News

  • Program Pascasarjana Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University berkerjasama dengan Lab. Nutrisi Daging dan Kerja (NTDK) INTP IPB menyelenggarakan Pelatihan Kesejahteraan Hewan Ternak pada (25-26/7) di Ruang Sidang Fapet IPB dan Lab. NTDK, kampus IPB Darmaga, Bogor. 

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat diperlukan karena memang merupakan salah satu syarat juga ketika kita ingin mengajukan proposal untuk persetujuan Komisi Etik “Semoga pelatihan ini bisa memberikan bekal kepada kita dan mudah-mudahan nantinya apa yang kita lakukan dalam penelitian itu sesuai dengan etika penelitian yang berlaku secara internasional seingga output akhirnya bisa kita publikasi di jurnal internasional yang bereputasi”harapnya. 

    drh. Huda Shalahudin Darusman, M.Si, P.HD hadir sebagai pemateri pertama pada kegiatan tersebut. “Kita yang hadir saat ini berasal dari ilmu peternakan, perikanan, biologi, bioteknologi, semuanya yang sudah menyangkut etik,  kita bersinggungan dengan mahluk lain maupun bagian dari mahluk itu baik jaringan maupun selnya itu tak akan lepas dari pertanyaan dan kita memiliki tanggung jawab”ungkap Kepala Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB ini. 

    Selanjutnya drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD menyampaikan materi Persyaratan Kualitas Proposal untuk Mendapatkan Persetujuan Institutional Animal Care and Use Committee (IACUC). Pemaparanan secara lengkap dan terperinci disampaikan oleh drh. Fitriya dari mulai dari definisi hewan laboratorium atau hewan coba dan kenapa harus memenuhi standar etik. Hal-hal tersebut sejatinya berkaitan dengan tuntutan UU/peraturan atau pedoman yang berlaku di sebagian besar negara di dunia serta tekanan dan ekspektasi masyarakat awam tentang penggunaan hewan coba secara etikal. 

    Di bidang akademik, perlunya penjaminan kesejahteraan hewan karena turut menentukan kualitas hasil penelitian/pengujian, kepentingan peneliti untuk menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal  bereputasi, mendapatkan akreditasi internasional dan tentunya tuntutan kerjasama antar institusi. “Mengapa aspek kesejahteraan hewan itu penting? Karena keadaan hewan yang tidak sejahtera akan mengakibatkan bias pada hasil penelitian, perawatan dan kualitas hewan yang baik akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baik“ujar Ketua Komisi Etik Hewan (KPKPHP) PSSP IPB ini.

    Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS turut hadir sebagai pemateri sekaligus memberikan pendampingan kepada para peserta untuk penerapan kesejahteraan hewan ternak  dalam penelitian pada pelatihan tersebut. “Dalam  penelitian dengan ternak  harus  selalu ingat  3R, 5 FREEDOM dan 5 DOMAIN apapun perlakuannya. Ketiganya meliputi hewan yang bebas dari kelaparan dan haus, ketidaknyamanan, rasa sakit, cidera atau penyakit. Bebas untuk dapat berperilaku normal serta bebas dari ketakutan dan stress”jelas perempuan yang kini menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan Fapet IPB ini.

    “Selain itu perlu pemahaman ataupengetahuan tentang manajemen pengelolaan  ternak khususnya bagi dvm, peneliti, pelaksana dan (teknisi/keeper/mahasiswa). Perlu diingat juga bahwa setiap spesies mempunyai ciri khas dalam penanganan  dan pengambilan data”ujar Prof. Dewi memberi kesimpulan. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bekerjasama dengan  PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk gelar Program Retooling Feed Profesional Enterpreneur (FPE) bertajuk “Pengembangan Wirausaha Muda Pakan Ternak Untuk Penguatan Industri Sapi Perah Nasional” untuk sarjana dengan latar belakang keilmuan Nutrisi dan Teknologi Pakan Ilmu Peternakan. Peserta berasal dari beberapa perguruan tinggi dan telah diseleksi oleh pelaksana kegiatan retooling.

    Kegiatan pelatihan berlangsung selama 7 hari yang terdiri dari 35% teori dan 65% praktik produksi dan bisnis. Para tutor atau yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari pakar di beberapa bidang yang berasal dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fapet, antara lain Ir. Agus Setiana, MS sebagai motivator, Prof. Panca Dewi Manu Hara Karti S. dan Dr.rer.nat. Nur Rochmah Kumalasari dengan materi Manajemen Produksi Tanaman Pakan, Prof. Luki Abdullah yang memberikan materi Forage Processing dan beberapa materi serta tutor lainnya lainnya. Selain dari Fapet IPB, ada juga tutor lain yang berasal dari PT. Prima Agrostis Nusantara selaku industri pakan ternak yaitu Zoufikar Imani dan Adam Mirza. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan Manajemen Keuangan oleh Dr. Adi Hadiyanto agar mampu mengelola sistem keuangan khususnya di bisnis pakan.

    Pada pembukaan acara tersebut, Dekan Fapet IPB Dr. Idat Galih Permana mengatakan, “Saat ini produksi sapi perah atau susu kita masih sekitar 20% dalam negerinya dan ini merupakan tantangan yang cukup besar. Kita selaku orang yang terlibat di dalamnya merasa bahwa sapi perah ini penting, terutama bagaimana kita mencukupi kebutuhan susu nasional karena saat ini konsumsi susu kita jauh lebih rendah dibanding dengan negara-negara ASEAN bahkan kalau tertinggi di Belanda” jeasnya. Lebih lanjut, Dekan Fapet juga ingin mengajak seluruh komponen di persapiperahan ini tidak hanya industri tapi peternak-peternak rakyat. Peternak rakyat dari sisi pengadaan pakan masih apa adanya, dan curahan waktu yang jadi beban peternak sebagian besar adalah mencari pakan terutama mencari hijauan. Bagaimana kalau para peternak ini sudah bisa memanfaatkan hijauan yang baik, berkualitas, komposisi nutrientnya cukup, bisa disiapkan dalam bentuk pakan olahan. Produktivitas dan kesejahteraan peternak akan semakin meningkat.

    ‘’Dengan adanya pelatihan Feed Profesional Enterpreneur ini mudah-mudahan bisa tumbuh pengusaha-pengusaha pakan, khususnya pakan komplit,” harapnya.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kota Bogor gelar Pelatihan untuk Satuan Tugas Satgas Mental Health pada (22/11) di Ruang Sidang Fapet IPB.  Peserta kegiatan terdiri dari Dosen, mahasiswa aktif, serta tenaga kependidikan di lingkungan Fapet IPB.

    Dr. Iyep Komala, PIC satgas mental health Fapet mengungkapkan bahwa pelatihan ini diperlukan khususnya untuk para peserta agar mendapatkan arahan dari PUSPAGA tentang bagaimana caranya mentrigger mahasiswa yang ingin melakukan konseling agar mau berbicara dan kita dapat meyakinkan bahwa rahasia akan terjamin.

    Elly Sahara Harahap, S.E, M.Si JFT Koordinator Rujukan Puspaga DP3A menjelaskan secara garis besar mengenai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ini mengurusi tentang perempuan dan anak untuk mencegah adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak dan juga memberdayakan perempuan-perempuan yang ada khususnya di kota Bogor. “Urusan tentang perempuan dan anak ini kami ada 2 layanan yang pertama yaitu adanya pusat pembelajaran keluarga yaitu pencegahan agar tidak ada terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dan melayani semua permasalahan yang dialami oleh masyarakat kota Bogor ”jelas Eli. Eli juga menyampaikan untuk masyarakat bisa curhat dan itu terjaga kerahasiaannya. “Kami juga mengadakan sosialisasi edukasi di sekolah-sekolah dari mulai PAUD dan sampai SD SMP dan SMA kalau tingkat mahasiswa kami baru disini kami mengadakan ini suatu kehormatan dan pengalaman kami”tambahnya.

    Pelatihan ini menampilkan Mochammad Raihan Nur Fadhillah, S.Psi sebagai Narasumber. Dengan penuturan yang mudah dimengerti khususnya oleh kalangan muda, Psikolog dari Puspaga Kota Bogor ini berhasil menyampaikan materi konseling secara runut dan interaktif dengan peserta. Raihan, begitu sapaan akrabnya bahkan mengajak peserta secara langsung untuk mempraktikkan bagaimana menyelesaikan sebuah contoh kasus dalam sebuah sesi konseling.

    Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Irma Isnafia Arief turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kita sangat concern dan fokus untuk mendampingi teman-teman mahasiswa ini untuk sukses dalam studi di IPB ini apalagi terkait dengan efek pandemi kemarin kita merasakan masih sangat terbawa”ungkapnya. Prof. Irma juga mengatakan bahwa pendampingan para konselor kepada mahasiswa sangat membantu, tidak hanya sebatas konseling, bahkan bahkan sampai didatangi ke rumah mahasiswa untuk meyelesaikan masalah bersama-sama dengan pihak keluarga. “Mereka adalah masa depan bangsa, tanggungjawab kita. Mudah-mudahan satgas ini jadi terlembaga secara bagus dan kita punya sistem SOP penanganan atas berbagai macam kondisi dari teman-teman mahasiswa”harapnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University mengadakan promosi bertajuk Talk Show Interaktif Pascasarjana Fakultas Peternakan IPB University IPB, 12/3. Acara ini mengundang sejumlah alumni berprestasi dari program pascasarjana Fapet.

    Dalam sambutannya Dekan Fakultas Peternakan Dr. Idat Galih Permana menyampaikan sejarah berdirinya program pascasarjana Fapet IPB pada tahun 1975 dan merupakan program studi tertua di Indonesia. Kemudian pada tahun 2007 saat itu berkembang 2 program studi ilmu ternak untuk S2 dan S3 yaitu Ilmu Produksi Ternak dan Ilmu Nutrisi Pakan hingga saat ini. “Pada kesempatan pagi ini, kita akan bersama-sama  mengikuti talkshow terkait bagaimana kedua program studi ini bisa berkiprah dalam rangka meningkatkan kualitas SDM khususnya dalam peningkatan jenjang dari program S1 ke S2 maupun program ke S3” jelasnya.

    “Saat ini kami menerapkan moto : ramah dan berkualitas. Jadi kami ingin memberikan layanan yang sebaik-baiknya dengan berbagai macam media, baik secara langsung maupun media sosial yang ada ataupun sistem informasi” ujar Prof. Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University. Prof. Anas juga menambahkan bahwa mahasiswa tidak perlu repot ketika akan mendaftarkan ujian, seminar, dsb karena sudah disiapkan sistemnya termasuk paltform untuk berkomunikasi dengan dosen pembimbing. Selain itu di pascasarjana IPB juga ada program lulus tepat waktu, program PMDSU, dan program rekognisi pembelajaran lampau yang bisa mempercepat kelulusan tapi tidak bisa menggantikan tugas akhir.

    Wakil Rektor IPB University bidang Inovasi dan Bisnis, Prof Erika Budiarti Laconi, turut hadir memberikan saran dan semangat kepada seluruh peserta yang hadir. “Untuk masuk di S2 itu ada waktunya dua tahun dan S3 tiga tahun, kalau lewat satu hari anda sudah telat, kalau kurang dari 1 hari berarti anda sukses, oleh sebab itu kalau bisa mengambil mata kuliah dan sebagainya sudah dipikirkan ke arah mana bidangnya”. Beliau juga berharap hasil studi ini bukan hanya mendapatkan gelar S2 dan S3, tapi semua keilmuannya bermanfaat untuk masyarakat dan keluarga kita. Hasil riset bisa kita tingkatkan invensi menuju inovasi, harapannya apa yang kita lakukan harus bisa menjawab tantangan masyarakat, problem di masyarakat dan semoga penelitian-penelitiannya sudah diarahkan kesana.

    Sesi pertama talkshow ini membahas mengenai Peran dan Posisi Prodi Pascasarjana Fakultas  Peternakan IPB dalam kancah nasional dan Internasional dengan menampilkan dua narasumber yaitu Ketua Program Studi ITP Dr. Ir. Salundik, M.Si dan Ketua Program Studi Ketua Program Studi INP Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah M.Sc.Agr.

    Pada sesi kedua talkshow ini menghadirkan para alumni sukses lulusan Fapet yang berbagi pengalamannya menempuh pendidikan di pascasarjana Fapet. Para alumni terdiri dari Yanto Hardianto, S.Pt., M.Si, alumni S2 INP yang saat ini menjabat sebagai Manager Nutritionist & Research Development PT. Central PanganPertiwi, hadir pula alumni S3 INP Dr. Ir. Cecep Hidayat, S.Pt., M.Si dari Balitnak Kementan RI, alumni Program PMDSU S3 PS ITP IPB University dan peneliti BRIN Dr. Isyana Khaerunnisa, S.Pt  dan Ria Putri Rahmadani, S.Pt, M.Si, alumni program sinergi S2 dan juga General Manager PT. Pandu Biosains. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University melaksanakan Penilaian Seleksi Mahasiswa Berprestasi. Kegiatan dilaksanakan di ruang sidang Fapet IPB pada (18/11). Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fapet Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si berharap para mahasiswa yang terpilih mampu menampilkan performa terbaiknya sehingga lolos ti tingkat IPB.

    Juri yang hadir dalam kegiatan ini adalah dosen dari Departemen IPTP yaitu Dr. Tuti Suryati, S.Pt, M.Si, Dr. Cahyo Budiman, S.Pt., M.Eng dan Dr. Iyep Komala, S.Pt., M.Si serta dosen dari Departemen INTP yaitu Prof. Dr. Ir. Asep Sudarman, M.Rur.Sc.

    Sebanyak 6 mahasiswa dari kedua departemen mempresentasikan gagasan kreatifnya masing-masing dengan menggunakan bahasa Inggris. Dari keseluruhan peserta, juri menetapkan Allendra Bayu Restu Putra sebagai juara 1, Kelvin Tri Putra di peringkat dua dan Muhammad Fauzan Nashrullah. Tiga peserta lain lolos sebagai finalis yaitu Maya Puspita Sari, Astri Yuliyanti dan Nurul Aini (Femmy).

  • Fakultas Peternakan IPB University gelar Kegiatan Sertifikasi K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan) untuk Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), (18/8). Pelatihan pembekalan dengan tema Refreshment Kompetensi “Petugas K3 Laboratorium” ini terselenggara atas kerjasama Direktorat Sumberdaya Manusia (SDM),  Fakultas Peternakan IPB University dan PT Rukindo (Ruang Kompetensi Indonesia).

    Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Sri Suharti menjelaskan bahwa kegiatan sertifikasi ini terdiri dari dua tahapan yaitu pembekalan dan uji kompetensi. "Para peserta yang mengikuti kegiatan ini sudah melalui proses seleksi oleh panitia yang memenuhi persyaratan. Terpilih sepuluh PLP perwakilan dari seluruh fakultas di lingkungan IPB University. Selain itu juga dua PLP yang mendaftar secara mandiri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),” terangnya.

    Menurutnya, pemahaman akan K3L ini diperlukan oleh para pengelola laboratorium terutama untuk saat ini. Dr Sri berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian para PLP dalam K3L.

    Dekan Fakultas Peternakan Dr Idat Galih Permana dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di laboratorium tidak hanya untuk akademik tapi juga untuk riset dan jasa. Melalui sertifikasi ini, ia berharap kemampuan PLP bisa ditingkatkan dan juga untuk meminimalisir risiko yang terjadi.

    Sementara itu, Direktur SDM IPB University, Dr Heti Mulyati menyampaikan bahwa pelatihan ini dibuat sebagai kompensasi non finansial dalam rangka capacity building. “PLP adalah salah satu jabatan fungsional di tenaga kependidikan (tendik). Ada yang perlu kita improve dari implementasinya. Dalam pengembangan tendik, saat ini masih terbatas pesertanya dan baru tahap pertama yang akan dievaluasi untuk pelatihan selanjutnya,” tandasnya. (Femmy/SSI/ZUl)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University gelar Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Perunggasan operator telur tetas (24/5) dan pencampur pakan (3/6) untuk mahasiswa aktif, fresh graduate maupun alumni yang berkecimpung di dunia peternakan unggas. Kegiatan sertifikasi yang diikuti oleh 40 orang peserta ini merupakan subsidi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan terselenggara atas kerjasama Fapet IPB University dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi.

    Kegiatan menghadirkan enam orang asesor dari LSP Agribisnis Ambissi dan 4 orang diantaranya merupakan PLP di Fapet IPB University “Seseorang dikatakan ahli atau kompeten di bidang tertentu, harus ada pengakuan secara legal. Kompeten itu merupakan irisan dari pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Adanya subsidi Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) dari BNSP merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi” jelas Laeli Komalasari, SP, M.Si, asesor pada skema operator telur tetas. “Tugas asesor itu sendiri adalah mengumpulkan bukti-bukti yang terdiri dari bukti langsung yaitu dengan melakukan uji demonstrasi dan bukti tidak langsung yaitu uji tulis pada saat asesmen ” tambah PLP dari Divisi Unggas Departemen IPTP Fapet ini.

    Muhammad Fakhrurozi, peserta sertifikasi telur tetas mengaku program bimtek plus sertifikasi ini sangat baik dan bermanfaat bagi para mahasiswa. “Saya rasa Divisi Unggas Fakultas Peternakan sudah cukup baik menjalankan program ini, fasilitas yang diberikan sangat lengkap. Kami diberikan bimbingan teknis yang disampaikan oleh para ahli terkait penetasan telur unggas, dan dapat memperaktikan langsung menggunakan alat-alat yang layak untuk uji kompetensi” ujar mahasiswa angkatan 56 dari prodi Teknologi Produksi Ternak yang juga seorang Duta IPB perwakilan dari Fapet ini.

    Peserta lain dari skema pencampur pakan, Hafidz Muhammad Muhshi, sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk melakukan sertifikasi operator pencampur pakan, Hafidz beralasan hal ini perlu didapatkan sebagai tolak ukur bahwa kita bisa melakukan pencampuran pakan dan juga bisa mengerti apa yang akan dilakukan oleh seorang operator apabila kita menjadi seorang atasan. “Semoga ada kegiatan sertifikasi lainnya ataupun tingkat lanjutan dan bisa diselenggarakan sepanjang tahun” ungkap mahasiswa Prodi S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan ini. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University gelar Sertifikasi Kompetensi Perunggasan Operator Telur Tetas dan Pencampur Pakan. Sertifikasi ini ditujukan bagi mahasiswa aktif, fresh graduate maupun alumni IPB University dan masyarakat umum yang berkecimpung di dunia peternakan unggas. Kegiatan sertifikasi tahun ini adalah yang ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan tahun 2022 dan 2023, untuk tahun ini diikuti oleh 180 orang peserta. 

    Pelaksanaan sertifikasi operator perunggasan 2024 merupakan subsidi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan terselenggara atas kerjasama Fapet IPB University dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi. 

    “Alhamdulillah kegiatan sertifikasi profesi unit kompetensi oprator telur tetas berhasil berjalan dengan normal dengan jumlah asesi 80 orang dilaksanakan sejak tanggal 26 – 29 Juni 2024, semua lulus dengan kompeten dan tingal menunggu sertifikat dari BNSP” jelas Prof Iman Rahayu Hidayati Soesanto, Guru Besar Fapet IPB yang juga asesor pada skema operator telur tetas.

    Dr. drh. Maya Purwanti, MS, asesor skema pencampur pakan mengatakan bahwa uji kompetensi ini penting bagi asesi karena dunia industri dan dunia kerja. “Memahami bahwa kompetensi yang dimiliki tenaga kerja telah diuji sesuai SKKNI dan disertifikasi oleh BNSP dan juga memenuhi ekspektasi DUDIKA (Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja) sehingga tenaga Kerja tidak lagi perlu melakukan penyesuaian diri yang terlalu lama” jelas Dr. Maya yang kesehariannya mengajar di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor ini.

    Uji sertifikasi kompetensi dilaksanakan di Lab. Fapet sebagai lokasi Tempat Uji Kompetensi (TUK), pelaksanaan 24-29 Juni 2024 di Lab. Unggas sebanyak 80 peserta untuk skema telur tetas dan 24-30 Juni 2024 di Lab. Nutrisi Pakan sebanyak 100 peserta untuk skema pencampur pakan.

    Rizky Nadia, S.Pt, M.Si, peserta uji sertifikasi skema pencampur pakan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan sertifikasi perunggasan mengaku ingin menguji diri sendiri dan ingin memiliki sertifikasi dikarenakan beberapa kegiatan harus memiliki sertifikasi agar dapat diakui. “Asesor yang menguji baik, kompeten, dan sangat jelas dalam memberikan materinya. Tempat ujian nyaman dan fasilitasnya sangat memadai serta alat dan bahan untuk melakukan pengujian sangat lengkap” demikian kesannya. 

    Peserta lain, Muhammad Fayyadh Fahrizal yang mengikuti uji kompetensi bidang telur tetas turut menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan ini. “Sertifikasi penetasan telur ini sangat baik pelaksanaannya dan juga asesornya, semoga acara ini dapat berlangsung lagi seterusnya setiap tahun agar nantinya banyak teman-teman dari Fakultas Peternakan maupun dari luar Fakultas peternakan terutama IPB University dan juga alumni alumni yang tersertifikasi” ungkapnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University gelar Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Perunggasan Jenjang 5 untuk mahasiswa aktif, fresh graduate maupun alumni yang berkecimpung di dunia peternakan unggas. Kegiatan sertifikasi terbagi atas 5 batch dimulai dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2022. Sertifikasi ini merupakan subsidi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan terselenggara atas kerjasama  Fakultas Peternakan IPB University dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Agribisnis Ambissi.

    Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Irma Isnafia Arief  mengatakan kegiatan sertifikasi perunggasan level 5 ini didesain dengan bimtek terpadu dengan narasumber dari praktisi perunggasan sehingga menjadi Mata kuliah Enrichment courses IPB20E (0-2) Etika Profesional, dimana mahasiswa mendapatkan keuntungan ganda yaitu sertifikat kompetensi perunggasan level 5 dari BNSP dan 2 sks MBKM. “Untuk peserta alumni fresh graduate maka sertifikasi kompetensi ini sangat bermanfaat untuk karir di masa kini dan mendatang" jelasnya.

    Kegiatan ini menghadirkan 3 orang Asesor  dari LSP Agribisnis Ambissi. Asesor tersebut antara lain Guru Besar Fapet IPB Prof. Iman Rahayu, Rae Hanif dan Chandra Kirana.  Lalu, sebenarnya apa maksud dan tujuan  dari kegiatan ini? Menurut Chandra Kirana, salah satu asesor yang terlibat dalam kegiatan ini, tujuan sertifikasi yang pertama untuk menilai bahwa seseorang apakah sudah kompeten di semua unit yang ada di skema perunggasan level 5. Tujuan kedua jika kita melihat fungsinya di dunia kerja, maka sertifikasi ini sebagai bukti tambahan atau bukti pendamping baik ijazah yang digunakan oleh asesi selama dia mengikuti pendidikan formal sehingga ada nilai lebih ataupun pembanding untuk perusahaan. Chandra juga menjelaskan jika di industri, sertifikasi jenjang 5 ini posisinya di Kepala Unit, Asisten Manajer atau bisa juga di Supervisor. Asesor yang sudah 10 tahun berkecimpung di bidang sertifikasi ini juga memberikan kesan, pesan dan harapan mengenai kegiatan ini “Para peserta sangat luar biasa, semangat mengikuti asesmen ini. Diharapkan ke depannya di akademisi ini ini mata kuliah selaras dengan unit-unit kompetensi, jadi ketika mahasiswa lulus dan mengikuti asesmen sudah tidak kaget lagi” tutupnya.

    Para peserta nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Dian Ardian Syah, peserta batch pertama yang juga lulusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Angkatan 54. “Sangat mengapresiasi untuk Ibu Prof. Iman Rahayu yang sudah menginisiasi adanya sertifikasi perungasan ini, acara yang sangat bermanfaat untuk mahasiswa peternakan” tuturnya. Menurutnya, banyak ilmu dan hal baru yang peserta dapat selama masa bimbingannya. Dibimbing oleh dosen dan ahli dari setiap materi bimbingannya, membuat penyampaian materi menjadi lengkap dan mudah dipahami, yang mana sebelumnya tidak didapatkan di kuliah dan ini penting untuk dunia kerja.

    Peserta lain, Fajar Rezki Pambudi, turut merasakan manfaat dari kegiatan ini  “Acara sertifikasi perunggasan jenjang 5 sangat bermanfaat untuk saya. Banyak ilmu yang saya dapatkan setelah mengikuti acara tersebut, terutama untuk saya yang belum pernah terjun secara langsung di lapang” ujar mahasiswa prodi Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fapet angkatan 55  ini. Peserta batch terakhir ini juga mengatakan bahwa materi yang diberikan dapat menjadi bekal ketika sudah terjun ke lapang secara langsung. Materi yang dimuat mulai dari pengolahan data produksi, penerapan biosekuriti di peternakan, hingga pentingnya berkomunikasi untuk menjalin kerja sama antar berbagai pihak. ”Saat pelaksanaan ujian, asesor dan asisten asesornya pun memberikan pengalaman-pengalaman beliau di lapang, sehingga peserta menjadi tahu langkah apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dan kecelakaan.’’ tandasnya.  (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar Zona Integritas (ZI) dan Penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Fapet IPB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, (20/12). 

    Dalam arahannya, Dekan Fapet Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyampaikan bahwa seluruh institusi pemerintahan termasuk Dikti diminta untuk melaksanakan ZI agar menjadi wilayah bebas dari korupsi. “Program ini dicanangkan pemerintah agar di negeri ini terbebas dari korupsi. Dengan melaksanakan tugas sesuai SOP, peluang terjadinya korupsi semakin kecil”jelasnya. “Mulai dari gratifikasi kecil kita akan hilangkan di IPB khususnya di Fapet, caranya kita menjalankan SOP sesuai peraturan yang ada, misalnya perihal pengurusan surat keterangan mahasiswa prosedurnya sudah jelas”urainya. 

    Prof. Idat juga mengatakan lingkup gratifikasi sangat luas, ketika ada kesalahan prosedur administrasi dalam pengadaan barang dan jasa, sekecil apapun baik korupsi maupun gratifikasi harus kita hindari. “Sebagai pegawai harus mengikuti peraturan yang ada, mohon kita sekarang sama-sama komitmen tidak menerima apapun dari stakeholder serta agen perubahan sama-sama membangun ZI” ungkapnya di hadapan para dosen dan tenaga kependidikan Fapet yang hadir pada kegiatan tersebut.

    Selanjutnya Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si menyampaikan ranah yang perlu dibangun dalam membangun zona integritas “Di IPB ditarget setiap fakultas membangun zona integritas dan dalam ZI ada 6 area perubahan yang harus kita lakukan yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana dalam proses di kampus, penataan SDM aparatur, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik”jelasnya.

    “Setelah ini fakultas akan membentuk tim pengendali gratifikasi (TPG) dimana pihak yang menerima cukup menyerahkan pada TPG, IPB sedang menyusun prosedur apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh”ungkapnya. Target yang menandatangani Pakta Integritas ini adalah semua tendik dan dosen Fapet dan sudah disiapkan dokumen dari Fakultas serta akan disubmit ke inspirasi dikti (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar Studium Generale  dengan tema ”Exploring Innovative Management Strategies to Reduce Methane Emissions : Lessons Learned From United States Dairy Farm” di Auditorium JHH Fapet, Kampus IPB Dramaga, Senin (14/10). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ermias Kebreab dari University of California 

    Davis (UC Davis) sebagai dosen tamu. Topik yang dibahas sangat menarik dan penting, mencakup strategi mitigasi emisi metana pada ternak ruminansia serta upaya peningkatan kualitas daging sapi. 

    Dalam pemaparannya, Prof. Ermias mengatakan ”Beberapa industri berkomitmen untuk dapat menurunkan emisi, antara lain adalah Nestle”. Selain itu dijelaskan pula bahwa peternakan memiliki kontribusi untuk meningkatkan emisi dan menyebabkan perubahan iklim dan perubahan kuantitas metana menyebabkan beberapa dampak buruk untuk atmosfir dan lingkungan (pemanasan global) + 5 ℃. Disampaikan juga bahawa FAO merilis perkiraan tentang peningkatan produksi emisi beberapa tahun kedepan dengan salah satu faktornya adalah peternakan (metana).

    Dalam kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa ini, Dosen Departemen IPTP Fapet Dr. Windi Alzahra, S.Pt hadir sebagai moderator. Presentasi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari mahasiswa yang hadir. Terkait dengan peternakan yang merupakan salah satu penyumbang utama emisi metana yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim. Berbagai inovasi telah dikembangkan untuk mengurangi emisi ini, termasuk strategi pengelolaan hewan dan pakan, penggunaan aditif seperti rumput laut, oregano, dan asam amino, serta penerapan teknologi seperti Anaerobic Digesters. Penambahan bahan-bahan tertentu seperti brominata terbukti efektif mengurangi emisi hingga 40%, meskipun beberapa solusi seperti tannin dapat mempengaruhi kualitas produk ternak. Dukungan teknologi berbasis AI juga diharapkan dapat membantu petani dalam mengelola emisi secara lebih efisien. (Venanda/Femmy)

     

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar talkshow bertajuk Yogurt Rosella dan Pengembangannya untuk Produk Roti Yogurupan dan Strudel. Acara ini merupakan bagian dari IPB Innovation EXPO 2023 yang diselenggarakan di Botani Square Mall Bogor (29/09). Prof. Irma Isnafia Arief, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fapet IPB sekaligus inventor dari yogurt rosella menjelaskan bahwa talkshow ini membahas dan menampilkan pangan olahan hasil ternak yang dihilirisasi menjadi ragam pangan sehat, yaitiu yogurt dengan ekstrak bunga rosella yang dari berbagai penelitian diketahui mempunyai banyak manfaat kesehatan. “Untuk pengembangan dari yogurt ini, kita membuat turunan ragam pangan lainnya yaitu roti dan cookies” ujarnya.

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University Dr Ir Idat Galih Permana, MSc. Agr yang memberikan sambutan pada acara tersebut mengatakan “Produk inovasi Fapet yogurt rosella saat ini sudah berkembang dan menghasilkan produk roti dan strudel yogurt rosella, terobosan yang luar biasa karena kita biasa mengonsumsi seperti makan eskrim atau susu. Sekarang yogurt itu dimasukkan ke dalam strudel ataupun roti yang dengan kita mengonsumsinya, selain mendapat rasa nikmat dari produk tersebut juga kita lebih sehat” jelasnya.

    Talkshow ininjuga menampilkan beberapa Narasumber yang terlibat dalam produksi inovasi tersebut. Narasumber pertama adalah Edgina Burton, SPt, MSi  owner Yogurt Dairycious- CV Sari Burton menyampaikan awal mula produksi yogurt di tahun 2015 hingga berkembang seperti saat ini. “Tahun 2022, pada program Kedaireka bersama Prof. Irma, kami mengembangkan varian produk baru yaitu menambahkan rosella ke dalam yogurt dan juga ada tambahan bakteri probiotiknya yang menghasilkan karakteristik baru yang yang muncul dibanding dengan yang sebelumnya”. Karakteristik ini, menurut Burton lebih memberikan kesan segar ke produk dan meningkatkan pasar serta permintaan dari konsumen.

    Reni Sulastriani SPt, owner Rezupan Bakery turut hadir memperkenalkan produknya yaitu Yogurupan-Roti Yogurt di hadapan peserta dan pengunjung acara tersebut. Reni memberikan gambaran dan tips mengenai roti tersebut “Dalam adonan roti kita tambahkan yogurt, untuk fillingnya juga kita tambahkan yogurt rosella. Produk ini tahan di suhu ruang selama 6 jam, untuk menjaga kualitas. Jika ingin lebih lama, bisa disimpan dalam freezer hingga 4 hari. Untuk menikmati kelezatannya, setelah keluar freezer di thowing terlebih dahulu di suhu ruang, lalu roti siap dikonsumsi dengan rasa yang segar dan adonan yang masih lembut, lebih enak dalam keadaan dingin”jelasnya.

    Selain roti, pangan sehat lain yang ditampilkan adalah strudel dan cookies. Ade Rakhmawaty STP, owner Mawar Pakuan yang memproduksi inovasi tersebut menyebut baik strudel maupun cookies memiliki rasa yang unik, segar dan tidak terlalu manis sehingga ramah terhadap kosnumen yang menghindari gula. “Umumnya produk strudel atau cookies itu manis, namun pada produk strudel dengan isian yogurt membuat rasanya tidak manis, asam dan lebih segar. Pada produk almond crispy rasa yogurt juga menampikan cita rasanya unik dan creamy dengan tekstur yang lembut” tandasnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sukses menggelar The 2nd International Conference on Sustainable Animal Resource and Environment (ICARE 2024). Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 16-17 Oktober 2024, dengan tema “Fostering Resilience: Animal Environmental Research and Technology for Sustainable Production.” Konferensi ini diadakan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Indonesia.

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan IPB, Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr., menyampaikan bahwa ICARE ke-2 merupakan wujud komitmen Fapet sebagai institusi pendidikan unggul di bidang peternakan untuk terus berkontribusi kepada komunitas ilmiah dan sosial melalui diseminasi hasil penelitian. “Sejak tahun 2009, kami telah konsisten menyelenggarakan seminar internasional yang membahas industri peternakan. ICARE sendiri bermula pada tahun 2021 sebagai transisi dari ISAI, dengan memperluas cakupan publikasi dan tetap mempertahankan integritas ilmiah di bidang ilmu peternakan,” jelasnya.

    Konferensi tahun ini menyoroti tema “Membina Ketahanan: Penelitian dan Teknologi Lingkungan Hewan untuk Produksi Berkelanjutan,” yang menekankan pentingnya solusi inovatif dan berkelanjutan dalam industri peternakan. Mengingat meningkatnya tantangan seperti perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan ketahanan sistem produksi, tema ini mengajak peserta untuk mengeksplorasi bagaimana penelitian dan teknologi dapat berkontribusi pada kelestarian lingkungan serta menjamin keberlanjutan produksi sumber daya hewan.

    Prof. Dr. Jakaria, Ketua Panitia ICARE 2024, menjelaskan bahwa acara ini merupakan hasil kerja sama antara Fakultas Peternakan IPB dan Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI). “Kami berharap seminar ini dapat memberikan ide-ide baru serta menjalin kolaborasi yang akan mendorong pengembangan industri peternakan yang selaras dengan kesejahteraan hewan, lingkungan, dan kesehatan manusia di masa depan,” ujarnya. Acara dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Institut IPB, Prof. Dr. Agus Purwito, bersama Dekan Fapet IPB, Dr. Idat Galih Permana, dan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Agung Suganda.

    ICARE 2024 menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Agung Suganda, serta Prof. Dr. Ermias Kebreab dari University of California, Davis, Amerika Serikat. Dalam presentasinya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan program-program pemerintah dalam meningkatkan produksi ternak untuk mempersiapkan program makan siang bergizi dari pemerintahan baru.

    Pada plenary session, terdapat enam pembicara dari lima negara, yaitu Dr. Muhammad Jasim Uddin (Australia), Dr. Ir. (MA) Maja Slingerland (Belanda), Prof. Dewi Apri Astuti (Indonesia), Prof. Dr. Myunggi Baik (Korea), Prof. Dr. Satoshi Koike (Jepang), dan Prof. Dr. Kazuhito Fujiyama (Jepang).

    Selama dua hari konferensi, lebih dari 70 makalah penelitian dipresentasikan oleh peserta dari berbagai negara seperti Hongaria, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Indonesia. Para peserta memberikan presentasi lisan yang mencakup topik seperti sumber daya genetik hewan yang berkelanjutan, sistem produksi hewan cerdas dan manajemen, sumber daya pakan ramah lingkungan dan nutrisi, teknologi produk hewan mutakhir, serta kesejahteraan, kesehatan, dan lingkungan hewan. Acara ini juga menampilkan sesi poster serta pameran jurnal dan produk. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama LSP Agribisnis dan PT. Multi Sarana Pakanindo menyelenggarakan Webinar dengan topik Dunia Perunggasan Modern secara online melalui zoom meeting pada (24/6). Kegiatan ini merupakan pembukaan dari rangkaian acara bimbingan teknis dan pelatihan dalam rangka persiapan ujian kompetensi dan sertifikasi operator telur tetas dan pencampur pakan untuk para peserta sertifikasi khususnya, namun webinar ini terbuka untuk umum mengingat perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut kita untuk beradaptasi terhadap berbagai hal, tidak terkecuali dalam dunia perunggasan. Era serba modern ini pun menjadi sebuah tantangan baru bagi para peternak untuk mengembangkan dan hilirisasi menjadi peternak yang lebih modern.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si menyampaikan “Untuk meningkatkan kompetensi di bidang perunggasan saya yakin adik-adik mahasiswa sudah mendapatkan mata kuliahnya nutrisi unggas atau produksi unggas, tetapi kemampuan kita itu harus ada yang merekognisi dan mengakui”ungkapnya. Pengakuan dalam hal ini adalah sertifikasi yang nanti bisa menjadi pengakuan atas kemampuan kita dan juga menjadi modal untuk berkarier di lapangan kerja. “Untuk webinar hari ini kita mendapatkan narasumber yang luar biasa ini langsung dari ahlinya perunggasan modern, ada Pak Syafri dan Pak Murti yang sudah berpengalaman dalam mengelola perunggasan dan juga kemitraan dalam bidang perunggasan, peserta bisa langsung berdiskusi tentang perkembangan industri perunggasan.kemudian dari sisi akademi ada Pak Rudi Afnan yang expert dalam bidang unggas dan merupakan dosen di bidang produksi umum unggas”jelasnya.

    Webinar yang dihadiri oleh hampir 200 peserta ini, menghadirkan beberapa narasumber yang memberikan materi sesuai keahliannya. Narasumber pertama yaitu Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fapet Dr. Rudi Afnan, S.Pt., M.Sc.Agr. memaparkan materi dengan tema succesful hatching yang menjelaskan bagaimana agar penetasan unggas berhasil.

     Selanjutnya dihadirkan narasumber dari PT Charoen Pokphand (CP) Indoneia yaitu Ir. Syafri Afriansyah, MBA. Pria yang saat ini menjabat sebagai Head Bussines Unit Human Capital for Poultry Business di PT. CP ini menjelaskan rangkaian bisnis budidaya perunggasan dari hulu sampai hilir. Beberapa hal utama yang dsampaikan di sesi ini antara lain mengenai konteks global, gambaran industri umum, bisnis perunggasan di Indonesia dan bagaimana kita melihat ke depan. “Industri perunggasan itu berkembang sangat pesat dan banyak tantangannya. Bisnis model baru akan bermunculan, harapannya mahasiswa sudah mumpuni dan siap untuk menghadapi berbagai macam perubahan”ujar lulusan Martin J. Whitman School of Management yang sudah hampir 20 tahun berkarier di PT Charoen Pokphand.

    Dari kalangan industri lainnya, hadir pula Murtiyadi, S.Pt selaku Area Head Production West Java 1 Charoen Pokphand. Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Murti ini mengenalkan teknologi cangggih sistem closed house yang merupakan sistem dimana kandang dibuat tertutup dengan udara yang masuk dan keluar diatur melalui inlet dan outlet sehingga kondisi lingkungan mikro di dalam kandang dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan ayam. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan IPB University gelar webinar “Menjaga Kesehatan Mental Saat Masa Pandemi COVID-19”, (25/7). Ada tiga narasumber yang hadir dalam webinar ini. Mereka adalah Idei Khurnia Swasti, MPsi, Psikolog, Dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Basith Halim, dokter yang sedang menempuh pendidikan PPDS-1 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RSCM dan Sri Pangesti Budi U, SPd, SE, Ak, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis RS UMMI Bogor.

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemi ini telah mengubah tatanan sosial masyarakat.

    “Kita sudah dua semester melakukan kuliah secara online. Semester depan perkuliahan masih dilakukan secara online. Oleh karena itu, pada acara hari ini kita akan mendengar bagaimana cara melakukan pola hidup sehat di masa pandemi dan tetap produktif. Saya harap adik-adik mahasiswa tetap semangat menjalani kegiatan sehari-hari,” ujarnya di hadapan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan serta anggota Agrianita Fakultas Peternakan IPB University.

    Dalam kesempatan ini, Idei memaparkan pengalamannya menjadi supervisor di Pojok Curhat UGM. Pojok Curhat UGM merupakan wadah konsultasi psikologi yang dibentuk oleh Fakultas Psikologi UGM.

    Menurut Idei, sehat itu terdiri dari dua hal. Yaitu sehat fisik dan mental. “Dengan kondisi keduanya (fisik dan mental) yang sehat, kita bisa menjalani hidup dengan produktif,” jelasnya.

    Peserta juga mendapatkan penjelasan yang lengkap terkait Corona Virus dari dr Basith. Mulai dari cara penularan, gejala-gejala yang terjadi pada pasien, tata cara farmakologi COVID-19, cara mengatasi sesak, mengatur posisi duduk dan pernafasan, serta rehabilitasi pasca COVID-19 dengan adaptasi fungsi paru yang masih ada.

    ”Untuk pandemi ini kita tidak bisa menyepelekan seperti batuk, pilek, flu biasa. Kita tidak boleh lengah. Gejala COVID-19 pada penderita komorbid jantung akan merasakan sakit dada. Dan untuk perokok, kebanyakan banyak mengalami sesak nafas,” jelasnya.

    Sri Pangesti Budi juga berbagi pengalamannya seputar kondisi rumah sakit semenjak pandemi melanda.  “Saat pandemi, IPB University menjalin kerjasama dengan RS UMMI. Civitas IPB University mendapatkan privilege untuk rawat inap di RS UMMI. Selain dosen dan pegawai, ada beberapa mahasiswa IPB University yang kami handle langsung. Kami siapkan kebutuhan mereka sehari-hari terutama terkait kesehatan. Selama menghandle pasien COVID-19, ketenangan membawa dampak yang signifikan dan peranan orang lain dalam memberi support kepada pasien juga sangat membantu kesembuhan. Oleh karena itu, seluruh komponen harus bersatu, bahu-membahu,” jelasnya (ipb.ac.id)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menyelenggarakan Webinar bertajuk “Sistem Perunggasan Closed House System bersama PT. Multi Sarana Pakanindo (MSP) & PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CP)” secara daring , (23/6). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara bimtek dan pelatihan dalam rangka persiapan ujian kompetensi dan sertifikasi perunggasan jenjang 5 yang akan dilaksanakan pada akhir Juni sampai dengan pertengahan Juli di Fapet IPB yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi – Bogor dengan subsidi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menghaturkan apresiasi kasih kepada PT. MSP baik dari segi edukasi maupun kemitraan. “Perunggasan di Indonesia merupakan industri yang sangat maju dan modern. Pada hari ini, peserta khususnya para mahasiswa dan alumni yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat mendapat pencerahan dari para narasumber PT. MSP terkait dengan pengelolaan unggas modern baik pada broiler maupun layer, sehingga ketika nanti mengikuti uji kompetensi, peserta bisa lolos. Karena sertifikasi ini merupakan standar minimal seorang sarjana peternakan harus bisa memahami bagaimana pengelolaan perunggasan pada sistem kandang modern khususnya pada closed house, lebih lanjut” jelasnya.

    Dekan Fapet juga menyampaikan beberapa hal terkait perunggasan, antara lain mengenai berbagai faktor yang menunjang kemajuan di perunggasan yaitu bibit, pakan, juga sistem perkandangan. Sistem perkandangan modern sudah diterapkan di Indonesia khususnya pada broiler maupun layer untuk sistem perkandangan closed house sistem dan sudah menjadi standar bagi peternak dalam pengembangan atau dalam mengembangkan bisnis unggas broiler, karena dengan perkandangan ayam yang saat ini kita pelihara bukan merupakan ayam membutuhkan perlakuan yang khusus baik dari aspek manajemen, pakan, sehingga bisa memberikan performance maupun produktivitas yang tinggi.  Ketika ternak dipelihara dengan nyaman dan baik, maka hasilnya akan baik. Hal tersebut sudah dibuktikan di Fapet atas hibah dari PT. Charoen Pokhpand telah memiliki kandang closed house, dengan kapasitas 20.000 dengan performance sangat baik.

    Dalam webinar ini, dihadirkan beberapa narasumber yang memberikan materi sesuai keahliannya. Narasumber pertama yaitu  Marwan Hendrianes, ST dari PT. Charoen Pokhpand Jaya Farm. Lulusan Teknik Mesin Unila ini memberikan materi Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selanjutnya drh. Indra Dwi Resmana menyampaikan 2 materi yaitu Biosecurity dan Prosedur Jaminan Mutu. Mengelola Sistem Produksi serta Teknologi Close House  disampaikan secara apik oleh Gatot Aditya Respati ,S.Pt  dan dilanjutkan dengan materi Penerapan IOT Close House oleh Bapak Deriana Mabrur dan dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta. Materi terakhir disampaikan oleh Bapak Windy Anugrah dari PT. MSP mengenai Analisa Usaha Peternakan. (Femmy). 

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar Workshop Implementasi Kerjasama dengan Solidaritas Alumni Sekolah Peternakan Rakyat Indonesia (SASPRI) di Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga (15/2). Dekan Fapet IPB Dr Idat Galih Permana, M.Sc.Agr dalam sambutannya menjelaskan awal mula kerjasama antara Fapet dengan SASPRI “Berawal dari 10 Desember yang lalu, Fapet mengadakan assignment dengan SASPRI dalam rangka implementasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melibatkan aspek pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat ” ujarnya. Selaku pimpinan Fapet, Ia juga amat mengapresiasi program yang sudah berjalan di masyarakat khususnya di ternak sapi potong “Saya kira ini inovasi sosial yang sangat baik, dimana IPB turut serta mengedukasi para peternak dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak” ungkapnya.

    Guru Besar Fapet IPB sekaligus Wali Utama SASPRI, Prof. Muladno yang juga hadir pada workshop tersebut menjelaskan tiga aspek penting dalam mendidik Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). “Aspek pertama yaitu pengubahan pola pikir beternak yang pasif, ini merupakan pondasi utama. Selanjutnya adalah bagaimana kita ajari mereka untuk berbisnis, bergotong royong dan berhimpun melalui koperasi. Aspek terakhir yaitu teknologi” jelasnya.

    Selanjutnya disampaikan presentasi dengan tema Membangun Kedaulatan Pangan dari Desa Melalui Sinthesa IPB (Sistem Integrasi Horizontal Ekonomi Desa untuk Industri Pangan Bangsa) oleh Ir. Kusmutarto Basuki, MBA. Dalam presentasinya, Ketua Dewan Pembina SASPRI ini memaparkan beberapa tahap penting dalam pembentukan Sinthesa-IPB. Tahap pertama dimulai dari konsolidasi internal SASPRI, Gapoktan dan BUMDes, dilanjutkan dengan pemetaan potensi SDM dan SDA serta perencanaan bisnis segitiga emas. Ketiga tahap tersebut masing-masing dilaksanakan selama satu bulan. Selanjutnya dilaksanakan penyusunan peraturan desa dan pendampingan.

    Implementasi kerjasama SASPRI dengan MBKM dijelaskan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Irma Isnafia Arief. Pemaparan disampaikan dari mulai Perhitungan SKS, topik yang dapat dilakukan di SPR, KKN hingga capestone. Workshop yang juga dimoderatori oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet Dr. Sri Suharti ini juga dihadiri oleh para Kadiv di lingkungan Fapet secara langsung di Ruang Sidang Fapet. Beberapa anggota SASPRI dari berbagai daerah di Indonesia baik dari pulau Jawa, Sumatra maupun Sulawesi turut hadir secara online. Arfan, salah satu wali SASPRI yang berasal dari Sulawesi mengaku siap menerima kedatangan Mahasiswa maupun Dosen yang ingin berkolaborasi di wilayahnya. (Femmy)

  • Puluhan Alumni Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University angkatan 17 melakukan kunjungan ke kampus IPB Darmaga pada Kamis 26 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara reuni dan silaturahmi alumni Fapet angkatan 1984/1985 atau yang lebih dikenal dengan D17. Prof. Nahrowi, perwakilan D17 yang juga merupakan guru besar Fapet hadir dan memandu para peserta bersama pengelola lab lab lapang Fapet yaitu Eka Koswara dan Taryati.

    Mengawali kunjungan lab lapang, peserta dibawa ke Blok A dengan lokasi pertama menuju Teaching Feed Industry yang dijelaskan langsung proses operasionalnya oleh Ketua Departemen INTP Fapet Dr. Heri Ahmad Sukria. Masih di blok A, perjalanan dilanjutkan ke Local Poultry Breeding Center yang didalamnya terdapat ayam IPB D1 yang merupakan inovasi dari Prof. Cece Sumantri. 

    Perjalanan dilanjutkan ke lokasi kandang blok B dengan yang terdiri dari kandang sapi pedaging, CH B dan riset serta kandang domba. Setelah menyusuri kandang, para peserta dibawa jalan-jalan menggunakan mobil listrik fasilitas dari IPB University. Sambil menghirup udara segar, mereka menikmati cantiknya taman semangat lalu bercengkrama dan berfoto bersama di Danau SDGs. Puas berjalan-jalan, peserta beristirahat sejenak di Student Hall-Co Working Space Fapet sambil menikmati hidangan dan berbagi cerita masa-masa perkuliahan.

    Acara dilanjutkan dengan workshop dan presentasi perkembangan Fapet IPB oleh Dekan Fapet Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. “Angkatan 17 yang pada hari ini berkunjung ke Fakultas Peternakan IPB Kampus Dramaga, ini adalah suatu kehormatan besar bagi kami selaku ‘penjaga kandang’.”ujar Prof. Idat di hadapan sekitar 50 orang alumni yang hadir. Dekan Fapet juga mengapresiasi kehadiran para dosen senior yang hadir seperti Prof. Sri Supraptini Mansjoer, Prof. Pollung, Prof. Amin, Dr. Ir. Pallawarukka, Ir. Sri Harini, MS dan Ir. Zulfikar Moesa, MS dan berbagi cerita pengalaman ketika berkuliah di IPB tepatnya di kampus Gunung Gede dengan segala dinamika dan pahit manis kenangannya dalam mencari ilmu dan bergaul dengan sesama teman-teman seperjuangan di masa kuliah. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University Gelar Workshop Implementasi Problem Based Learning di Program Studi Sarjana (16/03). Workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu  Direktur Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan Ir. Lien Herlina, M.Sc, Kasubit Pengembangan Pembelajaran, dan Impplementasi PBL masing-masing oleh Prof. Dr. Ir. Yulin Lestari  dari Direktorat Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc.

    Hadir pula dalam acara tersebut Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih. Permana, M. Sc.Agr yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kita memerlukan sekali pencerahan tentang bagaiman metode pembelajaran PBL. “Setahun ini kita sudah menyusun kurikulum K2020 dan sejak semester awal kemarin kita sudah mengimplementasikan khususnya mulai dari Program PPKU” ujarnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan harapannya kepada para dosen dan PLP yang hadir dalam workshop tersebut agar selepas acara ini berlangsung untuk dapat menyiapkan semacam SAP atau RPS dimana nanti ke depan kita sudah bisa mengimplementasikan yang dikawal oleh Prof. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB University.

    Pemaparan pertama yaitu Konsep Problem Based Learning (PBL) oleh Ir. Lien Herlina, M.Sc  yang secara singkat apa saja yang sudah dipakai di mata kuliah dengan konsep PBL yang sudah berjalan dari semester yang lalu sudah pakai PBL dengan Project Based Learning(PjBL), Case Study, dan sebagainya.  “PBL itu sebetulnya membutuhkan kreativitas, jadi kalau hanya membaca definisi saja saja sama seluruh dunia juga dalam ilmu pendidikan seperti itu” tegasnya.

    Materi selanjutnya yaitu Implementasi PBL masing-masing disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Yulin Lestari yang memberikan beberapa contoh implementasi PBL berupa presentasi kuliah berupa video, beliau juga menjelaskan mengenai waktu, metode,sasaran serta  tujuan yang didapat oleh mahasiswa dari kegiatan tersebut. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc turut memaparkan implementasi PBL dalam mata kuliah dengan studi kasus yang menarik seputar food industry serta menambahkan keunggulan dari implementasi PBL  “Mahasiswa bisa aktif di kelas karena bobot nilai cukup tinggi, bukan hanya mengandalkan nilai dari UTS dan UAS” jelasnya.

    Tindak lanjut implementasi disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB University Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dalam workshop yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini. “Dalam waktu dekat ini kami akan mengajak Departemen, Komdik untuk memilih dulu mata kuliah yang siap untuk melakukan PBL ini dengan beberapa tahapan” ujarnya sebelum mengakhiri acara.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University mengadakan workshop sertifikasi pemuliabiakan ayam  IPB D1 di Hotel Aston, Bogor. Acara ini berlangsung selama dua hari pada (5-6/8) dengan kegiatan workshop pada hari pertama dan penyusunan dokumen pada hari kedua.

    Dekan Fapet IPB Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyampaikan beberapa harapan mengenai program breeding ini. “Harapannya bisa dikembangkan dan diterima oleh masyarakat dengan strategi di internal yaitu penyerapan sistem breedingdan  renovasi kandang”ungkapnya. “Masyarakat lebih meningkatkan konsumsi ayam lokal karena ketergantungan ayam ras saat ini cukup tinggi, sehingga masyarakat bisa lebih mengkonsumsi protein hewani”lanjutnya.

    Namun ada juga tantangan yang harus dihadapi, yaitu bagaimana produk bisa disebar luaskan di masyarakat, sehingga keberadaan ayam IPB D1 bisa dikenal luas. “Kedepannya bukan menyaingi ayam lokal yang ada tapi menyebarluaskan kepada masyarakat untuk memberikan informasi sehingga  lebih dikenal. Akan lauching ke masyarakat dan diharapkan sesuai dengan standard sehingga diperlukan adanya sertifikasi ini”pungkasnya.

    Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber terkemuka yang berasal dari dalam IPB maupun luar IPB. Narasumber pertama yaitu Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Sc yang memamparkan awal mula pengembangan pemuliabiakan ayam lokal pedaging unggul IPB-D1  berbasis sumberdaya lokal. “Ayam IPB D-1 dikembangkan sejak 2010 dengan keunggulan yaitu pertumbuhan cepat, tahan penyakit salmonella dan tetelo/ND, Adaptip terhadap  manajemen dan penggunaan pakan lokal hingga 40%, cita rasa daging empuk dan spesifik seperti ayam kampung”jelasnya.

    Selanjutnya Firmansyah Budiyanto, S.Pt., M.Si dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak di Kementerian Pertanian hadir menyampaikan materi mengenai Standar Nasional Indonesia Ayam Lokal. “SNI ayam lokal merupakan dokumen standar teknis dan menjadi satu-satunya instumen yang memiliki kekuatan hukum”tuturnya. Firman juga menjelaskan manfaat SNI ayam lokal bagi produsen yaitu mendorong terciptanya produk dengan standar tertentu  yang hanya bisa dihasilkan jika produksi memenuhi ketentuan tertentu. Namun untuk penerapan SNI bersifat sukarela kecuali keperluan melindungi kepentingan umum. Selain itu disampaikan beberapa tahapan perumusan, dokumen acuan serta beberapa persyaratan terkait SNI.

    Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si, Peneliti dari Pusat Riset Peternakan melanjutkan materi dengan tema pembentukan dan breeding ayam lokal Indonesia. Dr. Tike banyak menjelaskan mengenai spesies ayam lokal Indonesia dari mulai sejarahnya hingga saat ini. “Ayam lokal yang ada di Indonesia merupakan turunan ayam hutan merah indonesia yang sudah terkontaminasi dari ayam lokal Cina maupun India. Indonesia termasuk salah satu pusat domestikasi ayam di dunia”paparnya.

    Pada sesi kedua, Rofii, S.Pt., M.Si selaku Ketua Kelompok Unggas dan Aneka Ternak, Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Kementerian Pertanian menyampaikan materi dengan tema ‘Kebijakan Pengembangan Pembibitan Ayam Lokal lalu dilanjutkan dengan pemateri terakhir yaitu Dr. Sri Subekti, S.Pt., M.Si dari R&D Charoen Phokphand yang membawakan tema Outlook Industri Pakan Ayam Lokal Indonesia’. (Iis Erlina).