy Joinaldy yang merupakan dan juga alumni Fapet IPB memberikan pesan kepada para mahasiswa aktif “Adik-adik harus bisa memanfaatkan jejaring alumni, alumni memperjuangkan” ungkapnya.

    Selepas penandatanganan nota kesepahaman, moderator acara yang juga alumni Fapet IPB yang juga Direktur PT. Permata Kreasi Media ILDEX Indonesia,  Ir. Ruri Surasono, MBA memperkenalkan para narasumber untuk memaparkan beberapa hal berkaitan dengan peternakan. Narasumber pertama yaitu Dekan Fapet IPB University Dr Ir Idat Galih Permana, MSc. Agr menyampaikan Inovasi Hasil Riset Fapet IPB. “Inovasi dan hasil riset bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan berkaitan dengan kemakmuran suatu negara”jelasnya mengawali pemaparan. Labih lanjut, Dr. Idat bahwa tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan SDM berkualitas dan inovasi. Beberapa inovasi yang sudah dihasilkan Fapet IPB antara lain adalah Ayam IPB D1 oleh Prof. Cece Sumantri, Sapi Bali sebagai penghasil daging premium oleh Prof. Rudy Priyanto. Selain sapi, ada juga domba dengan kualitas daging premium inovasi dari Prof. Asep Gunawan.

    Pada inovasi nutrisi dan pakan ternak, Prof. Dewi Apri Astuti sudah menghasilkan beberapa produk yaitu BSF milk replacer dengan bahan baku maggot dan Herbal Mineral Blok. Ada juga pakan layer D’Premium inovasi Prof. Iman Rahayu Hidayati Soesanto dan pakan sapi perah Dairy Feed Online oleh Dr. Idat Galih Permana. Untuk teknologi hasil ternak, Prof. Irma Isnafia Arief menghadirkan produk yogurt dengan rosela yang kaya akan kandungan vitamin C. pada inovasi ternak harapan, ada kokon ulat sutra yang dikembangkan oleh Dr. Yuni Cahya dan ulat hongkong oleh Prof. Asnath Maria Fuah. Ada juga Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang sudah lama dikembangkan oleh Prof. Muladno dengan jumlah yang menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

    Selanjutnya Dr Ir Audy Joinaldy SPt, MSc, MM, IPM, ASEAN. Eng, Ketua Umum HANTER IPB yang juga merupakan Wakil Gubernur Sumatra Barat yang secara khusus membahas mengenai Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam menekan Impor. Wagub Sumbar ini memaparkan materi secara interaktif dengan para peserta yang kebanyakan mahasiswa aktif di Fapet, sesekali ia juga melemparkan candaan untuk mencairkan suasana dan memberikan motivasi serta semangat kepada para audiens.

    Alumni terakhir yang menjadi narasumber dalam acara ini adalah CEO PT. Nutricell Pacific Ir. Suaedi Susanto, SPt, MBA, IPU. Impor di industri perunggasan menjadi bahasan utama. Menurut Ketua HANTER DPD Jakarta Barat ini, Indonesia masih membutuhkan impor masih lebih bisa menutupi daripada swasembada. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep swasembada harus didasarkan pada tujuan. “Kita juga masih belum kompetitif jika swasembada” jelasnya. Namun demikian, Suaedi memberikan banyak gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan peran pengusaha agar ke depannya masalah ini berangsur-angsur bisa membaik dan pengusaha lokal mampu bersaing dengan gempuran berbagai pihak.  (Femmy)  

  • Fakultas Peternakan (Fapet) dan Himpunan Alumni Peternakan (Hanter) IPB menggelar seminar nasional bertajuk Peternakan di Tengah Isu Resesi. Acara ini diselenggarakan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor (18/2) dan merupakan salah satu rangkaian acara Hari Pulang Kandang (HPK) 2023. Dalam seminar ini ada 3 narasumber yang hadir untuk membahas bagaimana sebenarnya kondisi peternakan pada saat ini dilihat dari sisi akademisi, praktisi maupun pemerintah.

    Dekan Fapet IPB University Dr Ir Idat Galih Permana, MSc. Agr dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal terkait bagaimana melihat propek industri peternakan. “Kita dibayang-bayangi dengan permasalahan isu perang Ukraina - Rusia yang kemungkinan berdampak terhadap berbagai permasalahan di setiap kawasan termasuk di Asia Tenggara dan juga Indonesia”ungkapnya. Dr Idat juga menambahkan bahwa kita juga baru terlepas dari pandemi covid 19 dan di Indonesia trendnya sudah hampir melandai. Namun bayang-bayang resesi perlu kita antisipasi.

    Ia melanjutkan pada perkembangan saat ini, bahkan pada masa pandemi sekalipun ternyata pada sektor pertanian termasuk peternakan juga masih memberikan pertumbuhan yang positif. Dimana sektor-sektor lain mengalami penurunan, bidang pertanian, peternakan tetap positif. Karena dalam kondisi apapun sebagai pemasok pangan, demikian juga untuk peternakan sebagai pensuplai pangan berprotein yang dibutuhkan oleh masyarakat.”Kita harus waspada terhadap perkembangan resesi, di sisi lain kita juga tetap harus optimis” pungkasnya

    Selanjutnya Dr Ir Audy Joinaldy SPt, MSc, MM, IPM, ASEAN. Eng, Ketua Umum HANTER IPB yang juga merupakan Wakil Gubernur Sumatra Barat juga turut memberikan sambutan di hadapan peserta seminar yang sebagian besar adalah alumni Fapet IPB danbeberapa mahasiswa aktif. “Salah satu fakta yang cukup menarik 2023 untuk Indonesia atau ternyata Indonesia atau 2 dari 23 negara G20 yang masih mengekspektasi pertumbuhan positif di 2023 masih ada harapan termasuk di sektor peternakan”  ujarnya optimis.

    Masuk ke acara inti, Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Agr.Sc. sebagai narasumber memaparkan dari sisi akademisi mengenai Pengembangan Ayam Lokal Pedaging Unggul IPB-D1 berbasis Peternakan Rakyat Membangun Industri Peternakan Berkelanjutan. Prof. Cece mengungkapkan fakta bahwa konsumsi daging nasional masih didominasi ayam broiler. “Atas dasar itu, kami ingin mengembangkan ayam IPB D1 dari tahun 2010 dan sudah melaksanakan hilirisasi bersama mitra dari peternakan rakyat maupun industri peternakan”. Keunggulan ayam D1 sendiri antara lain ketahanan terhadap ND dan salmonella, proporsi daging dada sangat baik antara 20% sampai dengan 23%. Keunggulan lain adalah rataan kandungan mineral daging sangat tinggi.

    Aif Arifin Sidhik, S.Pt, M.Sc, selaku praktisi di bidang peternakan hadir sebagai narasumber yang menjelaskan perihal resesi dan kondisi perunggasan di Indonesia. Selama tahun 2022, ada beberapa kendala pada industri peternakan yaitu Covid-19, ketidakseimbangan permintaan dan penawaran, duopoli yang terjadi, harga bahan baku sampai sarana produksi ternak yang masih tradisional.

    Berdasarkan kendala tersebut, Aif menyampaikan beberapa solusi seperti efisiensi biaya produksi, peningkatan kualitas dan keamanan produk unggas agar tetap menarik minat dan optimalisasi teknologi tepat guna “Yang tidak kalah penting, harus juga memperkuat manajemen keuangan dan bergabung dengan koperasi atau asosiasi peternak”

    Dari sisi pemerintahan, hadir Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Barat Novy Christine Palit, S.Pt, M.Si. Alumni Fapet ini memaparkan alur, mekanisme dan data-data terkait khususnya ketersediaan ternak di wilayah Jakarta. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University gelar workshop dan sosialisasi penyusunan laporan keuangan organisasi mahasiswa (ORMAWA) Fapet pada Jum’at, 25 April 2025 di Ruang Sidang Fapet IPB Darmaga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan transparan kepada seluruh pihak terkait mengenai penggunaan dana organisasi. Selain itu juga untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas agar seluruh anggota Ormawa dan pihak terkait mengetahui bagaimana dana digunakan dan dikelola, serta memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran.

    Vifin Hadiningrum, S.Pt, Pelaksana Keuangan Unit (PKU) Dekanat Fapet hadir memberikan materi sosialisasi tersebut. Pemaparan antara lain mengenai prosedur pelaporan dengan tata cara penyusunan dan pelaporan keuangan yang baik dan sesuai dengan aturan, termasuk format, isi, dan waktu pelaporan.

    Kegiatan dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari pengurus Ormawa di lingkungan Fapet yaitu DPM, BEM, HIMPRO dan FAMM. “Pengajuan dana akan dihandle oleh DPM untuk pembagiannya dan per kebutuhan, Ormawa tiap 2 bulan dengan membuat timeline. Alur SOP yaitu dimulai dari Ormawa ke Fakultas lalu ke Ditmawa (Direktorat Kemahasiswaan), setelah itu diproses ke DKA (Direktorat Keuangan) dan kembali ke Fakultas”jelas Vifin. “Untuk proses pengajuan sendiri paling cepat 10 hari”lanjutnya.

    Dijelaskan juga mengenai prosedur dan aturan lain seperti honor narasumber, SPJ Konsumsi, SPJ transport lokal kepanitiaan, SPJ Apresiasi Pemenang Kegiatan (dipindahkan ke cinderamata), SPJ Pendaftaran Kegiatan dan SPJ Sewa hingga prosedur mengenai penyerahan Laporan Keuangan Kegiatan. Acara dilanjutkan dengan diskusi yang disepakati oleh pihak-pihak yang hadir. 

    Dengan sosialisasi ini, diharapkan Ormawa lebih sadar pentingnya dokumentasi dan pelaporan sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi. Sosialisasi ini juga dimaksudkan agar menunjukkan profesionalisme Ormawa dalam mengelola anggaran, sehingga memperkuat kepercayaan dari pihak kampus maupun sponsor. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB membagikan Bingkisan Hari Raya  (BHR) untuk seluruh Tenaga Kependidikan (tendik) yang terdiri dari PNS, Tetap, Kontrak dan THL di lingkungan Fapet IPB. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (2/4) di halaman parkir lobi utama Fapet IPB. Pungki Prayughi, S.Kom, M.Kom, KTU Fapet yang juga penanggungjawab kegiatan menjelaskan “Bingkisan yang berupa daging sapi topside ini diterima oleh para tendik yang berasal dari 3 unit yaitu Dekanat 49 staf, intp 85 staf dan iptp 76 staf dengan total 210 kg daging”urainya.

    Prof. Jakaria, Dosen Departemen IPTP mengungkap rasa syukur atas pemberian BHR ini “Alhamdulillah  setiap tahun secara rutin diterima oleh seluruh warga Fakultas Peternakan, sebuah budaya atau sebuah kebiasaan yang sangat baik dan bagus dan saya sangat bersyukur bahwa ini jadi bagian penting untuk membantu memeriahkan salah satu hari raya besar Idul Fitri”tuturnya.

    Epi Amalia Humaeroh, tendik Departemen INTP juga mengungkapkan rasa syukurnya atas BHR yang daging yang sudah ke-4 kalinya ini “Ya Alhamdulillah sangat bersyukur jadi tidak usah beli”ujarnya singkat.

    Pimpinan Fapet turut hadir dalam acara pembagian BHR tersebut yaitu Dr. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr dan turut dihadiri oleh para Wakil Dekan Fapet yaitu Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni serta Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan IPB University bekerjasama dengan BEM Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan kegiatan Webinar Green Campus Movementpada Minggu, 11 Oktober 2020 via Zoom Meeting.

    Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan terutama kawasan kampus hijau, memberikan kesadaran dalam penerapan kebiasaan-kebiasaan baik yang ramah lingkungan, dan meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam mempromosikan dan mengedukasi masyarakat sekitar dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

    Sebagai pembicara pertama Dr. Sri Wahyuni selaku Direktur Perusahaan Biogas PT. Swen Inovasi Transfer menyampaikan tema “Peluang usaha generasi muda dalam pemanfaatan limbah (Re-cycle).” Sri Wahyuni menjelaskan peran biogas dalam manfaatkan limbah kotoran ternak sekaligus menghasilkan energi bersih.

    Sementara itu, Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani menyampaikan tema “Meningkatkan peran generasi milenial sebagai agen perubahan dalam upaya penyelamatan lingkungan”. Chintia mengajak para muda milenial untuk bersama-sama bertanggungjawab terhadap keselamatan lingkungan. “Semua itu harus berawal dari hati kita sendiri, jadi mau orang lain bilang apa kita ya tetap pada pendirian kita, sampah itu tanggung jawab kita, bukan orang lain” ujarnya.

    Senada dengan Cinthia, Abdul Ghofar selaku Co-coordinator dari Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) yang menyampakan tema “Green lifestyle sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan". Perilaku individu yang dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi teladan bagi orang lain. Jika individu-individu yang sadar bergabung, maka akan mendorong perubahan.

    Dengan telah diselenggarakannya acara Green campus movementini diharapkan mahasiswa yang mengikuti dapat memahami dan menyebar luaskan tentang gerakan peduli lingkungan agar berdampak lebih luas kedepannya.

  • Himpunan Editor Berkala Ilmiah Indonesia (HEBII) menggelar kongres ke 3 pada Kamis (20/1).  Pada tahun 2022, acara rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali ini dilaksanakan secara hybrid di ruang sidang Fakultas Peternakan IPB dan online zoom yang diikuti sebanyak hampir 200 peserta.

    Rangkaian acara dimulai dengan laporan kegiatan kongres  oleh Ketua Panitia Kongres III HEBII Dr. Sri Suharti dan dibuka secara resmi oleh Tuan Rumah Kongres yaitu Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. “Hingga saat ini peran HEBII sangat besar dalam memajukan dan meningkatkan kualitas jurnal ilmiah di Indonesia. Pemerintah sangat mendorong seluruh lebaga perguruan tinggi dan riset untuk meningkatkan kualitas dan jumlah publikasi internasional bahkan para dosen diminta untuk menjadikan publikasi internasional dan nasional terakreditasi sebagai indikator kinerja utama” ujar Dekan Fakultas Peternakan IPB yang juga Penasihat HEBII dalam sambutannya pada acara tersebut.

    Selanjutnya disampaikan laporan pertanggungjawaban oleh Ketua HEBII periode 2020-2022 Prof. Komang G Wiryawan dan penyerahan HEBII Awards kepada Prof. Istadi dan Dr. Lukman atas kontribusinya terhadap organisasi HEBII selama ini.

    Pada acara inti, dilakukan diskusi secara paralel oleh masing-masing komisi yang terdiri dari Komisi 1 (Pembahasan AD/ART), Komisi 2 (Pemaparan Program Kerja HEBII dan Komisi 3 (Perangkat Organisasi) dan dilanjutkan dengan rapat pleno dengan laporan dari masing-masing komisi. Ada perubahan dalam AD/ART terkait masa kerja pengurus yang tadinya 2 tahun di perpanjang menjadi 4 tahun. Selain itu, pada saat rapat komisi dan sidang plebo juga banyak sekali masukan dan saran dari peserta kongres terkait program kerja dan perangkat organisasi HEBII.

    Setelah rapat pleno, dilakukan pemilihan ketua tim formatur dan anggota yang bertugas melakukan pemilihan Ketua Umum HEBII untuk Periode 2022-2026. Setelah melalui berbagai rangkaian acara, pada puncaknya telah terpilih Prof. Kuswanto sebagai Ketua HEBII periode 2022-2026.  (Femmy/Sri Suharti)

  • Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menyalurkan Bingkisan Hari Raya (BHR) kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fapet IPB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembagian BHR yang diselenggarakan oleh IPB University bagi seluruh pegawai sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung kegiatan akademik dan operasional institusi (11/3)

    Sebelumnya, IPB University melalui Direktorat Sumber Daya Manusia membagikan paket BHR kepada unit-unit kerja pada Rabu (11/3) di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Bogor. Paket tersebut kemudian didistribusikan kepada para pegawai di masing-masing unit kerja, termasuk di Fakultas Peternakan.

    Di lingkungan Fakultas Peternakan, proses penyaluran BHR dilakukan secara bertahap kepada para dosen dan tenaga kependidikan. Selain paket BHR dari IPB University yang berisi berbagai kebutuhan pokok dan protein hewani, Fakultas Peternakan juga memberikan tambahan bingkisan berupa dua ekor karkas ayam dan satu kilogram daging sapi premium sebagai bentuk perhatian kepada seluruh pegawai.

    Penyaluran bingkisan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni pada hari Senin (9/3) untuk pembagian karkas ayam dan Rabu (11/3) untuk pembagian daging sapi serta paket BHR dari IPB University. Para penerima bingkisan mengambil paket tersebut dengan berkoordinasi melalui Kepala Tata Usaha (KTU) di masing-masing departemen.

    Salah satu pegawai Fakultas Peternakan IPB, Sutrisno, staf Bagian Akademik Fapet IPB, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh institusi kepada para pegawai menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Bingkisan Hari Raya ini menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi kami para pegawai. Semoga membawa keberkahan dan semakin mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Fakultas Peternakan IPB,” ujarnya.

    Ia juga berharap tradisi baik tersebut dapat terus dilanjutkan di masa mendatang. “Kami mengucapkan terima kasih atas Bingkisan Hari Raya yang diberikan. Semoga tradisi baik ini terus berlanjut dan semakin memperkuat kebersamaan di IPB University,” tambahnya.

    Melalui kegiatan ini, Fakultas Peternakan IPB berharap semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kerja dapat terus terjaga, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar pegawai dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

  • Fakultas Peternakan IPB University terus memperkuat komitmen tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui kegiatan sosialisasi Zona Integritas dalam agenda Rabuan Bersama Fakultas yang dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026).

    Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Irma Isnafia menyampaikan materi sosialisasi Zona Integritas Fakultas Peternakan yang bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas secara simbolik oleh dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen bersama membangun budaya integritas di lingkungan fakultas.

    Dalam paparannya, Prof. Irma menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan fakultas, tetapi memerlukan peran aktif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan. Upaya sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, antara lain pertemuan dan rapat, pemasangan backdrop kegiatan, standing poster, serta publikasi melalui website resmi Fakultas Peternakan.

    Predikat Zona Integritas yang dituju adalah WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi), sebagai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional dan berintegritas. Fakultas Peternakan juga mengusung tagline Zona Integritas “FAPET BerTANDUK”, yang merupakan akronim dari Berintegritas, Transparan, Akuntabel, Disiplin, Unggul, dan Kolaboratif.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, Fakultas Peternakan berharap seluruh sivitas akademika dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, profesional, serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Dalam Rangka mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi industri untuk kemajuan bangsa Indonesia, yang sejalan dengan visi Kampus Merdeka Kemendikbud RI, Fakultas Peternakan IPB University melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) serta Nota Kesepahaman atau Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Peternakan IPB University dengan tiga perusahaan yang masing-masing berlokasi di Sukabumi, Riau, dan Kalimantan (27/10).

    Bertempat di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB, Penandanganan PKS dan MoA tersebut dilakukan antara Fakultas Peternakan IPB dengan PT. Sinar Harapan Farm (SHF), yang mengembangkan pembibitan Ayam IPB D1 di daerah Sukabumi (Program Kedaireka dari Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Sc), kemudian dengan PT. Bio Cycle Indo, perusahaan yang mengembangkan Black Soldiers Fly (BSF)/Maggot di Riau dengan Program Kedaireka dari Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS, dan  yang terakhir dengan PT. Buana Karya Noveltindo (BKN), sebuah perusahaan sawit yang mengembangkan Palmofeed untuk bahan baku pakan di Kalimantan dengan Program Kedaireka dari Prof. Dr. Ir. Nahrowi, M.Sc.

    Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Peternakan IPB Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, yang menyampaikan apresiasi kepada ketiga perusahaan yang menjalin perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman tersebut. Hadir pula tim dari PT. Sinar Harapan Farm Bapak Ali Mustofa, S.Pt, perwakilan PT. Bio Cycle Indo Bapak Budi Tanaka S.Kom, S.Kom, dan Bapak Ketut Supastika dari PT. Buana Karya Noveltindo.

    Dalam sambutannya, Ali Mustofa, SPT (PT SHF) menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kepercayaan Fapet IPB untuk pengembangan pembibitan ayam IPB D1. Ayam IPB D1 merupakan inovasi unggulan karya Prof. Cece Sumantri yang menghasilkan ayam dengan tekstur daging ayam kampung tetapi pertumbuhannya cepat. Budi Tanaka, S.Kom dari PT Biocycle Indo juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pembinaan dari Fapet IPB untuk pengembangan maggot di Indonesia. Sejak awal berdiri, atas pendampingan dari Prof. Dewi Apri Astuti, PT Biocycle memulai usaha maggot di Bogor dan sekarang sudah berkembang menjadi industri yang prospektif dan melebarkan sayap ke Riau. Selanjutnya, Bpk. Ketut Supastika (PT BKN) dalam sambutannya berharap jika penelitian ini juga bisa digunakan di bidang industri serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Produk unggulan Palmofeed merupakan bahan pakan asal sawit yang tinggi energy yang bisa menjadi alternatif jagung.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB yaitu Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si (WDAK) dan Dr. Sri Suharti,S.Pt., M.Si (WDSKP) Ketua dan Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi dan tim Dosen  di lingkungan Fapet IPB (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University jalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan penandatanganan MoA dan SPK. Penandatanganan kerjasama mbkm ini berlangsung secara daring pada Rabu (13/14). Acara dihadiri oleh masing-masing pihak yaitu dari Unhas hadir Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.,IPU., ASEAN Eng, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumberdaya Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin, S.Pt., M.Si., IPU, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU, ASEAN Eng. Dari Fapet IPB dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahsiswaan Prof. Irma Isnafia Arief, para Ketua Departemen dan Sekretaris Departemen di lingkungan Fapet IPB.

    Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB Dr Sri Suharti yang memandu kegiatan ini menjelaskan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari kunjungan Prof. Jasmal ke Fapet IPB Bogor untuk menjalin kerjasama antara Fapet IPB dengan Fakultas Peternakan Unhas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan terutama pada kegiatan mbkm mahasiswa.

    Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof.Lellah Rahim memberikan apresiasi pada acara Penandatanganan MoA ini. Beliau menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan suatu program dari Kemendikbudristek dimana kita diwajibkan untuk terus melakukan MBKM.  “Di dalam MoA ini banyak kegiatan yang bisa kita lakukan bersama, seperti penelitian bersama dalam bentuk magang, atau mahasiswa bisa mengikuti mata kuliah-mata kuliah yang ada di Fapet IPB sehingga MBKM ini betul-betul bisa berjalan sesuai dengan program Pak Menteri yaitu 2 semester berada di luar universitas” ungkapnya.  Prof. Lellah juga mengenalkan Prodi yang ada di Fakultas Peternakan Unhas, yaitu S1 dan D4 yang terdiri dari Teknologi Produksi Ternak, Pakan Ternak dan Agribisnis.

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana yang juga memberikan sambutan menjelaskan bahwa suatu keharusan bagi kita dalam rangka memberikan kesempatan kepada mahasiswa kita untuk melakukan kegiatan MBKM. “Dengan adanya program MBKM dan juga penetapan IKU ini bisa memberikan kesempatan pada kita semua untuk saling berkolaborasi, bekerjasama, belajar baik dari aspek pendidikan, penelitian, dan juga kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat” jelasnya. Lebih lanjut Dr. Idat menjelaskan prodi prodi yang ada di Fapet IPB, yang pertama Ilmu produksi dan Teknologi Peternakan, Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, dan Teknologi Hasil Ternak (S1) yang saat ini terlibat dalam kerjasama MBKM. Disamping itu juga ada prodi untuk S2 dan S3 dan akan mebuka program magang yang bisa diakses oleh mahasiswa di luar IPB.

    Pihak Fapet IPB juga sangat terbuka dalam melaksanakan kegiatan kolaborasi riset dan IPB saat ini juga sudah mulai melakukan kerjasama-kerjasama riset. Kolaborasi riset IPB saat ini sedang terjalin dengan Universitas Jambi, dalam rangka meningkatkan publikasi dan juga sitasi termasuk juga impact factor terhadap kualitas penelitian dari kedua pihak dan berharap kedepannya ada kolaborasi riset dengan Fakultas Peternakan Unhas.

    Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet IPB, Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, juga menyampaikan program-program MBKM yang sudah dirancang sebesar 20 SKS yang mencakup bidang broiler closed house, pemotongan hewan dan budidaya hijauan pakan di UP3 Jonggol. Program-program tersebut juga terbuka untuk diikuti oleh mahasiswa dari luar Fapet IPB (Femmy/Sri)

  • Fakultas Peternakan IPB University jalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini dihadiri berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB pada Senin (15/11). Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyatakan apresiasi kepada pihak Unsoed yang diwakili oleh Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si, Dr. Ir. Krismawati Muatip M.Si, dan Titin Widyastuti, S. Pt, MP.

    Kerjasama dengan Unsoed ini dalam rangka mendukung penyelenggaraan Kolaborasi Akademik dan Riset Industri dalam Implementasi Kurikulum merdeka untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif di program studi S1 Peternakan.

    Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama meliputi akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati dalam bentuk magang, pelatihan, publikasi, seminar, dan lain sebagainya.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Wakil Dekan Fakultas Peternakan yaitu Prof Irma Isnafia Arief dan Dr Sri Suharti, SPt, MSi, serta ketua dan sekretaris departemen Ilmu produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan IPB University (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University berpartisipasi dalam acara Festival Ternak Domba Kambing dan Seni Ketangkasan Domba yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Himpunan Peternak Domba – Kambing Indonesia (HPDKI) dan beberapa pihak terkait. Mengusung tema “Peternak Pahlawan Bangsa”, Fapet IPB turut serta menampilkan pameran ternak, produk dan inovasi peternakan yang bertujuan sebagai ajang promosi dan edukasi bagi masyarakat, khususnya insan peternakan pada kegiatan yang berlokasi di Lapangan Panahan GOR Pakansari, Cibinong, Kab. Bogor (12/11) tersebut.

    Booth Fapet yang menampilkan beberapa produk tersebut banyak menarik perhatian para pengunjung. Encon, seorang peternak asal Jawa Tengah yang kini berdomisili di Cibinong mengaku tertarik untuk menggunakan produk pakan inovasi Fapet “Produknya sangat inovatif, saya tertarik mencoba untuk ayam, domba dan ikan” ungkap pria yang juga merupakan salah satu binaan dinas Kabupaten Bogor yang aktif di bidang perikanan ini.

    Ahmad Yusni Yusuf Nasution, pensiunan yang memilih untuk beternak sejak 12 tahun yang lalu berbagi cerita ketika berkunjung ke booth Fapet. “Sudah 1 tahun lebih saya pakai sorinfer, awalnya dapat info sorinfer dari YouTube. Formula saya adalah sorinfer tersebut saya campur dengan ampas tahu dan konsentrat, hasilnya bagus untuk ternak saya” ujar Pak Yusni, sapaan akrabnya.

    Selain para peternak, beberapa pengunjung kalangan umum yang kebetulan sedang berolahraga juga banyak tertarik dan melihat-lihat inovasi Fapet antara lain Herbal Mineral Blok (HMB), Milk Replacer, Maggot dan minyaknya dan masih banyak lagi. Selain itu banyak juga pengunjung yang tertarik dan bertanya mengenai Program Studi di Fapet IPB University. Direktur RSUD Cibinong, Yukie Meistisia Anandaputri Satoto, menyempatkan diri berkunjung ke booth Fapet dan menyampaikan apresiasinya untuk IPB University “Selamat tentunya untuk Fakultas Peternakan, Kami rumah sakit Cibinong memiliki layanan unggulan pelayanan kesehatan berbasis one health. Kami mendukung kesehatan manusia itu yaitu harus beriringan dengan hewan dan lingkungan” jelasnya.  (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University kembali berpartisipasi dalam pameran International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Banten (20-22/9). Pameran ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian RI, Dr Nasrullah yang mewakili Menteri Pertanian.

    Alumni Fapet IPB yang juga Direktur Marketing PT. Permata Kreasi Media ILDEX Indonesia,  Ir. Ruri Surasono, MBA, turut memberikan sambutan pada gelaran tersebut. “ILDEX Indonesia 2023 adalah ILDEX Indonesia yang ke-6 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013 yang diinisiasi oleh para pelaku perunggasan yaitu Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) bekerjasama dengan VNU Exhibition Asia Pacific” jelasnya. Ruri juga berharap ILDEX pada tahun ini akan menjadi ajang promosi dan bertemunya para pelaku peternakan secara global, ajang bertukarnya informasi, teknologi serta kerjasama perdagangan antarnegara. Jejaring yang ada di ILDEX Indonesia juga dapat dirasakan manfaatnya tidak saja oleh pelaku industri, namun juga UMKM peternakan di Indonesia.

    Dalam kegiatan yang sudah berlangsung sejak tahun 2013 ini, turut hadir juga Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don P Utoyo serta selain itu Managing Director VNU Asia Pacific Mr. Igor Palka selaku penyelenggara ILDEX di tingkat ASEAN. Pada ILDEX Indonesia 2023 in, tercatat ada 203 peserta pameran yang berasal dari 25 negara dan akan menyajikan lebih dari 46 seminar nasional maupun internasional dengan 84 pembicara.

    Pada pameran ini, Fapet IPB turut menampilkan beberapa produk, antara lain pakan ternak Sorinfer, magot, wafer ternak, telur, produk BSF (black soldier fly) berupa pakan kucing dan beberapa pakan ternak lain. Hadir pula produk Kedaireka berupa rendang domba, yogurt rosella, roti rosella, telur omega 3, madu dan produk-produk dari kegiatan Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) Fapet yang antara lain berupa crackers, susu yang diekstrak dari jangkrik, spons dari bulu domba serta media tanam yang juga berasal dari bulu domba. (Femmy) 

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut serta dalam kegiatan The 7th International Livestock and Dairy Expo (ILDEX) Indonesia 2025 yang digelar pada hari Rabu sampai dengan Jumat di Hall 3-3A Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda. Dalam sambutannya. Agung Suhanda menyampaikan bahwa ILDEX bukan sekadar ajang bisnis, melainkan wadah berbagi inovasi, transfer pengetahuan, serta kolaborasi melalui pameran produk, teknologi terbaru, seminar, workshop, dan diskusi yang relevan. 

    “Semua ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, mewujudkan pertanian berkelanjutan, dan mendorong transformasi teknologi di sektor peternakan maupun perikanan”jelasnya. Agung juga berharap melalui ILDEX Indonesia 2025 ini, kita semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, membuka peluang baru, serta melahirkan investasi yang bermanfaat bagi kemajuan peternakan, perikanan, dan pertanian Indonesia.

    Tahun ini lebih istimewa karena untuk pertama kalinya ILDEX juga menghadirkan Horti & Agro Indonesia, membuka sinergi antara peternakan, perikanan, dan pertanian untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, pameran diikuti oleh 278 peserta dari perusahaan, asosiasi, lembaga pemerintah, dan institusi pendidikan, yang berasal dari 26 negara. Selain itu, akan diselenggarakan 20 sesi seminar internasional dengan pembicara dari 12 negara.

    Hadir dalam pembukaan acara tersebut beberapa tokoh penting antara lain dari pihak penyelenggara yaitu Direktur PT. Permata Kreasi Media ILDEX Indonesia Fitri Nursanti Poernomo, Managing Director VNU Exhibitions Asia Pacific Justin Pau. Beberapa tamu undangan turut hadir antara lain Ketua Umum Gopan, para akademisi dan Kepala Dinas serta para pengusaha di bidang peternakan.

    Pada pameran ini, Fapet IPB turut menampilkan beberapa produk, antara lain pakan ternak Sorinfer, magot, wafer ternak, telur, madu, produk BSF (black soldier fly) berupa pakan kucing dan beberapa pakan ternak lain. Hadir pula produk-produk dari kegiatan Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) Fapet yang antara lain berupa permen yogurt, sheet masker untuk perawatan wajah, ada pula crackers yang berbahan mengandung yogurt. Diantara produk-produk tersebut, ada beberapa buku yang membahas peternakan dan cukup menarik perhatian pengunjung untuk dibaca. 

    Pengunjung yang datang ke booth Fapet berasal dari berbagai kalangan, beberapa yang berasal dari kalangan pengusaha menawarkan untuk kerjasama maupun kolaborasi. Ada juga pengunjung dari siswa-siswa SMK dengan jurusan peternakan yang berminat untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Fepet IPB. Selain itu beberapa pengunjung asing tertarik melihat booth yang penuh warna dan meriah dengan berbagai hadiah dan games seru. (Femmy)  

     

  • Fakultas Peternakan (Fapet) berpartisipasi dalam pameran peternakan Indo Livestock di Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) selama 3 hari mulai dari 6 sampai 8 Juli. Opening ceremony dilaksanakan pada hari ini (6/7) dan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc yang mewakili Menteri Pertanian. Dirjen PKH juga menyempatkan untuk mengunjungi booth Fapet IPB bersama Guru Besar IPB Prof. Muladno.

    Produk Fapet yang ditampilkan dalam pameran ini antara lain adalah pakan ternak sorinfer, herbal mineral blok (HMB), magot, wafer ternak dan beberapa pakan ternak lain. Selain itu ada juga madu, telur dan makanan berbahan baku daging sapi seperti dendeng dan rendang. Produk olahan susu berupa yogurt juga tersedia di booth Fapet pada acara tersebut.

    Indolivestock 2022 Expo dan Forum diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama dan tahun ini menjadi kali ke-15 penyelenggaraan acara serta diikuti oleh 200 peserta dari 23 negara. “Kolaborasi dengan pemerintah dalam kegiatan ini untuk bersama-sama mengenalkan teknologi industri peternakan, pertanian dan perikanan secara luas kepada masyarakat dan sebagai wadah informasi dan transfer teknologi di dunia peternakan”jelas Managing Director PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera.

    menjadi wadah berkumpulnya para pelaku usaha dan industri peternakan. Bukan hanya sebagai tempat berkumpul semata, Indolivestock juga menjadi ajang pertukaran informasi inovasi dan teknologi dalam dunia peternakan.

    Dalam acara pembukaan tersebut hadir pula Presiden Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don P Utoyo yang menyampaikan beberapa hal terkait peternakan di Indonesia yang sudah jauh maju ke depan. “Kemajuan ini terjadi berkat kerjasama banyak pihak, antara lain pemerintah, pelaku usaha, akademisi, pers dan publik” ungkapnya. Alumni Fapet IPB angkatan 1 ini juga menerangkan beberapa produk unggulan peternakan di Indonesia yaitu sapi-sapi unggul dari Bali, Madura dan Aceh serta domba Garut. Selain itu teknologi perunggasan ayam yang sudah hampir 70% peternak menggunakan kandang tertutup atau closed house. “Kemajuan-kemajuan teknologi ini bisa ditampilkan di pameran seperti ini”jelasnya. (Femmy)

  • Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB membagikan karkas broiler dari Closed House-B Fakultas Peternakan IPB untuk seluruh Tenaga Kependidikan (tendik) yang terdiri dari PNS, Tetap, Kontrak dan THL di lingkungan Fapet IPB. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jum’at (8/3) dan berlokasi di depan lobby Auditorium JHH Fapet IPB.

    Sebanyak total 153 tendik Fapet yang berasal dari Dekanat Fapet 49 orang, INTP 51 orang, IPTP 38 orang, satpam gedung 6 orang dan lab belakang 11 orang. Masing-masing tendik mendapatkan Karkas Broiler sebanyak 2 ekor hasil panen dari Closed House-B.

    Dijelaskan oleh Eka Koswara, S.Pt selaku penanggungjawab kegiatan bahwa Fakultas Peternakan punya kerjasama dengan Charoen Pokphand dengan produk utamanya yaitu karkas ayam. “Kita kerjasama dengan mereka untuk kesejahteraan keluarga Fakultas Peternakan terutama Tendik kita sehingga mereka bisa menikmati hasil dari kerjasama dengan perusahaan terbesar di yang bergerak di bidang perunggasan khususnya ayam pedaging”ujarnya.  

    Acara ini dibuka oleh Dekan Fapet Dr. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr dan turut dihadiri oleh para Wakil Dekan Fapet yaitu Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni serta Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB. (Femmy).